1 ) Kemdikbud Realisasi Sumbangan 10 Juta Dollar AS ke UNESCO
http://www.kemdiknas.go.id/kemdiknas/berita/277

03/05/2012
Paris – Sumbangan sebesar 10 juta dollar AS dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk UNESCO dibagi dalam dua termin penyerahan. Penyerahan pertama sebesar 6 juta dollar AS untuk kepentingan dana darurat, yang dimaksudkan untuk menutupi kekurangan dana UNESCO yang cukup besar. Seperti diketahui, akibat masuknya Palestina sebagai anggota UNESCO, Amerika Serikat dan Israel menarik sumbangannya ke UNESCO. Konsekuensinya, UNESCO kekurangan dana sebesar 72 juta dollar AS. Untuk menutupi kekurangan dana ini, selain melakukan efisiensi dan prioritasisasi program, UNESCO aktif melakukan penggalangan dana, melalui dana darurat.Termin kedua dari komitmen 10 juta dollar AS akan disampaikan tahun depan, dikhususkan sebagai dana bagi fund-in-trust, atau dana kepercayaan, di mana pengelolaan dananya dilakukan secara bersama antara Kemendikbud dengan UNESCO, termasuk program-program yang akan didanai. Sementara dana darurat, pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada UNESCO.

…dst

2 ) Semakin Pede Jalankan Aturan Publikasi Karya Ilmiah
Setelah Muncul Kasus Plagiat Tiga Calon Guru Besar UPI
http://www.jpnn.com/read/2012/03/06/119668/Semakin-Pede-Jalankan-Aturan-Publikasi-Karya-Ilmiah-

Selasa, 06 Maret 2012 , 09:51:00
JAKARTA – Di tengah gelombang penolakan terhadap aturan publikasi karya ilmiah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapatkan suntikan semangat. Ini menyusul ditemukannya praktek plagiat yang dilakukan tiga dosen calon guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ketiga dosen calon guru besar UPI yang ditetapkan tersangkut urusan plagiat adalah Cep, Her, dan Len. Ketiganya dari disiplin ilmu yang berbeda-beda. Mendikbud Muhammad Nuh meminta dosen calon guru besar yang telah ditetapkan oleh kampus terbukti bersalah, harus diberikan sanksi yang seberat-beratnya.
“Jika ada sanksi minimal dan maksimalnya, langsung jatuhi sanksi maksimal. Biar jera,” kata dia di Jakarta, Senin (5/3). Nuh menjelaskan, khusus kasus plagiat pemberian hukuman atau sanksi menjadi tanggung jawab kampus. Sebab, kasus ini masuk kategori kejahatan intelektual yang manabrak norma akademik. Sebaliknya jika kejahatan menyangkut urusan duit dan tindak kriminal lainnya, baru diproses aparat penegak hukum.

…dst

2 ) Sanksi Terberat bagi Plagiator
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/08284055/Sanksi.Terberat.bagi.Plagiator

Selasa, 6 Maret 2012 | 08:28 WIB
Jakarta, Kompas – Pemerintah mendesak perguruan tinggi memberi sanksi berat kepada pelaku plagiasi. Hal itu diharapkan akan memberikan efek jera terhadap pelanggar norma akademik. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Senin (5/3), di Jakarta. “Perguruan tinggi harus menegakkan hukum. Kredibilitas perguruan tinggi bergantung pada itu,” kata Nuh. Ia mengakui, tim evaluasi atau penilai angka kredit kurang teliti sehingga masih ada kasus plagiasi yang nyaris lolos. Ia mendorong tim di Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi lebih teliti. “Pemeriksaan dan rekomendasi final ada di saya. Saya periksa dokumen-dokumen pengangkatan guru besar. Beberapa kali saya temukan ada yang tidak cocok. Jika ada yang mengganjal, saya meminta Dirjen Dikti periksa lagi,” kata Nuh. Selain itu, perlu juga sistem informasi terbuka agar tiap karya ilmiah bisa dilihat publik. Di situ pentingnya publikasi karya ilmiah di jurnal.

…dst

3 ) Plagiator Sulit Dijerat secara Hukum?
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/08510244/Plagiator.Sulit.Dijerat.secara.Hukum

Selasa, 6 Maret 2012 | 08:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, praktik plagiat telah menabrak norma-norma akademik yang berlaku. Ia mengungkapkan, populasi guru besar di Indonesia saat ini cenderung meningkat secara signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hal ini menyebabkan adanya kesulitan dalam kurun waktu tersebut mendeteksi telah terjadi praktik plagiarisme atau tidak. Hal ini diungkapkannya, merespons adanya dugaan plagiarisme oleh tiga calon guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.  Nuh melanjutkan, pelaku plagiarisme tidak bisa dijerat secara hukum dengan undang-undang yang ada. Pasalnya, menurut dia, mereka hanya melanggar norma-norma akademik yang penyelesaiannya diserahkan kepada perguruan tinggi sebagai pemegang statuta.

