1 ) Pendidikan Menengah Universal, Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/588

08/19/2012
Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan, program Pendidikan Menengah Universal (PMU) merupakan rintisan wajib belajar 12 tahun. Mengapa disebut rintisan, karena hingga saat ini, wajib belajar 12 tahun belum menjadi amanat undang-undang seperti halnya pendidikan dasar 9 tahun. ” Meski belum diwajibkan, kita berinisiatif untuk memulainya,” demikian disampaikan Mendikbud di kantor Kemdikbud, Kamis siang (16/08). Untuk itu, guna mengokohkan landasan pelaksanaan wajib belajar dari 9 tahun menjadi 12 tahun, pemerintah segera akan menyiapkan rancangan untuk amandemen undang-undang sistem pendidikan nasional (sisdiknas). “Amandemen tersebut untuk melandasi perubahan wajib belajar 9 tahun menjadi wajib belajar 12 tahun,” katanya.

…dst

2 ) Anggaran Pendidikan 2013 Rp 331 Triliun, Rp 23,4 Triliun Untuk BOS, Rp 43,1 Triliun Untuk Tunjangan Guru
http://setkab.go.id/berita-5407-anggaran-pendidikan-2013-rp-331-triliun-rp-234-triliun-untuk-bos-rp-431-triliun-untuk-tunjangan-guru.html

Sabtu, 18 Agustus 2012 – 07:44 WIB
Pemerintah mengalokasikan Rp 331,8 triliun untuk anggaransektor pendidikan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2013. Jumlah tersebut selain telah memenuhi amanat konstitusi untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN, merupakan peningkatan 6,7 persen dibanding anggaran yang dilokasikan tahun 2018 lalu sebesar Rp 310,8 triliun. “Anggaran pendidikan yang makin besar itu harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan pemerataan pendidikan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pidato Pengantar RUU APBN 2013 di hadapan Sidang Paripurna DPR-RI, Jumat (16/8) malam. Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua DPR-RI Marzuki Alie itu, Presiden SBY menyampaikan, anggaran sebesar Rp 331,8 triliun itu akan diprioritaskan untuk melanjutkan pemberian Bantuan Operasional Sekolah bagi 54,6 juta siswa, masing-masing 45 juta siswa setingkat SD/MI/Salafiyah Ula dan SMP/MTs/Salafiyah Wustha, serta untuk 9,6 juta siswa SMA/SMK/MA. “Pemerintah mengalokasikan dana BOS sebesar Rp 23,4 triliun pada RAPBN 2013 untuk menstimulasi daerah dalam memenuhi penyediaan anggaran pendidikan di daerah, bukan sebagai pengganti dari kewajiban daerah untuk menyediakan anggaran pendidikan BOS daerah,” tegas Presiden.

Menurut Presiden, pada tahun 2013 nanti kita akan memulai pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU). Untuk mendukung pelaksanaan PMU ini, Pemerintah sedang mempersiapkn penyediaan guru serta pembangunan sarana dan prasarana yang diperlukan. Pelaksanaan PMU diharapkan dapat meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) jenjang menengah, memperkecil disparitas antar daerah, dan memperkuat pelayanan pendidikan vokasi.

…dst

Pidato Presiden Pada Penyampaian RAPBN 2013 Tanggal 16 Agustus 2012

>>>

3 ) Dapat Beasiswa, Harus Bayar Zakat?
http://edukasi.kompas.com/read/2012/08/19/15023728/Dapat.Beasiswa.Harus.Bayar.Zakat

