1 ) 27% Program Studi PTS  di DIY Terancam Tutup
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/446619/
Saturday, 26 November 2011

YOGYAKARTA – Sebanyak 27% program studi (prodi) perguruan tinggi swasta (PTS) di DIY terancam tutup karena hingga akhir 2011 belum juga terakreditasi. Sesuai Undang- Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), semua prodi harus terakreditasi minimal C pada Mei 2012. Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) V DIY Kasiyarno mengatakan, data terakhir jumlah PTS yang masih aktif di DIY mencapai 112 PTS.Seluruh prodi yang ada di PTS ini mencapai 530 unit.Dari jumlah tersebut,baru 389 atau 73% prodi yang sudah terakreditasi. Sisanya, 141 atau 27% belum terakreditasi. Untuk mengantisipasi agar tidak ditutup,Aptisi segera melakukan komunikasi,pembinaan dan bimbingan terhadap prodi-prodi itu. “Banyaknya prodi PTS yang belum terakreditasi ini akan menjadi perhatian serius kami,” kata Kasiyarno, yang juga Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, kemarin. Menurut Kasiyarno, salah satu kendala belum semua prodi PTS terakreditasi adalah kurang cermatnya PTS mengumpulkan dokumentasi kegiatan di kampusnya, sehingga pemberkasan menjadi kurang lengkap. Padahal penerapan akreditasi semakin rumit dan detail. “Masalah ini yang menjadi tantangan bagi pengurus Aptisi periode ini,” ujar Ketua Aptisi DIY 2011–2015 ini.

…dst

2 ) 141 Program Studi PTS Yogyakarta Belum Diakreditasi
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/11/25/lv7ehw-141-program-studi-pts-yogyakarta-belum-diakreditasi

Jumat, 25 November 2011 13:39 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA — Hingga akhir tahun 2011 ini sedikitnya ada 141 program studi (Prodi) di perguruan tinggi swasta (PTS) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum terakreditasi. Padahal berdasarkan UU Sisdiknas, pada Mei 2012 mendatang seluruh prodi harus terakreditasi. “Kalau belum terakreditasi minimal C perguruan tinggi tidak boleh mengeluarkan ijazah,” terang Ketua assosiasi perguruan tinggi swasta (APTISI) Wilayah V Yogyakarta yang juga rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Jumat (25/5).
Menurutnya berdasarkan data terakhir jumlah PTS yang masih aktif di DIY mencapai 112 PTS. Seluruh prodi yang ada di PTS ini mencapai 530 prodi. Namun dari jumlah tersebut hampir 30 persen belum terakreditasi. “Ini beban berat bagi kami ke depan,” terangnya. Kasiyarno secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Aptisi DIY periode 2011-2015 pada musyawarah wilayah yang digelar, Rabu lalu di Yogyakarta. Musyawarah wilayah sendiri diikuti pimpinan 85 PTS di DIY. Meski semua pimpinan 112 PTS tidak hadir namun anggota musyawarah telah memenuhi kuorum.

…dst

3 ) 50% Prodi PTS di Sulawesi Terakreditasi
http://postkotamakassar.com/cerdik/akademika/240-50-prodi-pts-di-sulawesi-terakreditasi.html

Minggu, 21 Agustus 2011 00:00 (ini berita lama, just for reminding)
MAKASSAR — Dari sekitar 1.000 program studi (prodi) di PTS se-Sulawesi, hanya terdapat 50 persen yang telah terakreditasi. Hal itu diungkapkan Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi Basri Wello di Makassar beberapa hari lalu. Basri menghimbau agar masrayarakat selektif memilih perguruan tinggi swasta (PTS). Basri menambahkan, tak sedikit guna menarik minat calon mahasiswa baru, perguruan tinggi swasta tidak terbuka dalam memberikan informasi terkait program studi mereka . Guna menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan Basri menghimbau masyarakat untuk lebih selektif memilih program studi dan perguruan tinggi swasta, terutama menyangkut akreditasi prodi, kualitas dan kuantitas dosen serta sarana dan prasarana.”Pertama harus diperhatikan adalah akreditasi program studi yang dipilih. Harus ada kepastian bahwa prodi yang dipilih sudah terakreditasi A, B, atau C. Paling tidak sudah memiliki izin operasional dari Dikti melalui Kopertis.