…dst

4 ) Tangkal Plagiarisme dengan Transparansi Keilmuan, Efektifkah?
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/08243643/Tangkal.Plagiarisme.dengan.Transparansi.Keilmuan.Efektifkah

Selasa, 6 Maret 2012 | 08:24 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, untuk mengurangi plagiarisme dibutuhkan transparansi dalam dunia pendidikan. Transparansi keilmuan merupakan syarat agar terciptanya akuntabilitas pendidikan.Oleh karena itu, kata Nuh, publikasi karya ilmiah menjadi penting sebagai wujud transparansi dari produk-produk ilmu pengetahuan.”Korupsi yang terjadi juga kan karena tidak adanya transparansi,” kata Nuh, Senin (5/3/2012) malam, di Gedung Kemdikbud, Jakarta.Ia mengakui, ada kesulitan untuk mendeteksi apakah sebuah karya tulis ilmiah terindikasi plagiarisme atau tidak. Akan tetapi, hal itu akan lebih mudah jika karya tulis ilmiah itu menggunakan sumber yang bersifat terbuka, dalam arti bisa diakses oleh siapa saja.

…dst

5 ) Satu Lagi Kasus Plagiat di Bandung
http://www.tempo.co/read/news/2012/03/05/079388081/Satu-Lagi-Kasus-Plagiat-di-Bandung

SENIN, 05 MARET 2012 | 14:18 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Kasus plagiarisme oleh kalangan doktor yang ingin jadi guru besar tak hanya terjadi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Universitas Padjadjaran mengaku karya disertasi seorang dosennya juga dijiplak oleh seorang calon guru besar dari kampus lain. “Itu dosen tetangga Unpad, tapi bukan dari UPI seperti ramai dugaan sebelumnya,” kata Asisten Direktur I Pascasarjana Unpad, Engkus Kuswarno, kepada Tempo, Senin, 5 Maret 2012.Sepekan lalu, kata Engkus, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi meminta dirinya memeriksa sebuah judul dan subjudul jurnal ilmiah seorang dosen sebagai pengajuan menjadi guru besar. Namun Dikti tidak menyertakan nama dan asal kampus dosen tersebut.Ternyata hasilnya ada kesamaan persis dengan disertasi doktor dari Unpad buatan 2008. “Disertasinya tentang pemerintahan. Sama 100 persen dari judul dan 99 persen dari abstrak,” ujarnya. Begitu pula lokasi kajiannya, yaitu tentang pemerintahan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

…dst

6 ) Potensi Plagiarisme Ada di Semua Kampus
http://www.pikiran-rakyat.com/node/179455

Senin, 05/03/2012 – 18:23
BANDUNG,(PRLM).- Aksi jiplak-menjiplak atau plagiarisme memang sudah terjadi sejak lama. Bahkan beberapa pihak menduga di hampir semua kampus potensi plagiarisme selalu ada. Salah satu yang dicurigai menjadi pabrik plagiasi karya tulis adalah jasa pengetikan dan bantuan penulisan skripsi, tesis, atau disertasi yang biasanya berlokasi di sekitar kampus. Di hampir semua kampus, jasa-jasa semacam ini selalu ada. Bukan hanya yang menetap dengan membuka kios, namun juga layanan jasa yang tersembunyi dan dikenal dari mulut ke mulut. Ditemui di salah satu kios jasa pengetikan, penerjemahan, skripsi, tesisi, dan disertasi di salah satu kawasan pendidikan Kota Bandung, salah seorang pemilik layanan ini mengatakan sudah sekitar 25 tahun berprofesi sebagai penyedia jasa pengetikan dan penerjemah. Namun dia menolak jika tempatnya disebut sebagai pabrik plagiat karya tulis.

…dst

7 ) Perlu Klarifikasi untuk Buktikan Plagiarisme
http://www.pikiran-rakyat.com/node/179443

Senin, 05/03/2012 – 16:56
DEPOK, (PRLM).- Soal plagiarisme di dunia akademik, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Muhammad Anis, mengatakan pelanggaran akademik yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kepada calon guru besar UI perlu diklarifikasi kembali. Hal itu karena tidak semua pelanggaran tersebut berujung pada plagiarisme. Anis mengakui Universitas Indonesia sudah menerima surat dari Dirjen Dikti mengenai pelanggaran akademik tersebut. “Itu (pengembalian berkas) sudah biasa, hanya perlu klarifikasi saja. Memang ada beberapa sumber yang tidak dikenal oleh Dikti, jadi hanya perlu klarifikasi saja,” ujar Anis saat dihubungi “PRLM”, Senin (5/3/12).