Minggu, 19 Agustus 2012 | 15:02 WIB
Pertanyaan:
Apakah kita wajib mengeluarkan zakat mal jika kita mendapatkan beasiswa sekolah yang besarnya melebihi 85g emas pertahunnya?
Jawaban:
Ada dua pendapat ulama dalam hal zakat beasiswa. Pertama, ada ulama yang menjelaskan bahwa beasiswa tidak termasuk dalam obyek zakat dan tidak wajib zakat. Pasalnya, mereka yang mendapatkan beasiswa studi adalah sebagai mustahik dan umumnya beasiswa ada yang bersumber dari dana zakat dan ada juga dari sumber lain. Oleh karena itu pendapat ulama pertama ini menegaskan zakat beasiswa tidak ada sebab Anda dikelompokkan dalam kategori mustahik (orang berhak mendapatkan zakat) yaitu ke dalam golongan fi sabilillah. Selain itu, beasiswa yang diterima merupakan tamlik muqayyad (pemberian bersyarat). Artinya, dana tersebut merupakan transaksi antara pemberi dana dan mahasiswa untuk menyelesaikan studinya. Kalau begitu, jangankan untuk zakat, untuk kepentingan mahasiswa sendiri pun bila tidak ada hubungannya dengan studi dana tersebut tidak boleh digunakan.

…dst

4 ) Ini Dia Beasiswa Doktor Fisika Atom di Spanyol
http://edukasi.kompas.com/read/2012/08/19/14310681/Ini.Dia.Beasiswa.Doktor.Fisika.Atom.di.Spanyol

Minggu, 19 Agustus 2012 | 14:31 WIB
KOMPAS.com – Institute of Photonic Sciences (ICFO), Spanyol, bekerja sama dengan Polytechnic University of Catalonia menawarkan beasiswa doktor di bidang fisika atom. Beasiswa ini dibuka untuk kandidat dari seluruh negara. Kandidat harus memiliki latar belakang pendidikan pascasarjana, terutama dalam bidang fisika, dengan nilai yang mengagumkan, baik secara akademis maupun dalam riset. Pengalaman di dalam theoretical quantum optics, nano-photonics, fisika bahan kondensasi dan ilmu informasi kuantum akan menjadi nilai tambah. Penerima beasiswa akan dipilih berdasarkan potensi dan kebutuhan. Selain itu, aktivitas dalam kegiatan masyarakat dan kelompok juga turut diperhitungkan. Para kandidat bisa mendaftar di laman resmi lowongan beasiswa ini. Selain dokumen akademis, kandidat harus menyiapkan surat keterangan diri, pernyataan ketertarikan dalam riset, serta kontak email dua pemberi referensi. Pendaftaran secara online dibuka hingga 31 Desember mendatang.

…dst

5 ) Jabar Rogoh Kocek Rp 25 Miliar untuk Alih Status Tiga PTS
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/08/16/m8u7gk-jabar-rogoh-kocek-rp-25-miliar-untuk-alih-status-tiga-pts

Kamis, 16 Agustus 2012, 16:28 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tahun ini menganggarkan Rp25 miliar untuk pembebasan lahan terkait program pengalihan status empat perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) di Jabar. “Tahun ini Pemprov Jabar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk pembebasan lahan terkait pengalihan status empat PTS menjadi PTN,” kata Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Jawa Barat, Zulkifly Chaniago, di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Kamis. Penetapkan anggaran Rp 25 miliar tersebut diputuskan pada Rapat Paripurna DPRD Jabar tentang Persetujuan DPRD Terhadap Rancangan Keputusan DPRD hal Raperda tentang Perubahan Status APBD 2012. Menyikapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan optimis target untuk dua PTS statusnya akan berubah menjadi PTN pada tahun ini. Keempat PTS yang akan berubah status menjadi PTN adalah Universitas Siliwangi di Kota Tasikmalaya, Politeknik Sukabumi di Kota Sukabumi, Universitas Swadaya Gunung Jati di Kota Cirebon, dan Universitas Singaperbangsa di Kabupaten Karawang.

…dst

6 ) Ceritakan Makna Mudik pada Anak-anak…
http://nasional.kompas.com/read/2012/08/18/17270260/Ceritakan.Makna.Mudik.pada.Anak-anak.

