1 ) Perlu Masa Transisi Setelah PT BHMN
http://cetak.kompas.com/read/2011/09/10/04101032/perlu.masa.transisi.setelah.pt.bhmn

10 September 2011
Jakarta, Kompas – Sejumlah guru besar Universitas Indonesia, Jumat (9/9) siang, berkumpul di Kampus Pascasarjana Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Mereka, antara lain, menekankan perlunya masa transisi setelah UI berubah dari perguruan tinggi badan hukum milik negara atau PT BHMN menjadi perguruan tinggi negeri lagi. Selama masa transisi ini, penyelenggaraan pendidikan tinggi di UI harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan partisipatif. Mereka menolak tudingan jika tujuan utama desakan ini untuk menggulingkan Rektor UI. Guru Besar Fakultas Hukum UI Hikmahanto Juwana mengatakan, dari kajian Dewan Guru Besar Fakultas Hukum UI, seperti yang diminta Majelis Wali Amanat UI, tata kelola UI di masa transisi tetap bisa dipertahankan seperti semula. Berarti, majelis wali amanat, dewan guru besar, dan senat akademik universitas bisa tetap ada, kecuali sudah ada peraturan presiden dan peraturan Mendiknas yang mengatur perubahan UI yang sejak tahun 2000 berstatus PT BHMN. Pada masa transisi pascabatalnya UU Badan Hukum Pendidikan, di kampus UI ada dua pendapat hukum yang berbeda. Rektor UI lebih memilih mendemisionerkan organ-organ akademik dan nonakademik di UI, sementara sebagian kalangan lain tetap minta dipertahankan seperti semula sampai ada ada aturan hukum yang jelas.

…dst

2 ) Kemdiknas Siapkan Beasiswa Unggulan
http://www.jpnn.com/read/2011/09/09/102390/Kemdiknas-Siapkan-Beasiswa-Unggulan-

Jum’at, 09 September 2011 , 15:14:00
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) memberikan beasiswa bagi pegawai di lingkungan Kemdiknas melalui program Beasiswa Unggulan. Beasiswa yang diberikan meliputi biaya penuh terdiri atas biaya pendidikan dan biaya nonpendidikan meliputi biaya hidup, tunjangan buku, tunjangan operasional, tunjangan penelitian, dan biaya transpor.Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan, Kemdiknas memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada keluarga besar Kemdiknas nondosen untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya. “Peningkatan kompetensi tidak bisa ditawar. Kawan-kawan ini nanti pada 5-10 tahun mendatang akan menggantikan kita semua,” katanya saat memberikan pembekalan kepada para pegawai Kemdiknas penerima Beasiswa Unggulan di Kemdiknas, Jakarta, Jumat (9/9). Pada tahun 2011, sebanyak 121 pegawai Kemdiknas mengikuti seleksi penerimaan program Beasiswa Unggulan. Sebanyak 37 orang dinyatakan lulus menerima beasiswa pada tahun ini. Dari jumlah tersebut sebanyak tujuh orang diterima di universitas luar negeri dan 30 orang di universitas dalam negeri. Sebanyak 84 orang akan dipersiapkan untuk menerima beasiswa pada tahun depan. “Ini satu kesempatan bagus. Kami berbahagia dan memberikan dukungan. Tahun depan kita dorong lebih banyak lagi yang keluar (negeri),” ujar Nuh.

…dst

3 ) Mendiknas serahkan beasiswa unggulan pegawai Kemdiknas
http://www.antaranews.com/berita/274937/mendiknas-serahkan-beasiswa-unggulan-pegawai-kemdiknas

Jumat, 9 September 2011 22:05 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Pendidikan Nasional memberikan beasiswa untuk melanjutkan studi di dalam negeri dan di luar negeri bagi 37 pegawai di lingkungan Kemdiknas untuk tahun 2011 .”Beasiswa diberikan meliputi biaya penuh terdiri atas biaya pendidikan dan biaya nonpendidikan meliputi biaya hidup, tunjangan buku, tunjangan operasional, tunjangan penelitian, dan biaya transportasi,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh saat memberikan pembekalan kepada pegawai penerima Beasiswa Unggulan di Jakarta, Jumat. Mohammad Nuh mengatakan Kemdiknas memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada keluarga besar Kemdiknas nondosen untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya. “Peningkatan kompetensi tidak bisa ditawar. Kawan-kawan ini nanti pada 5-10 tahun mendatang akan menggantikan kita semua”.

