1 ) Siapa Bilang Pepaya California dari AS? Pakar IPB yang Merekayasa Kok!
http://www.republika.co.id/berita/trendtek/sains/11/07/27/loyssl-siapa-bilang-pepaya-california-dari-as-pakar-ipb-yang-merekayasa-kok

Rabu, 27 Juli 2011 06:48 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Tingginya belum sampai satu meter, usianya baru delapan bulan, tapi pohon pepaya callina yang merupakan varitas temuan Prof Dr Ir Sriani Sujiprihati MS dari Institut Pertanian Bogor, sudah bisa menghasilkan puluhan buah lezat siap panen dan siap dipasarkan. Pepaya callina yang merupakan buah lokal asli Indonesia tersebut, kini banyak ditanam para petani di berbagai daerah karena berbagai keunggulannya dan tingginya permintaan pasar. Pepaya berukuran kecil dengan bobot rata-rata 1,3 kg per buah ini banyak dijual di supermarket-supermarket besar, dilabel dengan nama “pepaya california”.”Yang menamakan itu pepaya california bukan kami, tapi pedagangnya.Padahal itu adalah pepaya callina hasil pemuliaan yang kami lakukan bertahun-tahun,” kata Dr Sriani, kepala Divisi Pemuliaan Tanaman, Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) IPB. “Terus terang saya sedih dan sakit hati dengan pengubahan nama tersebut, tapi kami tidak mungkin mengajukan tuntutan hukum karena nama buah ini tidak dipatenkan,” katanya.

…dst

2 ) Mendiknas Bertekad Tingkatkan APK Dikti
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/26/09254371/Mendiknas.Bertekad.Tingkatkan.APK.Dikti

Selasa, 26 Juli 2011 | 09:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh mengakui angka partisipasi kasar (APK) di pendidikan tinggi (dikti) saat ini masih sangat rendah, hanya mencapai sekitar 26 persen. Ia bertekad, APK Dikti dapat meningkat menjadi 35 persen pada 2015 mendatang. Nuh menjelaskan, untuk meningkatkan APK Dikti harus dimulai dari peningkatan APK di pendidikan dasar (Dikdas) dan pendidikan menegah (Dikmen). Baginya, peningkatan APK Dikti harus didukung ketersediaan siswa dari jenjang SMP dan SMA. Saat ini, APK SD sudah sangat tinggi, yaitu mencapai 117 persen. Begitu pula dengan APK SMP yang mencapai 70 persen dan APK SMA yang mencapai 60 persen. APK adalah jumlah siswa di sekolah dibagi dengan jumlah anak usia sekolah.

…dst

3 ) Mendiknas Lantik Guru Besar UGM sebagai Sekjen
http://www.kemdiknas.go.id/list_berita/2011/7/25/pelantikan-pejabat-eselon-satu.aspx

25 Juli 2011
Jakarta — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh melantik tiga pejabat eselon satu yakni Ainun Na’im sebagai Sekretaris Jenderal Kemdiknas menggantikan Dodi Nandika, Hamid Muhammad sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Menengah menggantikan Baedhowi, dan Khairil Anwar Notodiputro sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan menggantikan Mansyur Ramli. Ainun adalah seorang Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Khairil Anwar Notodiputro adalah Dekan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Sedangkan Hamid Muhammad adalah Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal. Dalam sambutannya Mendiknas menyampaikan, pendidikan merupakan sektor yang sangat penting dan strategis yang secara eksplisit dituangkan dalam UUD 1945. Itu artinya, layanan pendidikan bukan sekedar tugas dan kewajiban pemerintah, tetapi menjadi tugas negara. “Pemerintah bisa berganti setiap lima tahun, tetapi negara dirancang bukan untuk periode lima tahunan, negara dirancang untuk selamanya,” ujar Menteri Nuh dalam pelantikan ketiganya hari ini (25/7), di Gedung Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.

