1 ) Kemendikbud ubah PTN Menjadi 70 persen vokasional
http://www.antaranews.com/berita/333020/kemendikbud-ubah-ptn-70-persen-vokasional

Jumat, 14 September 2012 15:47 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Dirjen Dikti Kemendikbud Prof Dr Djoko Santoso MSc menegaskan bahwa pihaknya akan mengubah perguruan tinggi negeri menjadi 70 persen vokasional (terapan) dan 30 persen akademik. “Idealnya seperti itu, tapi pendidikan akademik yang ada sekarang akan tetap kita pelihara, tapi pendidikan vokasional akan diperbesar,” katanya dalam seminar di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Jumat. Ia mengemukakan hal itu dalam seminar untuk memperingati 26 Tahun PPNS yang bertajuk “Pendidikan Tinggi Vokasi” dengan menampilkan Dirut Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Ibnu Wibowo MBA selaku pembicara lain. Sebelumnya, Kemendikbud juga mengubah pola pendidikan menengah menjadi 60 persen SMK dan 40 persen SMA. “Kita tidak tahu kapan akan mencapai target perubahan itu. Yang penting, kita fokus ke sana, karena kita nggak ingin dianggap hanya mencetak pengangguran. Negara-negara lain juga sudah mengarah ke sana, misalnya Jurusan Manajemen sudah diubah menjadi Jurusan Manajemen Bisnis,” katanya. Tentang langkah yang dipersiapkan pemerintah untuk mengarah pada perubahan 70 persen pendidikan vokasional itu, mantan Rektor ITB itu mengatakan pihaknya akan menambah tiga institut teknologi di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. “Kita sudah minta ITS untuk membidani Institut Teknologi Kalimantan, kemudian ITB yang membidani Institut Teknologi Sumatera. Selain itu, Fakultas Teknik di Universitas Hasanudin akan kita potong menjadi Institut Teknologi Sultan Hasanudin,” katanya.

…dst

2 ) AusAID Kucurkan Dana Pendidikan USD 17 Juta di Papua
http://www.jpnn.com/read/2012/09/14/139705/AusAID-Kucurkan-Dana-Pendidikan-USD-17-Juta-di-Papua-

Jum’at, 14 September 2012 , 05:57:00
TIMIKA – Australian Agency for International Development (AusAID) yang berpusat di Australia, telah mengalokasikan dana USD 17 juta bagi peningkatan mutu pendidikan di Papua dan Papua Barat. Komitmen AusAID tersebut diwujudnyatakan dengan tiga program bagi pengembangan pendidikan di empat kabupaten di Papua serta dua kabupaten di Papua Barat. Ketiga program itu adalah Program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Program Metode Pembelajaran Kelas Awal dan Metode Pembelajaran Kelas Rangkap. Hal itu dikatakan Senior Program Manager Basic Education Unit AusAID, Sri Novelma ketika dijumpai Radar Timika (JPNN Group) di SD Inpres Timika V di Kampung Limau Asri, Kamis (13/9). Dia mengatakan kucuran dana tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Australia terhadap dunia pendidikan, sebagai salah satu jalan penting manusia menuju kesuksesan. “Pemerintah Australia memandang pendidikan sebagai salah satu faktor penting yang harus didukung untuk terus dikembangkan,” ujar Sri. Menurut Sri, salah satu program yang paling terbesar dalam program yang dijalankan oleh AusAID adalah di bidang pendidikan. Untuk itu, dengan alokasi dana yang ada tersebut, Pemerintah Australia akan membantu pelaksaan tiga program dimaksud.

…dst

3 ) Jadikan Nilai UN Standar Masuk PTN, ‘No Way’
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/14/13313211/Jadikan.Nilai.UN.Standar.Masuk.PTN.No.Way

Jumat, 14 September 2012 | 13:31 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menolak rencana pemerintah untuk menjadikan nilai ujian nasional (UN) sebagai tolak ukur dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Pasalnya, rencana itu dianggap tidak menyelesaikan masalah kecurangan UN yang sudah lama terjadi. “Jangan jadikan UN sebagai bobot nilai masuk PTN dan tetap diadakan jalur ujian tertulis untuk SNMPTN seperti pada biasanya,” kata ketua FSGI Retno Listiarty saat dihubungi Kompas.com, Jumat (14/9/2012). “Jadi, sekali lagi jangan jadikan UN penentu masuk PTN, karena selama 2011 saja, kecurangan yang ditemukan sangat masif dan sistemik di 14 daerah. Jadi naif kalo nilai UN akan dijadikan bobot masuk PTN,” tegasnya. Menurutnya, sistem tes tertulis masih menjadi metode seleksi yang tepat meski juga diwarnai sejumlah kelemahan. Namun, jumlah kasusnya tidak banyak.