…dst

8 ) Sanksi Tiga Tahun bagi Sekolah Curang
Pendaftar Lewat Jalur Undangan SNMPTN Tak Akan Diproses
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/08570822/Sanksi.Tiga.Tahun.bagi.Sekolah.Curang

Selasa, 6 Maret 2012 | 08:57 WIB
Solo, Kompas – Sekolah-sekolah yang terbukti curang dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan akan diberi sanksi selama tiga tahun. Sanksi ini ditujukan untuk mendorong pengelola sekolah bersikap jujur dan menjadi pelajaran bagi sekolah lain. Sanksi pertama, pendaftaran siswa-siswa dari sekolah yang bersangkutan saat pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) lewat jalur undangan tidak akan diproses. Sanksi berikutnya, sekolah tersebut tidak diundang untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan selama dua tahun berikutnya. Koordinator Humas Panitia SNMPTN Ravik Karsidi, yang juga Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, mengatakan hal itu di Solo, Senin (5/3). Menurut Ravik, kecurangan yang biasa dilakukan sekolah adalah merekayasa nilai agar siswanya lolos masuk SNMPTN lewat jalur undangan. “Ada sekitar 10 sekolah yang diindikasi memanipulasi nilai siswa-siswanya,” kata Ravik. Nama sekolah yang diduga melakukan kecurangan ini akan diumumkan pada 9 Maret mendatang. Sekolah itu pun akan masuk daftar hitam selama sanksi diberlakukan. Panitia juga terus mendeteksi kemungkinan kecurangan dengan modus lain. “Pendaftaran lewat jalur undangan ini dasarnya kejujuran. Kalau kepercayaan kami sudah dicederai, mau tidak mau ada sanksi bagi pelanggar,” kata Ravik.

…dst

9 ) SNMPTN Jalur Undangan
Puluhan Sekolah Manipulasi Data
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/03/06/179318/Puluhan-Sekolah-Manipulasi-Data

06 Maret 2012
SOLO – Pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun ini ternodai dengan kecurangan yang dilakukan lebih dari 10 sekolah.Mereka ketahuan melakukan manipulasi nilai siswa setelah data-data siswa di-upload dan dideteksi oleh sistem SNMPTN milik panitia pusat.”Panitia memiliki sistem deteksi untuk mengetahui kebenaran data. Sekolah yang melakukan kecurangan akan diumumkan pada 9 Maret,” kata Koordinator Humas SNMPTN Nasional Prof Dr Ravik Karsidi di kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Senin (5/3). Manipulasi data ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan kepala sekolah. Pasalnya, siswa akan menanggung sanksi yang akan diberikan.

…dst

10 ) Lulusan Vokasi UGM Bisa Lanjut S-1
http://kampus.okezone.com/read/2012/03/06/373/587782/lulusan-vokasi-ugm-bisa-lanjut-s-1

Selasa, 06 Maret 2012 09:05 wib
YOGYAKARTA – Polemik bisa atau tidaknya mahasiswa Sekolah Vokasi (SV) Universitas Gadjah Mada (UGM) melanjutkan pendidikan sarjana strata 1 (S-1) di kampus tersebut akhirnya terjawab. Dalam Sidang Pleno Khusus Senat Akademik (SA) UGM diputuskan, para lulusan sekolah vokasi dapat melanjutkan studi ke program S-1 di kampus tersebut. “Ada dua keputusan dalam rapat khusus SA, yaitu mahasiswa vokasi bisa alih jenis ke S-1 dan pembukaan program diploma (D-4),” ungkap Wakil Rektor Senior Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) UGM Retno Sunarminingsih kemarin. Keinginan mahasiswa sekolah vokasi terkabul bukan berarti mereka secara otomatis bisa langsung alih studi ke S-1. Tetap ada persyaratan yang harus mereka penuhi. Di antaranya persyaratan nilai minimal indeks prestasi kumulatif (IPK), lulus tepat waktu, dan umur ijazah. “Untuk IPK minimal 3,25, menyelesaikan studi tiga tahun, dan ijazah berumur dua tahun sejak lulus,” paparnya.

