Mari Hitung Nikmat Yang Telah Kita Terima

– Kunjungilah rumah sakit, agar anda tahu nikmat sehat
– Kunjungilah penjara, agar anda tahu nikmat kebebasan
– kunjungilah rumah sakit jiwa, agar anda tahu nikmat akal
– Renungilah nikmat kemerdekaan, dan nikmat rasa aman
– Syukuri kita masih diberiNya berbagai macam kenikmatan

– Kunjungilah rumah sakit, agar anda tahu nikmat sehat

Tengoklah bansal pasien, agar anda bisa memahami nikmat kesehatan yang diberikanNya, berapa banyak orang sakit tergolek tak berdaya, berapa banyak orang lumpuh terkurung tak bebas lagi bergerak, berapa banyak orang mendadak kehilangan penglihatan dan pendengaran. Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang sehat, yang hanya terlihat oleh orang sakit. Jika kesehatan hilang, hidup menjadi susah dan kacau, harta menjadi tak ada artinya, anak dan suami/isteri menjadi cobaan, makanan terasa hambar, air terasa pahit, tidur tak pernah nyaman, bunga seperti berduri, awan seperti berwarna kelabu, langit senantiasa mendung, kicauan burung yang tadinya merdu menjadi seperti sindiran, dan apa-apa yang ada di sekitar kita terasa seperti bilik penjara yang gelap.

Rumah sakit merupakan rumah yang sarat rintihan penderitaan. Ia dapat mengingatkan kita betapa indah dan mahalnya harga sebuah KESEHATAN, tapi sayang betapa sedikitnya dari kita yang setelah pulang membesuk atau berobat bisa MENYADARI nikmat Allah tersebut. Kita lupa bersyukur kepada NIKMAT KESEHATAN yang diberiNYA.

Wahai saudara-saudara yang dalam kondisi sehat, sadarkah nikmat apa yang sudah anda peroleh?

– Kunjungilah penjara, agar anda tahu nikmat kebebasan

Penjara adalah rumah kesendirian dan saudara sesusu kuburan. Di dalamnya umur terbuang sia-sia namun waktu bagai jarum jam yang terhenti berputar, sehari bagaikan sebulan, dan sebulan bagaikan setahun. Segala sesuatu terasa basi, tak ada yang baru, kecuali wajah para sipir yang mengontrol. Tiada berita selain penglihatan-penglihatan dalam tidur, dan TIADA TANDA-TANDA KEBEBASAN KECUALI ANGAN-ANGAN. Penjara mempercepat lajunya pertumbuhan uban, datangnya ketuaan, dan mendekatnya kematian. Tahanan bukan orang hidup untuk diberikan undangan, bukan orang mati untuk diratapi, bukan orang sakit untuk dibesuk, dan bukan orang sehat untuk dikunjungi. Tali silaturahmi seolah-olah putus di sana.

 Sudah sadarkah Rumahmu itu Istanamu?

Engkau di rumahmu bagai seorang raja, isteri dan anak-anakmu adalah rakyatnya. Engkau di rumahmu memerintah, dihormati, disanjung dan dimuliakan. Tak seorangpun yang merendahkanmu dan tak seorangpn yang menghinamu. Namun pada saat badan ini sudah terkurung di penjara, semua penghargaan dan penghormatan seolah-olah sirna, kembali ke rumah menjadi satu-satunya impian mahal yang diharapkan.

Wahai Saudara-Saudara ysh, tahukah alangkah bernilainya sebuah ” kebebasan” ?

– Kunjungi rumah sakit jiwa, agar anda tahu nikmat akal

Tubuh tanpa akal adalah seonggok mayat; manusia tanpa akal adalah binatang; kehidupan tanpa akal adalah rimba belantara. Manusia yang kehilangan akal menjadi gila, kehidupannya jadi lumpuh dan riwayat hidup seolah-oleh berhenti di situ.

Wahai Saudara-Saudara yng masih memiliki akal, syukurilah masih bisa menjalankan roda kehidupan ini secara normal dan berakal.

Sesungguhnya nikmat Allah terlalu luas. Seluruh kehidupan kita diliputi pelbagai nikmat yang tidak terhingga yang tak sanggup diuraikan satu persatu seperti contohnya nikmat kemerdekaan (bebas dari penjajahan), nikmat rasa aman (bebas dari ketakutan dan kecemasan), nikmat waktu luang (nikmat memiliki waktu yang bebas kita atur), nikmat kebebasan beragama dan sebagainya.

Mari mensyukuri atas berbagai nikmat yang telah kita terima.

Wassalam, Fitri