1 ) Bantuan untuk PTS Diatur Proporsional
http://edukasi.kompas.com/read/2012/07/24/15312021/Bantuan.untuk.PTS.Diatur.Proporsional

Selasa, 24 Juli 2012 | 15:31 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Bantuan pemerintah pada perguruan tinggi swasta (PTS) diatur secara proporsional. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso, Selasa (24/7/2012), di Jakarta. Ketentuan tentang pemberian bantuan bagi PTS ini diatur dalam UU Pendidikan Tinggi yang disahkan DPR pada 13 Juli lalu. Djoko mengatakan, bantuan tersebut di antaranya tentang pembayaran dosen profesional (sudah mempunyai sertifikasi dosen) yang akan dibayar oleh pemerintah. Kemudian, tunjangan guru besar disamakan antara PTS dan PTN. “Artinya, secara proporsional pemerintah membantu perguruan tinggi swasta,” kata Djoko.
Djoko mengatakan, kedudukan dosen negeri dan dosen swasta adalah sama-sama untuk mengembangkan keilmuan di masing-masing perguruan tinggi. Di sisi lain, pemerintah juga masih memberikan bantuan berupa hibah-hibah untuk pengembangan perguruan tinggi. “Undang-undang ini pun mengatur tentang penelitian. Tidak hanya ditujukan kepada PTN, tetapi juga PTS,” katanya.

…dst

2 ) BOPTN Kurangi Beban Mahasiswa
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/513609/

Tuesday, 24 July 2012
JAKARTA– Bantuan dana untuk biaya operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) yang digelontorkan pemerintah diyakini dapat menekan biaya operasional yang dibebankan kepada mahasiswa. Karena itu, biaya pendidikan mahasiswa pada 2013 akan diturunkan. Anggota Komisi X DPR Zulfadhli mengatakan, pe nga tur an standar biaya operasional perguruan tinggi (PT) di tiaptiap prodi yang disertai dengan bantuan BOPTN, memberi dampak signifikan menekan biaya operasional yang dibeban kan kepada mahasiswa. Pe nga turan standar biaya komponen prodi melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) dinilai sudah sejalan dengan amanat UU tentang Pendidikan Tinggi (UU PT ). “Pola pengaturan seperti itu efektif untuk mengen dalikan biaya yang dibebankan ke mahasiswa,” kata Zulfadhli di Jakarta kemarin. Menurut dia, aturan mengenai ketentuan biaya operasional yang dibebankan kepada mahasiswa serta bantuan dana BOPTN, disusun dengan per hitungan yang jelas dan trans paran sesuai besaran biaya kompo nen pada masing-masing pro di di PTN.

…dst

3 ) Mendikbud: Jangan Ada One Man Show untuk Mobil Listrik
http://www.republika.co.id/berita/otomotif/mobil/12/07/23/m7mcg6-mendikbud-jangan-ada-one-man-show-untuk-mobil-listrik

Senin, 23 Juli 2012, 22:02 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meminta semua pihak terkait pengembangan mobil listrik nasional untuk berkoordinasi satu sama lain agar pengembangan industri otomotif nasional dapat fokus, sinergis dan komprehensif. “Tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Jangan ada yang “one man show”. Demikian juga BUMN tidak boleh jalan sendiri, semuanya harus bersinergi” kata M Nuh, di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin. Menurut Nuh, dalam rapat dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk pengembangan mobil listrik nasional disepakati pembentukan Pusat Pengembangan Teknologi dan Industri Otomotif (PPTI-O) yang bertugas mengintegrasikan dan mensinergikan sumber daya yang ada, termasuk pengembangan secara sistemik dan berkelanjutan.Ia melanjutkan, pembahasan soal mobil listrik tersebut sudah memasuki kali ketiga setelah sebelumnya Presiden RI memanggil para rektor perguruan tinggi, dan pada sidang kabinet di Yogyakarta.

…dst

4 ) Pemerintah Didesak Beri Insentif Pengembangan Mobil Listrik
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/07/23/m7m4m2-pemerintah-didesak-beri-insentif-pengembangan-mobil-listrik

Senin, 23 Juli 2012, 19:13 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah diharapkan memberikan insentif khusus bagi pengembangan mobil listrik yang akan dimasukkan dalam kebijakan ‘low carbon emission project’ (LCEP) yang ditargetkan selesai akhir tahun ini. “Untuk meningkatkan investasi mobil listrik, pemerintah harus memberikan insentif yang menarik. Jika berhasil, produksi mobil nasional ini akan menjadi ‘trend setter’ bagi pengembangan mobil rendah emisi guna mendukung program LCEP,” kata pengamat otomotif Suhari Sargo di Jakarta, Senin (23/7). Suhari menuturkan keberhasilan produk mobil listrik sangat ditentukan komposisi komponen lokal dan kinerja mobil listrik terhadap pengurangan emisi. “Keberhasilan program mobil listrik nasional ditentukan oleh pengembangan infrastruktur pendukung. Diharapkan produsen mobil listrik bisa mendirikan infrastruktur pendukung dengan produksi massal yang direncanakan awal tahun depan,” paparnya.