…dst

4 ) PTS Dorong Dosen Lanjutkan Studi
Terkait Akreditasi Dikti
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158657/PTS-Dorong-Dosen-Lanjutkan-Studi-

10 September 2011
SEMARANG- Minimnya prodi lanjutan yang linear pada prodi bidang tertentu menjadi kendala tersendiri bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk memenuhi syarat minimal guna memperoleh akreditasi dari Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdiknas. Hal ini berimbas pada pemenuhan dosen tetap untuk mengajar. Ada 155 komponen yang yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kemdiknas bagi PTS agar memperoleh akreditasi, salah satunya adalah dosen tetap. Untuk itu, PTS swasta mendorong para dosen untuk melanjutkan studi ke prodi yang masih relevan. Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Stikes Widya Husada Dwi Retnoningsih mengatakan, kesulitan pemenuhan itu terjadi pada prodi tertentu, seperti DIII Fisioterapi dan DIII Teknik Rontgen. Sebab, jenjang pendidikan di kedua prodi tersebut hanya ada sampai DIV dan belum ada lanjutanyang linear. Pihaknya mendorong dosen untuk melanjutkan studi ke bidang yang masih serumpun atau mempunyai hubungan dengan kedua prodi itu. ”Untuk dosen DIII Fisoterapi kami arahkan untuk melanjutkan ke S2 rekam medik, karena bidang ini masih satu rumpun dan ada keterkaitan,” kata Retno, Jumat (9/9). Untuk dosen DIII Teknik Rontgen, lanjutnya, diarahkan melanjutkan ke Magister Kesehatan dengan konsentrasi ilmu pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). ”Di Magister Kesehatan konsentrasi K3 juga diajarkan tentang rontgen,” ungkapnya.

…dst

5 ) Jusuf Kalla Menerima Gelar Doktor Honoris Causa
http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/09/09/brk,20110909-355451,id.html

JUM’AT, 09 SEPTEMBER 2011 | 18:38 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar – Universitas Hasanuddin memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam puncak acara perayaan Dies Natalis Unhas yang ke-55 di Gedung Baruga Andi Pangerang Pettarani, besok. Rektor Unhas Prof. Dr. Idrus A. Paturusi mengatakan, pemberian penghargaan tersebut akan diberikan oleh Profesor Basri Hasanuddin selaku promotor, yang juga mantan Rektor Unhas periode 1989-1997. “Persiapan acara puncak sudah selesai, termasuk pemberian penghormatan tersebut,” kata Idrus, Jumat, 9 September 2011 Mengenai alasan pemberian gelar kepada Kalla, Idrus mengatakan, hal tersebut baru akan dipaparkan dalam acara puncak oleh promotor. “Sebelum penghargaan diberikan, promotor akan terlebih dahulu menyampaikan alasan-alasan mengapa gelar tersebut diberikan kepada JK,” kata dia. Namun secara umum, Idrus menambahkan, alasan pemberian gelar tersebut adalah karena melihat prestasi dan jasa-jasa Kalla di bidang perekonomian.

…dst

6 ) Unnes & UNM Bertukar Mahasiswa Psikologi
http://kampus.okezone.com/read/2011/09/09/373/500801/unnes-unm-bertukar-mahasiswa-psikologi

Jum’at, 09 September 2011 15:36
JAKARTA – Program pertukaran pelajar atau mahasiswa untuk melakukan studi banding antar kampus merupakan hal yang lumrah. Program kerja sama bilateral ini pula yang dimiliki Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Negeri Makassar (UNM).Program yang akan berlangsung selama satu semester ini berlaku bagi mahasiswa jurusan Psikologi dari kedua kampus tersebut. Dari Unnes dikirim dua mahasiswa Psikologi semeseter tiga yang akan mengikuti program ini, yaitu Darajatun Surya Atmaja dan David Mafaz yang telah memulai perkuliahan sejak 5 September lalu. Sementara tiga mahasiswa UNM yang akan berkuliah di Unnes, yakni Auliyah S Muhtar, Andi Isni Nur Anbiya, dan Paras Putri Ramdhani.Ketua Jurusan Psikologi Unnes, Sugiyarta menyatakan, ketiga mahasiswa tersebut akan diantar langsung oleh Dekan UNM. “Ketiga mahasiswa ini akan diantar langsung oleh Dekan UNM, Syamsul Bachri Thalib, hari ini, Jumat 9 September,” kata Sugiyarta seperti dikutip dari situs Unnes, Jumat (9/9/2011).

