Pak Dxxx, diskusi ini sangat bernilai untuk dibaca oleh pejabat Dikti yang berwenang, Kopertis/PTN pemilik dosen dan para dosen yang mengalami nasib seperti bapak, ijinkan saya share ke GDI dan milis-milis pendidikan. Terima kasih sebelumnya.

>>>

Assalamualaikum wr. wb.
Bu Fitri, perkenalkan nama saya Dxx, dosen tetap (PNS) di UIN Bandung. Saya mengajukan lamaran S3 Kimia di ITB gelombang 2 2012 lalu. Walaupun belum diumumkan kelulusan diterimanya saya yakin lolos berdasarkan persyaratan-persyaratan administratif yang telah ditentukan, terutama TOEFL dan TPA. Saya berani mengajukan lamaran tersebut bukan tanpa beasiswa. Mengingat kecenderungan pengumuman beasiswa dari kemenag tidak tetap waktunya, saya tidak berani daftar di gelombang 1, namun setelah waktu pendaftaran sudah habis belum ada juga kepastian adanya beasiswa tersebut. Pada akhirnya 2 hari yang lalu saya mendapatkan informasi tidak resmi namun dapat dipercaya bahwa beasiswa dari kemenag untuk studi S2 S3 dalam negeri bagi tenaga kependidikan di lingkungan PTAI tidak ada untuk tahun ini (dengan alasan penyebab-penyebabnya yang menurut saya kurang dapat diterima), benar-benar sangat kecewa saya.

Di lain pihak saya juga mengetahui bahwa BPPS dapat dikatakan “tidak berlaku” bagi dosen-dosen dari PTAI. Sebagai dosen non-agama (sains) namun bertugas mengabdi kepada negara seolah-olah saya berada di persimpangan. Saya lulusan jurusan kimia di luar PTAI (S1 Unpad dan S2 ITB) yang sekarang saya amalkan di PTAI yang masih minim SDM dosen sainsnya. Kecil sekali pilihan saya untuk melanjutkan studi dengan beasiswa di dalam negeri, ke luar negeri nampaknya tidak mungkin karena masalah keluarga yang tidak dapat ditinggalkan (mertua sudah meninggal, anak-anak masih kecil, jauh dari saudara-saudara juga), itupun beasiswa ke luar negeri banyak peluangnya hanya di kemendiknas, tapi jarang juga yang memberi peluang dapat membawa keluarga.

Tanggal 10 Juni 2012 saya dapatkan informasi adanya BPPS gelombang kedua. Saya hanya menghabiskan rasa kepenasaran saya tentang BPPS yang tidak dapat “ditembus” lembaga-lembaga pendidikan di luar kemendiknas. Saya memiliki pendapat bahwa:

1. Saya juga anak bangsa yang memiliki dedikasi dalam dunia pendidikan di Indonesia dan tentunya memiliki hak seluas-luasnya mendapatkan sokongan dana (beasiswa) dari pemerintah (melalui APBN), karena baik BPPS maupun beasiswa kemenag sama-sama satu sumber (APBN).
2. PTAI maupun sekolah menengah dan dasar di lingkungan kemenag tetap merupakan bagian tidak terpisahkan dari kemendiknas dalam banyak hal.
3. Tidak adanya beasiswa kemenag tahun ini seharusnya dapat disikapi dengan bijaksana oleh pemerintah (secara umum), terutama yang mengawasi dan mengurus masalah pendidikan. Dengan kata lain, menurut saya harus ada kompensasi. Dan, menurut saya berhubung dengan permasalahan ini pihak manajemen BPPS diharapkan mengerti dan dapat menindaklanjuti.
4. Saya seorang PNS, dosen tetap di perguruan tinggi (yang bernama “UIN”) yang diselenggarakan oleh pemerintah (melalui kemenag), tentunya sangat tidak logis bila saya tidak dipertimbangkan menerima BPPS, berdasarkan salah satu poin rincian penerima BPPS yakni “Dosen tetap pegawai negeri sipil pada perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah”, apalagi bila melihat tahun ini beasiswa kemenag tidak ada.
5. Tidak adanya “MoU” yang sering menjadi ganjalan, mohon tidak dijadikan penyebab tidak dapat diterimanya saya (kecuali memang alasan kemampuan akademis dan administratif seleksi di PPs yang dituju). Dalam pendaftaran online BPPS saya dapat memasukkan nama karena ada NIDN (lalu apa artinya NIDN yang dikeluarkan dikti?), lalu ketika memasukkan nama PT asal keluar juga nama UIN Bandung (lalu apa artinya nama UIN SGD Bandung yang masuk database BPPS online?). Kata “PENSTATUSAN” juga akan mengganjal, karena pihak pimpinan di lingkungan PTAI kami tidak mengerti (PASTI!!!), di samping kalaupun harus diurus tidak lagi ada waktu dan akan merupakan perjalanan panjang menyangkut dua kementerian yang berbeda.