…dst

5 ) Mobil Listrik Diproduksi Massal
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/513631/38/

Tuesday, 24 July 2012
JAKARTA– Pemerintah serius mengembangkan mobil listrik sebagai mobil nasional. Demi mempercepat terwujudnya ambisi tersebut, Pusat Pengembangan Teknologi dan Industri Otomotif (PPTIO) segera dibangun.
Pada 2014, mobil listrik diharapkan sudah bisa diproduksi massal dengan target 10.000 unit. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan terbit sebelum 30 Agustus 2012 untuk mendukung program tersebut. “Kita perlu industri yang didukung dengan insentif dan disinsentif. Nanti akan diatur semua dalam PP itu,”ujar Hatta seusai rapat koordinasi tentang pengembangan mobil listrik dan kendaraan biofuel di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, kemarin. Rapat juga diikuti Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menristek Gusti Muhammad Hatta, Mendikbud M Nuh, Wamen ESDM Rudi Rubiandini, dan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brodjonegoro. Selain membahas persiapan mobil nasional,mereka juga membahas tantangan sekaligus peluang serta kesiapan industri mobil listrik.

…dst

6 ) Mahasiswa Universitas Negeri Malang Hanya Bayar SPP
http://edukasi.kompas.com/read/2012/07/24/10090256/Mahasiswa.Universitas.Negeri.Malang.Hanya.Bayar.SPP

Selasa, 24 Juli 2012 | 10:09 WIB
MALANG, KOMPAS.com – Universitas Negeri Malang menerapkan biaya kuliah tunggal mulai tahun akademik 2012/2013. Dengan diterapkannya biaya tunggal, artinya tidak ada pungutan apa pun kecuali sumbangan pengembangan pendidikan (SPP).Pembantu Rektor (PR) I UM Prof Dr Hendyat Soetopo di Malang, Selasa (24/7/2012), menegaskan, selain SPP, universitas tidak boleh memungut biaya apa pun kepda mahasiswa termasuk uang sumbangan pembangunan yang biasanya dipungut pada saat diterima sebagai mahasiswa baru. “Kami siap melaksanakan ketentuan baru dari Kemendikbud ini, apalagi bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) mulai dicairkan September tahun ini,” kata Hendyat.

…dst

7 ) Perguruan Tinggi Asing Bukan Ancaman
http://edukasi.kompas.com/read/2012/07/24/12590113/Perguruan.Tinggi.Asing.Bukan.Ancaman

Selasa, 24 Juli 2012 | 12:59 WIB
KUPANG, KOMPAS.com – Pembantu Rektor I Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang menilai, kehadiran perguruan tinggi asing di Indonesia tidak menjadi masalah dan bukan ancaman bagi perguruan tinggi yang ada di dalam negeri. Hal ini diungkapkannya menanggapi UU Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang membuka kesempatan bagi perguruan tinggi asing untuk menyelenggarakan pendidikan di Indonesia. “Bagi saya, kehadiran perguruan tinggi asing ikut memacu budaya akademik yang lebih mandiri sehingga terjadi kompetisi yang sehat bagi semua perguruan tinggi yang ada,” kata Atang, di Kupang, Selasa (24/7/2012).
“Kehadiran perguruan tinggi asing di Indonesia menjadi sebuah kompetisi yang bagus dalam proses akademik, bukan sebuah ancaman yang harus ditakuti,” tambah Atang.

…dst

8 ) UNS Butuh 253 Tenaga Pengajar
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/513436/

Tuesday, 24 July 2012
SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Surakarta tahun ini masih membutuhkan 253 tenaga pengajar. Dari pengajuan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ternyata hanya 35 orang saja yang disetujui. “Pada 2012 kami ajukan 253 tenaga pengajar (dosen) ke Kemendikbud. Tapi hanya 35 yang disetujui. Artinya, hanya 10 persen saja dari yang diminta,” ujar Pembantu Rektor (PR) II UNS Jamal Wiwoho di Ruang Sidang PR II Gedung Rektorat UNS kemarin. Dari 35 tenaga pengajar yang disetujui, tersebar di berbagai fakultas, yaitu 14 dosen Fakultas Kedokteran (FK),6 dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), 4 dosen di Fakultas Pertanian (FP),4 dosen di Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR),5 dosen di Fakultas Teknik (FT),dan 2 dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA).