…dst

4 ) Prof Seoungwon Lee: Bila Masyarakat Tak Bahagia, Itu Bukan Demokrasi
http://www.detiknews.com/read/2011/11/25/170043/1775892/10/prof-seoungwon-lee-bila-masyarakat-tak-bahagia-itu-bukan-demokrasi?n990102mainnews

Jumat, 25/11/2011 17:00 WIB
Jakarta – Banyak pakar mencoba mengartikan makna sesungguhnya dari demokrasi. Profesor Seoungwon Lee dari Universitas Sungkonghoe, Korea Selatan, mempunyai pendapat lain mengenai demokrasi. Menurutnya demokrasi bukanlah soal pemilu atau banyaknya parpol, namun menyangkut kebahagian masyarakat.”Demokrasi bukan soal pemilu, bukan soal partai mana yang menang atau kalah. Bukan pula soal siapa yang menjadi presiden. Tapi demokrasi adalah simbol kehidupan, kebahagiaan, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan yang harus bisa didapatkan oleh masyarakat. Kalau masyarakat tidak bahagia berarti itu buka demokrasi,” kata Lee. Hal itu disampaikannya dalam seminar bertajuk (De)Monopolization of Democrazy in Asia: Cases of Indonesia, The Philippines, and South Korea, di Auditorium AJB Fisip Universitas Indonesia, Depok, Jumat (25/11/2011).

…dst

5 ) Pemerintah Akan Ambil Alih Kasus Universitas Indonesia
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/25/11380220/Pemerintah.Akan.Ambil.Alih.Kasus.Universitas.Indonesia

Jumat, 25 November 2011 | 11:38 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan mengambil alih penyelesaian persoalan di Universitas Indonesia apabila polemik antara Majelis Wali Amanat dan Rektor tidak kunjung selesai hingga akhir Desember mendatang. Sampai saat ini pemerintah masih memberikan kesempatan kepada Universitas Indonesia untuk menyelesaikan persoalan secara internal. Hal itu ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Jumat (25/11/2011), seusai upacara peringatan Hari Guru Nasional tahun 2011, di Jakarta. “Kepemimpinan Majelis Wali Amanat (MWA) selesai 12 Januari mendatang. Jika sampai saat itu belum juga ada keputusan, kami harus bertanggungjawab mengambil alih kasus itu. Nanti kami yang akan menentukan,” kata Nuh. Nuh menegaskan pihaknya tidak akan lepas tangan dari persoalan UI karena tidak boleh ada kevakuman dari sisi tata kelola pemerintahan. Ia mengaku masih menghargai proses internal UI karena menghargai dan menghormati UI sebagai entitas otonomi yang memiliki keleluasaan untuk membuat keputusan sendiri.

…dst

5 ) UI Gelar Simposium Penerjemahan
http://edukasi.kompas.com/read/2011/11/25/17425580/UI.Gelar.Simposium.Penerjemahan

Jumat, 25 November 2011 | 17:42 WIB
DEPOK, KOMPAS.com — Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) akan menyelenggarakan International Translation Symposium Sabtu (26/11/2011). Simposium ini rencananya berlangsung di Auditorium Gedung IX FIB UI, Kampus Depok, Jawa Barat, mulai pukul 09.00. Panitia mengundang pakar analisis wacana dan semiotik UI Prof Dr Benny Hoed yang menjadi keynote speech. Adapun pembicara yang rencananya hadir, antara lain, Prof Dr Barry Turner dari The Royal Melbourne Institute of Technology, Australia, Prof Dr Andrew Goatly dari Lingnan University, Hongkong, dan Prof Dr Francoise Massardier-Kenney dari Kent State University, Amerika Serikat.

