1 ) Lulusan Diploma Harus Diperbanyak
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/14032463/Lulusan.Diploma.Harus.Diperbanyak

Kamis, 6 September 2012 | 14:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pendidikan kejuruan atau vokasional di jenjang pendidikan tinggi perlu ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, maupun kuantitas. Pasalnya, di lapangan, terjadi ketimpangan antara jumlah diploma yang seharusnya lebih banyak, dibandingkan dengan lulusan bertitel sarjana. Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Akhmaloka berpendapat, pemerintah belum mampu memotret kebutuhan ketenagakerjaan secara nasional. Padahal, peta ketenagakerjaan yang akurat menjadi landasan penting bagi dunia pendidikan untuk merencanakan peta produksi sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. “Antara dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi dengan dunia kerja belum terbangun ‘link and match’. Salah satu indikatornya terlihat dari masih tingginya jumlah angkatan kerja terdidik yang tidak terserap di pasar kerja,” kata Akhmaloka saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/9/2012). Dia menyampaikan, hal itu tidak hanya terjadi karena ada kesalahan kurikulum perguruan tinggi yang belakangan banyak dikritisi. Namun juga dipengaruhi tidak adanya sistem perencanaan ketenagakerjaan nasional yang baik.

…dst

2 ) Bursa Calon Rektor UI, Baru 8 Nama Lolos Verifikasi
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/15153686/Bursa.Calon.Rektor.UI.Baru.8.Nama.Lolos.Verifikasi

Kamis, 6 September 2012 | 15:15 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Ketua Panitia Khusus Pemilihan Rektor Universitas Indonesia (Pansus Pilrek UI) 2012) Endriartono Sutarto mengatakan, sampai dengan hari ini sudah ada 25 orang yang membuka akun sebagai calon rektor UI. Akan tetapi, dari jumlah itu belum semuanya dinyatakan lolos seleksi oleh tim panitia Pilrek UI. Endriartono menjelaskan, jika merunut ke jadwal pelaksanaan yang telah ditentukan, Jumat (7/9/2012) besok adalah hari terakhir waktu verifikasi data. Berdasarkan catatannya, dari ke-25 orang yang membuka akun, sedikitnya baru 15 calon yang menyerahkan berkas persyaratan. “Pukul 24.00 besok adalah batas akhir pendaftaran. Yang membuka akun ada 25, yang menyerahkan berkas ada 15, dan yang kami nyatakan lolos verifikasi baru delapan calon,” kata Endriartono kepada Kompas.com, Kamis (6/9/2012), di Jakarta.

…dst

3 ) Akses Terbuka untuk Jurnal Ilmiah
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/13194919/Akses.Terbuka.untuk.Jurnal.Ilmiah

Kamis, 6 September 2012 | 13:19 WIB
Jakarta, Kompas – Kepustakaan di Indonesia sudah saatnya memasuki era akses terbuka untuk meningkatkan akses keterbacaan literatur/jurnal kepustakaan. Pemustaka—mereka yang mengakses kepustakaan—saat ini didominasi generasi milenial yang sangat lekat dengan dunia digital. “Pemustaka milenial ini menjadi kelompok utama pemustaka. Mereka memiliki kebutuhan atau minat informasi yang spesifik sehingga memerlukan pelayanan spesifik pula,” kata Rosa Widyawan, pustakawan senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dalam lokakarya bertema “Transformasi Kepustakawanan Indonesia dalam Era Akses Terbuka”, Rabu (5/9), di Jakarta. Untuk menghadapi masalah ini, pustakawan sebagai kunci penting pelayanan informasi perlu mengasah kompetensi mereka di bidang teknologi. Jika kompetensi ini tidak ditingkatkan, akan terjadi friksi di bidang kepustakaan. “Akan terbentuk ‘jurang’ antara pemustaka dan pustakawan sehingga bisa jadi kepustakaan di Indonesia tidak banyak diakses generasi sekarang,” lanjut Rosa. Jurang ini terjadi karena ada perbedaan pemahaman soal teknologi yang mencolok antara pemustaka dan pustakawan. Pemustaka masa depan sejak kecil dikelilingi teknologi sehingga sudah piawai dalam memanfaatkan teknologi komunikasi dan komputer. Sementara pustakawan, yang rata-rata usianya sudah paruh baya, masih gagap teknologi sehingga kurang maksimal memberikan pelayanan.

