Saturday, 26 May 2012 10:02
Yogyakarta, 25 Mei 2012–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menguji coba purwa rupa mobil listrik e-Semar yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) di halaman Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Presiden SBY tampak menikmati uji coba e-Semar yang dihadiri Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II seperti Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri ESDM Jero Wacik, Mendikbud Mohammad Nuh, Menpora Andi Alifian Mallarangeng, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perindustrian MS Hidayat. Presiden berkeliling halaman Gedung Agung Yogyakarta dengan mobil listrik tersebut, mulai dari samping Wisma Negara hingga ke depan Gedung Utama.

Mobil yang masih terus dikembangkan UGM tersebut,  telah digunakan tiga hari sekali oleh lingkungan UGM. Mobil tersebut menggunakan listrik yang mampu bertahan sekitar enam jam sekali isi baterai, dengan kecepatan maksimal 40 km/jam. Usai menjajal mobil tersebut, Presiden SBY dalam konferensi pers mengatakan bahwa pengembangan mobil-mobil hemat bahan bakar dan ramah lingkungan memang merupakan program pemerintah.

Presiden mengungkapkan bahwa kebutuhan energi dunia terus meningkat, termasuk di Indonesia. Sedangkan cadangan sumber daya kian menurun. Efek penggunaan energi fosil juga tidak baik. Inilah yang mendorong pembuatan mobil listrik UGM, tujuannya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.

“Bicara energi, kita tahu bahwa persoalannya bukan hanya mismatch antara supply dengan demand, tetapi juga dampak energi bagi lingkungan,” ujar Presiden SBY. Oleh karena itu, Presiden mengajak bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas untuk membangun berbagai sistem transportasi, terutama dalam penggunaan enegi. Hal ini sekaligus diharapkan menjadi bagian dari solusi global untuk gerakan hemat energi, ramah lingkungan, bahkan bisa meminimalkan emisi karbon.

Presiden SBY menyatakan kembali komitmennya untuk mengembangkan mobil hemat energi dan rendah emisi karbon dalam rapat koordinasi dengan para Menteri terkait. “Tahun-tahun mendatang ini, pemerintah akan membantu pengembangan mobil-mobil listrik dan hybrid,” ujar Presiden.

Banyaknya animo para inovator mobil yang ramah lingkungan saat ini perlu didukung oleh pemerintah dan juga industri. Pemerintah sebagai penyedia regulasi akan memberikan dukungan agar mobil-mobil ramah lingkungan dan hemat bahan bakar dapat dikembangkan. Industripun diharapkan dapat menjadi katalis sehingga mobil dapat diproduksi secara masal.

Seusai pertemuan pertama bulan Maret dengan para rektor terkait pengembangan mobil hemat energi dan ramah lingkungan, Presiden kembali melakukan pertemuan dengan para rektor dalam kunjungan kerjanya di Yogyakarta kali ini. Pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso juga dijadwalkan memberikan presentasi strategi pengembangan mobil listrik pada perguruan tinggi.