…dst

11 ) Tujuh Dimensi Penilaian TeSCA
http://kampus.okezone.com/read/2012/03/05/373/587394/tujuh-dimensi-penilaian-tesca

Senin, 05 Maret 2012 18:03 wib
JAKARTA – Tiap tahun, kampus-kampus negeri dan swasta di Tanah Air bersaing memperebutkan predikat kampus terpintar dalam Telkom Smart Campus Award (TeSCA). Tahun ini, Universitas Indonesia (UI) yang didapuk menjadi kampus terpintar se-Indonesia mengumpulkan 4.871 poin. Skor ini merupakan akumulasi penilaian yang meliputi tujuh dimensi, yakni Suprastruktur Kampus (10 persen), Infrastruktur Teknologi (20 persen), Profil Pemangku Kepentingan (20 persen), Ragam Pemanfaatan dan Aplikasi (20 persen), Strategi Pendidikan Nasional (10 persen), Dampak dan Manfaat Penerapan Teknologi (10 persen), serta Komunitas Eksternal (10 persen). Dimensi Suprastruktur Kampus memiliki sembilan sub-dimensi yakni Komitmen Pimpinan, Alokasi Sumber Daya, Unit Pengelola teknologi, Kebijakan dan Sistem Insentif, Renstra dan Peta Jalan, Perencanaan dan Pengorganisasian, Pengadaan dan Penerapan, Pengelolaan dan Pengembangan, serta Pemantauan dan Penilaian.

…dst

12 ) 20 Kampus Pintar Indonesia versi TeSCA
http://kampus.okezone.com/read/2012/03/05/373/587386/20-kampus-pintar-indonesia-versi-tesca

Senin, 05 Maret 2012 17:10 wib
…cut…
Berikut 20 besar dari TeSCA 100 Smartest Campus 2011 seperti dilansir situs TeSCA, Senin (5/3/2012):
1. Universitas Indonesia (UI) dengan 4.871 poin
2. Universitas Gunadarma dengan 4.839 poin
3. Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan 4.473 poin
4. Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 4.452 poin
5. Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan 4.330 poin
6. Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dengan 4.307 poin
7. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan 4.230 poin
8. Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 4.229 poin
9. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dengan 4.195 poin
10. Universitas Brawijaya (UB) dengan 4.167 poin
11. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AMIKOM Yogyakarta dengan 4.166 poin
12. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan 4.129 poin
13. Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan 4.120 poin
14. Universitas Diponegoro (Undip) 4.096 poin
15. Univesitas Sebelas Maret (UNS) dengan 4.071 poin
16. Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan 4.059 poin
17. Universitas Airlangga (Unair) dengan 4.021 poin
18. Universitas Dian Nuswantoro dengan 4.011 poin
19. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan 3.902 poin
20. Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) dengan 3.881 poin.(rfa)

…dst

13 ) Pentury Tekad Jadikan Unpatti Terbaik di Intim
http://www.jpnn.com/read/2012/03/06/119630/Pentury-Tekad-Jadikan-Unpatti-Terbaik-di-Intim-

Selasa, 06 Maret 2012 , 03:05:00
AMBON – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof Dr Thommy Pentury bertekad menjadikan perguruan tinggi itu sebagai yang terbaik di kawasan Indonesia Timur (Intim). Hal tersebut dia ungkapkan saat acara pisah sambut Rektor Unpatti, Senin (5/3). Pentury mengakui, untuk dapat mengarah pada hal tersebut tidaklah mudah ditengah-tengah persaingan antar perguruan tinggi yang begitu ketat. Tapi bukan berarti hal tersebut tidak mungkin terwujud, karena Unpatti ditopang oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup baik dan infrastruktur yang yang tidak kalah oleh perguruan tinggi terbaik lainnya di Indonesia. “Sekarang yang kita butuhkan adalah tekad, komitmen dan aksi secara bersama-sama untuk berbuat terbaik bagi Unpatti,” tekannya.

…dst

14 ) Asyik, Mahasiswa Indonesia Dapat Prioritas Kuliah di Swiss
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/03/05/m0eaj5-asyik-mahasiswa-indonesia-dapat-prioritas-kuliah-di-swiss

Senin, 05 Maret 2012 11:45 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON—Swiss memberikan prioritas bagi mahasiswa Indonesia yang ingin menuntut ilmu dan melakukan riset guna menyelesaikan pendidikan tingkat S-2 dan S-3 di salah satu negara terkaya di dunia yang hanya berpenduduk 7,9 juta ini. Bahkan, seperti diungkap staf Pensosbud KBRI Bern, Budiman Wiriakusumah, KBRI Bern siap membantu mencarikan dan memberikan informasi untuk kalangan mahasiswa Indonesia mendapatkan kesempatan belajar di Swiss. Apalagi, ”Mahasiswa Indonesia S-2 dan S-3 yang memanfaatkan beasiswa yang diberikan pemerintah Swiss masih bisa dihitung dengan jari,” ujarnya. Hal ini membuat KBRI Bern prihatin dan terus melakukan upaya paling tidak untuk memperkenalkan kepada kalangan mahasiswa di Indonesia penawaran beasiswa yang berharga ini. Maka, sejak dimasukkannya Indonesia ke dalam daftar negara yang menjadi prioritas, Swiss membuat kesempatan emas ini bagi mahasiswa Indonesia untuk melakukan riset dan menyelesaikan pendidikan tingkat S-2 dan S-3.