…dst

7 ) Unissula Sambut Mahasiswa Sultra
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158655/Unissula-Sambut-Mahasiswa-Sultra

10 September 2011
SEMARANG – Rektor Unissula Prof Dr Laode Masihu Kamaluddin beserta jajarannya menyambut kedatangan mahasiswa baru dari Sulawesi Tenggara (Sultra), di lantai II Perpustakaan Unissula, belum lama ini. Mereka merupakan mahasiswa dari program Cerdas Sultraku. Acara tersebut diikuti sekitar 100 mahasiswa yang sebagian diantar langsung keluarganya dari Sultra. Mereka merupakan bagian dari 1.000 mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa, yang sudah hadir secara bergelombang mulai awal pekan ini. Sebelum mengikuti perkuliahan resmi, mereka akan menjalani pekan taaruf/ospek pada Senin 12 -16 September, sebagaimana mahasiswa baru Unissula lainnya.

…dst

8 ) Pencipta ”Hymne Guru” Belum Pernah Terima Royalti
Lagu Menginspirasi Perubahan Nasib Guru
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/10/158656/Lagu-Menginspirasi-Perubahan-Nasib-Guru

10 September 2011SIAPA tak kenal lagu ”Hymne Guru”? Banyak yang sudah tahu, bahkan hafal menyanyikannya. ”Terpujilah wahai engkau, Ibu Bapak guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku, semua jasamu akan kuukir di dalam hatiku, bagai prasasti trima kasihku, tuk pengabdianmu, Engkau bagai pelita dalam kegelapan, Engkau bagaikan embun penyejuk dalam kehausan, Engkau patriot pahlawan bangsa, tanpa tanda jasa.” Itulah syair lagu yang digubah Sartono, pria kelahiran Madiun, seorang seniman kampung yang kini tinggal bersama istrinya Ignasia Darmiyati, di Jl Halmahera Madiun, Jatim. Pria berusia 74 tahun itu, Jumat kemarin mendapat penghargaan FKIP UNS Award dari Dekan FKIP UNS Prof Dr M Furqon Hidayatullah MPd. Lagunya dinilai menjadi inspirasi penghargaan kepada pendidik, guru, yang patut diapresiasi. Meski lagunya begitu terkenal dan sudah dinyanyikan sejak akhir tahun 1970-an, era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef, ternyata tidak sekalipun dia memperoleh royalti atas lagu-lagunya. ”Saya memang tidak pernah berharap apa pun, termasuk mendapatkan royalti atau apalah itu. Bagi saya, karya cipta saya dinyanyikan banyak orang, menjadi terkenal, itu sudah cukup,” katanya.

…dst

9 ) Bentrokan Mahasiswa, Puluhan Polisi Siaga di Kampus USU
http://www.detiknews.com/read/2011/09/10/020636/1719370/10/bentrokan-mahasiswa-puluhan-polisi-siaga-di-kampus-usu?n991102605

Sabtu, 10/09/2011 02:06 WIB
Jakarta – Polresta Medan menyiagakan sedikitnya 70 personel polisi di lingkungan kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (10/9/2011) dinihari. Penjagaan ketat ini mengantisipasi terjadinya bentrok susulan pascabentrokan antarmahasiswa. Sebagian personil ditempatkan di depan Fakultas Sastra, yang menjadi lokasi bentrokan antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian, pada Jumat (9/9/2011) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Sedang sebagian lagi ditempatkan di depan Fakulatas Pertanian dan Fakultas Teknik. Sementara personel polisi lainnya berpatroli di lingkungan kampus lain secara bergantian. Menurut Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, penjagaan terus dilakukan hingga Sabtu pagi.

