Presiden : Pemerintah Naikkan Tunjangan Para Peneliti

08/31/2012

Bandung —  Puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke–17  diselenggarakan di  Gedung  Merdeka, Bandung, Jawa Barat. Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudoyono dan Ibu Negara Ani Yudoyono  hadir bersama  menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II  dan  masyarakat peneliti.  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh juga turut hadir pada peringatan Hakteknas  tersebut. Selain itu hadir juga Menpora Andi A Mallarangeng, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-17 ini diselenggarakan dalam rangka mewujudkan visi untuk menanamkan kesadaran masyarakat tentang  nilai-nilai strategis  serta  pentingnya peranan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam membangun peradaban dan kesejahteraan bangsa. Tema peringatan Hakteknas yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah “Inovasi untuk Kemandirian Bangsa” dengan tujuan  agar penelitian dan pengembangan iptek lebih bertumpu pada kebutuhan riil masyarakat, mencari solusi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pemenuhan kebutuhan riset yang lebih aplikatif.

Dalam sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan kabar gembira kepada para  peneliti dengan mengatakan bahwa peraturan presiden (perpres) yang mengatur tentang kenaikan tunjangan peneliti telah rampung  sehingga para peneiliti bisa mendapatkan kesejahteraan yang lebih tinggi.  “Mudah-mudahan Minggu ini sudah bisa diteken,” ujar presiden. Kabar gembira ini langsung disambut tepuk tangan meriah dari para peneliti yang hadir pada puncak Hakteknas tersebut.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan untuk Pranata Litbang (Prayogasala) kepada Pusat Litbang PLN, Kopi dan Kakao, serta Badan Litbang Provinsi Jawa Tengah, dan beberapa penghargaan untuk wanita peneliti yang berprestasi di bidang sains dan teknologi. Sejumlah kegiatan pameran juga ditampilkan hasil riset dan inovasi teknologi di tanah air serta produk-produk unggulan dari masing-masing koridor ekonomi yang didukung oleh akademisi, industri dan pemerintah. (JR)

Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/608

>>>

Tunjangan Peneliti Naik

Jumat, 31 Agustus 2012
BANDUNG, KOMPAS – Kenaikan tunjangan peneliti mungkin diberikan bulan September 2012. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pekan ini, akan menandatangani peraturan presiden tentang kenaikan tunjangan peneliti.

”Mudah-mudahan minggu ini bisa saya teken,” kata Yudhoyono pada sambutan puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-17 di Gedung Merdeka, Bandung, Kamis (30/8).

Menurut Presiden, jika ditandatangani bulan Agustus, para peneliti diharapkan dapat menikmati kesejahteraan lebih baik pada bulan September.

Yudhoyono berharap Indonesia dapat bergerak menjadi negara maju sebelum abad ke-21 berakhir. Salah satu pendorong utama cita-cita itu adalah penguasaan teknologi dan sumber daya manusia yang mumpuni.

Kenaikan tunjangan peneliti, di antaranya, diharapkan turut memacu kreativitas dan inovasi para peneliti. Selain itu, bangsa ini semakin percaya diri untuk mandiri, mampu mengurusi 240 juta penduduk, serta memiliki perilaku dan budaya yang tepat.

Menurut Sekretaris Kabinet Dipo Alam, peraturan presiden yang disampaikan Presiden memang mengatur kenaikan tunjangan peneliti. Ia tidak ingat persis bagaimana kenaikan tunjangan yang ditetapkan, tetapi salah satu yang diatur adalah peneliti utama mendapat tunjangan Rp 3.250.000.

”Pokoknya akan ada kenaikan,” ujarnya. Kenaikan, lanjutnya, akan diterapkan pada tunjangan semua golongan peneliti.

”Itu kenaikannya untuk semua peneliti. Ada peneliti utama, madya, dan beberapa ranking peneliti,” tuturnya.

Berlaku bertahap

Ditemui terpisah, Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta menjelaskan, kenaikan insentif bagi peneliti tersebut sudah dibicarakan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Kementerian Keuangan. Untuk sementara, kenaikan itu belum berlaku bagi semua peneliti.

Menristek masih memperjuangkan peneliti di bawah naungan Kementerian Pertanian juga dapat tambahan insentif.

Sebelum menyampaikan sambutan, SBY menerima dokumen cetak biru riset pengembangan alat pertahanan untuk Kementerian Pertahanan serta program Komite Inovasi Nasional (KIN), yakni pengembangan Bandung Raya Innovation Valley, pengembangan vaksin di Biofarma, dan Kawasan Industri Berbasis Inovasi di Gresik, Jawa Timur.

Ketua KIN Zuhal menuturkan, Bandung Raya Innovation Valley merupakan rencana penggabungan kerja sama perguruan tinggi dengan produsen teknologi dari luar negeri dalam kawasan terpadu untuk menjadi inkubator bisnis.

Kawasan yang akan berlokasi di lahan seluas 13 hektar di Jatinangor, Sumedang, itu diharapkan menjadi seperti Lembah Silikon di Amerika Serikat, yang menjadi ekosistem industri berbasis teknologi.

Untuk pengembangan vaksin, Biofarma sedang menjajaki peluang menjadi pusat pengembangan vaksin menggunakan kekayaan hayati. (ATO/ELD)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/2012/08/31/05544272/tunjangan.peneliti.naik