…dst

15 ) Perguruan Tinggi Jangan Diam, Lawan Korupsi
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/05/14121395/Perguruan.Tinggi.Jangan.Diam.Lawan.Korupsi

Senin, 5 Maret 2012 | 14:12 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Rektor Universitas Paramadina Anis Baswedan mengatakan, perguruan tinggi harus aktif melakukan perlawanan terhadap korupsi. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan gerbang akhir dalam membangun integritas melawan korupsi. Ia menjelaskan, saat ini kampus yang dipimpinnya telah mewajibkan mata kuliah Anti Korupsi sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) dengan bobot dua SKS. Ia mengatakan, kewajiban setiap mahasiswa mengambil mata kuliah tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anti korupsi. “Membangun integritas anti korupsi itu harus mulai dari keluarga, tapi perguruan tinggi tak boleh diam,” kata Anis pada acara deklarasi kampus melawan korupsi, di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Jakarta, Senin (5/3/2012).

…dst

16 ) Deklarasi Gerakan Berantas Korupsi di Kampus
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/05/11182226/Deklarasi.Gerakan.Berantas.Korupsi.di.Kampus

Senin, 5 Maret 2012 | 11:18 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya praktik korupsi di lingkungan kampus, Universitas Indonesia (UI) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar deklarasi melawan korupsi dari dan bersama kampus. Penggagas deklarasi sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UI, Ratna Sitompul, mengatakan, kondisi aktual perguruan tinggi Indonesia saat ini merupakan alasan lain mengapa deklarasi dilaksanakan. Seperti diketahui, berdasarkan perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp 45 miliar dalam pengelolaan keuangan UI. Menurut Ratna, praktik korupsi di lingkungan perguruan tinggi dipicu oleh beberapa hal, yakni lemahnya kepemimpinan, penyimpangan tata kelola, dan sejumlah keputusan yang tidak memihak masyarakat lemah.

…dst

17 ) Asosiasi Dosen Sesalkan Pemukulan oleh Bupati Kampar
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/03/06/m0f93p-asosiasi-dosen-sesalkan-pemukulan-oleh-bupati-kampar
Selasa, 06 Maret 2012 04:30 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU – Sekretaris Umum Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Provinsi Riau, Nashoruddin Yusuf, menyayangkan tindakan Bupati Kampar Jefry Noer yang diduga meninju seorang dosen di Pekanbaru. “Kami menyayangkan tindakan tercela itu karena korban merupakan dosen, dan pelaku adalah penguasa yang karenanya adalah sebuah pelecehan terhadap institusi pendidikan,” kata Nashoruddin Yusuf kepada ANTARA di Pekanbaru. Nashoruddin mengatakan hal itu terkait kasus yang menimpa Yusrizal, dosen di Universitas Persada Bunda, yang melaporkan Bupati Kampar Jefry Noer ke Polda Riau pada Minggu (4/3), karena mengaku telah ditinju oleh bupati sehingga mengalami luka ringan pada bagian rahang bagian kiri. Peristiwa itu terjadi di lingkungan kampus. Selain itu, Yusrizal juga mengaku mendapat ancaman akan dibunuh oleh bupati.

…dst

18 ) Dipukul karena Tak Luluskan Bupati Kampar, Dosen: Dia Sering Nyontek!
http://news.detik.com/read/2012/03/05/131416/1857978/10/dipukul-karena-tak-l
uluskan-bupati-kampar-dosen-dia-sering-nyontek#queryString#

Senin, 05/03/2012 13:14 WIB
Pekanbaru Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Hukum di Persada Bunda Pekanbaru,
Yusrizal (55) punya alasan kuat tak meluluskan mata kuliah Hukum Adat untuk Bupati Kampar Jefri Noer. Menurutnya, bupati yang juga mahasiswanya itu jarang masuk kuliah dan sering nyontek! “Saya tidak mengeluarkan nilainya, karena mahasiswa ini jarang masuk. Dan selalu saja hasil ujiannya nyontek dari orang lain,” kata Yusrizal di Hotel Pangeran, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Senin (5/3/2012). Yusrizal mengaku tidak mungkin memberi nilai kepada sang bupati. Tugas-tugas kuliah juga sering diabaikan.