…dst

4 ) Kompetensi Lulusan PT Kesehatan Masih Rendah
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/07/27/153950/Kompetensi-Lulusan-PT-Kesehatan-Masih-Rendah

27 Juli 2011
SEMARANG-Penguatan pelayanan oleh perguruan tinggi (PT) merupakan visi Kementerian Pendidikan Nasional, yakni terselenggaranya pelayanan prima. Dan, parameter keberhasilan berupa lulusan yang memiliki kompetensi. Namun khusus di bidang kesehatan dan pendidikan, kualitasnya masih jauh dibandingkan dengan negara lain, meskipun negara tersebut dikategorikan belum maju. “Kita perlu mengejar ketertinggalan tersebut, agar apa yang telah kita lakukan semakin bermakna,” ungkap Koordinator Kopertis Wilayah VI Mustafid, dalam Rakor dua hari pimpinan PTS bidang kesehatan, di Hotel Wahid Salatiga, beberapa hari lalu.Mustafid mengatakan, visi terselenggaranya layanan prima oleh PT dimaksudkan untuk membentuk insan Indonesia cerdas komprehensif, sebagaimana tertuang dalam renstra Kementerian Pendidikan Nasional yang telah memasuki penguatan pelayanan hingga 2014. Dilanjutkan dengan daya saing regional ataupun internasional (2015-2024). Untuk target 2015, Indonesia harus sudah memiliki daya saing, sehingga PT dalam penyelenggaraan pendidikan dapat memenuhi standar minimal.

…dst

5 ) JK: Kualitas Dokter Indonesia Tertinggal
http://www.jpnn.com/read/2011/07/27/99091/JK:-Kualitas-Dokter-Indonesia-Tertinggal-

Rabu, 27 Juli 2011 , 00:27:00
JAKARTA – Pelayanan yang diberikan kepada pemerintah masih belum maksimal. Terutama yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan fasilitas pelayanan umum. Hal ini tentu sangat disesalkan, mengingat pemerintah bertugas mengabdi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Wakil Presiden RI kesepuluh, Jusuf Kalla, merasa prihatin bahwa selama ini lima persen rakyat Indonesia kalau sakit sedikit pasti ingin berobat ke luar negeri. “Lima persen rakyat Indonesia kalau sakit itu pikirannya ke luar negeri,” kata mantan Ketua Umum Partai Golongan Karya itu, di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (26/7).Disebutkan, penyebab orang suka berobat ke luar negeri yang paling utama karena kualitas dokter dalam negeri masih tertinggal dibanding dengan dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura. Selain itu, kata Kalla masalah pelayanan juga menjadi faktor mengapa orang lebih memilih berobat ke luar negeri. “Ini menyangkut pelayanan,” kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.

…dst

6 ) Menkes Minta Terapi Rel Dihentikan
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/07/26/brk,20110726-348459,id.html

SELASA, 26 JULI 2011 | 17:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Menteri Kesehatan Endang Sedyaningsih meminta terapi menggunakan rel kereta api dihentikan. Menurutnya, hal itu sangat berbahaya bagi para pelaku terapi dan orang lain. Apalagi, ia menegaskan, tindakan itu melanggar hukum. “Tidak ada dasar medisnya,” kata Endang sebelum rapat kabinet di Kantor Presiden, Selasa, 26 Juli 2011. Aktivitas terapi menggunakan rel kereta api sebelumnya marak dilakukan warga sekitar Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat. Terapi ini diyakini warga dapat menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti sakit pinggang dan gejala sesak dada. Aktivitas ini dari hari ke hari semakin diikuti banyak warga, hingga dicemaskan mengancam keselamatan mereka.

…dst

7 ) Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Mundur
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/27/03494268/.pelaksanaan.pendidikan.profesi.guru.mundur

27 Juli 2011
Jakarta, Kompas – Penyelenggaraan pendidikan profesi guru bagi 13.020 guru dalam jabatan yang rencananya dimulai September 2011 kemungkinan besar mundur. Pendidikan profesi guru tersebut berlangsung enam bulan untuk guru SD dan satu tahun untuk guru bidang studi.Meski demikian, perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta yang telah ditetapkan Menteri Pendidikan Nasional untuk menyelenggarakan pendidikan profesi guru (PPG) tersebut sampai kini belum juga mendapatkan kepastian kapan dimulainya program untuk meningkatkan profesionalisme para guru tersebut.Mendiknas telah menetapkan 56 lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang terdiri dari 31 LPTK negeri dan 25 LPTK swasta. Kuota PPG guru juga ditetapkan sebanyak 13.020 guru per tahun sejak tahun 2011- 2013.Sejumlah LPTK yang ditunjuk hingga saat ini belum membuka pendaftaran program PPG di kampus masing-masing. Selain itu, LPTK juga belum menerima informasi dari pemerintah daerah mengenai guru-guru yang ikut PPG.”Belum ada kejelasan kapan PPG dimulai. Masih banyak persoalan krusial yang harus mendapatkan kepastian dulu,” kata Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, akhir pekan lalu. Muhdi, Rektor IKIP PGRI Semarang, mengatakan, pihaknya belum mendapat perintah untuk memulai PPG. Padahal, direncanakan pada Juli ini LPTK sudah menerima data guru yang dinilai layak ikut PPG dan diseleksi LPTK, sehingga September nanti pendidikan bisa berjalan.

