1 ) Ijazah Tak Terakreditasi, Alumni Unas Adukan Almamater
http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/07/04264754/Ijazah.Tak.Terakreditasi.Alumni.Unas.Adukan.Almamater

Jumat, 7 Desember 2012 | 04:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah alumnus Fakultas Hukum Universitas Nasional (Unas) Jakarta mengadukan kampus tersebut ke Polda Metro Jaya. Ijazah bodong menjadi alasan pengaduan tersebut. “Dalam ijazah yang diberikan saat wisuda bulan September silam, tidak ada penjelasan mengenai akreditasi karena masa akreditasi sudah habis sejak 5 Oktober 2011,” kata Rangga Lukita Desnata SH selaku kuasa hukum pelapor, Kamis (6/12/2012). Meski demikian, di lembar surat pengesahan lulus sidang skripsi, buku panduan mahasiswa baru, dan laman situs kampus tersebut masih tercantum bahwa Fakultas Hukum Unas masih memiliki akreditasi A. Tidak adanya akreditasi di ijazah tersebut dinilai merugikan para alumnus yang diwisuda pada periode September 2012. “Saat melamar di perusahaan negeri dan swasta, lamaran kami sering ditolak karena ijazah tanpa akreditasi dinilai tidak memenuhi syarat,” jelas Mustari Soleiman, mahasiswa FH Unas angkatan 2002 yang menjadi salah satu wisudawan pada September silam.

…dst

2 ) 10 Tahun Kuliah, Ijazah Mahasiswa Ini ”Bodong”
http://www.tempo.co/read/news/2012/12/07/173446443/10-Tahun-Kuliah-Ijazah-Mahasiswa-Ini-Bodong

Jum”at, 07 Desember 2012 | 07:34 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Mustary Sulaiman, 29 tahun, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nasional angkatan 2002 itu gigit jari karena tak punya ijazah. Almamater diduga memberinya ijazah bodong dalam wisuda September 2012. Semua terbongkar ketika pada Oktober lalu, Mustary dan temannya, Andri Milka Antonius Panangian, 29 tahun, mahasiswa dari fakultas sama mencoba mendaftar di Akademi Militer. Di sana, jazahnya dipertanyakan karena Universitas Nasional tidak mencantumkan akreditasi. “Sudah kuliah lama, kami pertaruhkan masa depan ke mereka, ternyata sia-sia,” kata Mustary yang lulus dengan IPK 2,85, Kamis 6 Desember 2012. Cita-cita Mustary dan Andri masuk Akademi Militer kandas. Apalagi, biaya kuliah di Universitas Nasional menurut mereka tidak sedikit. Pada saat kuliah, setiap semester mereka harus membayar Rp. 2,2 – 4 juta, tergantung tahun angkatan.

…dst

3 ) Klarifikasi Unas Perihal Ijazah Bodong
http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/07/21073792/Klarifikasi.Unas.Perihal.Ijazah.Bodong

Jumat, 7 Desember 2012 | 21:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pihak Universitas Nasional (Unas) memberikan klarifikasinya atas laporan yang diajukan sejumlah alumni Fakultas Ilmu Hukum universitas tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, para alumni Fakultas Ilmu Hukum Unas menuding bahwa ijazah yang mereka terima tidak sah karena tidak mencantumkan akreditasi di ijazah. Karena merasa dirugikan itulah, pihak alumni didampingi Rangga Lukita Desnata SH selaku kuasa hukum melaporkan Universitas ini ke Polda Metro Jaya, Kamis (6/12/12). Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Universitas Nasional Dian Metha Ariyanti menjelaskan bahwa ijazah yang dikeluarkan Unas adalah ijazah yang sah secara hukum. “Sebab, ijazah tersebut dikeluarkan melalui proses belajar mengajar yang didasarkan dan dibenarkan oleh hukum,” jelas Metha saat dihubungi, Jumat (7/12/2012). Lebih jauh Metha menjelaskan, status akreditasi Fakultas Ilmu Hukum Unas memang telah habis masa berlakunya. Namun demikian, pihak universitas masih memiliki izin penyelenggaraan program studi hingga tahun 2014. “Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dalam klausal penjelasan pasal 33, program studi yang terselenggara otomatis mendapat akreditasi C. Dan itu berlaku juga bagi Fakultas Ilmu Hukum Unas, sehingga tetap berhak mengeluarkan ijazah,” jelas Metha.

