AS Gandeng 25 Perguruan Tinggi di Indones

Oleh Dinna Handini – 12 September 2012

Pelaksana Tugas Direktur Misi the United States Agency for International Development Indonesia (USAID), Derrick Brown

Jakarta, 12 September 2012- “Investasi di berbagai institusi pendidikan tinggi di Indonesia merupakan prioritas utama Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Misi the United States Agency for International Development Indonesia (USAID), Derrick Brown.

The Higher Education Leadership and Management (HELM) merupakan program pelatihan kepemimpinan dan manajemen, memfasilitasi pertukaran keahlian teknis dan mempromosikan kerjasama antara dosen pengajar untuk institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat maupun Indonesia. Hingga esok, HELM menggelar Seminar Kepemimpinan Suportif dan Kepemimpinan Keilmuan untuk Meningkatkan Kinerja Perguruan Tinggi. Program ini melibatkan kerjasama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dan 25 perguruan tinggi di Indonesia.

“Tujuan kerjasama ini adalah  mendukung sistem pendidikan tinggi berkelas dunia yang akan memupuk pemimpin masa depan Indonesia yang memiliki potensi untuk memberikan solusi dalam menghadapi permasalahan global,” jelas Derrick. Mitra tersebut akan berpartisipasi dalam seminar, lokakarya, forum diskusi dan berbagai program penelitian tentang administrasi dan kepemimpinan, manajemen keuangan, jaminan kualitas serta kerjasama dengan pemangku kepentingan eksternal.

“Dikti saat ini terlalu dominan dalam pendanaan dan pengelolaan asset, karena memang Undang-Undang mengharuskannya,” ujar Sekretaris Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Harris Iskandar. Harris berharap kerjasama ini mampu berandil dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Selain itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dir. Belmawa) Illah Sailah juga berharap birokrasi administrasi dan profesionalisme (keilmuan) menjadi perhatian para pimpinan perguruan tinggi. “Jangan sampai ketika ditanya hal tersebut, mereka tidak tahu menahu,” ujar Illah.

Program yang berjangka waktu lima tahun menghabiskan dana $19 juta. Program ini memperkenalkan pendekatan baru untuk meningkatkan pelayanan pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia.