Pameran Pendidikan di EAS 2012

07/03/2012

Yogyakarta – Pada pertemuan EAS (East Asia Summit) 2012 yang digelar pertama kali di Yogyakarta pada tanggal 3-5 Juli 2012,  diselenggarakan juga Pameran Pendidikan dari berbagai universitas, insititut, serta instansi pemerintah yang menampilkan produk-produk yang diunggulkan, sebagai informasi bagi peserta EAS.

Berbagai karya tulis  dan informasi pendidikan ditampilkan pada pameran ini. Diharapkan melalui pameran ini para delegasi khususnya delegasi luar negeri dapat melihat perkembangan pendidikan di Indonesia.

Pameran pendidikan ini diikuti ISI Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semrang,  Universitas Gadjah Mada,  Universitas Jenderal Sudirman, SEAMEO QITEP in Language dan Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di lokasi pameran juga digelar pameran pendidikan dari berbagai karya mahasiswa. (JS)

ASEAN Curriculum Source Book Diluncurkan

07/04/2012

Yogyakarta — Komitmen para Menteri Pendidikan di ASEAN dalam menguatkan hubungan orang ke orang dalam lingkup masyarakat ASEAN direfleksikan hari ini. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran “ASEAN Curriculum Source Book” yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh pada pembukaan 7th ASED Meeting, di Yogyakarta, Rabu (4/07).

ASEAN Curriculum Source Book ini merupakan bantuan dari USAID, dan merupakan buku penting dalam menguatkan rasa keASEANan di kalangan masyarakat ASEAN. Buku ini akan menjadi acuan bagi para guru dan siswa dalam mengembangkan kurikulum di sekolah dasar dan sekolah menengah tentang kehidupan internasional umumnya, ASEAN pada khususnya.

“ASEAN memiliki potensi yang luar biasa dalam kehidupan global, itulah mengapa komunitas ASEAN harus dibangun,” demikian disampaikan Mendikbud usai meluncurkan ASEAN Curriculum Source Book, di Yogyakarta, Rabu (4/07). Peluncuran buku ini dilakukan Mendikbud didampingi oleh Menteri Pendidikan Brunai Darussalam, Pehin Abu Bakar Apong, dan Sekretaris Deputi untuk Departemen Pendidikan Amerika Serikat, Anthony Wilder Miller.

Mendikbud mengatakan, setiap negara ASEAN memiliki inisiatif masing-masing untuk menentukan kapan buku ini mulai diimplementasikan. Buku ini tidak hanya akan tersedia dalam bentuk cetak, tapi juga dalam diunggah di situs ASEAN dan situs kementerian pendidikan masing-masing negara. “Tidak hanya digunakan dalam media yang dicetak, tapi bisa juga melalui ICT, jadi konektivitas antar masyarakat akan lebih baik lagi,” katanya. (AR)

Indonesia dan India Jadi “Pilot Project” Pendidikan Vokasi EAS

07/03/2012

Yogyakarta — Pertemuan pejabat senior di bawah Menteri Pendidikan atau disebut dengan EAS Senior Officials Meeting on Education (EAS SOM-ED) di Yogyakarta hari pertama telah menghasilkan beberapa poin kesepakatan. Poin pertama adalah tentang implementasi dalam kerja sama antar anggota EAS. Setidaknya ada 13 proyek kerja sama yang ditindaklanjuti dalam pertemuan ini.

Salah satunya adalah implementasi dalam pendidikan vokasi. Untuk pendidikan vokasi, Indonesia bekerja sama dengan India untuk mengembangkan pilot project bidang engineering. “Setelah engineering, nanti akan diperluas pada aspek pariwisata dan dikembangkan bersama negara-negara lain,” Demikian diungkapkan oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdikbud, Ananto Kusuma Seta, usai pertemuan EAS hari pertama di Yogyakarta, Selasa (3/07).

Kerja sama antar anggota EAS sedikitnya akan berlangsung selama dua tahun. Untuk pembiayaan, disepakati akan didanai oleh masing-masing negara. Namun tidak menutup kemungkinan untuk menerima bantuan dari negara-negara donor. “Tidak harus biaya sendiri, bantuan negara donor juga bisa diterima, selama tetap untuk kepentingan EAS,” katanya. Poin penting lainnya adalah tercapainya kesepakatan bahwa hanya ada satu kursi pimpinan dalam EAS. “Tidak ada co-chair (wakil pimpinan) dalam struktur EAS,” lanjut Ananto.

Kesepakatan tersebut menepis keinginan negara diluar EAS seperti Amerika Serikat dan Australia yang mengusulkan agar ada wakil pimpinan dalam struktur EAS. Pertemuan para menteri pendidikan negara-negara ASEAN hari ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan EAS yg dihadiri kepala negara di Bali, November lalu. “Pada pertemuan itu tidak ada co chair, oleh karena itu , EAS juga tidak ada co chair,” kata Ananto. (AR)