1 ) Gugatan UU Sisdiknas Dikabulkan, Swasta Harus Dapat Bantuan Merata
http://www.pikiran-rakyat.com/node/160499

Minggu, 02/10/2011 – 16:22
BANDUNG, (PRLM).- Pasca-dikabulkannya gugatan terhadap Pasal 55 Ayat 4 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) oleh Mahkamah Konstitusi (MK), pemerintah wajib memberikan bantuan secara adil dan merata kepada sekolah swasta terutama jenjang pendidikan dasar. Dalam putusannya, MK pun menganggap kata “dapat” yang tercantum dalam pasal 55 ayat 4 UU Sisdiknas tersebut bertentangan dengan UUD 1945. “Jadi keputusannya adalah, kata “dapat” yang ada di dalam pasal 55 ayat 4 UU Sisdiknas tersebut dinyatakan bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat jika diberlakukan untuk pendidikan dasar yang berbasis masyarakat atau sekolah swasta,” kata Ketua Education Forum Suparman saat dihubungi, Minggu (2/9). Suparman menjelaskan, pada Kamis (29/9), MK mengabulkan gugatan Undang-undang (UU) Nomor 20 tahun 2003 Pasal 55 Ayat 4 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Uji materi UU Sisdiknas tersebut diajukan oleh Yayasan Salafiyah Pekalongan melalui Machmud Masjkur dan Yayasan Santa Maria Pekalongan lewat pemohon Suster Maria Bernardine.

…dst

2 ) ABPTSI Sambut Baik Putusan MK
http://www.pikiran-rakyat.com/node/160495

Minggu, 02/10/2011 – 17:48
BANDUNG, (PRLM).- Ketua Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPTSI) yang juga pembina yayasan Al-Ghifari dan Al-Aitam Sali Iskandar menyambut baik putusan yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan gugatan terhadap UU Sistem Pendidikan Nasional pasal 55 ayat 4. Apalagi sudah sejak lama pihaknya bersama seluruh pembina dan yayasan memperjuangkan untuk menghilangkan kata “dapat” dalam pasal 55 ayat 4 UU Sisdiknas tersebut. “Ini merupakan keputusan yang adil dan berpihak kepada kebenaran. Sebab dari awal pemerintah ragu apakah akan memberikan bantuan atau tidak kepada swasta. Hingga akhirnya swasta tidak mendapat bantuan yang merata. Dengan dikabulkannya gugatan ini maka sesuai dengan amanah konstitusi pemerintah wajib memberikan bantuan yang sama baik kepada negeri ataupun swasta,” ungkapnya. Kendati demikian, kata Sali, yang harus diawasi dari hasil keputusan ini adalah realisasi atau pelaksanaan di lapangan. Sebab selama ini pun pemerintah selalu saja berdalih setiap ada keputusan yang berpihak kepada kebenaran. “Saya juga ingin mengajak kepada seluruh pembina, yayasan, rektor, kepala sekolah untuk sama-sama mengamankan putusan ini. Sebab yang terpenting dari putusan ini adalah realisasinya. Bukan masalah kita yang menang dan pemerintah yang kalah,” tuturnya. (A-157/das)***

…dst

3 ) Mendiknas buka konferensi dunia pendidikan terbuka
http://www.antaranews.com/berita/278019/mendiknas-buka-konferensi-dunia-pendidikan-terbuka

Minggu, 2 Oktober 2011 20:16 WIB
Nusa Dua (ANTARA News) – Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, Minggu membuka konferensi dunia pendidikan terbuka dan jarak jauh (PTJJ) ke-24 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.”Pendidikan jarak jauh dan terbuka adalah jawaban terhadap hambatan yang dimiliki banyak negara di dunia untuk memeratakan kesempatan memperoleh pendidikan, utamanya pendidikan tinggi,” kata Muhammad Nuh ketika membuka konferensi itu di Nusa Dua, Minggu.Universitas Terbuka (UT) didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional menyelenggarakan konferensi ini sebagai salah satu agenda dari “International Council for Open and Distance Education” (ICDE) yang ditujukan sebagai forum berbagi pengalaman, gagasan dan strategi penting dalam pengembangan pendidikan terbuka dan jarak jauh.Ia mengatakan, angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia sekitar 26 persen. Untuk itu Indonesia masih memerlukan banyak sumber daya dan kreativitas yang dapat membuat angka tersebut meningkat secara signifikan.”Pendidikan dengan sistem terbuka dan jarak jauh merupakan salah satu kreativitas yang harus dieksplorasi dan dieksploitasi semaksimal mungkin kemampuannya sehingga dapat menarik sebanyak mungkin manfaat bagi pembangunan pendidikan,” ucapnya.

