Lomba Penulisan ” Model Program Pemberdayaan Optimalisasi PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan)” Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Tahun 2011

Info Bagi mahasiswa yang Aktif dan dosen PT di KTI diundang untuk berpartisipasi Lomba Penulisan ” Model Program Pemberdayaan Optimalisasi PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan)” Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, Tahun 2011, di bidang Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi

http://nn-no.facebook.com/topic.php?uid=96065528638&topic=41630

POPMASEPI
KOMPETISI KARYA TULIS

PEDOMAN PENYUSUNAN
“PANDUAN Model Program Pemberdayaan Optimalisasi PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan)”
Kementerian Komunikasi dan Informasi RI
Tahun 2011

Fokus Bidang Penulisan
Dalam upaya mengefisiensikan proses penilaian, maka seluruh model penyusunan mengenai program pemberdayaan PLIK (Pusat Layanan Internet Kecamatan) dikelompokkan ke dalam bidang pendidikan (A), kesehatan (B) dan ekonomi (C). Adapun penjelasan ketiga bidang tersebut adalah sebagai berikut:

Bidang pendidikan seperti pendidikan formal, pendidikan non fomal, penyuluhan, pendidikan anak usia dini
Bidang kesehatan, seperti bidang pemanfaatan untuk farmasi, gizi, kebidanan, penyakit manusia, keperawatan, kesehatan masyarakat, penyakit hewan, sanitasi lingkungan
Bidang ekonomi seperti pemanfaatan untuk kepentingan usaha berkaitan dengan bidang ekonomi. Perekonomian rakyat, di berbagai sektor ekonomi pertanian arti luas (Kelautan, Perikanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian), industri, perdagangan, jasa, pariwisata.

Hadiah untuk pemenang @ Rp.5.000.000 dan akan mendapat insentif pembinaan.

A.Persyaratan Administratif
Peserta lomba adalah perseorangan atau kelompok maksimal 3 orang (mahasiswa dan atau dosen) yang aktif dan resmi terdaftar pada suatu perguruan tinggi. Apabila peserta merupakan kelompok, peserta bisa berasal dari satu program studi atau dari berbagai program studi yang berbeda, bergantung pada tema bidang yang ditulisnya, namun masih dalam satu perguruan tinggi yang sama. Peserta kelompok bisa terdiri dari seluruhnya mahasiswa, seluruhnya dosen atau campuran dosen dan mahasiswa. Latar belakang pendidikan anggota peserta kelompok disarankan sesuai dengan bidang yang ditulis.
Peserta hanya dibenarkan masuk dalam satu kelompok peserta/penulis.
Pengiriman panduan model pemberdayaan PLIK dari perguruan tinggi disahkan oleh pejabat minimal di tingkat program studi atau lembaga kemahasiswaan intra kampus.

Panduan model konsep pemberdayaan PLIK dikirimkan secara melalui e-mail (1 file) ke optimalisasi.PLIK@gmail.com dan mengirimkan hardcopy (tiga eksemplar, satu asli, dua copy/salinan) ke alamat:

Sekretariat Region Jawa: Dr. Ir. Apendi Arsyad, M.Si.
Jl. Pandawa Raya B2 No. 6 Indraprasta Bogor Jawa Barat 16153

Sekretariat Region Sumatera : Drg. Bakri Soeyono
Komplek Johor Indah Permai I Blok L No. 10
Jl. Karyawisata Medan, Sumatera Utara 20144

Sekretariat Region Kalimantan : Dr. Udiansyah
Jl Jelawat no. 36 Komplek Ratu Elok Banjarbaru
Kalimantan Selatan 70714

Sekretariat Region Sulawesi Maluku : Dr. Heri Sonjaya
Perumahan Dosen Unhas Blok GB 72 Tamalanrea
Jl. Perintis Kemerdekaan Makassar, Sulawesi Selatan 90245
Atau
Gedung Pusat Kegiatan Penelitian (PKP) Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea
Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar Sulawesi Selatan 90245

Sekretariat Region Bali Nusa Tenggara dan Papua : Dr. Farid Hemon
Jl. Mawar 4 No. 121 Wisma Sweta Indah
Mataram, Nusa Tenggara Barat 83233

Paling lambat tanggal 15 Oktober 2011

4. Setiap pengiriman Panduan model diwajibkan melampirkan Surat Pernyataan Sumber penulisan yang ditandatangani
oleh penulis pertama (ketua) tanpa meterai.
PERSYARATAN DAN ATURAN PENYUSUNAN
Panduan Model Pemberdayaan Optimalisasi PLIK

B. Aturan Penulisan Panduan Model
Jumlah halaman yang diperkenankan adalah 15-30 halaman (terhitung dari pendahuluan sampai daftar pustaka, tidak termasuk CV penulis, halaman judul, halaman pengesahan, daftar isi dan daftar gambar).
Panduan model ditulis sesuai dengan format berikut yakni 1,5 spasi, marjin 4cm X 3cm X 3 cm X 3 cm, kertas A4 (80 gram), jenis huruf Times New Roman 12
Menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, dan jelas.
Bagian kelengkapan administratif yang meliputi halaman judul, nama/daftar anggota kelompok, halaman pengesahan, diberi nomor halaman menggunakan angka Romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya).