…dst

10 ) Anies ajak pemuda Indonesia di Berlin sebarkan harapan
http://www.antaranews.com/berita/274969/anies-ajak-pemuda-indonesia-di-berlin-sebarkan-harapan

Sabtu, 10 September 2011 03:58 WIB
London (ANTARA News) – Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan menyerukan pemuda Indonesia yang ada di Berlin untuk menyebarkan harapan dan memberikan inspirasi bagi anak-anak di pedalamanan.
“Mari menyebarkan harapan, memberikan inspirasi, dan mengantungkan mimpi anak-anak negeri lewat kehadiran kita ditengah-tengah mereka di pedalaman sana,” ujar Anies Baswedan, dalam acara tatap muka dengan staff KBRI Berlin serta mahasiswa Indonesia di Jerman di Aula KBRI Berlin. Sekretaris III-Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo dalam keterangan kepada Antara London, Sabtu menyebutkan kehadiran Anies Baswedan di Berlin adalah dalam rangka memenuhi undangan dari Korber Foundation dalam kegiatan 50th Anniversary of the Bergedorf Round Table.

…dst

11 ) Mahasiswa Pascasarjana Unsoed “Go International”
http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/09/16574765/Mahasiswa.Pascasarjana.Unsoed.Go.International.

Jumat, 9 September 2011 | 16:57 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Program Magister Ilmu Administrasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, memberangkatkan lima mahasiswa penerima Beasiswa Unggulan ke University of Malaya pada 9 September 2011. Redaktur Eksekutif Redaksi Pemberitaan Unsoed Alief Einstein dalam siaran persnya yang diterimaKompas, Jumat (9/9/2011), menyebutkan, kelima mahasiswa tersebut adalah Chasidin, Putri Amal Wijaya, Fajar Rezky Aprilian, Suryo Wibisono, dan Chafid Diyanto. Mereka akan menjalani program Transfer Credit di University of Malaya, Malaysia, selama satu semester sebagai tindak lanjut dari kerja sama kesepahaman joint programme antara Unsoed dan University of Malaya yang didukung oleh Beasiswa Unggulan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional.

…dst

12 ) Mahasiswa Jepang KKN di Unhas
http://www.antaranews.com/berita/274888/mahasiswa-jepang-kkn-di-unhas

Jumat, 9 September 2011 17:30 WIB |
Makassar (ANTARA News) – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Idrus A Paturusi menerima dan membuka kegiatan KKN Internasional yang melibatkan 13 orang mahasiswa Jepang. Di ruang Rapat A Gedung Rektorat Unhas, Idrus Paturusi mendengar para mahasiswa KKN asal Jepang dan juga beberapa mahasiswa Jepang yang sudah beberapa lama di Makassar memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia yang “patah-patah”, bahasa Inggris dan bahasa Jepang.”Saya sudah makan nasi goreng dan senang di Indonesia,” kata salah seorang mahasiswi dari Ehime University. Sebanyak 13 mahasiswa yang terdiri dari enam laki-laki dan tujuh perempuan asal Jepang yang akan melaksanakan pertukaran mahasiswa peserta program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kamis (8/9) malam tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Mereka ditemani sembilan mahasiswa Unhas yang selesai melaksanakan KKN Internasional di Jepang.

…dst

13 ) Ary Ginanjar: pendidikan karakter dan moral bangsa bisa lenyap
http://www.antaranews.com/berita/274943/ary-ginanjar-pendidikan-karakter-dan-moral-bangsa-bisa-lenyap

Jumat, 9 September 2011 22:24 WIB
Makassar (ANTARA News) – Motivator ternama Indonesia, Ary Ginanjar Agustian, mengajak pemerintah dan seluruh civitas akademika untuk mengedepankan pendidikan karakter di tingkat perguruan tinggi jika tidak ingin moral bangsa ini lenyap dalam 20 tahun ke depan.”Bukan lagi demonstrasi, tapi sudah diatas demonstrasi, arahnya sudah bisa dikatakan anarkis. 20-50 tahun kedepan kalau mereka jadi pejabat apa yang terjadi dengan bangsa kita,” tandasnya di depan pimpinan perguruan tinggi, tokoh pendidikan, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Sulsel dalam dialog publik bertajuk “Revitalisasi Karakter Masyarakat Sulsel Berbasis Kearifan Lokal” di Makassar, Jumat.Ia mengemukakan, aksi unjuk rasa mahasiswa yang kerap berakhir anarkis khususnya di Sulsel, sudah mengarah pada pembentukan karakter, sehingga harus segera diakhiri.Ary mengemukakan, moral bangsa ini hanya bisa bagus apabila pola pendidikan tidak hanya mengedepankan kecerdasan intelektual, tetapi harus dipadukan dengan kecerdasan emosional dan spiritual.