…dst

4 ) Makna Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/09/06/197819/Makna-Kerangka-Kualifikasi-Nasional-Indonesia-KKNI

06 September 2012
TIDAK banyak masyarakat yang tahu dan peduli bahwa Januari lalu pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Ketidaktahuan dan sepinya respons masyarakat bisa disebabkan oleh ketidaktahuan tentang apa gunanya KKNI dan apa konsekuensinya bagi perikehidupan. Padahal, di belahan dunia lain, KKNI atau yang dikenal luas sebagai National Qualification Framework (NQF) adalah isu besar yang menyeret secara bersama-sama elemen dunia pendidikan, ketenagakerjaan, dan dunia kerja. Menurut Perpres Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI, kerangka kualifikasi adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor (Pasal 1). KKNI terdiri atas sembilan jenjang yang dimulai dari tamatan pendidikan dasar (kualifikasi 1), pendidikan menengah baik SMA maupun SMK (kualifikasi 2), lulusan Diploma 1 sampai Diploma 3 (kualifikasi 3, 4, dan 5), dan lulusan pendidikan profesi (kualifikasi 6) serta S-1/Diploma 4, S-2 dan S-3 (berurutan kualifikasi 7, 8, 9).

…dst

5 ) Nuh: Laporan BAKN Adalah Kasus Lama
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/11295544/Nuh.Laporan.BAKN.Adalah.Kasus.Lama

Kamis, 6 September 2012 | 11:29 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menilai laporan yang dilontarkan oleh Badan Analisis Keuangan Negara (BAKN) DPR mengenai dugaan penyimpangan di 16 PTN dan 3 Direktorat Jenderal di lingkungan kementeriannya merupakan kasus lama. Dia menegaskan, masalah tersebut terjadi pada tahun 2008 sebelum dirinya menjabat sebagai menteri pendidikan. Namun demikian, Nuh mengaku tak akan diam. “Tentunya akan tetap kita tangani dan selesaikan masalah tersebut,” kata Nuh, di gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (5/9/2012) malam. Dia menyampaikan, kabar mengenai kasus ini diketahuinya melalui pemberitaan di sejumlah media. Akan tetapi, dia belum mempelajari kasusnya secara mendalam. “Tetapi saya sudah mengintruksikan Irjen untuk dapat menindaklanjuti kasus ini. Jika laporannya sudah saya terima, pasti akan kami sampaikan kepada publik diketahui titik masalahnya,” ungkap dia.

…dst

6 ) Kemendikbud: Temuan BAKN Bukan Indikasi Korupsi
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/16032350/Kemendikbud.Temuan.BAKN.Bukan.Indikasi.Korupsi

Kamis, 6 September 2012 | 16:03 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membantah jika dugaan penyimpangan anggaran yang dilontarkan oleh Badan Analisis Keuangan Negara (BAKN) DPR bukanlah indikasi terjadinya korupsi. Meski dugaan penyimpangan keuangan yang total kerugiannya mencapai Rp 137,3 miliar tersebut sampai saat ini masih ditelusuri oleh pihak Kemdikbud. “Bukan, itu bukan dan belum menjadi indikasi korupsi. Ini perlu pembuktian lebih lanjut. Kalau korupsi itu indikasinya seperti menguntungkan pribadi, melawan hukum dan merugikan negara,” kata Inspektur Jenderal Kemendikbud, Haryono Umar saat ditemui di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (6/9/2012). Haryono menjelaskan, informasi yang diterima oleh Kemdikbud hingga saat ini juga tidak menjurus ke arah indikasi korupsi. Menurut Haryono, laporan BAKN DPR tersebut hanya sebatas buruknya pengelolaan administrasi dan laporan keuangan di beberapa Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