…dst

6 ) IPB dan IMZ Gelar Workshop Penulisan Kemanusiaan
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/11/11/25/lv7x60-ipb-dan-imz-gelar-workshop-penulisan-kemanusiaan

Jumat, 25 November 2011 20:22 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Institut Pertanian Bogor bekerja sama dengan Indonesia Magnifience of Zakat (IMZ) –anak cabang Dompet Dhuafa– dan Bank Permata menggelar seminar dan workshop penulisan bertemakan kemanusiaan “HUMANS” (Humanity by Words), Sabtu (19/11) lalu. Acara yang digelar di Gedung Kuliah A Fakultas Pertanian IPB ini dihadiri sekitar 170 mahasiswa IPB. “Antusiasme mahasiswa IPB sangat besar sehingga jumlah pendaftar melebihi kapasitas yang ada. Panitia sempat kewalahan untuk masalah registrasi, karena registrasi hanya dilakukan via sms sehingga tidak kepastian datang atau tidak. Kami pun bingung harus mendahulukan yang mana,” tutur salah satu panitia, Igbal, dalam sebuah rilis. Ia mengatakan ketika merencanakan kegiatan ini, kampus yang pertama kali terlintas adalah IPB karena kampus ini lumbung para aktivis, terutama aktivis zakat dan kemanusiaan. “Lebih dari itu, para pembicara dan BANK Permata syariah menaruh perhatian besar kepada IPB karena IPB memiliki antusiasme tinggi dalam dunia jurnalisme, dan itu terbukti benar,” lanjut Iqbal yang merupakan perwakilan IMZ ini.

…dst

7 ) Ke Eropa Rektor unsrat Sukses Galang kerjasama penelitian
http://cahayamanado.com/2011/11/24/ke-eropa-rektor-unsrat-sukses-galang-kerjasama-penelitian/

24 November 2011
CAHAYAMANADO – Perjalanan dinas Rektor Unsrat dan rombongan ke Denmark dan disambut resmi oleh Direktur Natural Museum Denmark, Dr. Morten Meldgaard, dan Direktur Bidang Sains Prof. Reinhardt M. Kristensen, beserta dengan staf peneliti yang dimilik …cut… Kerjasama akan segera dimulai dengan akan dilaksanakannya beberapa kegiatan yang telah direncanakan untuk tahun 2012, antara lain, adalah kegiatan penelitian bersama yang akan diikuti oleh publikasi bersama di mana pada bulan Mei 2012, para peneliti dari NHMD-Universitas Kopenhagen akan melakukan penelitian bersama dengan para peneliti Unsrat.

…dst

8 ) Peneliti: air laut dalam berpotensi layak konsumsi
http://www.antaranews.com/berita/286432/peneliti-air-laut-dalam-berpotensi-layak-konsumsi

Jumat, 25 November 2011 22:15 WIB
Bogor (ANTARA News) – Peneliti Institut Pertanian Bogor menyatakan bahwa air laut dalam berpotensi menjadi sumber air yang layak dikonsumsi. Menurut keterangan tertulis Humas IPB di Bogor, Jumat, peneliti tersebut adalah Prof Bonar P Pasaribu, Dr Djisman M, dan Dr Jonson L Gaol yang merupakan peneliti dalam eksplorasi dan eksploitasi air laut dalam (ALD) di Indonesia. Saat memaparkan penelitiannya, Jonson L Gaol menyatakan bahwa bumi, planet tempat manusia hidup, sering dijuluki sebagai planet air. Julukan itu diberikan, karena bumi adalah planet yang memiliki air hingga 70 persen di permukaannya. Hanya saja, kata dia, yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan melimpahnya air tersebut bisa memenuhi kebutuhan manusia hingga “tak terbatas”. “Karena itu, harus dicari alternatif sumber-sumber air layak konsumsi. Mengingat saat ini pencemaran lingkungan dan alih fungsi lahan yang menyebabkan kekeringan, mengakibatkan air berkurang dan kurang layak konsumsi,” katanya. Menurut dia, penelitian yang dilakukan timnya bisa dijadikan sebagai alternatif sumber-sumber air layak konsumsi selain di darat.

