DPR Wacanakan Lepaskan Dikti Dari Kemdikbud
http://id.berita.yahoo.com/dpr-wacanakan-lepaskan-dikti-dari-kemdikbud-171610669.html

22 Oktober 2011
Jakarta (ANTARA) – DPR RI menyampaikan wacana untuk memisahkan pendidikan tinggi dari kementerian pendidikan dan kebudayaan dan menggabungkan jenjang pendidikan itu pada kementerian riset dan teknologi.Usulan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Rully Chairul Azwar usai puncak peringatan Hari Aksara Internasional di Jakarta, Jumat.

“Kami punya pemikiran lain, pendidikan tinggi harus dilepas dari kemendikbud, biar digabung dengan kementerian riset. Penggabungan kembali kebudayaan ke kementerian pendidikan membuat lembaga itu menjadi terlalu gemuk dan tugas yang ditanggung semakin berat,” kata Rully.

Urusan pendidikan tinggi sudah terkait dengan inovasi, motivasi, urusan teknologi sehingga layak bila dimasukkan pada Kemristek, sementara Kemdikbud cukup mengurusi hingga jenjang pendidikan menengah saja. “Sekarang ini bebannya bertambah sehingga tugas Kemdikbud bisa fokus pada memberikan ilmu dan karakter,” katanya.

DPR pernah mewacanakan ini dan masih akan dibicarakan dulu di era Kabinet Indonesia Bersatu II, kata politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Ia menambahkan, pendidikan karakter paling efektif diberikan pada generasi muda mulai SD, SMP hingga SMA. “Kalau sudah di mahasiswa itu sudah susah membentuk karakter, masa menjadi mahasiswa itu diisi dengan teknologi dan inovasi,” katanya.Menurut dia, jika ingin maju, maka pendidikan tinggi harus ditempatkan di Kemenristek, bukan Kemendiknas.

Menanggapi wacana DPR, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan pihaknya menghargai masukan yang disampaikan DPR terkait pelepasan Dikti dari kemendikbud.”Kami paham maksud kawan-kawan di DPR agar dikti lebih konsen ke riset dan penelitian dan bisa dimanfaatkan sebagai terapan,” ujar Mantan Rektor ITS Surabaya ini.Namun Nuh menegaskan, bahwa Dikti paling tepat berada di bawah kemendikbud. Agar segala urusan pendidikan dari bawah sampai atas tetap bisa terintegrasi menjadi satu.

Menurut Nuh, saat ini yang harus dilakukan justru memperkuat SDM, dan meningkatkan koordinasi yang lebih baik lagi dengan kementerian lain, terutama kemenristek. “Karena koordinasi antarkementerian juga tidak mudah,” tambahnya.

>>>

DPR Usulkan Dikti Gabung di Kemenristek
http://www.jpnn.com/read/2011/10/21/106256/DPR-Usulkan-Dikti-Gabung-di-Kemenristek-

Jum’at, 21 Oktober 2011 , 22:38:00
JAKARTA — Komisi X DPR yang membidangi pendidikan mengusulkan agar Pendidikan Tinggi digabung dengan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek). Sebab, urusan pendidikan tinggi sudah terkait dengan inovasi, motivasi, urusan teknologi.”DPR memang sudah pernah mewacanakan ini. Jika negara ingin maju, maka pendidikan tinggi harus ditempatkan di Kemenristek, bukan Kemendiknas ” tegas Wakil Ketua Komisi X, Rully Chairul Azwar usai membuka Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Ke-46 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Jumat (21/10).

…dst

DPR: Pendidikan Tinggi Seharusnya Diurus Kemristek
http://edukasi.kompas.com/read/2011/10/21/17193388/DPR.Pendidikan.Tinggi.Seharusnya.Diurus.Kemristek

Jumat, 21 Oktober 2011 | 17:19 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Rully Chairul Azwar mengatakan, urusan pendidikan tinggi seharusnya dilepas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menurutnya, pendidikan tinggi sebaiknya dibentuk kementerian sendiri atau digabung dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Rully mengungkapkan, hal itu dilontarkannya karena pendidikan tinggi sangat terkait dengan inovasi, motivasi, dan urusan teknologi. Baginya, kemajuan negara bisa dipercepat dengan mendorong pendidikan tinggi masuk ke dalam Kemristek.”Saya pernah mewacanakan ini kepada anggota DPR. Tapi saya rasa tidak bisa direalisasikan di pemerintahan sekarang,” katanya, Jumat (21/10/2011), di Jakarta. Rully berpendapat, Kemdikbud seyogianya hanya mengurus persoalan pendidikan hingga jenjang pendidikan menengah. Sebab, menurutnya, pada jenjang pendidikan itulah efektifitas pembentukan karakter bisa dilakukan.

…dst