1 ) Tahun Ini Dimulai Program Beasiswa Untuk Daerah Khusus
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/614

09/03/2012
Jakarta — Tahun ini sebanyak 749 siswa SMA/SMK/MA dari Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat mendapatkan beasiswa Afirmasi Dikti (Adik) untuk melanjutkan studi ke 32 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia. Program Adik ini baru dimulai tahun ini dan dimaksudkan untuk memberi kesempatan siswa-siswa dari daerah khusus yang memiliki potensi akademik bagus untuk melanjutkan studi ke program sarjana. “Ini jalur afirmatif untuk daerah khusus, daerah khusus akan diperlakukan khusus juga,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Jakarta, minggu yang lalu. Program afirmatif ini kerja sama kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat (UP4B), dan Majelis Rektor PTN Indonesia. Program Adik Papua hanya diperuntukkan bagi siswa-siswa keturunan asli orang Papua, tidak termasuk anak-anak pendatang walaupun lahir di Papua. “Tidak seperti beasiswa Bidikmisi, siswa asli Papua yang mampu secara ekonomi boleh mendaftar,” ujar Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud Illah Sailah di Gedung D Kemdikbud Jakarta, Senin (3/9).

…dst

2 ) Juara OSN Bisa Langsung Masuk PTN Asal…
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/15142226/Juara.OSN.Bisa.Langsung.Masuk.PTN.Asal.

Senin, 3 September 2012 | 15:14 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjamin para juara Olimpiade Sains Nasional bisa langsung masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa tes untuk melanjutkan studi ke pendidikan tinggi. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mendikbud Mohammad Nuh memastikan pemberian beasiswa itu dengan memerintahkan pejabat di bawahnya, yakni Direktur Jenderal terkait untuk mengurus semuanya sesaat setelah siswa bersangkutan dinobatkan sebagai peraih emas OSN. Namun demikian, Nuh berpesan agar para juara pun memperhatikan hal berikut ini supaya “hadiah” itu tidak tertunda, bahkan terhambat untuk direalisasikan. “Selama ini kasusnya karena tidak klop. Juara Biologi masa mau masuk Matematika, kan susah. Akhirnya kita tunda, dan menjadi masalah,” ungkap Nuh seusai membuka OSN XI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (3/9/2012).

…dst

3 ) Pemerintah Akui Kurang Perhatikan Juara Olimpiade Sains
http://www.jpnn.com/read/2012/09/03/138492/Pemerintah-Akui-Kurang-Perhatikan-Juara-Olimpiade-Sains-

Senin, 03 September 2012 , 17:17:00
JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mulai tahun 2012 ini akan melakukan pemantauan terhadap para juara olimpiade di bidang pendidikan baik untuk tingkat nasional maupun internasional. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah memberikan beasiswa kepada seluruh peraih gelar juara olimpiade tersebut. “Kami akan membuat sistem baru, yakni sistem yang bisa memantau ada di mana saja mereka saat ini,” ungkap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Jakarta, Senin (3/9). Namun, Nuh mengakui bahwa selama ini pemerintah memang belum memiliki sistem ataupun tindakan konkrit untuk memantau para pemenang olimpiade. Maka tak heran jika para juara olimpiade lebih memilih melanjutkan pendidikan dan berkarya di luar negeri. “Saya kira kami memang saat ini belum membuat atau memiliki sistem pemantauan seperti itu. Tapi tentunya akan kita memberikan dorongan yang lebih tinggi lagi untuk bisa berprestasi dan bekarya untuk Indonesia,” tuturnya.

…dst

4 ) Alasan Belum Terealisasinya Sekolah Khusus Ilmuwan
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/16061442/Alasan.Belum.Terealisasinya.Sekolah.Khusus.Ilmuwan

Senin, 3 September 2012 | 16:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) masih belum dapat memastikan realisasi pendirian sekolah khusus untuk ilmuwan. Pasalnya, masih ada prioritas yang lebih mendesak dan harus diperhatikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, saat ini pihaknya lebih fokus memperlebar akses siswa cerdas berkebutuhan khusus yang menderita cacat secara fisik. Dengan pelayanan khusus, para siswa ini diharapkan dapat mengembangkan talentanya dengan maksimal dan akhirnya mampu bersaing dengan siswa lainnya. “Terus terang kendalanya adalah karena kita disibukkan dengan urusan di sebelah sini (pelayanan khusus). Tidak bisa kita lepas, dan masalah ini menjadi program kita,” kata Nuh, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (3/9/2012).