…dst

4 ) Fujitsu Gelar Kompetisi IT Tingkat Mahasiswa
http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/07/22013092/Fujitsu.Gelar.Kompetisi.IT.Tingkat.Mahasiswa

Jumat, 7 Desember 2012 | 22:01 WIB
NUSA DUA, KOMPAS.com – Fujitsu Indonesia berencana menggelar kompetisi aplikasi biometrik berbasis teknologi PalmSecure pada Januari 2013. Kompetisi tingkat mahasiswa ini menitikberatkan pada inovasi teknologi otentifikasi pembuluh darah pada telapak tangan untuk menunjukkan identitas seseorang. Kompetisi yang dinamakan “Fujitsu Innovation Challenge 2013 – PalmSecure™ Biometric Application Development ” ini dimulai pada awal Januari 2013 dan terbagi menjadi dua periode. Setiap periode memiliki waktu pelaksanaan selama dua bulan. “Dengan memberi akses teknologi kepada generasi muda, Fujitsu memacu imajinasi dan kreativitas mereka untuk terus mengembangkan banyak aplikasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan membuat masyarakat lebih memahami teknologi,” ujar Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S. Sofwan di Nusa Dua, Bali, Jumat (7/12/2012).

…dst

5 ) Mahasiswa Indonesia di Rusia Butuh Bantuan Pemerintah
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/12/07/368363/293/14/Mahasiswa-Indonesia-di-Rusia-Butuh-Bantuan-Pemerintah

Jumat, 07 Desember 2012 08:14 WIB
JAKARTA–MICOM: Duta Besar Indonesia untuk Rusia Djauhari Oratmangun mengatakan pemerintah harus membantu mahasiswa Indonesia yang belajar di Rusia. Menurut Djauhari, selama ini, mahasiswa Indonesia hanya mendapatkan bantuan dana sebesar US$50 yang diberikan pemerintah Rusia. “Yang lebih penting sekarang bagaimana Kementerian Keuangan mau mengeluarkan uang bantuan itu. Saya juga sudah berbicara dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (M Nuh),” kata Djauhari saat ditemui di acara informal meeting pengusaha Indonesia dan Rusia di Jakarta, Kamis (6/12) malam. Warga negara Indonesia yang belajar di Rusia memang tidak banyak. Setiap tahunnya hanya ada sekitar 40 WNI yang menerima beasiswa dari Pemerintah Rusia. Padahal, kuota beasiswa untuk Indonesia mencapai 50 orang setiap tahunnya. Djauhari bercerita, kendati mahasiswa Indonesia mendapatkan biaya kuliah dan tempat tinggal gratis, berbagai masalah finansial masih kerap melanda. Oleh karenanya, KBRI di Moskow, acap kali memberikan pekerjaan sampingan kepada mahasiswa Indonesia.

…dst

6 ) Perguruan Tinggi Belum Tangkap Peluang
http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/07/11265949/Perguruan.Tinggi.Belum.Tangkap.Peluang

Jumat, 7 Desember 2012 | 11:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Internasionalisasi pendidikan tinggi belum dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia. Indonesia yang memiliki lebih dari 3.000 perguruan tinggi negeri dan swasta hanya bisa menyerap sekitar 7.000 mahasiswa asing untuk kuliah di Indonesia. “Bandingkan dengan Selandia Baru yang hanya memiliki delapan perguruan tinggi negeri, tetapi bisa menyerap sekitar 25.000 mahasiswa asing,” kata Antonius Agus Sriyono, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga, dalam Pertemuan Nasional Kantor Urusan Internasional Perguruan Tinggi di Indonesia di Jakarta, Kamis (6/12). Pertemuan dengan tema “Internasionalisasi Perguruan Tinggi untuk Mendukung Diplomasi Pendidikan Indonesia” ini diikuti sekitar 90 perguruan tinggi negeri dan swasta serta dilaksanakan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Agus menjelaskan, Selandia Baru menjadi daya tarik mahasiswa asing dari banyak negara karena dinilai memiliki sistem politik yang stabil. Selain itu, kehidupan masyarakat teratur, sistem pendidikan berkualitas, program pendidikannya murah, dan masyarakat multikultural.