…dst

9 ) Mahasiswa ITS Ciptakan Sumber Energi dari Urine
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/24/372/533908/mahasiswa-its-ciptakan-sumber-energi-dari-urine

Jum’at, 25 November 2011 09:02 wib
JAKARTA – Terbatasnya sumber daya alam (SDA) yang dapat diperbarui memaksa manusia menciptakan alternatif lain sebagai bahan baku energi. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) mampu menghasilkan sumber energi dari limbah, salah satunya adalah urine atau air seni. Sumber tenaga terbarukan ini merupakan hasil karya tiga mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Fajar Mardhi Hutama, Angga Pradikta Cahyono Purba, dan Teguh Saputra menamakan temuan mereka dengan Amonia Fuel Cell (AFC). Fajar menuturkan, ide tersebut muncul karena terinspirasi dari seniornya yang membuat karya dengan konsep elektrolis air. Setelah mencari pada sejumlah literatur, mereka menemukan elektrolis amonia memiliki keunggulan dibandingkan elektrolis air. “Selain amonia melimpah di alam, penggunaan amonia juga membantu mengurangi pencemaran amonia di alam ini. Urine pun menjadi pilihan karena memiliki kandungan amonia yang cukup besar,” ujar Fajar seperti dikutip dari ITS online, Jumat (25/11/2011).

…dst

10 ) Brunei tawarkan 300 beasiswa kepada warga Indonesia
http://www.antaranews.com/berita/286425/brunei-tawarkan-300-beasiswa-kepada-warga-indonesia

Jumat, 25 November 2011 20:56 WIB
Gorontalo (ANTARA News) – Kerajaan Brunei Darussalam menawarkan 300 beasiswa kepada pelajar asing, termasuk Indonesia, untuk belajar di negeri serumpun itu. Hal itu diungkapkan oleh Deputi Rektor Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, Dr H Aminuddin Alam Shah bin Pangiran Anak Haji Ismail, sesaat setelah penandatanganan MoU antara UNISSA dengan IAIN Sultan Amai Gorontalo, Jumat. “Saat ini sekitar 900-an mahasiswa asing yang belajar di Brunei Darussalam dengan beasiswa dari Kerajaan,” ujarnya. Beasiswa yang ditawarkan mulai tingkat sarjana muda (setingkat S-1), Sarjana Lanjut (setingkat S2), dan tingkat Doktoral (S3) di semua perguruan tinggi di Brunei. “Beasiswa meliputi biaya studi (tuition fee), biaya hidup (living cost), asuransi kesehatan, dan transportasi dari negara asal ke Brunei,” jelasnya. Untuk mengajukan beasiswa pelamar bisa mengambil borang di Kedutaan Besar Brunei di Jakarta atau mengunduhnya melalui web Kementerian Hal Ehwal Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam. “Untuk UNISSA ada empat fakultas, tiga di antaranya menggunakan pengantar Bahasa Arab, dan satu Bahasa Inggris,” katanya.

…dst

11 ) UNESCO Bahas Saman Indonesia
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/26/167795/UNESCO-Bahas-Saman-Indonesia

26 November 2011
JAKARTA – Lebih dari 80 nomine termasuk Saman dari Indonesia, Fado dari Portugal, dan music Mariachi dari Mexico dibahas Komite 24 Negara termasuk Indonesia, untuk dipertimbangkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Sidang di Nusa Dua Bali, 22-29 November 2011, dibuka Menko Kesra Agung Laksono. Siaran pers yang diterima menyebutkan Direktur Jenderal UNESCO Madame Irina Bokova didampingi tokoh penting menyebutkan ada sejumlah warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang layak masuk nominasi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan, warisan Budaya Tak Benda Indonesia ada yang sudah terdaftar, di antaranya wayang, keris, batik, dan angklung.