…dst

5 ) PTN Menjadi PTN Badan Hukum
http://www.jpnn.com/read/2012/09/03/138426/PTN-Menjadi-PTN-Badan-Hukum-

Senin, 03 September 2012 , 10:35:00
JAKARTA – Setelah disahkannya Undang-undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) langsung tancap gas merubah beberapa PTN menjadi badan hukum (PTN-BH). Gelombang mendirikan badan hukum ini diterapkan dulu untuk tujuh kampus yang dulu berstatus badan hukum milik negara (BHMN). Sayangnya, rencana untuk merubah kampus negeri menjadi PTN-BH tadi menjumpai sejumlah ganjalan. Diantara yang paling utama adalah keberadaan peraturan pemerintah yang menjabarkan secara teknis UU Dikti tadi. Kendala berikutnya adalah, PTN-PTN itu wajib menjalankan program pengalihan aset. Ketujuh PTN yang dulu berstatus BHMN adalah Universitas Airlangga (Unair), Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Sumatera Utara (USU). Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso mengatakan, ketujuh PTN tadi memang otomatis akan menjadi PTN-BH setelah UU Dikti ini disahkan. Namun yang perlu menjadi catatan, kampus-kampus ini tetap wajib menjalankan proses pengalihan aset. “Pengalihan aset ini terkecuali untuk tanah atau lahan. Tanah atau lahan ini sudah paten menjadi aset negara,” kata dia kemarin.

…dst

6 ) Badan Akreditasi Nasional PT Miliki Keterbatasan
http://www.pikiran-rakyat.com/node/201965

Senin, 03/09/2012 – 16:07
BANDUNG, (PRLM).- Ancaman tidak bisa meluluskan mahasiswanya bagi program studi yang belum terakreditasi dianggap sebagai sebuah bumerang yang justru akan menimbulkan masalah serius. Sebab belum diakreditasinya program studi terutama di perguruan tinggi swasta, bukan sepenuhnya kesalahan perguruan tinggi melainkan juga keterbatasan Badan Akreditasi Nasional PT dalam melaksanakan akreditasi. “Pemerintah seharusnya berhati-hati mengatakan hal itu ketika kemampuan untuk mengakreditasi belum tercukupi. Harus betul-betul dipikirkan, termasuk juga bagi PTS karena sebagian besar masyarakat kita kuliah di PTS. Saya kira itu justru akan menjadi bumerang dan akan menjadi masalah besar karena ini menyangkut pendidikan nasional,” kata Rektor Universitas Islam Bandung Prof. Thaufiq Boesoirie saat ditemui disela-sela kegiatan Taaruf Mahasiswa Baru Unisba, di Aula Utama Unisba Jln. Tamansari Bandung, Senin (3/9). Menurut Thaufiq, semestinya pemerintah melakukan langkah positif terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kebijakan yang sebenarnya akan merugikan masyarakat juga. Apalagi di tengah berbagai alokasi pendanaan yang sebagian besar hanya diberikan kepada PTN.

…dst

7 ) Keuangan 16 Perguruan Tinggi Negeri Dinilai Janggal
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/09/02/m9q8zc-keuangan-16-perguruan-tinggi-negeri-dinilai-janggal

Minggu, 02 September 2012, 23:59 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR menemukan berbagai indikasi penyimpangan dalam kinerja keuangan 16 perguruan tinggi negeri (PTN) dan tiga Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Anggota BAKN DPR Eva Kusuma Sundari mengatakan, temuan tersebut terkait proses pengadaan barang jasa, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan rekening-rekening liar di 16 PTN dan tiga Ditjen Kemendikbud. “Hasil penelaahan kami, itu terdapat berbagai penyimpangan,” kata Eva, di Jakarta, Sabtu (1/9). Eva mengatakan, penyimpangan kinerja keuangan 16 PTN dan tiga Ditjen Kemendikbud berasal dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ditelaah BAKN. LHP yang ditelaah adalah LHP keuangan Kemendikbud untuk anggaran tahun 2008, 2009, dan 2010. Atas temuan tersebut, Eva menegaskan, BAKN mendesak Komisi X segera menindaklanjuti hasil telaah BAKN. Menurutnya, Komisi X harus segera melakukan rapat kerja dengan Kemendiknas. “Ini penting untuk mencari tahu kebenaran dari hasil telaah BAKN. Rapat kerja dengan Mendiknas juga untuk mencari tahu pembenahan-pembenahannya,\” kata Eva.

…dst

8 ) Ini Penyebab Terjadinya Penyimpangan Anggaran di 16 Perguruan Tinggi
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/09/02/m9q4ib-ini-penyebab-terjadinya-penyimpangan-anggaran-di-16-perguruan-tinggi

Minggu, 02 September 2012, 20:08 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) menemukan adanya kejanggalan dan penyimpangan dalam penganggaran di 16 perguruan tinggi dan tiga direktorat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan laporan BPK tahun 2008, 2009 dan 2010. Menanggapi hal itu, Pengamat Pendidikan, Darmaningtyas, menyatakan, penyimpangan dan kejanggalan penganggaran dana yang ada di perguruan tinggi adalah bentuk kelemahan sistem keuangan negara. Menurut Darmaningtyas, praktik penyimpangan itu tidak lantas dikategorikan sebagai tindak korupsi. Bisa jadi, ungkap dia, penyimpangan tersebut berbentuk pengalihan dana. Artinya, tutur Darmaningtyas, dana yang seharusnya dianggarkan untuk pembelian sesuatu dialihkan untuk hal lain namun dengan nilai dana yang sama. “Hal itu dilakukan mungkin karena kebutuhan kampus yang mendesak saat itu yang mengakibatkan pengalihan penggunaan dana,” ujar Darmaningtyas kepada Republika, Ahad (2/9). Namun demikian, tutur Darmaningtyas, pengalihan penggunaan dana itu tidak lantas dibenarkan begitu saja. Dia menilai, ada kelemahan sistem keuangan negara dalam hal ini.