…dst

4 ) Mahasiswa Keguruan Akan Gugat Pendidikan Profesi
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/14/079429479/Mahasiswa-Keguruan-Akan-Gugat-Pendidikan-Profesi

Jum”at, 14 September 2012 | 13:12 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Aliansi Mahasiswa Keguruan bersiap mengajukan permohonan uji materi Pasal 9 UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terkait diberlakukannya Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada 2013. Sesuai UU itu, tahun depan, semua orang harus melalui pendidikan profesi guru terlebih dulu untuk jadi guru. Pendidikan profesi ini mirip dengan profesi dokter. “Kami mahasiswa IKIP tidak akan bisa mengajar bila tidak ikut PPG,” kata Koordinator Aliansi Mahasiswa Keguruan Nusantara, Achmad Ridlo, kepada Tempo, Jumat, 14 September 2012. Agar bisa mengikuti PPG, kata Ridlo, lulusan keguruan harus bersaing lagi dengan lulusan pendidikan umum. Bedanya, lulusan keguruan hanya diwajibkan menempuh pendidikan setahun lagi, sementara sarjana umum harus menempuh 1,5 tahun lagi. “Kenapa tidak sekalian aja S-1 kependidikan dihapus dan diganti dengan PPG selama empat tahun?” tanya Ridlo tak mengerti. Ia menganalogikan pendidikan guru ini dengan pendidikan dokter. Untuk menjadi dokter, seorang mahasiswa harus kuliah dulu di fakultas kedokteran. Tapi sarjana ekonomi yang ingin menjadi dokter tentu tidak bisa melakukannya hanya dengan menambah kuliah satu tahun di Pendidikan Profesi Kedokteran.

…dst

5 ) Kementerian Minta Aturan Pendidikan Guru Didalami
http://www.tempo.co/read/news/2012/09/14/079429493/Kementerian-Minta-Aturan-Pendidikan-Guru-Didalami

Jum”at, 14 September 2012 | 13:47 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempersilakan pihak-pihak yang ingin menggugat pemberlakuan Pendidikan Profesi Guru (PPG) mulai 2013. “Bagi yang tidak setuju, boleh mengajukan permohonan uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Tapi mereka harus mendalami pasal dan materi mengenai PPG di undang-undang,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Syawal Gultom, kepada Tempo, Jumat, 14 September 2012. Syawal menuturkan, Kementerian tidak akan menghalang-halangi pihak yang ingin mengajukan uji materi dan menyerahkan hasil keputusan uji materi ini kepada Mahkamah Konstitusi. Kementerian berjanji akan mematuhi segala amar yang dihasilkan, baik mengubah sistem PPG atau tetap menjalankan seperti sebelumnya. Syawal membantah tudingan yang mengatakan PPG bersikap diskriminatif bagi sarjana keguruan. Pasal yang menyebut bahwa kualifkasi guru bisa diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat dinilainya cukup adil. “Justru jika hanya untuk mahasiswa keguruan saja itu yang lebih diskriminatif,” katanya. Menurut dia, semua sarjana berhak menjadi guru tanpa melihat latar belakang pendidikan.

…dst

6 ) KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
LIPI Tidak Dilibatkan Lagi
http://cetak.kompas.com/read/2012/09/14/02265660/lipi.tidak.dilibatkan.lagi