…dst

8 ) Harus Bayar Rp 7 Juta, Muar Terancam Gagal Kuliah
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/26/15135071/Harus.Bayar.Rp.7.Juta.Muar.Terancam.Gagal.Kuliah

Selasa, 26 Juli 2011 | 15:13 WIB
DEPOK, KOMPAS.com — Lemas, tatap matanya tampak kehilangan asa. Muhammad Muar (19), siswa miskin yang bersekolah di Yayasan Bina Insan Mandiri Kota Depok, terancam dicoret dari daftar mahasiswa yang lolos Ujian Masuk Bersama (UMB) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pasalnya, ia tidak mampu membayar sejumlah dana yang dibebankan pihak kampus kepada setiap calon mahasiswanya. UNJ mewajibkan setiap calon mahasiswa, termasuk Muar, untuk menyiapkan sejumlah dana yang nilainya lebih dari Rp 7 juta. Bagi mantan penjual kantong plastik itu, bukan hal mudah untuk mendapatkan uang sebanyak itu. Muar adalah salah satu dari beberapa siswa di sekolah Yayasan Bina Insan Mandiri, dengan predikat prestasi memuaskan. Ia terancam dicoret meski telah dinyatakan lolos seleksi UMB di Fakultas Ekonomi Jurusan Ekonomi dan Administrasi Program Studi Pendidikan Ekonomi UNJ.

…dst

9 ) Diterima, tapi Terhenti di Pintu Kampus
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/26/09591022/Diterima.tapi.Terhenti.di.Pintu.Kampus

Selasa, 26 Juli 2011 | 09:59 WIB
KOMPAS.com – Tiga siswa Sekolah Terbuka Yayasan Bina Insan Mandiri Kota Depok sedang gelisah. Mimpi meraih pendidikan tinggi negeri sudah ada di depan mata. Mereka lolos seleksi dengan jalur beragam. Dodi Dores (19), Muhammad Muar (19), dan Tutik Pujiati (20) kini berusaha menggenggam mimpi mereka agar tidak lepas.Mereka tidak ingin seperti tahun sebelumnya, ketika beberapa teman mereka gagal masuk perguruan tinggi negeri karena tidak ada biaya. Persoalan biaya bukan hal baru bagi siswa Sekolah Terbuka Yayasan Bina Insan Mandiri. Bisa dimaklumi, sekolah yang ada di tengah Terminal Depok itu merupakan sekolah gratis bagi kaum miskin. Dodi Dores, anak tukang ojek, lolos seleksi masuk Program Studi Sastra Rusia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI). Impiannya menjadi diplomat sudah di ambang pintu setelah menjalani seleksi masuk UI. Namun, kegelisahan muncul ketika dia belum mendapat kepastian mengenai biaya kuliah.

…dst

10 ) Rektor ITB: Jadi Mapres Tingkat Nasional Ada Hadiahnya
http://kampus.okezone.com/read/2011/07/26/373/484577/rektor-itb-jadi-mapres-tingkat-nasional-ada-hadiahnya