…dst

9 ) Sudah Ada 16 Pendaftar Calon Rektor UI
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/06324695/Sudah.Ada.16.Pendaftar.Calon.Rektor.UI

Senin, 3 September 2012 | 06:32 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pejabat Sementara (Pjs) Rektor Universitas Indonesia (UI) Djoko Santoso mengungkapkan hingga saat ini sudah ada 16 orang yang mendaftarkan sebagai calon rektor UI periode 2012-2017. Menurut Djoko Santoso di Jakarta, Minggu, saat ini pemilihan rektor UI periode 2012-2017 sedang dalam proses menjaring sebanyak mungkin calon. “Data terakhir yang saya ketahui, sudah ada 16 orang yang mendaftar, lima di antaranya sudah memenuhi syarat. Mudah-mudahan nambah lagi, ” kata Djoko, Minggu (2/9/2012). Hingga 7 September 2012 mendatang, lanjutya, panitia masih membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin mendaftar sebagai calon Rektor UI periode lima tahun ke depan. Terkait “incumbent”, pihaknya mengatakan bahwa hingga saat ini Gumilar R Soemantri belum mendaftar kembali. “Belum sampai saat ini. Lagipula, siapapun yang mendaftar dan persiapan apa yang ia lakukan itu hak bagi yang mendaftar. Nah, terkait seleksinya bagaimana itu hak dari panitia (MWA/majelis wali amanat),” ujarnya.

…dst

10 ) Jelang Pilrek UI
Lobi-Lobi Politik Kampus Makin Gencar
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684468/lobi-lobi-politik-kampus-makin-gencar

Senin, 03 September 2012 16:55 wib
DEPOK – Kekuatan peta politik kampus menjelang pemilihan rektor (pilrek) Universitas Indonesia (UI) makin tersebar ke sejumlah bakal calon. Lobi-lobi politik pun sudah mulai gencar dilakukan oleh para bakal calon tersebut. Senat Akademik Universitas (SAU) UI nantinya akan menyaring bakal calon yang mendaftar selama pendaftaran rektor menjadi lima orang. Kelima calon inilah yang akan dipilih oleh Majelis Wali Amanat (MWA). “Pihak yang memilih adalah rektor, dari SAU ex officio dekan. Masing-masing fakultas juga bisa ajukan lima pemilih, salah satunya dekan. Jadi, dikali 12 fakultas, total suara ada 60. Selain itu, hak suara juga dimiliki tiga wakil rektor, kepala perpustakaan, ketua pasca sarjana, dan rektor yang sedang menjabat,” jelas Wakil Rektor I UI Muhammad Anis di ruang kerjanya, Senin (3/9/2012). Pemilihan di SAU akan dilakukan dengan cara voting. Menurut Anis, semua dekan memiliki hak suara di tingkat SAU. Dengan begitu, semua kemungkinan bisa terjadi, dan calon mana pun dapat terganjal di sini. “Lobi-lobi itu berjalan, lobi-lobi sebelum rapat juga biasa. Tapi kan yang menentukan MWA. Menteri abstain juga bisa. Dan suara menteri 35 persen juga bisa dibagi-bagi porsinya saat di tingkat seleksi MWA,” jelasnya.

…dst

11 ) Dekan UI yang Diberhentikan Kembali Aktif
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/17313671/Dekan.UI.yang.Diberhentikan.Kembali.Aktif

Senin, 3 September 2012 | 17:31 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Delapan dekan di Universitas Indonesia (UI) yang diberhentikan dalam masa jabatan Gumilar Rusliwa Somantri sebagai Rektor UI telah aktif kembali. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Muhammad Anis, mengatakan para dekan itu sudah aktif kembali melalui surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Pejabat sementara (Pjs) Rektor UI Djoko Santoso. “Sejak 28 Agustus 2012 mereka telah aktif kembali, setelah Pjs Rektor UI Djoko Santoso mengeluarkan SK yang mengaktifkan delapan dekan tersebut,” katanya di Depok, Jawa Barat, Senin (3/9/2012). Delapan dekan yang aktif kembali setelah diberhentikan adalah Dekan Fakultas Kedokteran UI Ratna Sitompul, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Bambang Irawan, Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Dewi Irawaty, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bambang Shergi Laksmono, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Bambang Wibawarta, Dekan Fakultas Teknik Bambang Sugiarto, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Bambang Wispriyono, serta Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Adi Basukriadi.