14 September 2012
Bogor, Kompas – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia kembali ditinggalkan dalam kebijakan strategis pengelolaan lingkungan. Setelah minim pelibatan dalam mekanisme pengelolaan sumber daya genetika, LIPI ditinggalkan dalam Forum Ilmiah Perubahan Iklim. “Surat resmi kepada LIPI (terkait pembentukan ‘IPCC Indonesia’) belum ada. LIPI memegang otoritas keilmuan dengan sejarah sangat panjang,” kata Kepala LIPI Lukman Hakim di sela Simposium Internasional Kebakaran dan Pengelolaan Karbon pada Hutan Gambut di Indonesia, Kamis (13/9), di Bogor. Kegiatan menampilkan puluhan penelitian gambut, terutama di Kalimantan Tengah. Di dunia, forum ilmiah perubahan iklim disebut Panel Ahli Antarnegara tentang Perubahan Iklim (IPCC). Di Indonesia, Forum Ilmiah Perubahan Iklim disejajarkan dengan IPCC. Forum yang terdiri atas ahli, peneliti, dan praktisi itu menyusun kajian ilmiah perubahan iklim di Indonesia sebagai dasar pengambilan keputusan. Rekomendasi/masukan itu menjadi dasar dalam negosiasi global. Pembentukan Forum Ilmiah Perubahan Iklim lewat nota kesepahaman Menteri Lingkungan Hidup dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset dan Teknologi, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Penandatanganan disaksikan Wakil Presiden Boediono, 14 Juni 2012. Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Arief Yuwono belum bisa dikonfirmasi terkait ketidakterlibatan LIPI itu.

…dst

7 ) Cita-citanya, Robot Imitabot Bisa ‘Ngajar’ Tari Tradisional
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/14/11485169/Cita-citanya.Robot.Imitabot.Bisa.Ngajar.Tari.Tradisional

Jumat, 14 September 2012 | 11:48 WIB
DEPOK, KOMPAS.com – Di salah satu sudut pameran riset mahasiswa di Gelar Ilmu 2012, Kamis (13/9/2012), ada yang menarik perhatian. Sebuah robot berukuran kurang lebih 30 cm membuat puluhan pengunjung mendekatinya. Imitabot, robot karya Wisnu Indrajit (22) ini mampu menirukan gerak tubuh manusia. Salah seorang pengunjung pun tertarik untuk bergaya dan bergerak sehingga sang robot bisa akan menirunya. Ke kanan dan ke kiri, dengan gerak ala robot, Imitabot mengikutinya. “Prinsipnya, robot akan mengimitasi gerak 15 persendian yang sudah terdeteksi sensor Microsoft Kinect. Datanya tersimpan dalam design database motion (DDM), nanti setiap gerakan itu dapat diulang kembali oleh robot,” kata mahasiswa yang akrab disapa Dako ini. Imitabot, lanjutnya, hanya melewati dua fase, yaitu fase tracking saat robot mendeteksi 15 titik sendi pada manusia dan fase mapping. Pada tahap terakhir ini, robot menggunakan metode invers kinematik untuk memetakan posisi persendian di dalam actuator (alat penggerak).

…dst

8 ) Kemdikbud Siap Selenggarakan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/657

09/14/2012
Jakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan siap menyelenggarakan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, pada hari Senin tanggal 1 Oktober 2012 yang akan datang. Agenda utama Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini adalah upacara bendera, dimana bertindak selaku inspektur upacara adalah Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud seperti tahun-tahun sebelumnya mendapat amanat sebagai penyelenggara acara tersebut, dan panitia sudah mempersiapkan penyelenggaraan acara tersebut dengan sebaik-baiknya. Upacara dalam rangka Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2012 ini akan dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti, Jalan Pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta timur. Upacara dimulai pukul 08.00 WIB. Selain upacara di tingkat pusat, di seluruh daerah di Indonesia juga akan dilaksanakan upacara bendera memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

…dst

9 ) Beasiswa UI untuk Mahasiswa yang Tidak Merokok
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/14/11152491/Beasiswa.UI.untuk.Mahasiswa.yang.Tidak.Merokok

Jumat, 14 September 2012 | 11:15 WIB
KOMPAS.com — Universitas Indonesia (UI) menawarkan Beasiswa Unggulan Prestasi kepada mahasiswa barunya di program S-1 Reguler untuk tahun ajaran 2012/2013. Selain syarat akademis, UI menyertakan salah satu syarat “unik”, yaitu bukan perokok aktif. Untuk memastikannya, kandidat akan diminta untuk mengisi surat pernyataan bahwa dirinya bukanlah perokok aktif. Surat tersebut disertakan sebagai lampiran dalam dokumen aplikasi. Kandidat dari berbagai program studi di UI boleh mendaftar, kecuali dari program studi kedokteran, dan harus memiliki nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) minimal 9,00 dengan melampirkan hasil UN. UI memprioritaskan beasiswa ini bagi peraih nilai UN tertinggi nasional sehingga kandidat yang memenuhi syarat perlu menunjukkan sertifikat penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