…dst

7 ) DPR: Mendikbud Tak Jeli Pilih Pejabat
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/10012533/DPR.Mendikbud.Tak.Jeli.Pilih.Pejabat

Kamis, 6 September 2012 | 10:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menuai tanggapan miring. Kali ini, Mendikbud Mohammad Nuh dinilai tak memilih pejabat di lingkungannya dengan tepat. Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah mengatakan, ketidaktelitian itulah yang akhirnya berdampak pada tercorengnya wajah Kemendikbud setelah Badan Analisis Keuangan Negara (BAKN) DPR memberikan opini disclaimer kepada Kemendikbud. BAKN mengeluarkan opini ini karena adanya laporan mengenai dugaan penyimpangan di 16 perguruan tinggi negeri (PTN) dan tiga Direktorat Jenderal di lingkungan Kemendikbud. “Penyimpangan anggaran itu terjadi tentu karena tidak tertibnya proses administrasi di kementerian. Mendikbud nampak kurang tepat dalam memilih pejabatnya di beberapa posisi jabatan tertentu,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/9/2012).

…dst

8 ) Uji Materi Kini Dipertimbangkan
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/11154013/Uji.Materi.Kini.Dipertimbangkan

Kamis, 6 September 2012 | 11:15 WIB
KOMPAS.com — Logikanya Undang-Undang Pendidikan Tinggi yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk diundangkan pada 13 Juli lalu disambut baik oleh kalangan perguruan tinggi negeri dan swasta. Namun, suara kritis atas lahirnya UU itu justru kian bertambah, menyusul ketidakjelasan sejumlah aturan dalam UU itu. Sejumlah pengelola PTS bahkan menyuarakan kemungkinan mengajukan uji materi (judicial review) atas UU itu. Dalam diskusi terbatas “Pro dan Kontra UU Pendidikan Tinggi” yang digelar harian Kompas, 31 Juli di Semarang, Jawa Tengah, dorongan untuk mengajukan uji materi itu kian menguat. Menurut Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Kota Semarang Wijaya, pembahasan UU Pendidikan Tinggi (UU PT), yang kini bernomor 12 Tahun 2012, sejak semula kurang melibatkan kalangan PTS. “UU ini miskin uji publik. Sejak awal pembahasan rancangan, Aptisi sering terkecoh dengan berbagai versi yang muncul. Diskusi tidak jalan karena versi yang dibaca berbeda. Tim perancang cepat mengubah pasal-pasal,” ungkap Wijaya, yang juga Rektor Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang itu.

…dst

9 ) Diskusi UU Pendidikan Tinggi (1)
Perguruan Tinggi Asing: Peluang atau Ancaman?
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/10410617/Perguruan.Tinggi.Asing.Peluang.atau.Ancaman.

Kamis, 6 September 2012 | 10:41 WIB
KOMPAS.com — Undang-Undang Pendidikan Tinggi yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat untuk disahkan pemerintah pada 13 Juli lalu meninggalkan banyak pertanyaan. Salah satunya soal posisi perguruan tinggi asing di Tanah Air saat undang-undang ini diterapkan. Sejumlah kalangan berharap kehadiran perguruan tinggi (PT) asing membantu mengembangkan pendidikan di Indonesia. Namun, kekhawatiran terbesar, PT asing justru akan menjadi ancaman bagi PT di Tanah Air. Selain diharapkan melengkapi pendidikan yang selama ini belum ada di Indonesia, masuknya PT asing juga bisa menjadi ajang “menambah” pendapatan negara di bidang perizinan. Dalam diskusi mengenai “Pro dan Kontra UU Pendidikan Tinggi” yang digelar harian Kompas di Kota Semarang, Jawa Tengah, 31 Juli 2012, sejumlah pengelola perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Semarang dan sekitarnya memandang PT asing tidak perlu masuk ke Indonesia. Kehadiran PT asing dikhawatirkan justru akan menggilas perguruan tinggi di Tanah Air, terutama PTS.