…dst

12 ) UNS Bangun Pusat Studi Bangsa Melayu
http://cetak.kompas.com/read/2012/09/03/07063676/uns.bangun.pusat.studi.bangsa.melayu

03 September 2012
SOLO, KOMPAS – Universitas Sebelas Maret, Solo, mendirikan Pusat Studi Bangsa Melayu yang peresmiannya akan dilakukan pada Senin (3/9) ini di Kota Solo. Penelitian dilakukan bersama antara Indonesia dengan Malaysia untuk mengangkat eksistensi bangsa Melayu di tengah dunia. Rektor UNS Prof Ravik Karsidi, Minggu (2/9), mengatakan, peresmian pusat studi tersebut bersamaan dengan penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada mantan Perdana Menteri Malaysia YABhg Tun Dr Mahathir Mohamad. UNS menilai Mahathir memiliki peran yang sangat besar dalam membawa bangsa Melayu tampil sederajat dengan bangsa-bangsa lain. Pusat studi itu akan menampung segala bentuk riset mengenai bahasa dan budaya Melayu. Riset yang dilakukan adalah hasil kerja sama antara peneliti Indonesia dengan Malaysia. Bahasa Melayu menjadi salah satu yang menarik untuk diteliti karena sifatnya yang egaliter dan terbuka. “Bahasa Melayu yang merupakan akar bahasa Indonesia, pernah diusulkan oleh Pusat Bahasa untuk menjadi salah satu bahasa internasional. Sebab, pengguna bahasa tersebut tergolong cukup besar, bisa mencapai 400 juta jiwa,” kata Ravik.

…dst

13 ) Toreh Prestasi, Cara FKG Unsoed “Sambut” Maba
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684444/toreh-prestasi-cara-fkg-unsoed-sambut-maba

Senin, 03 September 2012 16:26 wib
JAKARTA – Seolah ingin menunjukkan kekompakan, mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menorehkan prestasi pada ajang yang sama, International Prosthodontic Scientifict Meeting 2012 di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Dalam kegiatan bertemakan “Interprofessional Collaboration Prosthodontic Treatment To Improved Quality of Life”, 30 Agustus- 1 September lalu tersebut, Fachmi Muzaqi (2010) dan Dita Rachmat (2012) menyabet gelar juara dalam lomba poster dan review literatur. Kompak dengan duet mahasiswanya, drg. Ali Taqwim pun memboyong predikat juara ketiga untuk kategori riset. Kolega drg. Ali, drg Yudi Prasetya Safarie bertutur, kemenangan ini menunjukkan eksistensi FKG Unsoed. Meski masih belia, kualitas FKG Unsoed dapat disejajarkan dengan institusi kedokteran gigi lainnya yang sudah lebih dulu ada, baik di di Tanah Air maupun internasional. “Ini seolah kado menyambut mahasiswa baru dan diresmikannya RS Gigi & Mulut Pendidikan yang awal September ini dibuka,” ujar Yudi, seperti dikutip dari laman Unsoed, Senin (3/9/2012).

…dst

14 ) Program Pencangkokan Mahasiswa Unmus Merauke
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/14233279/Program.Pencangkokan.Mahasiswa.Unmus.Merauke

Senin, 3 September 2012 | 14:23 WIB
KOMPAS.com – Universitas Musamus (Unmus) Merauke mengirim mahasiswanya menempuh studi dua semester di beberapa PTN di Jawa. Program pencangkokan mahasiswa ini untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi lulusan. Kepala Biro Umum Perencanaan dan Keuangan Unmus Gerzon Maulany mengatakan, 16 mahasiswa semester III jurusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, Arsitektur dan Teknik Sipil, dikirim kuliah dua semester di ITS. “Senin (hari ini) akan diberangkatkan mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan ke Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto,” katanya di Merauke, Minggu kemarin. (RWN)

…dst

15 ) Unesco – L’Oreal Buka Peluang di Unhas
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684204/unesco-l-oreal-buka-peluang-di-unhas

Senin, 03 September 2012 11:15 wib
MAKASSAR – United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization(UNESCO) bekerja sama dengan L’OREAL memberikan peluang fellowship bagi perempuan peneliti di Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program “For Women in Science”. Program For Women in Science ini telah lama mendorong dan mempromosikan para ilmuwan perempuan dari berbagai belahan dunia dan Indonesia khususnya. Setiap tahun diadakan sosialisasi di empat Universitas di Indonesia. Khusus tahun ini sosialisasi dilaksanakan di Unhas, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Andalas (Unand), Padang. Staf Komisi Nasional untuk UNESCO, R Iriyani menjelaskan, untuk fellowship ini, ada dua bidang penelitian yaitu Life Science dan Material Science untuk tingkat nasional maupun internasional. “Proposal penelitian nantinya akan dinilai oleh tim juri dari Unesco, Lembaga Ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI), Eikjiman Institute, serta pakar dari UI dan ITB,” bebernya saat menggelar sosialisasi di Unhas, Makassar.