…dst

14 ) Mendiknas Setuju Kenaikan Jam Mengajar Guru
http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/09/20175816/Mendiknas.Setuju.Kenaikan.Jam.Mengajar.Guru

Jumat, 9 September 2011 | 20:17 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh menghargai usulan dari Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Kemenpan) terkait dengan akan diberlakukannya aturan yang mengatur pengembangan dan pembinaan profesi. Seperti diberitakan, Kemenpan berancana untuk menaikkan standar minimal mengajar bagi para guru yang ingin disertifikasi dari 24 jam menjadi 27,5 jam dalam seminggu. Usulan Kemenpan tersebut rencananya akan mulai diberlakukan pada 1 Januari 2013 mendatang. Mendiknas, Mohammad Nuh mengimbau, jika jam mengajar guru jangan hanya dihitung dari berapa jam ia mengajar di depan kelas. Tetapi juga hendaknya dihitung berapa jam para guru menyiapkan hal-hal lain yang mendukung dan terkait dengan proses belajar-mengajar.

…dst

15 ) PGRI Tolak Jam Ajar Guru Ditambah
http://www.jpnn.com/read/2011/09/09/102415/PGRI-Tolak-Jam-Ajar-Guru-Ditambah-

Jum’at, 09 September 2011 , 22:53:00
JAKARTA–Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh yang menyetujui wacana yang diusulkan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengenai penambahan jam mengajar minimal guru, dari 24 jam menjadi 27,5 jam per minggu, justru dinilai tidak memahami kondisi guru di lapangan.”Dengan Mendiknas menyetujui adanya usulan tersebut, artinya sikap Mendiknas tidak berbasis pada kondisi nyata guru di lapangan,” ungkap Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo ketika dihubungi melalui telepon selularnya di Jakarta, Jumat (9/9). Sulistyo menyebutkan, hingga saat ini hanya 30-40 persen saja guru yang sanggup memenuhi beban jam mengajar 24 jam dalam seminggu seperti yang berlaku saat ini. “Dengan 24 jam saja, baru 30-40 persennya yang mampu, apalagi ditambah menjadi 27,5 jam seminggu,” kata Sulistyo.

…dst

16 ) Kebijakan Pemerintah Picu Lonjakan Kanker
http://cetak.kompas.com/read/2011/09/10/04153064/kebijakan.pemerintah.picu.lonjakan.kanker

10 September 2011
Jakarta, Kompas – Peringatan ancaman lonjakan jumlah penderita kanker global seharusnya dijadikan alarm bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan kesehatan secara menyeluruh. Jika tidak, negara akan menanggung beban ganda untuk mengobati kanker sekaligus mengatasi kemiskinan masyarakat dan pembangunan yang membutuhkan modal besar. Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany di Jakarta, Jumat (9/9), mengatakan, kebijakan pencegahan kanker baru terasa dampaknya 10- 20 tahun lagi. Ini tidak sesuai dengan sistem politik yang hanya lima tahunan. Akibatnya, para pemimpin hanya sibuk memikirkan kepentingan mereka dan lupa atas nasib bangsa ke depan. Dana Riset Kanker Dunia (WCRF) yang berpusat di Inggris, Rabu (7/9), mengingatkan terjadinya lonjakan jumlah penderita kanker global hingga 20 persen dalam 10 tahun terakhir. Setiap tahun, jumlah penderita kanker baru mencapai 12 juta orang. Sebanyak 2,8 juta kasus terkait dengan pola makan, kurang olahraga, dan kegemukan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengingatkan, kanker merupakan penyebab kematian utama dunia. Kematian akibat kanker mencapai 7,6 juta orang (13 persen) dari seluruh penyebab kematian tahun 2008. Kematian akibat kanker pada tahun 2030 diperkirakan 11 juta jiwa. Sebanyak 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara dengan pendapatan rendah hingga menengah, seperti Indonesia.