…dst

19 ) Psikologi 10 besar “jalur undangan” Unhas
http://www.antaranews.com/berita/299973/psikologi-10-besar-jalur-undangan-unhas

Senin, 5 Maret 2012 23:58 WIB
Makassar (ANTARA News) – Program Studi Psikologi, meskipun baru dibuka 2012 Universitas Hasanuddin di bawah Fakultas Kedokteran, langsung masuk 10 prodi paling diminati pendaftar “Jalur Undangan” Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pilihan Unhas. “Total pendaftar prodi ini 375 orang dan 87 orang peserta bidik misi,” kata Kepala Humas Unhas, M. Dahlan Abubakar di Makassar, Senin. Menurut data, hingga Senin (4/3), empat hari sebelum pendaftaran online Jalur Undangan SNMPTN ditutup, pelamar Unhas 7.229 orang dengan pelamar bidik misi 1.784 orang. Khusus Prodi Psikologi sebanyak 87 pendaftar menempatkan Prodi pertama dengan Unhas sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) pilihan pertama. Sebanyak 144 pelamar lainnya menempatkannya sebagai prodi kedua dengan PTN pilihan Unhas.

…dst

20 ) Pendaftar Bidik Misi di UNS Capai 3.753
http://kampus.okezone.com/read/2012/03/05/373/587572/pendaftar-bidik-misi-di-uns-capai-3-753

Senin, 05 Maret 2012 19:34 wib
SOLO – Hingga minggu terakhir pendaftaran Jalur Undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah menerima 3.753 pendaftar Bidik Misi. Pembantu Rektor I UNS Sutarno mengungkapkan, banyaknya peminat tidak dapat seluruhnya ditampung mengingat UNS hanya menyediakan kuota Bidik Misi bagi 500 mahasiswa.”Saat ini Universitas Sebelas Maret sedang mengajukan tambahan lagi sebanyak 200 penerima Bidik Misi. Mudah-mudahan bisa lebih lagi,” ujar Sutarno saat ditanya soal pendaftar Program Bidik Misi, di Kampus UNS, Solo, Jawa Tengah, Senin (5/3/2012).

…dst

21 ) Undip-UNESCO Gelar Kuliah Teleconference
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/03/06/179314/Undip-UNESCO-Gelar-Kuliah-Teleconference

06 Maret 2012
SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) bersama Universitas Indonesia (UI) dan UNESCO mengadakan kuliah dengan menggunakan teknologi e-learning berbasis video conference menggenai penanggulangan HIV/AIDS, baru-baru ini.Sebanyak 200 peserta yang datang dari berbagai jurusan dan program studi di Undip mengikuti kuliah e-learning dengan tema “Substansi, Pencegahan dan Penanggulangannya bagi Anak Muda”, di Kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip Tembalang. Dekan FKM Undip Dra VG Tinuk Istiarti MKes mengatakan, kegiatan tersebut terselengara atas kerja sama FKM Undip, FKM UI, dan UNESCO. Kuliah ini terbuka bagi mahasiswa lintas program studi.”Isu tentang HIV/AIDS menjadi isu penting yang harus dipahami mahasiswa. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan dan perilaku mahasiswa dalam berinteraksi setiap hari yang berisiko tinggi tertular,” ungkapnya.

…dst

22 ) Perpustakaan UK Petra Jadi Rujukan Teknik Sipil
http://kampus.okezone.com/read/2012/03/05/373/587570/perpustakaan-uk-petra-jadi-rujukan-teknik-sipil

Senin, 05 Maret 2012 19:18 wib
SURABAYA – Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya meluncurkan layanan akses informasi terkait Dinas Pekerjaan Umum (PU). Layanan ini sedianya untuk menjawab pertanyaan masyarakat yang berkitan dengan Teknik Sipil.Menurut Rektor UK Petra Rolly Intan, informasi tentang teknik sipil itu misalnya terkait sebuah bangunan yang tahan gempa. Semua itu dapat dilacak sesuai tahun pedomannya. “Dinas Pekerjaan Umum (PU) lah yang bertugas membuat berbagai macam pedoman ini. Perpustakaan UK Petra dipercaya oleh Kementerian PU untuk menjadi salah satu Simpul Layanan Informasi Standar Bidang ke-PU-an yang berkaitan dengan dunia Teknik Sipil,” kata Rolly dalam keterangan rilisnya yang diterima okezone, Senin (5/3/2012).