…dst

4 ) Pertumbuhan Pendidikan Masih di Bawah Sektor Riil
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/02/373/509731/pertumbuhan-pendidikan-masih-di-bawah-sektor-riil

Minggu, 02 Oktober 2011 18:05 wib
NUSA DUA – Pertumbuhan sektor pendidikan di Indonesia masih kalah cepat dibanding sektor riil atau keuangan dalam menyerap kemajuan teknologi.Menteri Pendidikan (Mendiknas) Muhammad Nuh mengatakan, seperti teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat, dunia pendidikan dengan komoditas pengetahuan juga harus terus bergerak.”Apa yang menyebabkan kondisi seperti itu, tentunya harus dicari jawabannya. Apa faktor penghambatnya, jika ada bagaimana bisa faktor itu dihilangkan,” tukas M Nuh dalam sambutan pembukaan International Council for Open Distance Education (ICDE) ke-24 di Nusa Dua, Bali, Minggu (2/10/2011).Pengetahuan kata dia, dapat dialirkan secara cepat sebagaimana halnya informasi tanpa harus kehilangan makna dan pengetahuan itu sendiri. “Pendidikan jarak jauh dan terbuka atau open and distance learning (ODL) adalah jawaban atas hambatan yang dimiliki banyak negera di dunia, seperti Indonesia,” ujar mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

…dst

5 ) Pendidikan Jarak Jauh Bisa Jadi Solusi
http://cetak.kompas.com/read/2011/10/03/04595514/pendidikan.jarak.jauh.bisa.jadi.solusi

03 Oktober 2011
Nusa Dua, Kompas – Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh bisa menjadi jawaban untuk membuka hambatan banyak negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk memeratakan akses pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Sistem itu unggul dalam memperluas akses pendidikan dan memberi pilihan pembelajaran sesuai keinginan dan kebutuhan peserta didik. “Universitas Terbuka (UT) bukan alternatif terakhir, tetapi jadi pilihan masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan peserta. UT terjangkau dan bisa menjangkau peserta di mana pun dan dalam kondisi apa pun,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, seusai membuka Konferensi Dunia Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ) ke-24 International Council for Open and Distance Education (ICDE) di Nusa Dua, Bali, Minggu (2/10). Kegiatan berakhir 5 Oktober 2011.Oleh karena kondisi masyarakat Indonesia yang beragam, pemerintah akan menambah pilihan alternatif pembelajaran jarak jauh sebanyak mungkin. Untuk mengoptimalkannya, diperlukan metode pembelajaran online kolaboratif.

…dst

6 ) PTS Boleh Buka Kelas Jarak Jauh
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/432566/

Monday, 03 October 2011
JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mengizinkan perguruan tinggi swasta untuk membuka pen-didikan jarak jauh untuk peningkatan kualifikasi guru.Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Suyatno mengatakan, ada 23 perguruan tinggi swasta yang mendapatkan izin operasional, salah satunya adalah Uhamka. Menurut dia, dengan kendali teknologi informasi itu akan ada kemudahan akses mengajar. “Pemerintah harus menggenjot sarana pendidikan bagi profesi guru,” katanya di Jakarta kemarin. Menurut dia, akhir 2014 semua guru harus strata satu (S-1) atau diploma empat (D-4). Dari jumlah guru yang mencapai 2,7 juta, hanya sebagian kecil yang berkualifikasi keduanya. “Guru di daerah terpencil dan kepulauan seharusnya mengikuti pendidikan jarak jauh,” imbuhnya. (neneng zubaidah)

>>>

7 ) 23 PTS Buka Kuliah Jarak Jauh untuk Guru
http://www.jpnn.com/read/2011/10/02/104510/23-PTS-Buka-Kuliah-Jarak-Jauh-untuk-Guru-