…dst

7 ) Wah, Mahasiswa Laki-laki Enggan Berkarier Jadi Peneliti
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/12/12/07/menq2b-wah-mahasiswa-lakilaki-enggan-berkarier-jadi-peneliti

Jumat, 07 Desember 2012, 17:49 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bukan hanya sulit mencari sumber dana penelitian, lembaga penelitian dan pengembangan juga kesulitan memperoleh pasokan peneliti. Kampus, yang menjadi andalan sumber daya manusia penelitian, justru tidak banyak memberikan sumbangsih peneliti. Banyak mahasiswa, seperti mahasiswa Fakultas Kedokteran, yang lebih berminat membuka praktik ketimbang menjadi peneliti penuh waktu (full time). Wakil Direktur Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga, Maria Inge Lusida, menceritakan kondisi ini kepada Republika saat dijumpai di Surabaya beberapa waktu lalu. “Masih banyak yang memang meneliti itu hanya sampingan,” ujarnya. Kenaikan status dan pangkat di perguruan tinggi, terutama bagi dosen, menjadi pendorong utama melakukan penelitian ala kadarnya. Padahal, ditegaskan Maria, untuk menghasilkan produk penelitian yang memenuhi persyaratan (qualified), diperlukan konsentrasi penuh. Fakta lain yang diperhatikan Maria adalah perguruan tinggi di Indonesia justru memiliki banyak sumber daya manusia yang berkualitas. Tak sedikit yang meraih gelar Ph.D dari universitas bergengsi di luar negeri.

…dst

8 ) UGM Kekurangan Ratusan Pranata Laboratorium
http://www.seputar-indonesia.com/news/ugm-kekurangan-ratusan-pranata-laboratorium

Jumat 07 Desember 2012
YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) sampai sekarang telah memiliki 348 laboratorium yang tersebar di 18 fakultas, satu sekolah vokasi, dan satu sekolah pascasarjana. Dari semua laboratorium itu, hanya 193 yang memiliki pranata laboratorium. Laboratorium itu pun tidak bisa menjalankan fungsinya secara optimal guna menghasilkan produk riset yang inovatif karena kurangnya pranata laboratorium. “Melihat kondisi ini, kami berencana menata semua laboratorium sekaligus menambah pranata laboratorium di masing- masing fakultas.Tiap fakultas nantinya ada koordinator pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat (P2M) sehingga bisa mengawal kegiatan tridarma perguruan tinggi,” kata Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM Suratman kemarin. Pada workshop Pengelolaan dan Pengembangan Laboratorium UGM di Grha Sabha Pramana UGM, Suratman mengatakan laboratorium nantinya diarahkan menjadi lebih baik. Fungsinya tidak hanya melayani mahasiswa praktikum, tapi juga mendukung produktivitas inovasi dan hasil riset UGM. “Semua laboratorium direvitalisasi, ditingkatkan akreditasi dalam bentuk pengadaan alat, fasilitas, serta sumber daya manusia (SDM). Nanti laboratorium harus bisa mencari dananya sendiri, tidak costly. Caranya, menghasilkan produk riset dan kerja sama dengan pengguna dari luar,”ungkap Suratman.

