Muatan Lokal menjadi Akar Pendirian Akademi Komunitas

http://www.dikti.go.id/

Written by layanan informasi

Tuesday, 29 November 2011 11:36Bandung, 29 November 2011–Direktorat Jenderal Pendididikan Tinggi menggelar Focus Group Discussion(FGD) terkait rencana pendirian akademi komunitas di wilayah Indonesia bagian tengah.

Diskusi yang sistematis dan terarah ini berfungsi sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan terkait pendirian dan pengembangan akademi komunitas.  Para peserta yang berasal dari politeknik dan SMK selanjutnya akan melakukan penelitian di daerah asalnya. Penelitian inilah yang nantinya menjadi acuan pendirian akademi komunitas

Responden dalam penelitian ini diantaranya Bappeda, Kemdikbud Kab/Kota, camat, kepala desa, LSM, guru, kepala sekolah, pelaku usaha, Dinas dan pihak terkait lainnya baik di kabupaten maupun kota. Ada beberapa instrumen yang menjadi kunci keberbasilan penelitian. Diantaranya riset menyeluruh terkait potensi sumber daya manusia dan alam, pendapat responden mengenai jenjang pendidikan D1 dan D2 serta peran pendidikan tambahan tersebut.

Instrumen yang tak kalah penting dalam peneiltian tersebut adalah riset terkait kebijakan pengembangan pendidikan di tingkat kabupaten dan kondisi eksisting pendidikan. Penilaian stakeholder terhadap permasalahan pengangguran dan pendapat mereka terhadap pendirian akademi komunitas juga dapat menjadi acuan dalam pembangunan akademi komunitas.  Namun, pemerintah juga tak boleh lengah terhadap permasalahan yang mungkin timbul dan kondisi sosial demografis dan potensi lokal serta kesiapan daerah.

Tujuan penelitian sosial ini adalah untuk memahami realitas sosial. Keberhasilan penelitian bergantung pada kredibilitas pewawancara dan responden, situasi saat wawancara berlangsung serta bobot pertanyaan. Dengan terkumpulnya pendapat masyarakat lokal, diharapkan pendirian akademi komunitas sesuai dengan kubutuhan daerah dan mampu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK). Selain itu, akademi komunitas juga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran di Indonesia.