Selasa, 26 Juli 2011 18:30 wib
JAKARTA – Meraih gelar mahasiswa berprestasi di tingkat nasional bukan hanya kebanggan bagi mahasiswa yang menyandang predikat tersebut tetapi juga bagi pihak universitas tempatnya bernaung.Bagi sebuah universitas, untuk mengirimkan perwakilan mahasiswa berprestasi ke tingkat nasional, harus melewati beberapa tahapan. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Akhmaloka mengatakan, mahasiswa yang menyandang predikat mahasiswa berprestasi tingkat nasional akan mendapatkan `hadiah’ istimewa dari ITB sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi mahasiswanya.”Bagi mahasiswa yang meraih gelar mahasiswa berprestasi tingkat universitas saja, ITB memberikan hadiah, yakni berkunjung ke Belanda selama beberapa minggu. Apalagi jika menjadi mahasiswa berprestasi tingkat nasional? Tentu saja ada hadiahnya,” kata Akhmaloka sambil tertawa ketika dihubungi okezone¸ Selasa (26/7/2011).

…dst

11 ) UI Akan Jadi Pusat Fisika Medis Regional
http://cetak.kompas.com/read/2011/07/27/03524599/ui.akan.jadi.pusat.fisika.medis.regional

27 Juli 2011
Jakarta, Kompas – Universitas Indonesia ditetapkan sebagai Pusat Fisika Medis untuk kawasan Asia. Penetapan itu berdasarkan pengalaman panjang Indonesia dalam aplikasi teknologi nuklir, ketersediaan, dan kemampuan SDM.Hal ini disampaikan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo dalam jumpa pers berkaitan dengan kunjungan Deputi Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Bidang Aplikasi Iptek Nuklir Daud Mohammad ke Indonesia, Senin (25/7). Dalam kunjungan dua hari, Daud didampingi Direktur IAEA Divisi Pangan Qu Liang dan Direktur IAEA Divisi Kesehatan Rethy K Chhem. Daud menilai Indonesia tergolong maju dalam penerapan aplikasi nuklir di bidang pertanian dan kesehatan.Berkaitan dengan pembangunan Pusat Fisika Medis (PFM), pimpinan IAEA akan meninjau kelayakan fasilitas yang akan mendukung pendirian pusat itu. PFM akan dibangun pertengahan 2012. Pusat ini menjadi bagian dari rumah sakit pendidikan yang didirikan di kampus UI Depok. Pembangunan PFM, kata Hudi, akan didukung instansi terkait, seperti Batan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Riset dan Teknologi. Batan akan berkontribusi dalam penyediaan tenaga ahli dan tenaga pengajar.

…dst

12 ) Luar Biasa, Perahu Kayu Buatan Mahasiswa ITS Diminati Asing
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/kompetisi/11/07/26/lox0kp-luar-biasa-perahu-kayu-buatan-mahasiswa-its-diminati-asing

Selasa, 26 Juli 2011 07:41 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Perahu kayu buatan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang mengikuti ajang bahari internasional “Atlantic Challenge” sejak 2002 hingga kini selalu diminati kalangan asing. “Tahun 2010, tim Maritime Challenge (MC) ITS menggunakan Kapal Merdeka II yang diberi nama Kapal ‘Garuda Nusantara’ yang akhirnya dibeli Yayasan Atlantic Challenge untuk kapal percontohan dalam berbagai workshop di AS,” kata Pembina Tim MC ITS, Prof DR Daniel M Rosyid, Senin (25/7). Oleh karena itu, kata pakar kelautan itu, tim MC ITS membuat Kapal Merdeka III untuk mengikuti ajang serupa di Irlandia pada 24-31 Juli 2012 yang mulai dirancang sejak Maret 2011. “Kapal yang dirancang dengan teknologi laminasi bambu itu juga sudah ditawar untuk dibeli oleh tim dari Belanda dan Belgia. Tapi kami belum memutuskan, karena adik-adik mahasiswa masih fokus pada pengerjaan perahu dan persiapan tim lomba,” ujarnya.

…dst

13 ) Pemilihan Dua Dekan Menyalahi Statuta UIN SGD
http://www.pikiran-rakyat.com/node/153186

Selasa, 26/07/2011 – 13:40
BANDUNG, (PRLM).- Pemilihan dua dekan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) dinilai cacat hukum karena menyalahi statuta pendirian UIN SGD No. 39 tahun 2010. Hal itu disebabkan hanya ada satu calon tunggal, padahal dalam statuta ditegaskan calon dekan minimal tiga orang. Dari informasi yang dihimpun “PRLM”, pemilihan dekan UIN SGD dilakukan untuk lima fakultas pada Juni lalu. Yakni, Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Syariah dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan Fakultas Ushuludin. Dari lima fakultas sebanyak tiga fakultas memenuhi statuta UIN SGD karena ada tiga calon dekan. Untuk Fakultas Ushuluddin terpiuh Prof. H. Rosihon, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan terpilih Prof. Dr. H. Mahmud, dan Fakultas Syariah dan Hukum Prof. Dr. H. Oyo.