Minggu, 02 Oktober 2011 , 22:02:00
JAKARTA–Sebanyak 23 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) akhirnya mengantongi izin untuk membuka pembelajaran jarak jauh. Hanya saja, dibukanya sistem pembelajaran jarak jauh ini khusus untuk peningkatan kualifikasi guru.Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Suyatno menerangkan, perguruan tinggi yang menerima izin tersebut sebanyak 23 PTS yang tersebar di seluruh Indonesia. “Ada sekitar 23 PTS yang menerima izin pembukaan pembelajaran jarak jauh. Salah satunya, kampus kami,” ungkap Suyatno di Jakarta, Minggu (2/10).Menurutnya, dibukanya pembelajaran jarak jauh ini akan sangat menunjang upaya menggenjot kualifikasi guru di daerah, khususnya di daerah terpencil. Pasalnya, lanjut Suyanto, masalah pendidikan di Indonesia hingga saat ini adalah masalah akses. “Sehingga, dengan adanya metode pembelajaran jarak jauh ini, kita bisa merangkul semua guru yang ada di perbatasan,” ujarnya.Lebih jauh Suyatno menambahkan, mendesaknya peningkatan kualifikasi guru atau tenaga pendidik tersebut disebabkan karena pada tahun 2014 mendatang semua guru ditargetkan harus sudah memegang gelar S1 atau D4.

…dst

8 ) Rumah Belajar Dukung Pendidikan Terbuka Jarak Jauh
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/02/373/509739/rumah-belajar-dukung-pendidikan-terbuka-jarak-jauh

Minggu, 02 Oktober 2011 18:31
NUSA DUA – Pemerintah terus mendorong perkembangan sistem dan materi Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) dengan menyiapkan rumah belajar. Konsep rumah belajar tersebut memberikan ruang bagi pembelajar memperoleh pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.Dengan konsep yang diadopsi dari Socrates atau Socratic Teaching, substansi penyajian maupun penyampaiannya bisa menopang untuk pendidikan massal. “Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) saat ini sedang mengembangkan rumah belajar, yakni suatu sistem berbagi pembelajaran elektronik yang mendukung open and distance learning (ODL),” ujar Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh di Nusa Dua, Bali, Minggu (2/9/2011). Sistem tersebut, kata Mendiknas, dirancang dengan konsep partisipatif dan kolaboratif dengan konten yang dapat dipakai bersama atau share content. “Dalam beberapa minggu ini, saya sudah siapkan dan akan saya tanda tangani Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) tentang pendidikan jarak jauh,” tukasnya saat memberi sambutan pada Konferensi Dunia Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ) ke-24 atau International Council for Open and Distance Education (ICDE).

…dst

9 ) 50 Negara Bahas Pembelajaran UT
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/02/373/509730/50-negara-bahas-pembelajaran-ut

Minggu, 02 Oktober 2011 17:18
DENPASAR – Sebanyak 700 delegasi dari 50 negara selama empat hari saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan Pendidikan Terbuka Jarak Jauh (PTJJ). Indonesia terpilih untuk pertama kalinya sebagai rumah Konferensi Dunia PTJJ yang berlangsung di Nua Dua, Bali pada 2-5 Oktober 2011.Acara yang dibuka Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh, diikuti 700 peserta dengan menghadirkan para pakar pendidikan terbuka seperti dari Amerika Serikat, United Kingdom (UK), Korea, dan negara lainnya.”Pertemuan ini mengambil tema memperluas cakrawala pendekatan baru dalam PTJJ yang merupakan forum berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi di antara negara-negara peserta,” kata Pembantu Rektor IV, Universitas Terbuka (UT), M Gorky Sembiring di Nusa Dua, Minggu (2/10/2011). Pertemuan ke-24 ini merupakan salah satu agenda dari International Council for Open Distance Education (ICDE) di mana UT ditunjuk sebagai penyelenggara.

…dst

10 ) Karya AMIKOM Kandidat Juara
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/432609/

Monday, 03 October 2011
YOGYAKARTA – Tiga produk teknologi informasi (IT) Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AMIKOM Yogyakarta, masuk nominator juara pada kompetisi Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) 2011 di Jakarta Convention Center (JCC). Kepala Humas AMIKOM Erik Hadi Saputra mengatakan, jumlah kategori yang dilombakan di INAICTA sebanyak 28kategori. Terdiri dari 16 kategori profesional dan 12 kategori pelajar. Karya-karya tersebut terpilih dari total pendaftar sebanyak 1.765 proposal. “Sampai penjurian kedua, AMIKOM mampu meloloskan 10 finalis. Yang membanggakan, dari jumlah tersebut tiga di antaranya masuk nominator juara,” ungkapnya kepada SINDOkemarin.