…dst

9 ) Unnes Luncurkan 117 E-Jurnal
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/07/24/193760/Unnes-Luncurkan-117-E-Jurnal

24 Juli 2012
SEMARANG- Universitas Negeri Semarang (Unnes) meluncurkan 117 jurnal online yang berasal dari seluruh fakultas dan program studi, baru-baru ini, di kampus FIP Unnes. Jurnal online atau lebih dikenal E-Jurnal ini bertujuan untuk menunjang hasil riset dari dosen dan mahasiswa. Peluncuran jurnal ini sejalan dengan kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terkait publikasi lewat jurnal ilmiah.Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo mengatakan, ini merupakan langkah pengembangan jurnal untuk mempublikasi hasil penelitian-penelitian. “Mulai sekarang tiap fakultas dan prodi dapat mempublikasikan hasil risetnya melalui jurnal online yang dimilikinya, sehingga tidak terpusat pada jurnal yang dimiliki universitas,” katanya. Ke depan universitas mewajibkan mahasiswa yang akan lulus S-1, S-2, dan S-3 untuk mempublikasikan hasil penelitiannya lewat jurnal ilmiah. Tujuan mudahnya mengakses dan membaca e-jurnal, disamping agar orang tahu, juga supaya mereka lebih berhati-hati dalam membuat karya ilmiah.

…dst

10 ) IPB anugerahi penghargaan guru besar primata AS
http://www.antaranews.com/berita/323306/ipb-anugerahi-penghargaan-guru-besar-primata-as

Selasa, 24 Juli 2012 19:39 WIB
Bogor (ANTARA News) – Institut Pertanian Bogor memberikan penghargaan kepada guru besar sekaligus peneliti satwa primata kepada guru besar University Of Washington Prof Randall C Kyes. “Anugerah penghargaan itu diberikan karena Prof Randall C Keys sudah lebih dari 20 tahun bekerja sama dalam bidang penelitian dengan IPB,” kata Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto di Bogor, Jawa Barat, kemarin. Usai memberikan sertifikat penghargaan itu, rektor mengatakan bahwa penghargaan itu juga merupakan bentuk komitmen jangka panjang, khususnya dalam bidang primata. Ia menjelaskan bahwa Randall sudah secara konsisten selama 20 tahun mengadakan penelitian terkait primata dan mengadakan pelatihan dan pendidikan untuk mahasiswa mahasiswa IPB. Mengenai penghargaan yang diberikan IPB, Randall menyampaikan sangat bahagia mendapatkan sertifikat tersebut. “IPB merupakan rumah kedua bagi saya,” katanya.

…dst

11 ) Wah, Mahasiswa Asing Pelajari Budaya Bali, Mahasiswa Indonesia?
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/07/24/m7n4a7-wah-mahasiswa-asing-pelajari-budaya-bali-mahasiswa-indonesia

Selasa, 24 Juli 2012, 08:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR—Mahasiswa luar negeri mempelajari secara lebih mendalam tentang seni budaya Bali, sebagai realisasi program Departemen Luar Negeri Indonesia dalam memperkenalkan budaya Indonesia secara utuh. Ada 54 mahasisawa luar negeri yang belajar budaya daerah di Indopnesia selama tiga bulan dan mereka ditempatkan di beberapa provinsi, kata Instruktur seni budaya Bali, Drs Dewa Nurjana di Denpasar Selasa. Dari mahasiswa mancanegara tersebut sepuluh orang di antaranya berada di Bali dan sisanya antara lain dikirim ke Yogjakarta, Solo, Bandung, Makassar serta Papua dan mereka memperdalam seni budaya lokal. Indonesia terdiri atas beberapa provinsi dan masing-masing memiliki budaya lokal, maka anak-anak muda luar negeri yang mendalami budaya daerah tersebut, sehingga nantinya akan mengerti tentang Indonesia secara utuh.

…dst

12 ) Awasi Penggunaan BOS, Gandeng KPK
http://www.jpnn.com/read/2012/07/24/134642/Awasi-Penggunaan-BOS,-Gandeng-KPK-

Selasa, 24 Juli 2012 , 07:07:00
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yakin sistem pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun ini sudah tepat. Terbukti laporan penyaluran sudah hampir 100 persen tetap waktu. Ganjalan berikutnya adalah soal ketepatan penggunaan.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar (Dirjen Dikdas) Kemendikbud Suyanto menerangkan, saat ini adalah penghujung batas akhir pencairan dana BOS triwulan III 2012. “Sudah hampir komplit. Tinggal provinsi Sulawesi Barat dan Papua Barat saja yang belum,” katanya. Dengan hanya tersisa dua provinsi, berarti sampai kemarin, dana BOS yang sudah disalurkan dari pemerintah pusat ke pemprov mencapai Rp 5,5 triliun. Dari jumlah ini, dana yang sudah benar-benar diserap sekolah sejumlah Rp 4 triliun. Penyaluran ke sekolah tadi belum 100 persen di antaranya karena perbedaan bank antara milik pemerintah dengan sekolah.

…dst