…dst

23 ) Belajar mandiri tantangan terberat Universitas Terbuka
http://www.antaranews.com/berita/299980/belajar-mandiri-tantangan-terberat-universitas-terbuka

Selasa, 6 Maret 2012 01:21 WIB
Palembang (ANTARA News) – Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka (UT), Dr Muhamad Yunus MA, mengungkapkan bahwa kemandirian belajar menjadi tantangan terberat bagi mahasiswa perguruan tinggi saat ini. “Menumbuhkan kemandirian dalam belajar merupakan tantangan yang harus dihadapi setiap kampus di Indonesia, dan menjadi paling berat dijalani oleh mahasiswa UT,” kata dia, pada Rapat Kerja Daerah Pengurus Kelompok Belajar Universitas Terbuka Sumatera Selatan, di Palembang, Senin. “Padahal belajar mandiri itu merupakan salah satu modal penting untuk menjadi mahasiswa yang sukses,” kata dia. Yunus mengakui bahwa UT akan lebih berat dalam menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk belajar mandiri, mengingat perkuliahan tidak dilakukan tatap muka secara langsung, seperti dijalankan mahasiswa perguruan tinggi umumnya.

…dst

24 ) UMJ, dari Umat untuk Bangsa
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/universitas-muhammadiyah-jakarta/12/03/05/m0e3kv-umj-dari-umat-untuk-bangsa

Senin, 05 Maret 2012 09:14 WIB
Asri nan islami. Itulah kesan pertama ketika menginjakkan kaki di kompleks kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Cirendeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Kampus yang terletak di selatan Jakarta itu memang dipenuhi dengan pepohonan yang rindang dan tanam-tanaman hias yang tertata rapi sehingga tampak asri. Lokasi kampus yang sengaja dibangun jauh dari kebisingan lalu lintas Jakarta yang penuh polusi, menambah kenyamanan siapa saja yang masuk kampus yang terhampar di lembah Situ Gintung yang terkenal itu. Lokasi yang asri dan sunyi ini sangat kondusif untuk kegiatan belajar mengajar.

…dst

25 ) Legislator sesalkan tidak efektifnya Permendikbud 60/2011
http://www.antaranews.com/berita/299957/legislator-sesalkan-tidak-efektifnya-permendikbud-602011

Senin, 5 Maret 2012 22:50 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menyesalkan tidak efektifnya pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 60/2011 tentang larangan pungutan karena berbagai pungutan di sekolah-sekolah saat ini justru semakin parah.”Ini artinya Permendikbud tersebut diabaikan oleh sejumlah sekolah. Bahkan, pungutan tersebut tidak hanya terjadi pada saat tahun ajaran baru, seperti pernyataan Menteri sendiri, tetapi juga terjadi menjelang persiapan Ujian Nasional dan akhir tahun ajaran,” ujarnya di Jakarta, Senin.Menurut ia, sasaran pungutan sekolah-sekolah itu adalah siswa kelas VI SD dan IX SMP serta pungutan yang dilakukan sejumlah sekolah ini tidak berdiri sendiri.

…dst

26 ) Nuh Janji Sikat Pungli Uji Kompetensi
http://www.jpnn.com/read/2012/03/05/119609/Nuh-Janji-Sikat-Pungli-Uji-Kompetensi-

Senin, 05 Maret 2012 , 20:40:00
JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh menegaskan bahwa kementrian yang dipimpinnya akan melawan aksi pungutan liar (pungli) di sekolah yang kini kian meresahkan masyarakat. Menurutnya, pungli harus dilawan dan dibasmi hingga ke akarnya.”Pungli itu harus kita lawan. Karena kalau tidak kita lawan, malah semakin menjadi-jadi. Maka harus kita lawan,” ungkap Nuh kepada wartawan di ruang kerjanya di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (5/3).Oleh karena itu, Nuh mengaku telah menginstruksikan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemdikbud, Haryono Umar untuk menurunkan tim khusus membasmi pungli. Perintah Nuh ke Haryono yang pernah menjadi pimpinan KPK itu juga sebagai respon atas sikap kritis berbagai pihak yang menilai pemerintah tidak mampu membasmi pungli.

…dst

27 ) Mendikbud Janji Lawan Pungutan Liar, Caranya?
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/09510140/Mendikbud.Janji.Lawan.Pungutan.Liar.Caranya

Selasa, 6 Maret 2012 | 09:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta kepada semua pihak untuk menolak praktik pungutan liar yang terjadi di dunia pendidikan. Penolakan dan aksi melawan pungutan liar, kata dia, menjadi simbol memerangi praktik pungutan liar agar tidak terus “membudaya” di masa yang akan datang.Saat ini, Nuh mengatakan, Kemdikbud melalui Inspektur Jenderal (Irjen) tengah menyusun strategi untuk memerangi pungutan liar atas nama apapun. Baik itu dalam hal uji kompetensi guru, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan program-program lainnya. “Saya sangat setuju, kita minta Irjen untuk mengatur itu. Sudah saatnya kita membuat gerakan melawan pungutan liar atas nama apapun,” kata Nuh, Senin (5/3/2012) malam, di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