Saya sangat berharap BPPS untuk dosen-dosen PNS di lingkungan PTAI untuk tahun ini dipertimbangkan kembali, dan saya yakin para pengambil kebijakan yang berkaitan dengan BPPS amanah dan bijaksana.

Bu Fitri, saya mohon pencerahannya mengenai hal yang saya lakukan. Demikian harapan saya, mohon maaf sebesar-besarnya bila ada perkataan yang tidak berkenan.

Wassalamualakum wr wb
Dxxx

>>>

TANGGAPAN:

Walaikumsalam Wr. Wb. Pak Dxxx yang baik, penstatusan oleh pemilik dosen itu wajib dilakukan oleh Kopertis/PTN yang sudah diberi username dan password, BPPS saat ini tidak diberikan untuk PTAI yang di bawah binaan Kemenag karena Kemenag sudah memiliki anggaran untuk kelola beasiswa di lingkungannya, namun Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati adalah UIN yang sudah di bawah binaan Kemdikbud:
http://evaluasi.dikti.go.id/epsbed/detilpt/201004
Jadi dosen TETAPnya berhak menikmati BPPS, berhubung berstatus negeri penstatusan oleh UIN ybs (arti penstatusan oleh Kopertis/PTN pemilk dosen =memberi tanda ijin atau tak ijin setelah login bpps online).

Yang jadi ganjaran, BPPS hanya diberikan ke dosen TETAP di lingkungan Kemdikbud (termasuk UIN Sunan Gunung Jati), saya baca status ikatan kerja Bapak masih tertulis dosen HONORER di Epsbed http://evaluasi.dikti.go.id/epsbed/datadosen/04xxxxxxxx, dengan status ini permohonan BPPS Bapak tidak akan diproses Diktendik Dikti. Kalo Bapak benar adalah dosen tetap SEGERA usulkan perubahan data dosen melalui operator Epsbed di UIN Sunan Gunung Jati (kebetulan usulan perubahan data dosen dibuka pada Juli-Agustus) melalui menu perubahan dosen tidak tetap menjadi dosen tetap atau menu updating data dosen, adapun Dokumen Pendukung Pengajuan Dosen Tidak Tetap menjadi Dosen Tetap adalah:
– KTP Terbaru
– Ijazah Lengkap (mulai S-1/D-4), Bagi Lulusan PT Luar Negeri disertakan SK Penyetaraannya
– SK sebagai Dosen Tetap
– Surat Pernyataan sesuai dengan SK Dirjen Dikti Nomor : 108/DIKTI/Kep/2001.
( formatnya http://akademik.dikti.go.id/data/2010/formulir/Surat%20Pernyataan%20Dosen%20Tetap.pdf)

Pengusulan perubahan data dosen membutuhkan waktu, mengingat bapak mendaftar di gelombang 2 semoga diproses mereka dan sempat mengikuti penstatusan oleh Kopertis 4 (kalo batas penstatusan untuk gelombang 1 14 Juli 2012, untuk gel 2 belum diumumkan http://beasiswa.dikti.go.id/bpps/index.php/read/pendaftaran-bpps-gelombang-2-tahun-2012) Syukur UIN bapak di bawah binaan Kopertis 4 yang salah satu Kasubagnya Pak Aam terkenal sangat baik dan jujur, kalo mengalami kendala waktu proses penstatusan bisa hubungi beliau.

Minta ijin diskusi kita ini ditayangkan di laman ini dan forum Group dosen Indonesia dan milis-milis pendidikan karena sangat bernilai untuk dibaca oleh pejabat Dikti yang mengelola beasiswa, kopertis/PTN pemilik dosen, para dosen yang mengalami kasus seperti Bapak.
Terima kasih, salam, Fitri