…dst

11 ) Spektronics 3 ITS Sabet Jawara 3 di Jerman
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/02/373/509710/spektronics-3-its-sabet-jawara-3-di-jerman

Minggu, 02 Oktober 2011 16:43
JAKARTA – Prestasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di kancah internasional kembali tertuang dengan menyabet juara tiga dalam Chemical Engineering Car Competition (Chem-e-Car) di Jerman beberapa waktu lalu.Tim Spektronics 3 yang terdiri dari empat mahasiswa Teknik Kimia, yaitu Hardiyanto Dwi Putra Wijaya, Muhammad Averous Ali al-Abid, Muhammad Fauzi, dan Otta Richard Bena Pinem. Serta seorang mahasiwa jurusan Desain Produk Industri, Arditya Wicaksana.Kemenangan yang diperoleh tim ini ternyata tidaklah mudah. Pasalnya, mereka mengalami berbagai kendala dalam hal teknis. “Kendala pertama terjadi ketika penerbangan dari Belanda menuju Jerman. Badan mobil hancur saat ditempatkan di kabin pesawat,” ujar Ketua Spektronics 3, Hardiyanto Dwi Putra seperti dilansir dari ITS online, Minggu (2/10/2011).

…dst

12 ) Pameran Produk Inovasi
Penelitian PT Harus Bisa Diterapkan Masyarakat
http://regional.kompas.com/read/2011/10/02/21592378/Penelitian.PT.Harus.Bisa.Diterapkan.Masyarakat.

Minggu, 2 Oktober 2011 | 21:59 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com — Kalangan perguruan tinggi (PT) di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir giat melakukan penelitian di berbagai bidang yang menghasilkan teknologi dan produk inovatif yang dapat langsung diterapkan masyarakat. Selain menggunakan potensi alam di daerah, penelitian juga melibatkan masyarakat pedesaan yang mendorong peningkatan sumber daya manusia dan perekonomian.Hasil penelitian unggulan dari perguruan tinggi di Jateng dipamerkan dalam Pameran Produk Inovasi (PPI) 2011 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jateng, 30 September hingga 2 Oktober 2011, di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah di Kota Semarang. Di stan kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Minggu (2/10/2011), dipamerkan antara lain kue kering dari bahan ampas tahu, nugget terung, manisan terung, dan dodol terung yang terbuat dari terung ungu, serta holtikultura (sayuran, cabai, dan bawang merah) dari pengembangan lahan pasir pantai.

…dst

13 ) Dosen Didorong Manfaatkan Fasilitas Kemenristek
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/03/161290/Dosen-Didorong-Manfaatkan-Fasilitas-Kemenristek

03 Oktober 2011
KUDUS- Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI mendorong dosen untuk memanfaatkan fasilitas riset yang dimiliki lembaganya. Hal itu bertujuan untuk mengembangkan penelitian dosen agar lebih inovatif dan berdaya saing.Asisten Deputi Jaringan Penyedia dengan Pengguna Iptek Kemenristek Ir Wisnu S Soenarso, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi tentang penerapan teknologi di Universitas Muria Kudus di ruang VIP Gedung Induk, baru-baru ini. Dia menyarankan agar UMK memanfaatkan kesempatan tersebut.”Banyak sarana pendukung riset, misalnya laboratorium dan tempat praktik lain, seperti puspitek,” ujarnya. Selain berdiskusi dengan pimpinan perguruan tinggi, Wisnu juga didaulat mengisi kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UMK. Menurutnya, meski Kemenristek saat ini dikonsentrasikan pada sistem inovasi, tetapi hasil daya saing inovasi produk Indonesia dinilai lemah.