…dst

10 ) Varietas Padi Unggul Resmi Diluncurkan IPB
Rata-rata Berpotensi Menghasilan Gabah 4-11 Ton/Hektar
http://www.jpnn.com/read/2012/09/06/138824/Varietas-Padi-Unggul-Resmi-Diluncurkan-IPB-

Kamis, 06 September 2012 , 09:37:00
JAKARTA – Upaya Institut Pertanian Bogor (IPB) membantu pemerintah mencegah krisis pangan secara resmi dimulai. Tepatnya setelah mereka meluncurkan lima varietas padi unggul kemarin (5/9). Padi varietas unggul ini cocok untuk ditanam di lahan rawa dan persawahan biasa. Direktur Riset dan Kajian Strategis IPB Prof Dr Iskandar Z. Siregar menuturkan, varietas padi untuk lahan rawa adalah, IPB Batola 5R, IPB Batola 6R, dan IPB Kapuas 7R. Selanjutnya varietas padi untuk lahan sawah adalah IPB 3S dan IPB 4S. “Varietas yang diluncurkan ini dikembangkan oleh Dr Hajrial Aswidinnor dan kawan-kawan,” katanya saat dihubungi dari Jakarta. Peluncuran ini sendiri digelar di kampus IPB Baranangsiang, Bogor. Iskandar menuturkan, setiap varietas padi unggul itu memiliki ciri khas serta keunggulan masing-masing. Dia mencontohkan untuk padi varietas IPB 3S, memiliki umur tanaman sekitar 112 hari. Rata-rata hasil panen padi varietas ini bisa mencapai 7 ton/hektar (Ha), serta potensi panen mencapai 11,2 ton/Ha. Padi varietas IPB 3S ini juga memiliki keunggulan lain yaitu tahan terhadap hama penyakit Tungro. Padi ini juga agak tahan terhadap serangan hawar daun bakteri patotipe III. “Padi ini cocok ditanam di lahan irigasi dan tadah hujan,” katanya.

…dst

11 ) Dosen UGM Tolak Penambangan Pasir Besi
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/06/373/685976/dosen-ugm-tolak-penambangan-pasir-besi

Kamis, 06 September 2012 13:05 wib
KULONPROGO – Rencana penambangan pasir besi di Kulonprogo ditentang akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dikhawatirkan, penambangan ini akan merusak lingkungan dan merugikan masyarakat setempat yang menjadikan sebagai lahan pertanian. Dosen Fakultas Pertanian UGM Jafar Sidiq berkata, dia harus menolak konversi lahan pertanian yang akan dijadikan lokasi penambangan pasir besi. Penambangan ini akan merusak lingkungan. Pasalnya, pengerukan lahan pesisir bisa menjadikan proses infiltrasi, yakni masuknya air laut yang terasa asin ke air tanah. Padahal, selama ini air di sumur-sumur di pesisir terasa tawar. “Rencana penambangan besi ini harus ditolak karena akan merusak lingkungan,” tutur Jafar pada syawalan Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo.