…dst

17 ) Setelah Pesawat Tempur, RI-Korsel Jajaki Produksi Kapal Selam
http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/09/09/brk,20110909-355378,id.html

JUM’AT, 09 SEPTEMBER 2011 | 14:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Kerja sama di bidang industri pertahanan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korea Selatan terus dikembangkan. Setelah tahun ini dimulai pengembangan pesawat tempur Korea-Indonesia Fighter Xperiment (KIF-X), kedua negara sedang menjajaki kerja sama baru pembuatan kapal selam dan panser.
Bersamaan dengan kunjungan delegasi Kementerian Pertahanan Korea Selatan ke Indonesia, PT. Pindad menandatangani naskah kesepahaman (MoU) dengan Busan Ltd. terkait rencana kerja sama itu. Pada saat yang sama, PT. Palindo juga menandatangani Memorandum of Understanding dengan Daewoo International Corporation untuk kerja sama pengembangan kapal cepat rudal. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan PT. Pindad dan Busan akan bersama-sama memproduksi panser Tarantula. “Korea Selatan akan membuat 11 unit panser Tarantula dan Korea Selatan 11 unit,” katanya pada acara penandatanganan MoU di Kementerian Pertahanan Jakarta, Jumat, 9 September 2011.

…dst

18 ) Inilah 10 Kampus dengan Fakultas Teraneh
http://kampus.okezone.com/read/2011/09/08/373/500462/inilah-10-kampus-dengan-fakultas-teraneh

Jum’at, 09 September 2011 08:08
JAKARTA – Jika berbicara mengenai jurusan kuliah, kamu pasti menganggap jurusan harusnya sangat prospektif. Betapa tidak, jika tidak prospektif maka tidak akan menjamin kamu mendapat pekerjaan atau mungkin akan membuang waktumu untuk sesuatu yang nantinya mungkin tidak terlalu berguna.Seperti yang kita ketahui, di Amerika jurusan di suatu kampus sangatlah beragam, bahkan ada jurusan yang mungkin kamu anggap tidak prospektif dan tidak penting. Beberapa kadang terdengar konyol. Nah, jadi jurusan apa saja yang paling aneh yang ada di kampus-kampus Negeri Paman Sam? Intip daftarnya seperti yang disitat dari laman Her Campus, Jumat (9/9/2011).

…dst

19 ) Rakornas PGRI
Otonomi Pendidikan dan Pengelolaan Guru
http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/09/11025236/Otonomi.Pendidikan.dan.Pengelolaan.Guru

Jumat, 9 September 2011 | 11:02 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Penguru Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2011, hari ini, Kamis (8/9/2011), di Jakarta. Dalam Rakornas tersebut PGRI mengusung dan merumuskan draf yang berisi beberapa isu fundamental terkait otonomi pendidikan dan pengelolaan guru. Isu tersebut sengaja diambil karena PB PGRI menilai setidaknya dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini terjadi banyak persoalan di dalamnya. Persoalan yang dimaksud di antaranya adalah pengadaan guru, rekruitmen dan penempatannya, kesejahteraan (khususnya guru non PNS), perlindungan dan jaminan hidup para guru di hari tua. Contoh lainnya adalah tinjangan profesi guru yang dinilai jauh dari memadai.

…dst

OOT:

20 ) Kalah Gugatan Century, RI Harus Bayar Rp 4 T
Pengadilan Internasional Menangkan Hesham-Rafat
http://www.jpnn.com/read/2011/09/10/102436/Kalah-Gugatan-Century,-RI-Harus-Bayar-Rp-4-T-

Sabtu, 10 September 2011 , 06:06:00
JAKARTA – Pengadilan Arbitrase Internasional atau International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) yang berkedudukan di Washington, Amerika Serikat, tampaknya tidak bersahabat dengan pemerintah RI. Bagaimana tidak, sedikitnya dua kali pemerintah dibuat gigit jari karena dinyatakan kalah. Terbaru, ICSID memenangkan gugatan Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi dalam kasus Bank Century. Dua terpidana in absentia tersebut pada 19 Mei lalu memang mengajukan gugatan dengan tuntutan ganti rugi senilai USD 75 juta atau senilai Rp 675 miliar di Pengadilan Arbitrase Internasional. Gugatan diajukan karena pemilik Bank Century tersebut merasa dirugikan secara bisnis karena pengucuran dana talangan Bank Century. Selain itu, mereka keberatan dengan vonis pengadilan yang menghukum mereka 15 tahun in absentia karena melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).Kabar kemenangan Hesham-Rafat disampaikan anggota Timwas Century DPR Bambang Soesatyo. Dalam keterangan tertulisnya, Bambang mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan pembelaan pada 17 Agustus lalu.

