Budaya Kewirausahaan di Kampus

Written by Layanan Informasi

http://www.dikti.go.id/

Wednesday, 07 December 2011 10:53
Jakarta, 6 Desember 2011–Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi bekerjasama dengan Bank Mandiri kembali menggelar National Lecturer Series Modul Kewirausahaan dengan tema Langkah Pasti Membangun Negeri.

National Lecturer Series ke Empat ini menghadirkan Direktur Corporate Banking Mandiri Fransisca N. Mok, CEO Garuda Food Group Sudhamek AWS dan Kasubdit Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Widyo Winarso sebagai narasumber.

National Lecturer Series ini merupakan seri penutup dari empat seri yang digelar. National Lecturer yang berlangsung di gedung D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini dihadiri oleh mahasiswa dan dosen dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta seperti Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Yarsi dan Universitas Multimedia Nusantara. Melalui sarana video conference, mahasiswa dan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di beberapa kota di Indonesia juga turut menyaksikan paparan dari tiga narasumber .

Peranan “Bapak Angkat” dalam membina pengusaha muda merupakan salah satu strategi kewirausahaan bagi mahasiswa yang di sarankan oleh Fransisca. Dengan adanya “Bapak Angkat”, pengusaha muda yang mayoritas berasal dari mahasiswa dan alumni dapat meminimalisir resiko dalam menjalankan usaha baru mereka. Fransisca menambahkan bahwa, hampir disetiap negara maju, mahasiswa dan alumni yang menjadi pengusaha muda memiliki peranan besar dalam menggerakan ekonomi negara. Dalam kesempatan ini Fransisca juga menyatakan bahwa Bank Mandiri melalui program Corporate Social Responsibility membantu bibit-bibit entrepreneur muda melalui berbagai program seperti Beasiswa Wirausaha, Program Binaan, dan program lainnya yang ditujukan untuk meningkatkan antusiasme mahasiswa untuk berwirausaha.

“All start is difficult” inilah pesan yang disampaikan CEO Garuda Food Group dalam Lecturer Series kali ini. Untuk memulai suatu usaha adalah tidak mudah, butuh ketelitian melihat peluang, keberanian menangkap peluang dan kemampuan mentransformasi peluang menjadi sesuatu yang nyata. Sudhamek menjelaskan bahwa sebuah usaha yang sukses berasal dari Business Idea yang baik. Business Idea adalah spirit untuk menciptakan yang tidak ada menjadi sesuatu yang luar biasa.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi telah merancang grand design pengembangan budaya kewirausahaan di kalangan mahasiswa/kampus sejak tahun 1997-1999. Menurut Widyo, Kemdikbud melalui Ditjen Pendidikan Tinggi sangat mendukung perkembangan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan alumni serta dosen. Dukungan ini diberikan baik dari pengembangan kurikulum/kuliah kewirausahaan di kampus, kuliah kerja terpadu, program hibah bagi wirausaha baru/muda maupun unit pendukungnya. Ke depan diharapkan agar kuliah/kurikulum program mahasiswa wirausaha tidak lagi diberikan pada semester akhir, namun dapat diberikan pada semester awal; bahkan diperkenalkan ketika pengenalan kampus sehingga jiwa wirausaha mahasiswa dapat dikembangkan sejak dini.