…dst

12 ) Hari Guru Nasional ke-66
Kompetensi Guru Jadi Prioritas
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/446550/

Saturday, 26 November 2011
JAKARTA– Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), akan memprioritaskan perbaikan guru dalam bidang kompetensi, profesionalitas, dan distribusi. Janji ini dilontarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat menghadiri Peringatan Hari Guru di Jakarta kemarin. Mendikbud menjelaskan, Kemendikbud akan melakukan pengaderan guru, di mana para calon guru harus menjalani pendidikan di perguruan tinggi untuk meraih gelar sarjana (S-1) agar mutunya terjamin dengan baik.Para guru, ujarnya, juga akan diasramakan saat semester tujuh untuk memperoleh pendidikan karakter dan mengolah kepribadian. Untuk menguji profesionalitas, ungkap mantan Menkominfo ini, para calon guru itu akan dikirim ke daerah terpencil, perbatasan, ataupun daerah yang rasio gurunya masih sedikit. Hal ini agar mereka teruji kemampuannya dan terasah rasa kemanusiaannya di daerah-daerah yang masih minim fasilitas tersebut. “Bagi mereka, kami akan berikan hadiah yakni akan langsung tersertifikasi dan bukan hanya mendapat gelar sarjana,” tegas Nuh di Gedung Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

…dst

13 ) 3.500 Sarjana Pendidikan Untuk Daerah Terluar
http://www.jpnn.com/read/2011/11/25/109121/3.500-Sarjana-Pendidikan-Untuk-Daerah-Terluar-

Jum’at, 25 November 2011 , 13:24:00
JAKARTA—Untuk meningkatkan kualifikasi guru sekaligus pemerataan guru ke daerah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh memfokuskan pada daerah terluar, terdepan dan tertinggal. Tak hanya itu, Nuh juga memulai program, Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal. (SM3T). “Dengan adanya program ini, maka tahun 2011 ini kita akan merekrut 3500 sarjana pendidikan untuk mendidik di daerah 3T. Nantinya mereka yang akan membantu mengatasai permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik di daerah 3T,” ujar Nuh usai upacara pringatan Hari Guru Nasional tahun 2011 di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (25/11). Tujuan lainnya, terang Nuh, pemerintah ingin menyiapkan calon pendidik yang memiliki jiwa sebagai pendidik professional yang cinta tanah air, bela negara dan peduli. Namun yang terpenting terampil memecahkan masalah kependidikan dan bertanggung jawab dalam mengembangkan pendidikan di daerah 3T.

…dst

14 ) Inilah Masalah yang Dihadapi Guru se-Indonesia
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/25/373/534094/inilah-masalah-yang-dihadapi-guru-se-indonesia

Jum’at, 25 November 2011 12:44 wib
JAKARTA – Sudah menjadi pengetahuan umum jika guru di Indonesia menghadapi sejumlah masalah. Dilematika guru begitu banyak dari masalah profesionalisme hingga kesejahteraan. Ketua PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo memaparkan sejumlah isu yang dihadapi guru saat ini mencakup jumlah dan distribusi guru, kualitas, kompetisi, kualifikasi, kesejahteraan, hingga perlindungan bagi para guru. Saat ini ada sekira 2,7 juta guru di Indonesia. Jumlah ini, kata Sulistiyo, sudah cukup jika dibandingkan dengan jumlah sekolah. “Namun, cukupnya jumlah guru ternyata tidak sebanding dengan penyebarannya. Sehingga butuh regulasi dan kewenangan untuk mendistribusikan guru,” kata Sulistiyo dalam Seminar Internasional Profesionalisme Guru 2011 di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2011). Sulistiyo juga menyoroti kualitas guru. Dia berharap, kualityas para guru bisa meningkat. Terutama mereka yang telah disertifikasi, dan menerima tujangan profesi. Di Hari Guru ini, Sulistiyo juga berharap adanya insiatif guru mengintrospeksi diri.

…dst

15 ) PGRI Minta Pemerintah Tetapkan Standar Gaji Guru
http://kampus.okezone.com/read/2011/11/25/373/534088/pgri-minta-pemerintah-tetapkan-standar-gaji-guru

Jum’at, 25 November 2011 12:02 wib
JAKARTA – Begitu banyak masalah yang dihadapi guru se-Indonesia, terutama mengenai kesejahteraan guru. Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistyo pun meminta pemerintah untuk menetapkan standar gaji guru. “Hal tersebut agar adanya keadilan bagi guru honorer baik di swasta dan di sekolah negeri,” kata Sulistyo, pada Seminar Internasional Profesionalisme Guru 2011, di Hotel Milenium, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2011). Menurut Sulistiyo, pemerintah harus menetapkan standar gaji guru agar kejelasan terhadap kesejahteraan guru di setiap daerah bisa dipenuhi.