…dst

14 ) UGM Gelar Pelatihan Budidaya Anggrek
http://kampus.okezone.com/read/2011/07/26/373/484561/ugm-gelar-pelatihan-budidaya-anggrek

Selasa, 26 Juli 2011 17:54 wib
JAKARTA – Universitas Gajah Mada (UGM) mengadakan pelatihan budidaya tumbuhan Anggrek untuk angkatan pelatihan XIX yang juga merupakan program Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) di Fakultasi Biologi UGM, Senin (25/7/2011). Pelatihan yang berlangsung hingga 29 Juni ini diikuti oleh 50 peserta beberapa fakultas UGM, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, Taman GUnung Merapi dan Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertaian (KP4UGM). Kegiatan budidaya ini latarbelakangi oleh minimnya kepedulian masyarakat mengenai pembudidayaan tanaman dari familia Orchidaceae lantaran harga anggrek yang mahal dan sulit pemeliharaannya. Dosen Fakultas Biologi UGM Ari Indrianto mengatakan, keengganan masyarakat dalam membudidayakan anggrek adalah ketidaktahuan tentang apa itu anggrek dan bagaimana cara menanam dan memeliharanya. “Oleh sebab itu, meski pun banyak orang yang menyukai anggrek, tidak terlalu banyak yang menekuni untuk menanam dan memeliharanya,” kata Ari seperti yang dilansir okezone, Selasa (26/7/2011).

…dst

15 ) Dosen Kita Lebih Suka Mengajar daripada Meneliti?
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/26/11170039/Dosen.Kita.Lebih.Suka.Mengajar.daripada.Meneliti.

Selasa, 26 Juli 2011 | 11:17 WIB
KOMPAS.com — Suatu saat, saya mengikuti acara bincang-bincang di sebuah stasiun televisi yang dibawakan oleh Slamet Rahardjo. Salah satu bintang tamu yang saya lupa namanya berasal dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, dosen di Indonesia lebih suka mengajar daripada meneliti. Padahal, menurut beliau, Tri Dharma Perguruan Tinggi isinya bukan hanya mengajar (pendidikan), tetapi juga penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya dana penelitian yang disediakan universitas dan minimnya minat terhadap penelitian.Saya pernah menulis tentang hal ini beberapa waktu yang lalu sepulang saya dari mengikuti pelatihan keterampilan menulis penelitian yang diselenggarakan Dikti. Betul sekali apa yang diungkapkan peneliti LIPI di atas bahwa kita memang kekurangan dosen yang mau untuk melakukan penelitian.

…dst

16 ) UKSW Gelar Scholarship and Educational Fair
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/415738/

Wednesday, 27 July 2011
SALATIGA – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga berencana menyelenggarakan Scholarship and Educational Fair (SEF) di Balairung kampus setempat, 28–30 Juli nanti. Kegiatan ini akan diikuti oleh 18 stan yang terdiri atas lembaga pemberi beasiswa seperti IDP, Triputra Investindo Raya,dan USAID. Humas UKSW Salatiga Upik Anggraeni mengutarakan, kegiatan tersebut terbuka untuk siswa SMA/SMK, mahasiswa, dan masyarakat umum.Tujuannya untuk memberikan informasi terkait pelaksanaan program beasiswa di UKSW kepada siswa SMA/SMK, mahasiswa, dan masyarakat. “Selain program beasiswa dari lembaga pemberi beasiswa, UKSW juga memiliki beragam program beasiswa dari sumber internal UKSW dan fakultas-fakultas yang ada. Beasiswa ini akan diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi,” paparnya. Selama acara berlangsung, pengunjung dapat mengikuti simulasi tes seleksi untuk mendapatkan beasiswa yang diselenggarakan oleh IDP.