…dst

14 ) Nuklir Tak Selalu Merugikan
HMF Undip Goes to School
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/10/03/161293/Nuklir-Tak-Selalu-Merugikan

03 Oktober 2011
TEMANGGUNG- Penggunaan teknologi nuklir tidak selalu membahayakan atau merugikan umat manusia. Teknologi nuklir tersebut bahkan saat ini telah berperan untuk membantu manusia dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dimanfatkan sebagai teknologi peralatan kesehatan di rumah sakit, pada industri modern, serta kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang). Hal itu diungkapkan staf pengajar jurusan Fisika, Fakultas MIPA Undip Semarang Zaenul Muhlisin, dalam seminar sains “Teknologi Nuklir untuk Kehidupan Manusia”, di aula SMAN 2 Temanggung, Sabtu (1/10). Seminar tersebut digelar Himpunan Mahasiswa Fisika (HMF) Fakultas MIPA Undip, dalam rangka kegiatan “Physics Goes to School” di SMAN 2. Selain seminar, juga digelar pameran fisika di halaman gedung sekolah setempat. “Selama ini, jika mendengar kata nuklir maka yang terbayang adalah sesuatu yang membahayakan, karena merujuk pada terjadinya kebocoran rekator nuklir di sejumlah negara. Namun, sebenarnya teknologi nuklir atau energi radiasi atom tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu kehidupan manusia,” ungkapnya.

…dst

15 ) UI Gelar Eco Tourism Bike to Campus
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/432567/

Monday, 03 October 2011
DEPOK – Universitas Indonesia menggelar Eco Tourism Bike to Campus yang diikuti 150 peserta. Kegiatan ini digelar untuk menyambut pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) VII. Para peserta nanti bersepeda mulai dari kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dan berakhir di Perpustakaan UI,The Crystal Knowledge. Di Kampus UI, peserta juga berkeliling menelusuri hutan kota. Peserta terdiri atas berbagai lapisan masyarakat pencinta sepeda. “Ini bagian dari pra-Munas ILUNI dan Festival Untuk Indonesia (UI) pada November 2011,”kata Kepala Deputi Sekretariat Pimpinan UI Devie Rachmawati kemarin.

…dst

16 ) Mahasiswa baru STIE Swadaya ikuti kuliah umum
http://www.antaranews.com/berita/278047/mahasiswa-baru-stie-swadaya-ikuti-kuliah-umum

Senin, 3 Oktober 2011 00:24 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Dari sekitar 500 mahasiswa baru yang mendaftar di STIE Swadaya pada tahun ajaran 2011/2012, 300 diantaranya mengikuti kuliah umum di kampus yang berada di Jalan Jatiwaringin Kalimalang Jakarta Timur, kemarin.Selain mahasiswa baru, kuliah umum yang disampaikan oleh Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Franky Mangatas Panjaitan, MM, juga dihadiri civitas akademika STIE Swadaya itu mengambil tema “Reformasi Pengawasan, khususnya di Pemprov DKI Jakarta”.Dalam kuliah umumnya, Franky mengatakan bahwa pengawasan dalam bidang birokrasi dan juga program-program yang dijanjikan gubernur saat mencalonkan diri harus terus menerus berjalan dan ini perlu dilakukan pengawasan, sehingga program-program tersebut bisa tepat sasaran.Dan yang lebih penting lagi program-program tersebut harus tepat sasaran.”Saya terus menerus melakukan pengawasan terhadap program-program gubernur, sehingga bia tepat sasaran dan waktu,” katanya.

…dst

17 ) LOMBA KARYA ILMIAH
89 Finalis Akan Berlomba
http://cetak.kompas.com/read/2011/10/03/04542066/89.finalis.akan.berlomba

03 Oktober 2011
Jakarta, Kompas – Sebanyak 89 finalis berlomba untuk empat kategori lomba karya ilmiah yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Senin (3/10), di Jakarta. Kegiatan tahunan ini bertujuan meningkatkan inovasi dan daya saing teknologi dan perekonomian bangsa. “Persoalan bagi para peserta ataupun pemenang setelah melanjutkan ke perguruan tinggi tidak bisa konsisten mengembangkan capaian yang diraih,” kata Kepala Bagian Peningkatan Kemampuan Ilmiah pada Biro Kerja Sama dan Pemasyarakatan Iptek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Krisbiwati, Sabtu (1/10), di Jakarta. Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-43, yakni Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Teknik dan Rekayasa (IPTR)…cut…”Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-35 dari 58 negara yang disurvei dalam Institute Development World Competitiveness Yearbook 2011, masih serupa dengan posisi tahun sebelumnya,” kata Kepala LIPI Lukman Hakim. (NAW)

…dst

19 ) Kuota Sertifikasi Guru Bertambah
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/02/22123621/Kuota.Sertifikasi.Guru.Bertambah