…dst

10 ) Proses Pemilihan Rektor UI Sudah Sesuai Aturan
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/14/348215/293/14/Proses-Pemilihan-Rektor-UI-Sudah-Sesuai-Aturan

Jumat, 14 September 2012 06:37 WIB
JAKARTA–MICOM: Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim menyatakan saat ini proses pemilihan rektor (Pilrek) UI sudah on the track jadi bisa terus berlanjut hingga terpilih rektor UI yang baru. “Putusan PTUN itu seperti apa saya juga belum terima salinannya, tetapi kalau melihat proses yang sedang berjalan pilrek UI sudah sesuai atau on the track jadi ya bisa berlanjut,” kata Musliar Kasim saat ditemui di Kemendikbud, Jakarta, Kamis (13/9). Seperti diketahui, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang mengeluarkan hasil amar putusan atas gugatan tim Senat Universitas (SU) dan paguyuban pekerja Universitas Indonesia (UI) terkait dengan perdebatan pedoman terhadap PP 66/2010 dan PP 152/2000. Putusan PTUN menyatakan pemilihan rektor UI mesti ditunda. Menurut Musliar, dia mesti membaca dulu putusan PTUN itu,tetapi selama ini proses yang berjalan sejak masa demisioner Rektor UI Gumilar hingga ditangani MWA UI dan Mendikbud sudah berjalan pada rel yang benar. “Toh petahana Gumilar mencalonkan diri lagi tidak terhalang dan masuk daftar calon pilrek,” kata mantan Rektor Universitas Andalas Padang ini.

…dst

11 ) Simpang Siurnya Data Pokok Pendidikan…
http://edukasi.kompas.com/read/2012/09/14/1049538/Simpang.Siurnya.Data.Pokok.Pendidikan.

Jumat, 14 September 2012 | 10:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam beberapa tahun ini, pemerintah banyak melakukan terobosan di dunia pendidikan. Akan tetapi, semua inisiatif dilaksanakan sebelum data pokok pendidikan (dapodik) tersaji dengan mantap. Pada pelaksanaannya, tak sedikit masalah yang muncul. Faktor pemicu terbesar adalah ketidaksiapan lapangan karena para “jugador-nya” seperti tak memiliki bekal data yang valid dan akurat, baik di tingkat daerah, maupun pusat. Dimulai dengan program beasiswa biaya pendidikan mahasiswa berprestasi, atau sering dipendekkan menjadi bidik misi. Santunan istimewa ini pertama kali diberikan kepada 20 ribu mahasiswa di tahun 2010. Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sampai triwulan pertama 2012, jumlah penerimanya telah mencapai 90 ribu mahasiswa. Jumlah itu terus bertambah seiring dengan dimulainya tahun akademik baru. Karena rencana awalnya, plafon bidik misi di setiap tahun mencapai 20 ribu mahasiswa walau tak menutup kemungkinan ada penambahan di tengah perjalanan. Tentunya hanya untuk mereka para mahasiswa yang benar-benar miskin tapi mampu secara akademik untuk mengikuti perkuliahan.

…dst

12 ) 2014, tidak Ada Penduduk Indonesia yang Buta Huruf
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/09/13/348104/293/14/2014-tidak-Ada-Penduduk-Indonesia-yang-Buta-Huruf

Kamis, 13 September 2012 23:07 WIB
JAKARTA–MICOM: Indonesia telah berhasil mengurangi penduduk buta aksara dari 15,4 juta jiwa pada 2004 menjadi 7,5 juta jiwa pada 2010. Bahkan, pada 2011, penduduk buta aksara turun lagi menjadi 6,7 juta jiwa. “Ini artinya kita telah melampaui target sebanyak satu juta orang, Insya Allah tahun 2014 kita dapat tuntaskan tuna aksara di Indonesia,” kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal-Informal (PAUDNI) Kemendikbud Lydia Freyani Hawadi saat konferensi pers Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Jakarta, Kamis (13/9). Ia mengatakan, program keaksaraan yang dijalankan di beberapa daerah terbukti memperoleh pengakuan internasional pada 6 September lalu di Paris, berupa penghargaan King Sejong dari Unesco. “Perwakilan Unesco akan menyerahkan kembali penghargaan itu pada puncak HAI di Palangkaraya,” kata Lydia. Adapun tema hari aksara tahun ini adalah Aksara Membangun Perdamaian dan Karakter Bangsa.