…dst

17 ) Buku Kehidupan 32 Pemikir Akan Diluncurkan
http://www.antaranews.com/berita/268957/buku-kehidupan-32-pemikir-akan-diluncurkan

Selasa, 26 Juli 2011 21:11 WIB
Yogyakarta (ANTARA News) – Sejarawan dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T Wardaya, akan meluncurkan buku tentang kehidupan pribadi 32 pemikir besar di Karta Pustaka Yogyakarta, Rabu malam (27/7). Baskara mengatakan buku itu ingin mengajak manusia berpikir ulang tentang gambaran kehidupan para pemikir atau tokoh kemanusiaan.”Buku itu mengupas sebanyak 32 kisah inspiratif tentang hubungan para pemikir dan tokoh publik terkemuka dengan orang tua masing-masing,” katanya. Beberapa pemikir besar yang mengisi buku itu adalah penulis buku Imagined Communities Benedict Anderson, Guru Besar Sekolah Filsafat Driyarkara Franz Magnis Suseno, sejarawan Asvi Warman Adam, sosiolog Goerge J.Aditjondro dan tokoh Muhammadiyah Ahmad Syafi`i Maarif. Dia mengatakan melalui buku itu pembaca akan mengenali hubungan antara para pemikir dengan keluarganya dari aspek sosial, politik,budaya dan sejarah.”Kisah inspiratif itu penting dibukukan karena memuat refleksi pendidikan dan nilai-nilai dalam keluarga,” katanya.

…dst

18 ) Tips Beasiswa
Berburu Beasiswa? Perhatikan Hal-hal Ini!
http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/26/10564347/Berburu.Beasiswa.Perhatikan.Hal-hal.Ini

Selasa, 26 Juli 2011 | 10:56 WIB
KOMPAS.com – Apakah Anda sedang mempersiapkan aplikasi beasiswa? 10 hal di bawah ini perlu Anda perhatikan. Sederhana, tetapi kerap terlupakan. Padahal, sangat menentukan kemenangan Anda meraih sebuah beasiswa!
1. Identifikasi dan pelajari tujuan dari beasiswa tersebut
Siapa yang diinginkan pemberi donor untuk mendapatkan beasiswa ini? Mereka adalah kandidat yang paling memenuhi persyaratan sponsor secara formal maupun non-formal. Oleh karena itu, jika ingin memenangkan beasiswa, Anda harus memenuhi persyaratan yang disebutkan. Banyak kandidat yang hanya memenuhi persyaratan yang terlihat saja. Jangan lakukan ini! Periksa dengan teliti informasi dan rincian tentang tujuan sponsor dalam memberikan beasiswa. Dengan memenuhi tujuan sponsor, semakin meningkatkan kemungkinan Anda untuk menang.

…dst

19 ) Keluarga PNS Diminta Juga Harus Berhemat
http://www.jpnn.com/read/2011/07/26/99065/Keluarga-PNS-Diminta-Juga-Harus-Berhemat-

Selasa, 26 Juli 2011 , 15:29:00
JAKARTA – Pemerintah kembali menggalakkan program penghematan energi melalui Instruksi Presiden nomor 2 tahun 2008 yang sudah ada. Penghematan ini guna menekan beban APBN dalam hal subsidi. Mulai dari air, listrik hingga hemat BBM. Namun dalam Inpres yang kembali digiatkan ini, tidak hanya berlaku bagi kalangan pemerintahan atau PNS saja, namun keluarga PNS juga harus terlibat aktif. Menteri Koordinator bidang ekonomi Hatta Rajasa mengatakan, untuk pelaksanaan Inpres penghematan ini, Menteri ESDM ditunjuk sebagai Ketua harian, Menko Ekonomi sebagai Ketua pelaksana. Seluruh Kementrian, Lembaga, Lembaga pemerintah dan non pemerintah serta lembaga negara melalui Sekjennya, akan diberikan target-target penghematan. “Termasuk BUMD, Bupati, Walikota dan Gubernur. Semua kita lakukan gerakan penghematan energi dan air. Untuk listrik targetnya 27 persen, biasanya 10-25 persen. Untuk BBM juga dihemat 10 persen,” kata Hatta pada wartawan di Jakarta, Selasa (26/7).