…dst

9 ) CDAM Unissula 2012 – Green Marketing Harus Ikuti Perkembangan
http://www.seputar-indonesia.com/news/cdam-unissula-2012-green-marketing-harus-ikuti-perkembangan

Jumat 07 Desember 2012
SEMARANG – Sejumlah akademisi terkenal meramaikan Conference in Bussines, Accounting and Management (CBAM) yang digelar Fakultas Ekonomi Unissula Semarang kemarin hingga hari ini. Pakar green marketing Reinald Kasali menjadi pembicara bersama pakar greenbussines dari University of Technology Sydney Farookh Hussain. Reinald Kasali dalam paparannya menuturkan, ilmu pengetahuan sangat penting dimiliki oleh para marketing agar sukses dalam menjalankan bisnisnya. “Kalau Anda marketing, maka ilmu itu penting dan harus diterapkan,”ujarnya. Dia mengatakan, konsep green juga harus diperbarui agar tidak ketinggalan dengan zaman. Sehingga setiap perubahan harus diikuti.Hal ini mengingat green 10 tahun yang lalu dipastikan berbeda dengan yang dimaksud saat ini.”Perubahan harus terus digulirkan,green harus terus di-refresh,”katanya. Namun, kendala yang dihadapi belakangan ini adalah orang sulit untuk melakukan perubahan. Padahal, sebenarnya untuk melakukan perubahan itu sangat mudah. “Yang pasti harus melihat dulu apa yang ingin diubah.Dan akan diubah seperti apa, kemudian bergerak (action) dan menyelesaikan persoalan yang ingin diubah,” terangnya. Yang pasti, greening the bussines merupakan sebuah proses untuk mengkonfigurasi ulang proses bisnis dan infrastruktur.

…dst

10 ) Penghargaan Muri untuk Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/12/07/368345/293/14/Penghargaan-Muri-untuk-Perpustakaan-UIN-Sunan-Kalijaga

Jumat, 07 Desember 2012 07:07 WIB
SLEMAN–MICOM: Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menerima penghargaan Rekor Muri sebagai perpustakaan pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi “Radio Frequency Identivication” dalam peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri. Penghargaan Rekor Muri diserahkan Wakil dari Direktur Muri Ari Indriani kepada Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Prof Dr Musa Asyari, Kamis (6/12). Ari Andriani mengatakan, UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga masuk rekor Muri yang ke 5.727. Di Muri ada empat kategori untuk bisa masuk rekor yakni, Pertama, Paling, Unik, dan Langka. “Sementara UPT Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dikategorikan sebagai yang pertama (pelopor) pengguna teknologi RFID. Penetapan inipun didasarkan atas rekomendasi dari Asosiasi Perguruan Tinggi Islam di Indonesia dan dari PT Fisikom Citra Perkasa, sebagai perusahaan yang mengeluarkan produk teknologi RFID,” katanya.

…dst

12 ) Mendikbud akan buka Gelar Tari Nusantara 2012
http://www.antaranews.com/berita/347395/mendikbud-akan-buka-gelar-tari-nusantara-2012

Jumat, 7 Desember 2012 13:47 WIB
Mataram (ANTARA News) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh akan membuka Gelar Tani Nusantara ke-14, yang diselenggarakan di Mataram, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 7-9 Desember 2012. “Pak Mendikbud sudah tiba di Mataram, dan akan membuka Gelar Tari Nusantara itu nanti malam, di Lapangan Sangkareang Mataram, ” kata Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB Tri Budiprayitno, di Mataram, Jumat. Ia mengatakan, Gelar Tari Nusantara itu diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaaan dan Pariwisata Provinsi NTB, serta Institut Keseninan Jakarta (IKJ). Empat belas dari 33 provinsi di Indonesia dipastikan akan memeriahkan Gelar Tari Nusantara ke-14 itu, yang terpusat di dua lokasi yakni Lapangan Sangkareang Mataram untuk aksi luar gedung dan di Aula Taman Budaya Mataram untuk kegiatan dalam gedung.

…dst

13 ) Pemerintah Luncurkan Situs Pemantau Konflik, Didanai World Bank
http://news.detik.com/read/2012/12/07/122748/2112145/10/pemerintah-luncurkan-situs-pemantau-konflik-didanai-world-bank