…dst

13 ) 10 Ribu Naskah Kuno Diboyong ke Luar Negeri
http://kampus.okezone.com/read/2012/09/14/373/689832/10-ribu-naskah-kuno-diboyong-ke-luar-negeri

Jum’at, 14 September 2012 13:12 wib
YOGYAKARTA – Kesadaran masyarakat Indonesia, termasuk kalangan keraton, dalam melestarikan naskah-naskah kuno masih minim. Bahkan, lebih dari 10 ribu naskah kuno Nusantara kini berada di luar negeri. Menurut peneliti naskah dari Ecole Francaise d’Extreme-Orient (EFEO) Perancis, Henry Chambert Loir, Inggris dan Belanda merupakan dua negara yang ikut menyimpan beragam naskah kuno Tanah Air. Pada Simposium Internasional ke-14 Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) Henry berujar, meski berada jauh dari Tanah Air, naskah-naskah kuno tersebut dalam keadaan baik. Hal lain yang perlu disyukuri, kata Henry adalah, naskah-naskah yang cukup tua tersebut terawat dan dibawa dengan sah, seperti dibeli. Di antara naskah kuno Nusantara di luar negeri ada yang dibuat pada abad ke-17 Masehi.

…dst

14 ) Mahasiswa Asing Belajar di Undip
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/526392/

Friday, 14 September 2012
SEMARANG – Tahun ini Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menerima 15 mahasiswa asing melalui program darmasiswa. Kelima belas mahasiswa tersebut berasal dari Hungaria (1 orang), Jepang (2 orang), Jerman (1 orang), Romania (7 orang), Thailand (1 orang), Ukraina (1 orang), Vietnam (1 orang), dan Argentina (1 orang). Koordinator program darmasiswa Undip Muzaka mengungkapkan para mahasiswa asing tersebut nantinya akan mengikuti pendidikan selama satu tahun di Undip. “Selama belajar, mereka tidak akan mengikuti kegiatan politik praktis,” ujarnya kemarin. Para mahasiswa asing akan menempuh studi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip. Selama di kampus, mereka belajar bahasa Indonesia dengan level yang berbeda. Salah satu mahasiswa asing asal Argentina, Ethel Vindegna, 28, mengatakan, belajar di Undip karena ingin mempelajari budaya dan bahasa Indonesia. (susilo himawan)

…dst

15 ) Tulang Raja Inggris yang “Hilang” Ditemukan
http://sains.kompas.com/read/2012/09/13/2029202/Tulang.Raja.Inggris.yang.Hilang.Ditemukan

Kamis, 13 September 2012 | 20:29 WIB
LEICESTER, KOMPAS.com – Arkeolog dari University of Leicester menemukan beberapa tulang yang diduga kuat milik raja Inggris yang “hilang”, Raja Richard III. Raja Richard III adalah raja yang memerintah Inggris tahun 1483 – 1485. Ia meninggal dalam perang saudara yang disebut Perang Mawar. Seratus tahun kemudian, Richard III diabadikan dalam kisah William Shakespeare. Raja Richard III dikatakan raja yang hilang sebab jasadnya tak pernah ditemukan. Para arkeolog menduga, jasad raja itu berada di Gereja Greyfriars, yang lokasinya juga terkubur di dalam tanah. Sejak 25 Agustus 2012 lalu, arkeolog terus melakukan penggalian, bermula dari dugaan bahwa Gereja Greyfriars berada di bawah lapangan dewan kota. Tanggal 6 September 2012 lalu, arkeolog mengumumkan penemuan gereja itu di lokasi yang diduga. Kini, bukti baru menunjukkan bahwa kemungkinan besar Richard III memang dikubur di gereja di bawah lapangan parkir dewan kota. Arkeolog menemukan tulang belulang yang punya karakteristik mirip Richard III. Juru bicara dari University of Leicester mengemukakan, beberapa ciri tulang yang merujuk pada Richard III. Diantaranya adalah bekas trauma yang ada di kepala dan tonjolan di tulang ekor. Richard III diketahui dibunuh dengan ditarik dari kudanya dan diserang kepalanya.

…dst