Sabtu, 18 Agustus 2012 | 17:27 WIB
KOMPAS.com – Anda sudah tiba di daerah tujuan mudik bersama keluarga? Namun, belum terlambat untuk menyampaikan dengan jelas tujuan mudik kepada anak-anak Anda. Anak-anak perlu tahu mengenai makna indah tentang mudik agar tradisi dalam suasana hari raya Idu Fitri ini tidak sekadar menjadi ritual belaka. Budayawan dari Universitas Jember, Prof. Dr. Ayu Sutarto, seperti dilansir Antara, mengatakan, tradisi mudik Lebaran mengandung nilai spiritual yang tinggi. Bukan sekadar soal berkunjung dan membawa oleh-oleh, mudik, dalam suasana Lebaran, memiliki makna yang dalam tentang berbagi. “Kita berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar di tempat asal kita,” katanya di Jember, Jumat (17/8/2012). Namun, berbagi yang dimaksudnya, bukan sekadar tentang harta, melainkan berbagi tentang hal yang lebih esensial dan bermakna spiritual. Sutarto mengatakan, dalam tradisi mudik, berbagi maaf atau saling memaafkan menjadi pelajaran paling penting. Apalagi, lanjutnya, jika situasi perselisihan masih ada dalam suatu keluarga besar. Dengan tradisi musik, tiap keluarga diajarkan untuk mau meminta maaf dan memberi maaf.

…dst

7 ) Lebaran yang sepi di panti
http://www.antaranews.com/berita/328516/lebaran-yang-sepi-di-panti

Minggu, 19 Agustus 2012 17:16 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Usai menjalankan ibadah shalat Idul Fitri 1433 Hijriah, ratusan nenek dan kakek penghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Mulia 4 Jakarta Selatan duduk manis di kursi-kursi yang berjejer rapi di aula panti.

Mereka pun menikmati sarapan opor ayam yang disajikan oleh pengelola panti yaitu Dinas Sosial DKI Jakarta. Sebagian yang sudah tidak sanggup mengunyah karena tidak memiliki gigi, tetap menikmati opor namun disajikan dengan semangkuk bubur, sebagai pengganti ketupat.

Nenek Sulastri, adalah satu dari 150 manula penghuni PSTW Budi Mulia 4 di Jalan Margaguna itu yang turut menikmati opor ayam. Tak tampak senyum terlihat di wajahnya yang tua keriput, hanya tatapan kosong. “Saya rindu cucu-cucu, saya ingin berjumpa dengan mereka,” ujar Sulastri usai menikmati sarapan opor ayam itu. Nenek yang menjadi salah satu penghuni panti sejak 27 Februari 2012 silam, menitikkan air matanya kala menceritakan peristiwa yang membawanya menjadi salah satu penghuni panti.

Anak perempuan Sulastri, Tutur namanya, telah meninggalkan dia di satu restoran di daerah Karawang. “Saya dibuang oleh anak saya sendiri, mungkin karena suaminya tidak menyukai saya. Lalu pemilik restoran membawa saya kepada Dinas Sosial,” ujar dia. Sulastri mengaku betah tinggal di Panti, namun rasa rindu yang menggebu kepada kelima cucunya, seringkali membuatnya menangis. “Di sini saya makan opor ayam, tapi kalau di rumah ada kue kembang goyang, tape ketan uli, kolang-kaling, ada dodol juga,” kata Sulastri. Meski telah ditinggalkan oleh anak perempuannya, Sulastri mengatakan bahwa dia selalu mendoakan anaknya itu, agar selalu selamat. “Saya juga berdoa, supaya bisa segera bertemu dengan cucu-cucu saya,” pungkas Sulastri.

Rasa rindu untuk berkumpul dengan keluarga di kala Lebaran, juga dirasakan oleh Sri Alimah, seorang nenek berusia 62 tahun asal Sleman, Jogja. “Saya bisa sampai di panti, karena dibawa oleh saudara saya. Kedua anak saya tidak mau tinggal bersama saya,” ujar Sri. Kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh kedua anak Sri, membuat mereka memutuskan untuk menyerahkan ibunya ke panti milik Dinas Sosial. “Sudah empat kali Lebaran saya tidak berjumpa dengan kedua anak saya, yah mau gimana lagi, mereka tidak punya uang untuk ke Jakarta,” kata Sri. Namun Sri masih beruntung, salah satu keponakan perempuannya kerap kali datang mengunjungi. “Lebaran memang selalu terasa sepi di hati, meskipun di sini ramai banyak teman-teman lain,” kata Sri yang sehari-harinya senang merajut ini.

…dst