…dst

16 ) Kampus Ditantang Lakukan Riset Pangan dan Energi
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/1248584/Kampus.Ditantang.Lakukan.Riset.Pangan.dan.Energi

Senin, 3 September 2012 | 12:48 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta, ditantang untuk melakukan penelitian nasional di bidang pangan dan energi. Hasil riset diharapkan mampu menjadi pengalih dan menghasilkan sumber daya pangan serta energi yang inovatif. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh mengatakan, saat ini kementerian telah mengalokasikan anggaran khusus untuk riset pangan dan energi yang diambil dari kerangka dana abadi pendidikan yang jumlahnya berkisar antara Rp 750 juta-Rp1 triliun. Pemerintah akan mengambil 30 persen dari bunga dana abadi ini untuk membayai riset pangan dan energi. Untuk tahap awal, dana ini hanya diberikan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB). Namun ke depan, kampus-kampus lain juga berpeluang mendapatkannya. “Riset nasional ini salah satu cara untuk menguatkan urusan pangan dan energi. Oleh karena itu akan dialokasikan secara khusus,” ungkapnya seusai membuka OSN XI di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin (3/9/2012).

…dst

17 ) Penelitian Pangan dari Bunga Dana Abadi
http://cetak.kompas.com/read/2012/09/03/06484480/penelitian.pangan.dari.bunga.dana.abadi

03 September 2012
Bogor, Kompas – Pemerintah akan mengalokasikan anggaran khusus untuk penelitian pangan dalam rangka mengembangkan produk-produk pertanian, seperti padi, jagung, dan kedelai. “Anggaran itu akan diambil dari bunga Dana Abadi Pendidikan,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh saat bertemu para mahasiswa baru Institut Pertanian Bogor (IPB), Sabtu (1/9) di Bogor. IPB mendapat kepercayaan penuh untuk mengembangkan produk pertanian, terutama bahan pangan. “Sudah saatnya kita menghentikan impor bahan pangan. Karena itu, peran riset jadi sangat penting,” kata Nuh. Selain untuk beasiswa dan rehabilitasi sekolah rusak akibat bencana, Dana Abadi Pendidikan juga bisa dimanfaatkan untuk biaya penelitian nasional antara lain di bidang pangan dan energi. Alokasi anggaran untuk penelitian sekitar 30 persen dari bunga Dana Abadi Pendidikan atau sekitar Rp 750 miliar – Rp 1 triliun. Saat ini jumlah Dana Abadi Pendidikan Rp 12 triliun. Dana abadi merupakan dana cadangan untuk menutupi biaya operasional pendidikan. “IPB kita jadikan leading sector. Jika ada yang ingin bergabung, silakan,” kata Nuh. Rektor IPB Herry Suhardiyanto mengatakan, IPB dan perguruan tinggi lain bisa bekerja sama mengembangkan penelitian produk pertanian sampai pada varietas dan dipasarkan.

…dst

18 ) Ketahanan Pangan, IPB Dapat Dana Khusus
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684149/ketahanan-pangan-ipb-dapat-dana-khusus

Senin, 03 September 2012 09:57 wib
BOGOR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan anggaran khusus kepada Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk mengembangkan inovasi pangan. Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, dengan alokasi khusus untuk pengembangan produk pertanian yang akan dilakukan IPB ini, kebutuhan pangan di TanahAir akan dapat dicukupi. Pengembangan pangan ini, ujarnya, sangat penting karena Indonesia yang kaya akan sumber daya justru masih mengimpor sejumlah kebutuhan pokok dari negara lain seperti beras dan kedelai. “Beras juga kita impor, padahal kita memiliki ahlinya di IPB, sehingga kita akan berikan dukungan penuh kepada IPB akan hal ini,” tandas Nuh saat melihat proses penerimaan mahasiswa baru di IPB, Bogor, kemarin. Mantan Rektor ITS itu mengatakan, dana yang akan diberikan ke IPB diambil dari bunga dana abadi. Dana abadi yang ditabung oleh pemerintah mencapai Rp1 triliun dengan bunga mencapai Rp350 miliar. Dan yang akan dipakai untuk pengembangan pangan ini ialah 30 persen dari bunga tersebut. Nuh menyatakan, dana abadi itu akan dimanfaatkan untuk beasiswa, riset, dan dana bantuan untuk bencana.

…dst

19 ) Beras Analog IPB Jadi Sumber Pangan Alternatif
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684133/beras-analog-ipb-jadi-sumber-pangan-alternatif

Senin, 03 September 2012 09:36 wib
BOGOR – Menteri Pertanian (Mentan) Suswono secara resmi meluncurkan beras analog yang berbahan sagu, jagung, dan tepung singkong hasil inovasi Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai kebutuhan pokok pengganti beras padi. Bentuknya pun sama seperti beras padi. “IPB yang menghasilkan banyak model inovasi pangan. Mudah-mudahan bisa dibuat industrinya untuk memperbanyak dan disosialisasikan bahwa beras analog bisa menggantikan nasi yang berbahan dari padi,” jelas Suswono dalam dies natalis ke-49 IPB di Kampus IPB Dramaga, Bogor, akhir pekan lalu. Dia juga berharap seluruh mahasiswa IPB memberi gambaran kepada masyarakat Indonesia bahwa makanan pokok itu tidak mesti dari beras. Ini lantaran masih banyak pangan lain selain beras yang merupakan sumber karbohidrat. “Maka dari itu, dengan resmi hari ini saya luncurkan beras analog. Diharapkan dapat mencegah krisis pangan di Indonesia. Sebab Indonesia adalah pengonsumsi beras terbesar di dunia,” sambung Suswono.