…dst

28 ) Federasi Guru: Uji Kompetensi Dinodai Pungli
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/08072413/Federasi.Guru.Uji.Kompetensi.Dinodai.Pungli

Selasa, 6 Maret 2012 | 08:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Proses Uji Kompetensi Awal (UKA) yang dijalani guru-guru honorer dinodai oleh tindakan pungutan liar. Berdasarkan laporan yang diterima Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), banyak yang melaporkan adanya pungutan kepada peserta uji kompetensi yang diduga dilakukan sejumlah oknum di jajaran dinas pendidikan daerah. Sekretaris Jenderal FSGI, Retno Listiarti mengatakan, ada beberapa guru di wilayah DKI Jakarta yang melaporkan praktik pungutan itu. Umumnya, kata dia, para guru, khususnya guru di sekolah swasta, diminta menyetorkan Rp 1 juta sebagai jaminan kelulusan dalam proses UKA.”Para guru diminta menyetor Rp 1 juta jika ingin lulus UKA. Menurut saya, pungutan disetor ke Pusat Tenaga Pendidik (Pustendik) dinas pendidikan provinsi,” kata Retno kepada Kompas.com, Selasa (6/3/2012), di Jakarta.

…dst

29 ) Pungli di Sekolah Diduga Sistematik
http://www.jpnn.com/read/2012/03/05/119590/Pungli-di-Sekolah-Diduga-Sistematik-

Senin, 05 Maret 2012 , 16:21:00
JAKARTA–Komisi X DPR RI pesimis atas adanya rencana investigasi masalah BOS ke sekolah-sekolah untuk mengamankan Permendikbud 60/2011 tentang larangan pungutan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terhadap pungutan liar di sekolah. Pasalnya, praktek pungutan di sekolah hingga saat ini masih saja terjadi. Anggota Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar mensinyalir, praktek pungutan ini berlangsung secara sistemik, sebagai akibat dari praktek pungutan dan kewajiban setor sekolah ke pejabat yang berada di atasnya. Disebutkan, temuan Garut Government Watch(GGW), Koalisi Mahasiswa Rakyat Tasikmalaya (KMRT), dan Indonesia Corruption Watch (ICW), beberapa waktu lalu membuktikan bahwa pungutan ini disebabkan oleh adanya hubungan yang saling terkait dan menciptakan kondisi mutualisme antara penyelenggara pendidikan di sekolah dan pejabat struktural di atasnya.

…dst

30 ) Guru Honorer Membengkak
http://edukasi.kompas.com/read/2012/03/06/06420188/Guru.Honorer.Membengkak

Selasa, 6 Maret 2012 | 06:42 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah pemerintah daerah diduga merekayasa jumlah guru honorer. Mereka memanfaatkan kesepakatan pemerintah dan DPR agar guru honorer yang bertugas sebelum 1 Januari 2005 diangkat sebagai pegawai negeri sipil.Modus yang banyak dilakukan adalah mengubah surat keputusan penugasan sebagai guru honorer, seolah-olah sebelum 1 Januari 2005, sehingga terbuka peluang menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Akibatnya, jumlah guru honorer yang diusulkan untuk menjadi PNS membengkak. Sebelumnya diperkirakan, jumlah guru honorer golongan I, yakni yang diangkat sebelum 1 Januari 2005 dan mendapat honor dari APBN atau APBD, sekitar 54.000 guru. Namun, saat dilakukan verifikasi pada 31 Januari 2011, jumlah tenaga honorer yang diajukan pemerintah daerah lebih dari 150.000 orang. “Jumlahnya membengkak tiga kali lipat,” kata Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo, Senin (5/3), di Jakarta.

…dst

31 ) Rekrutmen Honorer Baru Dilarang
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/475194/

Tuesday, 06 March 2012
JAKARTA– Pemerintah melarang adanya pengangkatan tenaga honorer baru, terutama untuk sektor pendidikan. Pasalnya, pemerintah tidak akan membuka lagi formasi pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) bagi mereka. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim mengatakan, Kemendikbud dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) sudah sepakat bahwa tidak boleh ada lagi pengangkatan guru honorer baru di setiap kabupaten/ kota. Meskipun masih ada daerah yang ingin mengangkat, harus dipastikan dulu mereka tidak akan menuntut diangkat menjadi PNS. Musliar mengaku, pemerintah merasa kecolongan dengan jumlah guru honorer saat ini,karena awalnya pemerintah tidak membuka formasi pengangkatan PNS untuk guru honorer.”Dengan kekuatan 150.000 orang untuk berdemo meminta pengangkatan, kita bisa bilang apa.

…dst

32 ) Sekilas dalam Negeri

Sabar Pak Antasari
Narkoba
Papua
Kisruh PSSI
Libya