…dst

12 ) LIPI, Lembaga Penelitian Terbaik Dunia Ke-99 Versi Webometrics
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/09440885/LIPI.Lembaga.Penelitian.Terbaik.Dunia.Ke-99.Versi.Webometrics

Kamis, 6 September 2012 | 09:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) masuk dalam 100 besar lembaga penelitian terbaik di seluruh dunia. LIPI duduk di peringkat ke-99 dalam kategori penelitian dan pengembangan terbaik versi Webometrics edisi Juli 2012. Peringkat terbaru ini merupakan lompatan besar bagi LIPI setelah pada Januari lalu menempati peringkat ke-590. Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan, tahun ini, LIPI memang mengalami peningkatan yang signifikan terutama soal kuantitas dokumentasi penelitian. “Lembaga tersebut melihat dari beberapa faktor riset lembaga di seluruh dunia, dilihat juga dari visibility, researcher, publikasi. LIPI konsen dalam hal pendokumentasian hasil penelitian,” katanya saat berbincang dengan Kompas.com usai membuka lokakarya kepustakawan di gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Rabu (5/9/2012).

…dst

13 ) Peneliti Senior London Kritisi Pertanian Indonesia
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/09/06/72480/peneliti_senior_london_kritisi_pertanian_indonesia/#.UEhMDCLdZ6E

06 September 2012
Bogor, (Analisa). Peneliti senior bidang ekonomi, Prof Anne E Booth dari SOAS University of London mengungkapkan, perkembangan pertanian di Indonesia menghadapi tantangan berat dengan hilangnya lahan-lahan produktif bagi petani khususnya di wilayah Jawa. “Di Jawa, sudah tidak ada lagi lahan-lahan yang bisa digarap. Banyak masyarakat Indonesia yang fokus ke pertanian tapi karena tidak ada lahan jadi harus berpindah profesi,” kata Anne saat mengisi kuliah internasional dalam rangka Dies Natalis ke-49 Institut Pertanian Bogor, bertema “The Indonesian agricultural sector” di Kampus Dramaga, Bogor, Rabu (5/9). Menurut Anne, berkurangnya lahan pertanian ini menjadi salah satu kendala pertumbuhan pertanian di Indonesia. Selain berkurangnya lahan pertanian, Anne juga menyoroti regulasi atau kebijakan pembangunan pemerintah saat ini tidak berpihak pada petani. Ia membandingkan, pada era kepemimpinan Presiden Soeharto pertanian Indonesia stabil dan mampu mencapai swasembada. Melalui ekspor yang besar, pemerintah dapat melakukan pembangunan di pedesaan. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut kian menurun.

…dst

14 ) Pelatihan Jurnal Ilmiah Gratis untuk Anak UI
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/06/373/686006/pelatihan-jurnal-ilmiah-gratis-untuk-anak-ui

Kamis, 06 September 2012 13:37 wib
JAKARTA – Berdasarkan SK Dikti No. 152/E/T/2012, Dirjen Dikti Kemendikbud mewajibkan mahasiswa semua jenjang pendidikan untuk mempublikasikan satu karya Jurnal Ilmiah sebagai syarat kelulusan. Hal ini dinilai sangat penting karena mahasiswa memang dibentuk menjadi kaum Intelektual yang harus berpikir secara Ilmiah. Menyambut penerapan SK tersebut, Universitas Indonesia (UI) pun mempersiapkan civitas academicanya dengan menggelar pelatihan penulisan artikel ilmiah dengan tema “UI Workshop on Peer-Reviewed Journal Article Writing (for Social Science and Humanities.” Pelatihan gratis ini digelar UI untuk meningkatkan kualitas jurnal ilmiahnya. Meski gratis, UI akan menyeleksi 15 orang sebagai peserta. Pihak penyelenggara pun menghendaki komitmen dari para peserta pelatihan.