…dst

16 ) Surat Edaran Bersifat Peringatan
Tak Ada Pumutusan Tunjangan
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/26/167793/Surat-Edaran-Bersifat-Peringatan

26 November 2011
JAKARTA – Surat edaran bernomor 088209/A.C5/KP/2011 yang dikeluarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diakui sebagai sebuah peringatan. Tujuannya agar proses pengangkatan dan pemberian sertifikasi kepada guru sesuai dengan aturan dan prosedur yang ditetapkan. Sekjen Kemdikbud Ainun Na’im menjelaskan, maksud diedarkan surat tersebut agar proses sertifikasi guru dapat berjalan sesuai dengan aturan yang ada, yakni Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Pasalnya, jika proses tersebut tidak berlaku sesuai dengan aturan yang berlaku, dapat berdampak pada anggaran negara yang akan dikeluarkan. “Surat edaran ini hanya mengingatkan. Kalau tidak mengikuti aturan itu kan berarti tidak benar. Padahal, itu ada implikasi dengan dana (anggaran sertifikasi). Maka, perlu kehati-hatian dalam memberi tunjangan profesi,” ujarnya di Gedung Kemdikbud, Jumat (25/11). Dia mengatakan, surat tersebut telah diedarkan ke daerah-daerah sejak sebulan yang lalu. Menurutnya, surat itu sebagai langkah antisipasi terjadinya kesalahan atau kekeliruan dalam proses pemberian tunjangan profesi guru. “Kami ingin proses peningkatan kualitas guru berjalan baik. Kan tidak fair jika guru yang tidak memenuhi syarat sertifikasi kemudian mendapatkan tunjangan yang sama dengan yang mendapatkan sertifikasi,” ungkap Ainun Na’im. Dia menegaskan, surat tersebut sama sekali tidak memiliki maksud untuk memutus pemberian tunjangan profesi kepada sejumlah pihak. “Tapi, kalau ada yang tidak betul, itu baru dikoreksi. Ini hanya untuk kehati-hatian,” imbuhnya.

…dst

17 ) Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) Dihentikan
http://www.pikiran-rakyat.com/node/166934

Jumat, 25/11/2011 – 18:02
KARAWANG, (PRLM).- Nasib Guru Tidak Tetap (GTT) atau guru honorer emakin terpuruk. Pasalnya Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) yang selama ini menjadi pendapatan bagi guru honorer dihapuskan. Bahkan, hal serupa juga dialami guru honorer swasta. “Dari surat edaran yang ditandatangani Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian Pendidikan, TPP dihapuskan untuk guru honorer sekolah negeri maupun swasta,” ucap Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Karawang, Deden Tosin, Jumat (25/11). Deden mengatakan masih belum melakukan tindakan lebih lanjut mengenai surat edaran tersebut. Pasalnya, Disdikpora akan melakukan pendekatan dengan melakukan sosialisasi kepada guru honorer.”Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena anggaran TPP ‘kan juga dari pusat. Untuk meredam konflik dengan penghentian TPP ini kami lakukan pendekatan terlebih dahulu,” tuturnya. Tidak hanya itu, kata Deden, penghentian TPP juga berlaku bagi guru yang dikemudian hari dinilai melanggar kode etik guru atau “nakal”.

