M Nuh: Hardiknas Momentum Bangkitkan Generasi Emas

Selasa, 01 Mei 2012 17:33 WIB
JAKARTA–MICOM: Menyongsong pelaksanaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, Kemendikbud mengambil tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia.

Tema tersebut disesuaikan dengan rencana besar Kemendikbud untuk menyiapkan generasi emas sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan RI pada 2045 nanti.

“Tahun ini kami canangkan sebagai masa ‘menanam’ generasi emas tersebut. Dari 2012-2035 Indonesia mendapat bonus demografi, dimana jumlah penduduk usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua,” kata Mendikbud M Nuh pada jumpa pers tentang Hardiknas di kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (1/5).

Menurut M Nuh, dengan bonus demografi tersebut, pemerintah telah menyiapkan grand design pendidikan. Pendidikan anak usia dini digencarkan dengan gerakan PAUDisasi.

Pembangunan dan rehabilitasi sekolah dan ruang kelas baru dilakukan secara besar-besaran, serta intervensi khusus untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) siswa SMA. “2020 nanti, minimal pekerja kita lulusan SMA,” katanya.

Peningkatan APK perguruan tinggi juga dilakukan dengan meningkatan akses, memastikan keterjangkauan, dan memastikan ketersediaan perguruan tinggi. (Bay/OL-9)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com/

>>>

Hardiknas 2012, Bangkitnya Generasi Emas Indonesia

Selasa, 01/05/2012 – 05:53
JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil tema “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia” dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2012. Puncak peringatan Hardiknas 2012 sendiri diperkirakan akan dipadu dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang rencananya dipusatkan di Istora Senayan Jakarta.

“Tahun sekarang adalah tahun menanam (generasi emas), investasi,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh pada press conference berkaitan dengan rencana peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012 di Gedung A Kemdikbud Senayan, Jakarta, Senih (30/4/12).

Dijelaskan Nuh, tema Hardiknas 2012 disesuaikan dengan rencana besar Kemdikbud untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun Indonesia merdeka (2045).

Disebutkan, periode bonus demografi Indonesia berlangsung pada 2010-2035, di mana usia produktif paling tinggi di antara usia anak-anak dan orang tua.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2011, jumlah penduduk Indonesia 2010 usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Dalam data itu terlihat, jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun sebanyak 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun berjumlah 43,55 juta jiwa.

Nanti pada 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, sedangkan yang usia 10-20 tahun berusia 45-54. Nuh menilai, pada usia-usia itu yang memang memegang peran di suatu negara.

Pemerintah, kata Nuh, telah menyiapkan grand design pendidikan. Pendidikan anak usia dini digencarkan dengan gerakan PAUD-isasi, peningkatan kualitas PAUD, dan pendidikan dasar berkualitas dan merata.

Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi sekolah dan ruang kelas baru dilakukan secara besar-besaran, serta intervensi khusus untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) siswa SMA/sederajat, pendidikan menengah universal.

Nuh mencontohkan, melalui upaya percepatan, ditargetkan pada 2020, APK SMA/sederajat dapat mencapai 97 persen. Apabila tanpa dilakukan apa pun (tanpa intervensi), APK 97 persen diperkirakan baru tercapai pada 2040.

Pun, peningkatan APK perguruan tinggi juga dilakukan dengan meningkatan akses, memastikan keterjangkauan, dan memastikan ketersediaan. “Pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing,” katanya.

Selanjutnya, diharapkan terbentuk generasi yang cerdas komprehensif, antara lain produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya, dan berperadaban unggul.

Sementara itu, dalam rangka peringatan Hardiknas 2012 digelar beragam kegiatan sejak April sampai Juni. Selain upacara pada 2 Mei 2012 dan resepsi Hardiknas pada malam harinya juga digelar pameran internal, bertempat di halaman parkir Gedung Kemdikbud Senayan.

Dalam resepsi Hardiknas rencananya akan dilakukan penandatanganan MOU dengan Garuda Indonesia dan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni). (A-94/A-108)***
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/186763

>>>

Kemendikbud Siapkan Generasi Emas Indonesia

30 April 2012

JAKARTA – Menjelang Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada 20 Mei, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki sejumlah misi khusus. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) demi menghasilkan generasi muda yang luar biasa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, berdasarkan data, saat ini jumlah penduduk Indonesia usia muda lebih banyak dibandingkan dengan usia tua. Jumlah anak usia 0-9 tahun sebesar 45 juta sementara anak usia 10-19 tahun berjumlah 43 juta jiwa.

“Kita siapkan anak-anak usia 0-9 tahun lewat paudisasi dan pendidikan dasar karena nanti pada 2045, mereka berusia 35-45 tahun sedangkan usia 10-20 tahun berusia 45-54. Ini sesuai dengan usia masyarakat yang seharusnya memegang peran di suatu negara,” kata M Nuh di Kemendikbud Senayan, Jakarta Selatan, Senin (30/4/2012).

M Nuh menyebutkan, kondisi ini dinamakan Demography Bonus atau Demography Deviden. Untuk itu, aset berharga itu harus benar-benar dipersiapkan sehingga pada 100 tahun Kebangkitan Nasional, Indonesia telah memiliki generasi muda yang mampu bersaing secara global.

“Kalau kita bisa siapkan generasi ini ibarat  gerbong yang tidak pernah berhenti, mengalir terus. Inilah masa emasnya, berada di daerah sini yang disebut bonus demografi. Kalau kita bisa siapkan anak-anak muda di bawah 25 tahun untuk sukses, maka ke depan juga akan sukses,” ujarnya menjelaskan.

Berangkat dari hal tersebut, tahun ini Kemendikbud mengambil tema Bangkitnya Generasi Emas Indonesia dalam peringatan Hardiknas. Maka, sesuai tema tersebut, lanjutnya, taruhan besar-besaran terhadap generasi muda ini akan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi (PT).

Investasi ini, tambahnya, berupa peningkatan PAUD untuk anak di bawah enam tahun, usia 6-12 tahun pendidikan SD, usia 12-18 tahun pada pendidikan SMP, dan pendidikan menengah universal. Sementara untuk usia 20 tahun investasi tersebut disiapkan melalui RUU Pendidikan Tinggi.

“Maka kita harapkan sebelum 2045, minimal tidak ada lagi yang tidak lulus SMA. Setidaknya pada 2020, 97 persen lulus SMA dengan pendidikan menengah universal,” kata Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu.(rfa)