…dst

15 ) UGM Latih Petani Vaksinasi Ikan
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/06/373/686019/ugm-latih-petani-vaksinasi-ikan

Kamis, 06 September 2012 14:16 wib
JAKARTA – Seperti halnya manusia, hewan ternak juga butuh vaksinasi untuk menjaga kesehatan, termasuk ikan. Namun, tidak semua orang bisa memberi vaksinasi ini, perlu latihan dan keterampilan khusus. Sunarto (53), petani ikan asal tempel, Sleman, bercerita, selama ini ikan di kolamnya tidak pernah divaksin. “Kalau risiko kena penyakit, rata-rata hampir 50 persen bibit ikan bisa mati,” katanya. Meski tidak divaksin, Sunarto mengklaim bisa meraup penghasilan kotor Rp50 juta tiap tahun dari produksi 11 kolam ikan miliknya. Selama ini, Sunarto hanya jual bibit nila, gurameh dan lele dengan waktu panen tiap dua hingga tiga bulan. Sunarto mengaku, tidak mengetahui pentingnya vaksinasi dalam meningkatkan kesehatan produksi ikan. Padahal, kedua hal tersebut sangat bertalian erat. Menyadari hal tersebut, Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) pun menggelar pelatihan vaksinasi ikan kepada puluhan petani kolam ikan asal Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

…dst

16 ) UI-Kemenhub Cegah Human Error Penerbangan
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/06/373/686011/ui-kemenhub-cegah-human-error-penerbangan

Kamis, 06 September 2012 13:49 wib
JAKARTA – Beragam peristiwa kecelakaan pesawat yang kerap kali terjadi di Tanah Air tidak jarang disebabkan oleh human error. Bahkan, kejadian yang menimpa pesawat militer maupun komersil tersebut terkadang karena ketidaksiapan kesehatan fisik dan mental penerbang. Untuk itu, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), TNI AU, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menghelat program perkuliahan yang menggeluti secara spesifik kedokteran penerbangan. Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran (SpKP) ini telah berlangsung selama dua tahun dan berkampus di FK UI Salemba dan Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Luar Angkasa (Lakespra) di MT Haryono, Jakarta Selatan.

…dst

17 ) Wamendikbud Wiendu Nuryanti:
Film, Media Kreatif Membangun Karakter
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/06/346063/293/14/Film-Media-Kreatif-Membangun-Karakter

Kamis, 06 September 2012 06:56 WIB
JAKARTA–MICOM: Dalam membangun karakter tidak hanya melalui pendekatan buku teks semata. Diperlukan media kreatif seperti film dalam menginternalisasi nilai yang mudah masuk ke dalam hati generasi muda. “Salah satu media kreatif adalah film, yang kita kemas secara menarik dan keren sehingga mudah masuk dalam benak generasi muda terhadap pesan inspiratif media film yang kita nonton bersama ,”kata Wamendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti saat jumpa pers Nonton Bareng Film Inspiratif didampingi Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Endjat Djaenuderajat, dan aktris Marcella Zalianty di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (5/9). Hemat Wiendu, Film yang sarat akan pesan moral akan mampu menumbuhkan karakter terpuji dalam diri seseorang. Terlebih di kalangan generasi muda, film diyakini mampu menumbuhkan rasa nasionalisme, sikap jujur, kreatif dan mandiri.

…dst

18 ) UGM Dampingi Sorong Selatan Kembangkan Wilayah
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/06/373/685904/ugm-dampingi-sorong-selatan-kembangkan-wilayah

Kamis, 06 September 2012 11:20 wib
YOGYAKARTA – Kabupaten Sorong Selatan, Papua, menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebagai lembaga pendidikan, UGM akan melakukan upaya pendidikan, konsultasi dan advokasi bagi pemda Sorong Selatan. Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw berkata, kerjasama tersebut memiliki tujuan membantu pengembangan wilayahnya. Hal tersebut mempertimbangkan posisi Sorong Selatan sebagai wilayah pemerintahan baru di Papua. “Sumber daya manusia (SDM) kami cukup terbatas dan tentunya perlu diperkuat kapsitasnya. Untuk itu kami berharap UGM bisa membantu,” tandas Otto seusai penandatangan MoU dengan Rektor UGM Prof. Pratikno. Sebagai kabupaten baru, menurut Otto, Sorong Selatan perlu penguatan kapasitas sumber daya manusia di berbagai bidang. Beberapa yang dibutuhkan di antaranya bidang perencanaan keuangan, manajemen rumah sakit, teknik lingkungan hidup, hukum pertanahan, maupun kebencanaan.