…dst

20 ) Perguruan Tinggi Bisa Bantu Stop Impor Bahan Pangan
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/17444957/Perguruan.Tinggi.Bisa.Bantu.Stop.Impor.Bahan.Pangan

Senin, 3 September 2012 | 17:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Hery Suhardiyanto yakin Indonesia dapat berhenti dari rutinitas mengimpor bahan panganan. Menurutnya, semua itu dapat diwujudkan dengan budaya penelitian yang baik dan inovatif, tentunya didukung pendanaan yang kuat, dari perguruan tinggi di nusantara. Hery optimistis, turunnya anggaran khusus penelitian dapat menggairahkan kembali dunia riset di perguruan tinggi dalam negeri sehingga Indonesia bisa mulai menghentikan ketergantungan impor bahan makanan dari luar negeri. Bahkan, menurutnya, bukan tidak mungkin Indonesia bisa mengekspor bahan pangan jika mengalami surplus. “Target kita menghentikan impor, yang utama ketahanan pangan kita, kita cukupi itu dulu. Mengekspor juga bisa jika kita optimal. Kita bisa membantu negara lain yang memiliki persoalan pangan,” kata Hery saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/9/2012).

…dst

21 ) Rektor IPB: Inovasi Itu Mahal, Namun Berdaya Jual
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/15283655/Rektor.IPB.Inovasi.Itu.Mahal.Namun.Berdaya.Jual

Penulis : Indra Akuntono | Senin, 3 September 2012 | 15:28 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Hery Suhardiyanto mengatakan, diperlukan investasi besar untuk melakukan banyak inovasi dalam penelitian. Kendati demikian, investasi itu nantinya dapat kembali dalam bentuk peningkatan mutu. “Inovasi perlu biaya mahal, tetapi akhirnya akan memiliki daya jual, dan bisa mengembalikan modal investasi itu sendiri,” terang Hery saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/9/2012). Selama ini, kata Hery, IPB telah melakukan sejumlah inovasi khususnya dalam hal pangan, seperti mengembangkan beberapa varietas, misalnya padi, kedelai, pepaya, melon, dan manggis. Semua penelitian pangan yang dilakukan IPB memang belum dapat menentukan varietas alias mentok pada penentuan galur. Akan tetapi, galur yang diperoleh nantinya bisa diperbanyak menjadi bibit benih yang disebarkan. Pemilahan benih, menurut Hery, masuk dalam tahapan komersialisasi dan menjadi pintu masuk mengembalikan modal yang digunakan sebagai investasi.

…dst

22 ) FIS UNY Buka Delapan Prodi Baru – Optimistis Ancaman Moratorium Diabaikan
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/522783/

Monday, 03 September 2012
YOGYAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah mengajukan rencana pembukaan delapan program studi (prodi) baru.Pengajuan tersebut untuk semakin mengembangkan ilmu sosial, sekaligus menjawab kebutuhan ilmu pengetahuan di masyarakat. “Kami sudah mengajukan surat permohonan pembukaan delapan prodi pada Dikti Kemendikbud tepat 17 Agustus lalu. Beberapa prodi dari yang diusulkan sudah lama ingin kami buka untuk menjawab kebutuhan di masyarakat,”papar Dekan FIS UNY Ajat Sudrajat kemarin. Ajat mengungkapkan delapan prodi yang diusulkan adalah untuk tingkat S-1 ada prodi Ilmu Komunikasi, Ilmu Hukum, Geografi Kebencanaan, dan prodi Ilmu Politik. Sedangkan tingkat D3 ialah prodi Pariwisata dan level S-2 ada Pendidikan Sejarah, Pendidikan Geografi, serta Pendidikan Kewarganegaraan. “Kami baru saja kehilangan dua prodi yakni Ilmu Ekonomi yang saat ini menjadi fakultas sendiri dan prodi Administrasi Perkantoran yang ikut bergabung di Fakultas Ilmu Ekonomi. Pengajuan prodi memang di tengah isu moratorium. Namun kami berharap masih ada peluang karena pengajuan sebelum berlakunya moratorium per 1 September 2012,” kayanya yakin.

…dst

23 ) Sepakat Perpendek Waktu Kuliah
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/09/03/197464/Sepakat-Perpendek-Waktu-Kuliah

03 September 2012
KERJA SAMA Udinus di bawah pimpinan Rektor Dr Edi Noersasongko dan Ketua Yayasan Tri Rustanti dengan Burapha University, mendapat dukungan penuh Kedutaan Besar Indonesia. Atase Pendidikan KBRI Bangkok Dr Yunardi Yusuf ikut mengantar dan memberi sambutan di depan tim penerima Universitas Burapha, di Chonburi, pertengahan antara Bangkok dan Pataya, Senin 27 Agustus lalu. Yunardi menyebutkan, kesempatan yang sudah dibuka harus dimanfaatkan betul oleh para mahasiswa untuk menimba ilmu di Thailand. ”Dari segi kemampuan barangkali dosen dan mahasiswa kita tidak kalah, namun keterbukaan universitas di Thailand menerima mahasiswa asing untuk belajar di kampusnya, dalam arti menyediakan fasilitas untuk mahasiswa asing adalah hal yang masih jarang dilakukan universitas di Indonesia,” katanya. Menurutnya, ada salah satu universitas di negara tersebut yang menyediakan 1.000 kamar apartemen untuk mahasiswa asing. Mereka menginap dengan gratis di apartemen tersebut dan mendapat biaya hidup tiap bulan. Syarat inilah yang menjadikan universitas di Thailand dikenal di seluruh dunia.