…dst

18 ) Guru Terbagi Lima Jenis, Pendapatan Beda
http://www.jpnn.com/read/2011/11/25/109155/Guru-Terbagi-Lima-Jenis,-Pendapatan-Beda-

Jum’at, 25 November 2011 , 22:04:00
JAKARTA–Penggolongan guru menjadi lima jenis menunjukkan Pemerintah masih bersikap diskriminatif terhadap guru. Pasalnya, penggolongan guru punya konsekuensi perbedaan pendapatan, tunjangan, dan fasilitas yang diterima oleh guru. Anggota Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar menyebutkan, berdasarkan data yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Kemdiknas tahun 2010, pemerintah menggolongkan guru. Yakni, Guru PNS, Guru Bantu, Guru Honor Daerah, Guru Tetap Yayasan, dan Guru Tidak Tetap. “Penggolongan inilah yang berakibat pada perbedaan pendapatan, tunjangan, dan fasilitas yang mereka terima,” ungkap Raihan di Jakarta, Jumat (25/11). Secara kontras, lanjut Raihan, guru tidak tetap (honorer) hanya mendapatkan honor dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang besarnya bervariasi mulai dari Rp 200 ribu/bulan sampai Rp500 ribu/bulan. Guru honorer pun sangat sulit memperoleh kesempatan untuk mengikuti program sertifikasi, apalagi mendapatkan maslahat tambahan, sebagaimana yang diperoleh guru tetap atau guru PNS. “Padahal, tugas yang dilakukan oleh para guru tidaklah berbeda. Bahkan, banyak sekali kasus dimana tugas yang seharusnya dikerjakan oleh guru tetap, justru dilakukan oleh guru honorer. Inilah perlakuan yang diskriminatif. Pemerintah belum sepenuhnya menempatkan guru sebagai tenaga professional,” jelasnya

…dst

19 ) Ini Daftar Kopi plus Bahan Kimia Obat
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/11/26/279248/293/14/Ini-Daftar-Kopi-plus-Bahan-Kimia-Obat

Sabtu, 26 November 2011 00:36 WIB
JAKARTA–MICOM: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 22 produk kopi dalam kemasan yang positiF mengandung bahan kimia obat berbahaya (BKO). Ke-22 produk kopi tersebut adalah 39 Sa Kao 3 in 1 Kopi Mix Plus Ekstrak Jahe, 39 Sa Kao Kopi Mix Ginseng Korea 3 in 1, Bel-Bel Kopi Susu Ekstra produksi PT.Mandala Cahaya Sentosa, Black Borneo Platinum Coffee produksi PT Victoabel Food Industry, Dream Coffee produksi PT Mandala Cahaya Sentosa-Sidoarjo dan PT International Green Natural, Dynamic Coffee/Dynamic Coffee Nusantara/Dynamic Tribulus Coffee produksi PT Daya Dinamika Nusantara/ PT Aimfood Indonesia dan kopi bermerek Golden Life.

…dst

20 ) Sekilas dalam Negeri
Pendidikan
Sembilan Guru Raih Anugrah Konstitusi
Papua
70 Tentara AS Disebut Bekerja di PT Freeport
Papua Jadi Bagian Kepentingan AS, RI Jangan Diam
Dibuka, Pos Pengumpulan Aspirasi Dialog Papua
Batam
Batam Siaga Satu
Kasus Kemnakertrans
Disebut Terima Rp 2 Miliar, Muhaimin Enggan Berkomentar
Forum Sekda
Anggaran Tiada, Pemerintahan Dinilai Bias
Sekda Minta Naik Eselon
Ormas di Indonesia
Ada 15.000 Ormas di Indonesia
Verfikasi Parpol, Kemenkumham Tolak Disebut Langgar UU
Sekilas Luar Negeri
Menyambut Bayi ke-7 Miliar
Dunia Menunggu Kelahiran Bayi ke-7 Miliar, Sekjen PBB Pusing
Suriah
Suriah abaikan ultimatum Liga Arab
PBB Siap Bantu Misi Perdamaian Arab untuk Suriah
Militer gerilyawan minta serangan udara asing di Suriah
Libya
Diancam Bunuh, Eks PM Libya Batal ke Sidang
Jaksa ICC: persidangan Seif Al-Islam bisa dilakukan di Libya
Mesir
Militer Mesir Tolak Tuntutan Demonstran
Ganzouri Jadi PM Baru Mesir
Filipina
Arroyo MInta Dijadikan Tahanan Rumah