…dst

19 ) Mahasiswa Undip Hadiri Konferensi Munist
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/09/06/197820/Mahasiswa-Undip-Hadiri-Konferensi-Munist-

06 September 2012
SEMARANG – Kebanggaan ditorehkan mahasiswa program studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Diponegoro (Undip) dengan hadir sebagai undangan dalam Konferensi Model United Nations Istanbul (Munist) III, belum lama ini. Kegiatan itu diadakan Yeditepe University, Istanbul, Turki. Kepala UPT Humas Undip Agus Naryoso mengatakan, konferensi Internasional itu dihadiri oleh tim delegasi pelajar dan mahasiswa dari benua Eropa, Afrika, dan Asia. Konferensi Internasional itu merupakan bentuk simulasi sidang PBB. “Setiap pelajar dan mahasiswa berperan mewakili negaranya. Ini konferensi ketiga yang mengangkat tema Promoting International Peace & Security and Improving Global Economy,” katanya, kemarin. Menurutnya, delegasi mahasiswa dari Prodi HI Undip itu merupakan perwakilan dari Indonesia sebagai satu-satunya negara anggota ASEAN yang ikut berkontribusi dalam acara tersebut. Delegasi dari Undip itu terdiri atas Bagus Wahyu Romodon, Dewi Ayu Wulandari, Indira Anjani, dan Siva Anggita Maharani.

…dst

20 ) Student Day, Ajang Pamer 37 UKM Unpad
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/06/373/685896/student-day-ajang-pamer-37-ukm-unpad

Kamis, 06 September 2012 11:09 wib
JAKARTA – Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, semarak. Hari ini, 37 unit kegiatan mahasiswa (UKM) Unpad membuka stan untuk memperkenalkan diri kepada para mahasiswa baru (maba). Mengusung nama Student Day, “ajang pamer” tahunan ini dihelat hingga nanti sore di Kampus Unpad Jatinangor, khususnya di wilayah GOR Pakuan ATM center, Arboretum, Lapangan Basket, Pusat Kegiatan UKM Barat dan BEM KEMA Unpad. Dengan membuka stan, para pengurus UKM berharap dapat menarik minat sebanyak mungkin maba untuk memilih dan bergabung dengan UKM tersebut, tentu saja, sesuai bakat dan minat yang dimiliki maba. Demikian seperti dilansir laman Unpad, Kamis (6/9/2012).

…dst

21 ) Unsri Riset Energi Biodiesel
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/06/373/685844/unsri-riset-energi-biodiesel

Kamis, 06 September 2012 09:58 wib
PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) terus melakukan upaya pengembangan ilmu pengetahuan di bidang sains. Salah satunya, Unsri memanfaatkan bahan baku dari alam untuk diolah dalam riset pengelolaan energi dan biodiesel. Pembantu Rektor (PR) I Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Saggaf mengungkap, pengembangan ilmu di bidang sains terus dikembangkan pihaknya. Riset kali ini pun dinilai lebih difokuskan pada pemanfaatan alam. Riset bertujuan memanfaatkan bahan baku dari alam agar bisa diolah menjadi lebih bermanfaat. “Riset difokuskan pada pengembangan potensi alam untuk menghasilkan biodiesel. Sedangkan, riset yang dijalankan yaitu pengolahan bahan baku alam, seperti buah jarak dan buah ketapang, untuk menghasilkan biodiesel. Penelitian ini pun sedang digarap lebih serius agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan bisa digunakan masyarakat,” kata Anis, kemarin.