…dst

20 ) Azka `Berperang’ Melawan Guillain Barre Syndrome (GBS)-Penyakit Langka di Indonesia- Pengobatan perhari 20juta rupiah
Menkes Turunkan Tim Jenguk Azka
http://www.jpnn.com/read/2011/07/26/99089/Menkes-Turunkan-Tim-Jenguk-Azka-

Selasa, 26 Juli 2011 , 23:55:00
BOGOR – Muhammad Azka Arriziq (4), anak pasangan Anto Aryanto (42) dan Rinawati Rina (39), masih koma di ruang ICU Rumah Sakit Azra, Bogor. Keprihatinan pada bocah yang mengidap Guillain Barre Syndrome (GBS), sebuah penyakit yang mengacaukan kerja system kekebalan tubuh mandiri (auto-immune disease) dan masih langka di Indonesia. Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Selasa (26/7) bukan hanya menyatakan keprihatinan. Tetapi, Endang langsung menurunkan tim secara khusus dari Jakarta untuk menjenguk kondisi Azka di Bogor. Utusan Menkes langsung menemui manajemen RS Azra dan menemui orang tua Azka.`’Kami diutus langsung oleh Dirjen atas perintah Ibu Menteri Kesehatan, setelah mendapat kabar tentang apa yang menimpa Azra. Memang ini cukup berat, namun kami berjanji akan terus membantu semaksimal mungkin,” kata Dr Asral utusan Menkes pada Anto dan Rina. Asral juga mengatakan, Menkes sangat peduli dengan apa yang menimpa Azka, mengingat GBS memang masih langka di Indonesia dan pengobatannya membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kedua orang tua Azka pun diminta untuk segera mengurus Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

…dst

21 ) Sekilas dalam Negeri
Pendidikan dasar
Beasiswa Pelajar Miskin Rp 360 Ribu per TahunUntuk Murid Sekolah Dasar
Kasus Nazaruddin
Pemerintah Jemput Nazarudin Selasa Malam
Pemerintah Klaim Sudah Deteksi Keberadaan Nazaruddin
Chandra Hamzah Bantah Tuduhan Nazaruddin
PKS: Tim Internal KPK Kaya Jeruk Makan Jeruk
Polri-Imigrasi Bentuk Tim Pencari Nazaruddin
KPK Mulai Kumpulkan Bukti Korupsi Hambalang
KPK dan Kejaksaan Siap Keroyok Hambalang
Mabes Polri akan Periksa Anas Urbaningrum di Polres Blitar
Jasin Benarkan Chandra M Hamzah Temui Nazar
Kasus Andi Nurpati
Masyhuri Memberi Surat ke Dewi Yasin di Lobi MK
MK: Masyhuri Pelaku Teri, Aktor Intelektual Harus Ditangkap
Mogok Garuda
Perundingan Gagal, Pilot Garuda Mogok Besok   
Pilot Asing Garuda Setara 20 Tahun Pilot Lokal   
PSSI
PSSI Siapkan 64 Ribu Tiket Indonesia vs Turkmenistan
Semua Pemain Timnas Siap Tempur
Kelaparan di Somalia
DK PBB Sampaikan “Keprihatinan Mendalam” Kelaparan di Somalia
PBB Mulai Kirim Bantuan Pangan ke Somalia
Pemimpin WFP Sebut Kelaparan Somalia Terburuk
Bantuan Internasional Tiba di Somalia Selatan
Libya hari ini
Bahas Krisis Libya, Utusan PBB Temui Pembenrontak
Utusan PBB Bahas Solusi Politik Atas Krisis Libya
Gaddafi Tuding Nato Bunuh Tujuh Warga Sipil
Tujuh Orang Tewas Dalam Serangan NATO di Kota Zliten, Libya 
Gaddafi Diminta Mundur dan Tetap Berada di Libya
Mesir
Mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak Tertekan Sebelum Pengadilan 
PLTN
IAEA: dunia masih butuh tenaga nuklir
IAEA: PLTN Tetap Tumbuh Pesat 
Terorris Norwegia
Teroris Norwegia Diancam 30 Tahun
Pakar PBB Kritik Media Tentang Serangan Norwegia 
Lain-lain
Ditemukan Gunung Berapi di Bawah Antartika