Program DEBT SWAP, IGDS-DS5K dan BLN Dikti
Debt Swap
Program Debt Swap adalah program pengurangan jumlah hutang luar negeri Indonesia, bisa digambarkan sebagai berikut:
1. Tidak ada dana tambahan untuk program ini dari pemerintah Jerman. Pemerintah Indonesia harus sepenuhnya membiayai program ini, dimana pembiayaannya tidak boleh dari dana pinjaman pihak manapun.
2. Pemerintah Indonesia bisa mengembangkan program sampai yang disepakati umpamanya sebesar 200 juta euro, Pemerintah pemberi debt swap akan memotong hutang Indonesia sebanyak 400 juta euro (2 kali lipat).
3. Program ini merupakan kerjasama G to G (Government to Government)

BLN (Beasiswa Luar Negeri) Dikti
Mulai tahun anggaran 2008, melalui pendanaan lewat APBN-Depdiknas, Ditjen Pendidikan Tinggi telah menyiapkan beasiswa S2/S3 ke luar negeri bagi para dosen tetap perguruan tinggi Indonesia, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Program ini dikenal dengan nama BLN Dikti (Beasiswa Luar Negeri Direktorat Pendidikan Tinggi) dengan pemberian beasiswa ke berbagai perguruan tinggi tujuan yang tersebar di 27 negara. Jumlah karyasiswa yang telah diberangkatkan dari 2008-2010 sebanyak 2.154 orang dan tahun ini direncanakan 1.200an orang. Program BLN Dikti ini dikelola Diktendik Ditjen Dikti. Di dalam Program BLN Dikti juga terdapat Debt Swap tawaran berbagai negara.

IGDS-DS5K ( Indonesian-German Doctoral Scholarship)
Program Debt Swap IGDS (Indonesian German Doctoral Scholarship) adalah skema pengiriman 5.000 (lima ribu) wargar Indonesia untuk mengikuti Program Doktor S3 di Jerman, Sebagai rangkaian dari program “penghapusan” hutang pemerintah Indonesia dengan Jerman. Program ini mulai dicanangkan pada tahun 2011 dan rombongan pertama akan diberangkatkan mulai tahun 2012. Dana untuk IDGS berasal dari APBN dijadikan pengalihan hutang (debt swap) Indonesia kepada Jerman, dengan kata lain beasiswa dari dana APBN untuk mengikuti Program Doktor di Jerman ini dianggap sebagai pembayaran hutang RI dan dihitung dua kali lipat, menurut target dalam 10 tahun 5.000 dosen/calon dosen akan menyelsaikan Program Doktornya di Jerman, total dana yang dibutuhkan selama 10 tahun sekitar total 229,1 juta euro (sekitar Rp 3 T) , maka hutang Indonesia kepada Jerman akan dihapus 458,2 juta euro (sekitar Rp 6 T) . 5.000 calon doktor ini dibagi dalam 3 tahapan, 3 tahun pertama direncanakan sebanyak 900 0rang, 3 tahun berikutnya 1.700 dan 4 tahun terakhir sebanyak 2.400 orang. Program IGDS menawarkan berbagai produk:
– Graduate School ( 3 tahun di Jerman)
– Research Program ( 3, 5 tahun di Jerman)
– Sandwich Program (6-12 bulan di Jerman dan 2 tahun di Indonesia)
– Double Degree Program ( 2 tahun di Jerman dan 1 tahun di Indonesia)
– Fast Track ( Program akselerasi, lulusan S1 dan S2 atau Mahasiswa Double Degree yang memiliki kapasitas brilian untuk langsung lanjut ke jenjang Doktor)
Penjelasan Fast Track:
Penerima beasiswa hanya akan menempuh program magister selama satu tahun untuk semester 3 dan 4.  caranya saat menempuh semester 7 dan 8 di program sarjana, sekaligus mengambil mata kuliah semester 1 dan 2 di program S-2 . Setelah berhasil menyelesaikan program magisternya, penerima beasiswa fast track dapat mengajukan beasiswa untuk langsung meneruskan S-3 di Jerman, sehingga memungkinkan si penerima beasiswa tersebut sudah mengantongi ijazah doktor sebelum berusia 27 tahun. Program IDGS-DS5K dikelola oleh Seamolec, beasiswa unggulan PKLN, Ditbaga Dikti dan Diktendik Dikti.

