Kemdikbud Gelar Simposium Internasional Pembelajaran Jarak Jauh dan Terbuka
http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/

12/04/2012
Denpasar — Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terbukti telah merubah banyak aspek kehidupan, termasuk cara bekerja, belajar, dan mengajar. Bahkan TIK telah secara meluas digunakan sebagai bagian tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar.

Melalui TIK, berbagai penelitian, eksperimen, dan aplikasinya telah diimplementasikan. Menurut Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ari Santoso, penggunaan TIK ini menghasilkan berbagai metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Menyikapi peran penting TIK tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan International Symposium on Open, Distance, and e-Learning (ISODEL) di Denpasar Bali 4-6 Desember 2012.

“Karenanya diperlukan suatu forum dimana bertemu berbagai pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran penggunaan TIK ini,” ujarnya pada acara pembukaan ISODEL di Bali (4/12).

Dengan mengusung tema “Enhancing Lifelong Learning for All: Achieving Global Welfare”, ISODEL 2012 diharapkan dapat memberikan rekomendasi dalam mempromosikan pendidikan untuk semua dalam hubungannya dalam meningkatkan kesejahteraan global melalui pengaplikasian open, distance and e-Learning.

ISODEL 2012 juga merupakan suatu kesempatan berharga bagi para pembuat kebijakan, peneliti, praktisioner, pelajar, dan peneliti dari  selurub dunia untuk saling berbagi ide dan pengalaman dalam penggunaan TIK pada proses belajar mengajar. Selain itu, ISODEL 2012 juga dimeriahkan pameran TIK yang diselenggarakan selama acara berlangsung.

Acara dua tahunan ini dihadiri oleh peserta dari Jepang, Amerika, Pakistan, Korea, Malaysia, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Pakistan, Afrika Selatan, China, dan berbagai perwakilan dari para pemangku kebijakan. [FA]