Minggu, 2 Oktober 2011 | 22:12 WIB
PALU, KOMPAS.com — Kuota sertifikasi guru tahun ini bertambah 10.000 dari alokasi anggaran pendidikan di APBN Perubahan. Penambahan kuota sertifikasi guru diberikan kepada daerah-daerah yang berkinerja baik dalam memanfaatkan alokasi kuota yang diberikan pemerintah pusat. Unifah Rosyidi, Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, Badan Pengembangan Sumber Daya Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional, dalam kunjungan kerja di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (2/10/2011), mengatakan, kuota sertifikasi guru tahun ini menjadi 310.000 guru. Penambahan kuota dalam rangka percepatan sertifikasi guru yang mesti tuntas tahun 2015. Menurut Unifah, dari tambahan kuota sertifikasi 10.000 orang itu, sebanyak 2.000 orang diserahkan secara khusus untuk daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Daerah NTT mendapat perhatian khusus pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dalam bidang pendidikan.

…dst

20 ) Dikemas Edutainment, Ribuan Guru dan Siswa Dalami Teknologi Digital
http://kampus.okezone.com/read/2011/10/02/373/509629/dikemas-edutainment-ribuan-guru-dan-siswa-dalami-teknologi-digital

Minggu, 02 Oktober 2011 13:05 wb
DENPASAR – Untuk meningkatkan pengetahuan ratusan guru dan ribuan siswa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mereka berupaya untuk terus mendalami teknologi komunikasi dan informasi (ICT) yang dikemas edutainment. Lewat sebuah pelatihan bagi sekira 100 guru mata pelajaran fisika dan 1.000 siswa SMU di NTB, mereka memperdalam ICT, selama tiga hari yang berakhir hari ini.”Pelatihan ini merupakan rangkaian program corporate social responsibility (CSR) ICT di bidang pendidikan di 22 kota di seluruh Indonesia pada tahun ini,” kata Syaiful Bachri, GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Bali Nusra, Minggu (2/10/2011). Dalam program CSR ICT Guru ini, pelatihan diberikan kepada para guru untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan guru dalam memanfaatkan teknologi digital. Serta bagaimana para guru bisa mengakses kebutuhannya akan bahan ajar maupun sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar.

…dst

21 ) Mayoritas Honorer Tertinggal Gagal jadi CPNS
Terganjal Syarat Sumber Gaji
http://www.jpnn.com/read/2011/10/03/104515/Mayoritas-Honorer-Tertinggal-Gagal-jadi-CPNS-

Senin, 03 Oktober 2011 , 01:58:00
JAKARTA–Lebih dari 70 persen honorer tertinggal kategori satu gagal diangkat CPNS tahun ini. Penyebabnya karena syarat-syarat yang ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) EE Mangindaan No 5 Tahun 2010, tidak terpenuhi.Menurut Kepala Bagian Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat, gugurnya honorer tertinggal itu disebabkan karena tidak memenuhi kriteria. Paling banyak adalah syarat pembayaran gaji yang harus berasal dari APBN/APBD. Disusul SK pengangkatan yang tidak sesuai ketentuan minimal satu tahun bekerja sampai 31 Desember 2005 dan sampai sekarang masih bekerja.”Kebanyakan yang gugur karena tidak dibayar oleh APBN/APBD. Sementara syarat utama gajinya dibiayai APBN/APBD,” kata Tumpak yang dihubungi, Minggu (2/10).Seperti diketahui, dari data honorer tertinggal kategori satu yang masuk sekitar 152 ribuan, yang dinyatakan memenuhi kriteria hanya 67 ribu. Sebanyak 67 ribu honorer inilah yang akan diangkat CPNS tahun ini tanpa tes.

…dst

22 ) Sekilas dalam Negeri
Pendidikan
DPR Anggap Pemda Tak Wajib Alokasikan BOSDA
Keren…Lukisan Murid Playgroup dan TK Laku Rp 1,5 Juta
SMPN I Galur Dapat Sertifikat ISO 9001:2008
Mafia Banggar DPR
Modus Pengerukan Anggaran
Gempa
BNPB: Terjadi Ribuan Gempa Vulkanik Anak Krakatau
Musibah CASA 212
Kecelakaan Diduga karena Angin Kencang
Transportasi Harus Dibenahi
“Kata Dokter Cucu Saya Meninggal Semalam…”
Evakuasi Korban Casa Tuntas 
Palestina
Kongres AS Bekukan Dana Bantuan Palestina
Libya
NATO prihatin 10.000 rudal di Libya lenyap