Bidikmisi untuk PTS Kekurangan Pelamar

24 Oktober 2012
SOLO – Angin segar bagi para mahasiswa yang menempuh kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS). Seperti mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) juga akan memberikan Beasiswa Bidikmisi kepada mahasiswa PTS mulai tahun ini.

Sayangnya, beasiswa yang besarnya Rp 1 juta/bulan untuk biaya hidup dan studi tersebut kekurangan pelamar. Dari sekitar 2.000 kuota yang disediakan, baru diperoleh pelamar sekitar 1.400 mahasiswa.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Dr Illah Sailah MS mengatakan, Beasiswa Bidikmisi PTS saat ini memang masih diproses.

“Baru 1.400 nama mahasiswa yang sudah kami dapatkan. Padahal kita ingin 2.000 mahasiswa,” kata Illah di sela-sela kegiatan DKV Indonesia Ekreaprener di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Sabtu (20/10).
Dijelaskan, kuota tersebut disediakan hanya untuk 165 PTS yang ada di Indonesia. Rencananya, Dirjen Dikti akan memberikan batas waktu kepada PTS hingga akhir Oktober supaya kuotanya terpenuhi.

Beasiswa itu, menurutnya, sama dengan Beasiswa Bidikmisi di PTN. Kriterianya, mahasiswa semester satu jenjang S-1 dan D-III yang dinilai kurang mampu dalam hal ekonomi tapi memiliki prestasi akademik yang bagus.

“Mahasiswa akan mendapatkan biaya hidup minimalRp 600.000/bulan yang langsung diserahkan kepada mahasiswa melalui bank yang ditunjuk. Biaya pendidikan maksimum Rp 2,4 juta/semester dan akan dikelola oleh PTS,” imbuhnya.
Illah juga mengatakan, beasiswa itu merupakan bantuan sosial sehingga harus langsung tepat kepada sasaran, yaitu mahasiswa. Kelak akan ada pihak bank yang ditunjuk sebagai penyalur dana untuk membantu membuka rekening bagi penerimanya, terutama untuk biaya hidup.

Meski demikian, menurut Illah, ada beberapa syarat tambahan bagi PTS untuk mendapatkan beasiswa itu. Sebab, Dirjen Dikti melihat program studi (prodi) sebagai patokannya. Di antaranya, untuk PTS di Pulau Jawa, minimal prodi harus terakreditasi A, sedangkan prodi di luar Pulau Jawa minimal harus terakreditasi B. Selain itu, prodi yang diprioritaskan juga harus sesuai dengan pembangunan nasional, yaitu teknik, kesehatan, sains, pertanian, dan ekonomi.

Jika prodi yang diprioritaskan tersebut tak ada yang memenuhi, PTS yang jatahnya masih tersisa boleh dialihkan ke prodi bahasa dan sastra tetapi maksimal hanya 25% dari alokasi. (G18-60) (/)

>>>

Beberapa pengumuman sebelumnya:

Pengumuman Bidikmisi untuk PTS
http://bidikmisi.dikti.go.id/portal/?p=403

Data Pendaftar Bidikmisi PTS 2012
http://daftar.bidikmisi.dikti.go.id/pt/pendaftaran