…dst

21 ) PPnBM Blackberry Tak Akan Efektif
http://www.jpnn.com/read/2011/09/10/102422/PPnBM-Blackberry-Tak-Akan-Efektif-

Sabtu, 10 September 2011 , 01:31:00
JAKARTA – Usulan Menteri Perindustrian M.S Hidayat untuk mengenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) terhadap Blackberry akan sulit dilakukan. Kebijakan tersebut bakal tidak efektif dan cenderung mengganggu iklim investasi di tanah air.Dirjen Bea dan Cukai Kementrian Keuangan Agung Kuswandono mengatakan pengenaan PPnBM terhadap produk telekomunikasi yang tidak membangun pabrik di dalam negeri, mesti dikaji efektivitasnya. “Jangan-jangan dikenakan itu malah mereka (Research in Motion/produsen Blackberry) enggak masuk kan,” kata Agung di Kantor Kementrian Keuangan, Jakarta, Jumat (9/9).
Aturan PPnBM mengharuskan perlakuan yang tidak diskriminatif antara produk impor dan dalam negeri. Sehingga, jika Blackberry dikenai PpnBM, apabila kelak diproduksi di Indonesia, tetap dikenakan PPnBM. Bentuk disinsentif yang paling tepat adalah bea masuk.

…dst

22 ) Sekilas dalam Negeri
Pendidikan Menengah
Pembayaran Tunjangan Guru Masih Bermasalah
Ulta SBY
SBY Minta Maaf pada Rakyat
Berulang Tahun, SBY Minta Tak Diberi Hadiah   
Kasus Century
Kalah Gugatan Century, RI Harus Bayar Rp 4 T
Soal Century, KPK Didesak Telisik Memo Boediono
Kasus Nazaruddin
Komite Etik Duga Ada Pelanggaran
Nazar Sebut Uang Tunai Sudah Diterima Chandra   
Chandra Pilih Puasa Bicara Hingga Pemeriksaan Komite Etik Rampung
Chandra Hamzah Dilarang Bicara
Pengacara Tak Tahu Tempat Nazarudin Simpan Bukti  
Kasus Kemnakertransus
Modus Kasus Kemnakertrans dan Kemenpora Mirip
Ada Laporan Mencurigakan
KPK Geledah Rumah Tiga Tersangka
Dua ‘Orang Dekat’ Muhaimin Mangkir dari Pemeriksaan KPK  
Kasus Munir
Jaksa Agung Diminta Panggil Sutanto Soal Munir 
Mundurnya wakil bupati Garut
Diky Tidak Akan Kembali ke Dunia Politik
Diky Chandra Kapok Terjun ke Dunia Politik
Jadi Wakil Bupati Garut, Diky Chandra Jatuh ‘Miskin’  
Inilah Alasan Diky Chandra Mengundurkan Diri   
Krisis air
Tahun 2025, 78 Persen Kota di Jawa Bakal Defisit Air
Kisruh PSSI
Konflik Timnas Makin Panas
Terkejut, Pemain Timnas Temui Riedl
Menpora Tak Mau Terlibat Polemik Wim
PSSI Minta Riedl Tinggalkan Indonesia  
Ternyata Ada Pertemuan Pemain Timnas dengan Riedl   
Syuting tanpa Ijin Pimpinan
Briptu Norman Kamaru Ditangkap
Blackberry
PPnBM Blackberry Tak Akan Efektif
Berita Libya
Kadhafi Jadi Buruan 188 Negara
Interpol keluarkan surat penangkapan Gaddafi
Interpol Buru Khadafi
Gerilyawan NTC bertempur dengan loyalis Gaddafi di Bani Walid
Tunisia tangkap pembantu Gaddafi
AS desak negara-negara di Afrika tahan kaki tangan Gaddafi 
Inggeris
Dukungan atas teknologi nuklir meningkat di Inggris
Suriah
14 Demonstran Suriah Tewas
Amerika
AS Hadapi Ancaman Teror Jelang Peringatan 9/11
Pesawat mata-mata AS dikerjai Korea Utara