Perbedaan BLN Dikti dan IGDS-ds5k:
IGDS memberikan kesempatan kepada CALON DOSEN (masyarakat umum yang belum memiliki NIDN) sedangkan BLN untuk DOSEN yang sudah memiliki NIDN. Sebagai gambaran, yang menjadi sasaran perekrutan:
•Dosen yang ada dalam sistem (PNS/Non PNS), baik dari PTN maupun PTS
•Sarjana S-1 yang kompeten (akan diuji cobakan untuk program S-2, termasuk strategi Intake)
•Sarjana S-2 yang kompeten (private/pegawai) baik lulusan dari dalam negeri maupun luar negeri
•Juara Olimpiade internasional/nasional yang terpilih
•Staff Kemdiknas yang berpontensi
•Mahasiswa/Pelajar yang bertempat tinggal di Jerman

Persyaratan dan Prosedur Pendaftaran IGDS dan BLN Dikti
– Persyarata IGDS
http://ds5k.kemdiknas.go.id/index.php?show=beranda&page=5
– Website resmi IGDS
http://ds5k.kemdiknas.go.id/?show=beranda
– Persyaratan BLN Dikti (saat ini gel 7)
Surat Edaran Direktur Diktendik no. 1894/E4.4/2011:
http://www.dikti.go.id/ketenagaan/penawaran%20BLN%20gel%207.pdf
– Prosedur Pendaftaran BLN bisa baca di laman :
http://studi.dikti.go.id/studi/
– Wesite resmi BLN Dikti
http://beasiswa.dikti.go.id/

Komponen pembiayaan Program beasiswa:
http://www.sps.itb.ac.id/~arif/Proposal.ppt
a. Komponen pembiayaan program IGDS terdiri dari:
Biaya hidup; 1.100 euro per month including insurance
Biaya perjalanan keberangkatan dan kepulangan; 2.000 euro
Settlement allowance; 1.000 euro
Personal development yang terdiri atas:
Biaya buku;
Biaya persiapan thesis dan special allowance;
total personal develpment (1 + 2 )= 1.900 euro
Pelatihan bahasa Jerman secara intensif di Indonesia dan di Jerman;
b. Komponen pembiayaan Program BLN Dikti bisa baca di link di bawah ini
SK Direktur Ditnaga No. 1185.1/D4.4/2010 tentang Penetapan Standar Biaya Program Beasiswa Magister/Doktor (S2/S3) Luar Negeri
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Dirnaga1185.1-D4.4-2010.pdf

Batas waktu pendaftaran:
Batas waktu untuk masing-masing beasiswa:
1. Untuk BLN-DIKTI gel 7 batas waktunya adalah 15 Oktober 2011 (online dan berkas lengkap via pos sesuai surat resmi dari DIKTI)
2. Untuk DS5K-IGDS batas waktunya adalah 31 Agustus 2011, kelengkapan berkas dikirim ke alamat sektetariat IGDS, Gedung D lantai 6 Kemdiknas, Jl. Pintu I Senayan Jakarta, Telp:(021)5739290 softcopy-nya dikirim ke email sekretariat: sekretariat.igpsp@gmail.com khusus untuk LoA dapat dikirimkan menyusul sampai dengan paling lambat tanggal 31 Oktober 2011. Alamat korespondesi ada dilengkapi di websitenya.

Beberapa file yang mungkin berguna bagi pelamar IGDS:
– Info penting terkait ds5k-IGDS
http://ds5k.kemdiknas.go.id/?show=berita&action=details&id=2
– Form A Dikti
http://kopertis12.or.id/file/2011/FORM_A_Dikti.doc
– Format surat rekomendasi, ikuti format lampiran 3B di
http://luk.staff.ugm.ac.id/atur/Permen48-2009.pdf
– 49 Potensial Uni di Indonesia dan 56 Potensial Uni di Jerman
http://kopertis12.or.id/file/Potential%20Universities.xls

TIPS untuk mereka yang masih mencari LoA:
– Tips mencari supervisor
http://dhidik.wordpress.com/2009/02/26/tips-mencari-supervisor/
– Layanan Pusat Informasi
http://www.daad.de/deutschland/kontakt/05617.en.html