Bagian utama (panduan model) diberi nomor halaman menggunakan angka Arab (1,2, dst) yang dimulai dengan nomor halaman 1 (satu) dan diketik di sebelah kanan atas.

Tabel diberi judul dengan penomoran tabel sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul tabel ditulis di atas tabel dengan nomor tabel menggunakan angka Arab.

Gambar, baik dalam bentuk grafik maupun foto diberi judul dengan penomoran gambar sesuai dengan urutan kemunculannya dalam naskah. Judul gambar ditulis di bawah gambar dengan nomor gambar menggunakan angka Arab.

Penyebutan sumber pustaka dalam naskah serta penulisan daftar pustaka hendaknya mengikuti aturan penulisan yang berlaku, yaitu mengikuti HARDVARD style contoh:

DAFTAR PUSTAKA

Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), Second
Homes: Curse or Blessing? Oxford: Pergamon Pr. Hlm 210–237.

Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine.London: Yale Univ Press.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT DAPAT MENGIRIM PERTANYAAN MELALUI EMAIL KE ALAMAT:
optimalisasi.PLIK@gmail.com
atau
Bisa langsung comment di Note ini

Makasih

NB: Tolong sebarkan juga ke yang lain ya.

SEKILAS MENGENAI PLIK

Kemajuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT) menyediakan sarana yang cukup penting dalam membuka isolasi daerah melalui aliran informasi dan pengetahuan dengan jaringan telepon dan internet. Masyarakat dengan menggunakan sarana telepon dapat melakukan komunikasi tanpa harus melakukan perjalanan. Demikian juga dengan internet, masyarakat dapat mengakses informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber di seluruh belahan dunia sehingga “keterpisahan” secara fisik tidak membatasi ruang gerak pemikiran dalam memajukan perikehidupan masyarakat. Pada tahap yang lebih maju, internet dapat menjadi “penutup” jurang bagi para profesional, masyarakat desa dan produsen pertanian untuk memulai interaksi dan dialog. Hal ini akan menumbuhkan aliansi baru dan jejaring antar personal bersamaan dengan organisasi formal lainnya. Lebih dari itu, sarana komunikasi akan menumbuhkan mekanisme yang memungkinkan terjadinya artikulasi bottom-up dan berbagi informasi tentang kebutuhan dan pengetahuan lokal. Kemanfaatan primer yang diperoleh adalah peningkatan efisiensi sumberdaya pembangunan, mengurangi duplikasi kegiatan, mengurangi biaya komunikasi/transportasi, dan akses global terhadap informasi dan sumberdaya manusia.

Pemerintah Indonesia melalui pemenuhan Kewajiban Pelayanan Universal/ Universal Service Obligation (KPU/USO) di sektor telekomunikasi telah membangun fasilitas pelayanan telekomunikasi dan informasi perdesaan.
Kewajiban Pelayanan Universal (KPU) dituangkan didalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 32/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Penyediaan Kewajiban Pelayanan Universal Telekomunikasi dan 48/PER/M.KOMINFO/11/2009 tentang Penyediaan Jasa Akses Internet Kecamatan Pada Wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi Internet Kecamatan, dalam bentuk antara lain : Fasilitas yang telah dan akan terus dibangun menuju terwujudnya akses dan layanan telepon di 31.824 desa pada Tahun 2009, internet di 4.218 kecamatan pada Tahun 2010, dan akses internet di 31.824 desa pada Tahun 2013.

Keberadaan fasilitas internet melalui program Pusat Layanan Internet Kecamatan, secara maya, telah dapat memasukkan masyarakat dalam jaringan informasi global. Masyarakat mempunyai fasilitas untuk dapat mengakses dan memperoleh berbagai informasi, data, pengetahuan dan jejaring yang tak terbatas melalui komunikasi telepon dan internet. Operasional fasilitas internet diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, berlangsung secara kontiyu dan dapat berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

Oleh karena itu sangat diperlukan program pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan layanan jasa akses telekomunikasi KPU/USO ini dari segala aspek dengan melibatkan berbagai unsur yaitu : pemerintah, masyarakat, lembaga perguruan tinggi dan pihak swasta.
Salah satu bentuk kegiatan dalam rangka peningakatan operasional dan layanan fasilitas internet kecamatan adalah adanya kegiatan optimalisasi dan pemberdayaan layanan jasa akses telekomunikasi KPU/ USO melalui pengembangan konsep pendampingan oleh Perguruan Tinggi.