…dst

24 ) MPR Dorong Kurikulum Pancasila Dipisahkan
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/09/03/197466/MPR-Dorong-Kurikulum-Pancasila-Dipisahkan

03 September 2012
SEMARANG- MPR mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memisahkan Pancasila menjadi kurikulum tersendiri. Pasalnya, dari hasil penelusuran MPR yang dilakukan bersama lembaga survei terkait pemahaman Pancasila, didapati sekitar 76% siswa di Indonesia tidak mengerti makna Pancasila. ”Mulai 2013 Kementerian Pendidikan sudah menegaskan akan menjadikan Pancasila sebagai mata pelajaran sendiri dan terpisah dari bidang studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dengan format dan pola pemikiran yang berbeda,” kata Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid usai membuka Sosialisasi Empat Pilar Negara dengan Metode Outbound di Kalangan Mahasiswa Provinsi Jawa Tengah, Minggu (2/9), di Hotel Santika Premiere. Kegiatan itu diikuti mahasiswa dan perwakian rektor dari 13 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jateng. Politisi yang akrab disapa Farhan ini mengatakan, momentum sosialisasi sangat tepat mengingat generasi muda saat ini sudah jauh dari empat pilar negara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

…dst

25 ) Sambut Mahathir, UNS Tingkatkan Keamanan
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684258/sambut-mahathir-uns-tingkatkan-keamanan

Senin, 03 September 2012 12:20 wib
SOLO – Salah satu persiapan yang dilakukan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, dalam menyambut kedatangan mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad adalah dengan meningkatkan keamanan. Sejak kemarin, tampak beberapa personel kepolisian menyandang senjata laras panjang berjaga di sejumlah sudut kampus UNS. “Soal keamanan memang ditingkatkan. Apalagi Tun Mahathir Mohamad adalah mantan Perdana Menteri,” ungkap Kepala Humas dan Kerjasama UNS Tunjung W Sutirto kepada Okezone, kemarin. Menurut Tunjung, personel pengamanan kedatangan Mahathir Mohamad terdiri dari kepolisian, TNI, Satpam dan Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS. “Satpam UNS ada lebih dari 300 personel. Mulai Minggu siang sudah disiagakan dan bekerja secara shift. Termasuk juga anggota Menwa yang ada, sudah mulai bertugas jaga, dibantu dari Polri dan TNI,” jelasnya.

…dst

26 ) Berminat Jadi Dosen? Simak Dulu Nasihat Rektor Ini
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/09/02/m9q3lg-berminat-jadi-dosen-simak-dulu-nasihat-rektor-ini

Senin, 03 September 2012, 04:33 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, PALU—Agar lebih berkualitas, Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu Muhammad Basir mendorong dosen di kampusnya yang masih bergelar S1 untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Muhammad Basir mengatakan hal itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menyebutkan pengajar mahasiswa calon sarjana adalah dosen yang berpendidikan minimal magister (S2). Saat ini dari 1.200 pengajar di Universitas Tadulako Palu, 100 diantaranya masih bergelar sarjana atau S1. Dia mengharuskan para dosen bergelar S1 itu agar melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya selambat-lambatnya pada 2014.

…dst

27 ) Lulusan Undana Harus Berpikir Dan Bertindak Global
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/03/06425636/Lulusan.Undana.Harus.Berpikir.Dan.Bertindak.Global

Senin, 3 September 2012 | 06:42 WIB
KUPANG, KOMPAS.com – Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang Prof Frans Umbu Datta Ph.D mengatakan, lulusan perguruan tinggi tersebut harus berpikir dan bertindak global setelah berada di tengah masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh. “Universitas Nusa Cendana (Undana) saat ini sedang berada dalam jalur menuju universitas kelas dunia, sehingga untuk mencapai tujuan tersebut Undana harus berpikir global dan bertindak global pula,” katanya di Kupang, Minggu (2/9/2012). Ia mengatakan hal itu ketika melepas sekitar 806 lulusan Undana. Menurut dia, dari hampir 40.000 lulusan yang telah ditamatkan Undana sejak berdiri 2 September 1962 hampir sebagian besar dari mereka berorientasi menjadi pengawai negeri sipil atau PNS dan sebagian kecil yang memilih menjadi pengusaha dan politisi.