…dst

22 ) Data Buruk, Pemicu Pengangguran Terdidik
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/06/15400044/Data.Buruk.Pemicu.Pengangguran.Terdidik

Kamis, 6 September 2012 | 15:40 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Edy Suwandi Hamid berpendapat, tak terserapnya angkatan kerja terdidik di dunia kerja tidak sepenuhnya akibat dari kesalahan kurikulum. Menurutnya, pemicu lainnya adalah karena pemerintah tidak memiliki data akurat tentang kebutuhan tenaga kerja saat ini dan yang akan datang. “Seharusnya pemerintah wajib memiliki sistem perencanaan ketenagakerjaan nasional,” kata Edy saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/9/2012). Dia menegaskan, pihak-pihak terkait seperti Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus duduk bersama merencanakan dan menyusun data-data tersebut secara benar untuk memetakan kebutuhan dan menargetkan jumlah lulusan yang diperlukan.

…dst

23 ) Kemdikbud Tuding Daerah Salahi Aturan Pencairan Tunjangan Guru
http://www.jpnn.com/read/2012/09/06/138797/Kemdikbud-Tuding-Daerah-Salahi-Aturan-Pencairan-Tunjangan-Guru-

Kamis, 06 September 2012 , 00:46:00
JAKARTA – Maraknya keluhan tentang pemberian tunjangan sertifikasi bagi guru ternyata lebih disebabkan kesalahan dari Dinas Pendidikan di daerah. Juru Bicara Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Ibnu Hamad, menyatakan bahwa pencairan tunjangan tersebut harusnya disesuaikan dengan jumlah yang didaftarkan ke Kemendikbud. “Misalnya tahun ini di satu kabupaten ada 50 guru yang diusulkan ke pusat menerima tunjangan, ternyata setelah anggaran dicairkan ada tambahan lagi 10 guru penerima. Dinas Pendidikan harusnya mengajukan 10 guru (tambahan) tersebut ke Kemendikbud tanpa harus mencairkan anggaran dari data 50 guru yang sudah didaftarkan terlebih dahulu,” ujar Hamad di kantornya, Rabu (5/9). Ia mengakui, berkurangnya tunjangan yang diterima guru karena dinas pendidikan di daerah ingin berlaku adil. Namun, kata Hamad, hal itu harusnya diperjelas kepada para guru penerimanya agar kebijakan yang diambil dinas pendidikan bisa diketahui. “Jangan menyalahkan terus Kemendikbud. Padahal, kebijakan itu kan diambil dinas pendidikan yang tentunya melangkahi prosedur pencairan,” tegasnya. “Dananya kan sudah diplot dan dikirim per tahun. Jadi, ada ketambahan guru sertifikasi mestinya diusulkan tahun berikutnya,” tambah Hamad.

…dst

24 ) Daya Saing Indonesia Terus Memburuk
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/524069/38/

Thursday, 06 September 2012
JAKARTA – Daya saing Indonesia kembali merosot.Setelah pada 2011 lalu turun dua peringkat, tahun ini daya saing perekonomian Indonesia melorot hingga empat level. Laporan terbaru Global Competitiveness 2012–2013 World Economic Forum (WEF) menyatakan, daya saing Indonesia untuk 2012–2013 menempati peringkat ke-50 dari 144 negara,turun dibanding tahun lalu di posisi ke-46. Peringkat tersebut jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang menduduki ranking ke-25, Brunei Darussalam (28),China(29),dan Thailand(38). Laporan WEF didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dan survei pada 15.000 pemimpin bisnis di 144 negara. “Turunnya peringkat Indonesia disebabkan permasalahan birokrasi yang tidak menguntungkan untuk sektor bisnis dibarengi dengan banyaknya kejahatan dan tingkat kekerasan yang masih sering terjadi,” ujar WEF dalam laporan Global Competitiveness 2012– 2013 yang dilansir kemarin. Kendati demikian, WEF menilai kondisi infrastruktur Indonesia terus membaik. Begitu pula dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga.

…dst