KOMPETISI TEKNOLOGI
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/11/04064315/tim.indonesia.bersaing.di.tingkat.dunia

Senin, 11 Juli 2011
New York, Kompas – Kompetisi teknologi komputasi dan informatika tingkat mahasiswa “Imagine Cup 2011” yang diselenggarakan perusahaan Microsoft di New York, Amerika Serikat, dihadiri ribuan wakil dari 183 negara di dunia. Tahun ini merupakan kompetisi kesembilan sejak dimulai tahun 2003 di Barcelona, Spanyol.

Dari 183 negara tercatat 350.000 peserta hadir dan mendaftar. “Jumlah ini terbesar di seluruh penyelenggaraan kompetisi,” kata General Manager Education Group Microsoft Corporation Jon Perera, seperti dilaporkan wartawan Kompas Nawa Tunggal dari New York, Sabtu (9/7).

Tahun 2003, pesertanya sekitar 2.000 orang dari 25 negara. Indonesia mengikuti kompetisi ini sejak tahun 2006. Pada Imagine Cup 2010 di Polandia yang dihadiri 124 perwakilan negara, “Tim Tselina” dari Institut Teknologi Bandung menjadi juara II kategori Windows Phone 7 Rockstar Award. Selain itu, “Tim Chandradimuka” dari Institut Teknologi Telkom Bandung menjadi juara III kategori Interoperability Award.

Tahun ini Indonesia diwakili “Tim Gatotkaca”, gabungan mahasiswa Institut Teknologi Telkom dan ITB, tampil pada kategori paling bergengsi, Software Design. Adapun “Tim Makara” dari Universitas Indonesia tampil pada kategori Embedded Development.

Pembangunan milenium

Pada acara pembukaan, Jumat (8/7) malam, CEO Microsoft Steve Ballmer mengatakan, kompetisi ini mendorong ide inovatif pengembangan teknologi komputasi dan informatika yang berdampak global. Tema yang dipilih, yakni “Imagine a world where technology helps solve the toughest problems”, antara lain wujud dukungan pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) 2015.

Mantan Direktur Proyek Milenium PBB sekaligus Direktur The Earth Institute, Jeffrey Sachs, dihadirkan untuk menegaskan betapa penting pengembangan teknologi komputasi dan informatika dalam pencapaian MDG. Di antaranya, mengurangi kemiskinan dan kelaparan; memperluas pencapaian pendidikan dasar, kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan; mengurangi jumlah kematian bayi, meningkatkan kesehatan ibu hamil, melawan HIV/AIDS, malaria, dan wabah penyakit lain; mewujudkan lingkungan berkelanjutan dan membangun kemitraan global untuk pembangunan.

Menurut Jon Perera, terdapat 124 proyek pengembangan teknologi komputasi dan informatika dari para finalis Imagine Cup 2011 yang dibagi dalam sembilan kategori. Sebanyak 24 persen memilih berkonsentrasi pada lingkungan global.

Sebanyak 25 proyek finalis mengembangkan teknologi komputasi dan informatika untuk akses pengetahuan dan masa depan lebih baik. Tim Gatotkaca dengan proyek “Childhood” ingin meningkatkan akses pengetahuan orangtua atau pengasuh untuk kesehatan dan pertumbuhan anak balita melalui program yang disediakan dalam telepon seluler. (NAW)