…dst

28 ) Joint Degree, 18 Mahasiswa Unsoed Kuliah di China
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684402/joint-degree-18-mahasiswa-unsoed-kuliah-di-china

Senin, 03 September 2012 19:02 wib
JAKARTA – Sebanyak 18 mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengikuti perkuliahan Hebei University, China. Para mahasiswa ini terdiri dari program studi (prodi) Akuntansi, Manajemen, dan IESP, serta didampingi oleh tiga dosen pendamping, yaitu Wiwiek R Adawiyah, Supadi, dan Yudha Arya Sudibyo. Menurut Wiwiek yang juga menjabat Koordinator Program Internasional Fakultas Ekonomi (FE) Unsoed tersebut, para mahasiswa ini akan menempuh program joint degree di Hebei University. Jadi, mereka akan menjalani sebagian masa studi pendidikan sarjana di Negeri Tirai Bambu tersebut selama satu hingga dua tahun ke depan. “Mereka akan tinggal di asrama kampus Hebei University selama menempuh studi di China,” ujar Wiwiek, seperti dinukil dari situs Unsoed, Senin (3/9/2012).

…dst

29 ) Ketua KPK Tempa Karakter Maba Unhas
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684390/ketua-kpk-tempa-karakter-maba-unhas

Senin, 03 September 2012 16:05 wib
JAKARTA – Untuk membentuk dan mengembangkan kemampuan diri dibutuhkan pembelajaran dari sang ahli. Hal ini pula yang dilakukan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dalam kegiatan pelatihan manajemen diri dan kemampuan mahasiswa baru (maba) atau yang disebut Basic Character and Study Skill (BCSS). Unhas mendatangkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad pada kegiatan rutin tahunan bagi para maba tersebut. Pimpinan KPK yang dikenal tegas dan berwibawa itu membawakan kuliah umum di hadapan ribuan maba, akhir pekan lalu, di Baruga AP. Pettarani, Unhas, Makassar. Pada kesempatan tersebut, Abraham mengupas bnayak masalah pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Menurut Abraham, saat ini mahasiswa adalah salah satu pendukung dalam membangun karakter antikorupsi.

…dst

30 ) 10 PTN Dapat Beasiswa Rp1 M
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/03/373/684529/10-ptn-dapat-beasiswa-rp1-m

Senin, 03 September 2012 18:15 wib
JAKARTA – Sepuluh perguruan tinggi negeri (PTN) menerima Bantuan bagi Mahasiswa Berprestasi (BMB) 2012 dari Lippo Group. Kali ini, Lippo Group mengucurkan dana Rp1 miliar kepada PTN yang berada di berbagai penjuru Nusantara tersebut. Ke-10 penerima BMB Lippo Group 2012 adalah Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Jambi (Unja), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Tanjungpura Pontianak, Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Sam Ratulangi Manado, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Menurut Presiden Lippo Group Theo L Sambuaga, beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Lippo Group dalam rupa Corporate Social Responsibility (CSR) kepada dalam bidang pendidikan tinggi. Program ini ditujukan bagi mahasiswa berprestasi di universitas berbeda tiap tahunnya.

…dst

31 ) Pendidikan Gratis Telan Anggaran Rp11 Triliun
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/522896/38/

Monday, 03 September 2012
JAKARTA –Rencana pemerintah menggelar pendidikan menengah universal (PMU) atau pendidikan gratis hingga SMA pada tahun depan dipastikan menelan anggaran besar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, PMU akan menelan dana hingga Rp11 triliun. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menjelaskan, anggaran tersebut dialokasikan dari RAPBN 2013.Anggaran akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan bantuan operasional siswa. Walau demikian, Mantan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Informal (PAUDNI) Kemendikbud ini menjelaskan, anggaran ini belum difinalisasi. Pasalnya proporsi anggaran yang berasal dari APBN itu masih terus dirancang dan bukan tidak mungkin mengalami perubahan. “Masih dirancang dan sangat dinamis, bisa naik dan bisa juga turun. Setengah dari jumlah tersebut akan disalurkan untuk Bantuan Operasional SMA (BOSM),”kata dia. Diketahui BOSM tersebut juga masih dirintis, baik dari segi cost maupun mekanisme penyalurannya.

…dst

32 ) Mendiknas Persilakan Warga Syiah Sampang Belajar di Pesantren
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/03/345143/293/14/Mendiknas-Persilakan-Warga-Syiah-Sampang-Belajar-di-Pesantren

Senin, 03 September 2012 00:39 WIB
SAMPANG–MICOM: Menteri Pendidikan Nasiona (Mendiknas) Mohammad Nuh mepersilakan pemuda Syiah di Sampang untuk belajar di pesantren dan sekolah manapun, termasuk di lembaga pendidikan Syiah. Menurut Mendiknas, tidak boleh ada tekanan anak-anak untuk sekolah di lembaga pendidikan tertentu, karena akan membuat pertumbuhan mental dan kejiwaan mereka terhambat. “Silakan mau sekolah di langit atau di bumi, terserah. Yang penting bagi saya hak mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak harus dipenuhi,” kata Nuh saat menjawab keluh kesah istri Tajul Muluk, Ummi Kulsum, di lokasi pengungsian korban kerusuhan Sampang, Jawa Timur, Minggu (2/9).

…dst