Jumat, 07/12/2012 12:27 WIB
Jakarta – Pemerintah meluncurkan situs yang disebut Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK) untuk meredam konflik di Indonesia. Situs yang beralamat di snpk-indonesia.com ini dibiayai oleh World Bank sebesar US$ 2 juta. “Pembiayaan kami dibantu World Bank 100 persen, terimakasih kepada World Bank. Tapi tahun depan akan di-cover APBN secara keseluruhan, kecuali kalau World Bank mau membantu seterusnya. Namanya membantu ya kita terima saja. Berapa bantuan dari World Bank? USD 2 juta,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono. Agung menyampaikan hal ini dalam sambutannya di acara Peluncuran SNPK di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2012). Agung berharap dengan situs tersebut upaya meredam konflik dan mencegah terjadinya konflik dapat dilakukan dengan optimal. Data-data yang tersimpan, menurut Agung, dapat digunakan untuk langkah-langkah penangkalan konflik. “Residu konflik yang ada tidak mudah diselesaikan. Kami berpandangan bahwa sebaik-baiknya penyelesaian konflik adalah upaya pencegahan. Ini perlu terkoordinasi dengan baik agar data yang ada dapat dipakai sebagai bahan bagi tindakan langkah-langkah preventif maupun represif,” ujar Agung.

…dst

14 ) Indonesia Negara Pertama yang Miliki Sistem Informasi Data Kekerasan
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/12/07/368476/293/14/-Indonesia-Negara-Pertama-yang-Miliki-Sistem-Informasi-Data-Kekerasan

Jumat, 07 Desember 2012 18:08 WIB
JAKARTA–MICOM: Sector Manager Bank Dunia Jan Weitjen mengungkapkan Indonesia adalah negara pertama di dunia yang memiliki sistem informasi mengenai data kekerasan. “Strategi ini saya harapkan bisa efektif dalam mencegah terjadinya konflik,” ungkapnya dalam acara peluncuran situs Sistem Nasional Pemantauan Kekerasan (SNPK) oleh Kementerian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat di Jakarta, Jumat (7/12). Jan mengungkapkan alasan Bank Dunia ikut terlibat dalam pembuatan situs ini adalah karena ingin melihat sejauh mana efektivitas penerapan sistem ini dan memungkin untuk diterapkan di negara lain. Ia menilai Indonesia memiliki komitmen yang kuat dalam upaya pencegahan konflik. Pembuatan situs itu menghabiskan 2 juta dolar AS. Menko Kesra Agung Laksono mengatakan dana tersebut merupakan bantuan dari Bank Dunia. Bantuan itu merupakan tahap awal untuk membuat dan merancang situs SNPK.

…dst

15 ) Jadwal Pengangkatan Honorer K1 Keluar Pekan Depan
Target Realistis Pengangkatan Separuh Dulu
http://www.jpnn.com/read/2012/12/07/149539/Jadwal-Pengangkatan-Honorer-K1-Keluar-Pekan-Depan-

Jum’at, 07 Desember 2012 , 05:00:00
JAKARTA – Menjelang penghujung tahun, pemerintah semakin gencar menuntaskan pengangkatan langsung tenaga honorer kategori 1 (TH K1) mejadi CPNS. Di depan Komisi II DPR, Kamis (6/12), pemerintah menjanjikan pekan depan akan melansir jadwal resmi pengangkatan mereka. Pertemuan antara pemerintah dengan Komisi II DPR berlangsung tertutup. Dari pihak pemerintah, diantaranya menghadirkan pejabat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pihak pemerintah mengatakan proses quality assurance (QA) TH K1 masih berjalan. Setelah proses ini rampung, mereka baru bisa diangkat. Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo mengharaokan pemerintah segera menerbitkan jadwal pasti pengumuman pengangkatan TH K1 menjadi CPNS. “Ini penting, supaya tidak terus menimbulkan polemik di masyarakat,” ujar politisi dari PDI Perjuangan itu. Ganjar menuturkan, pemerintah berjanji akan mengeluarkan jadwal resmi pengangkatan TH K1 menjadi CPNS pada pekan depan. “Jujur sampai sekarang saya juga tidak tahu kapan diangkatnya,” ucap Ganjar. Dia hanya mengatakan, memang masa pengangkatan para TH K1 itu harus dilakukan paling akhir 31 Desember tahun ini.

…dst

16 ) emerintah Siapkan NIP bagi 49.714 Honorer K1
http://www.jpnn.com/read/2012/12/07/149637/Pemerintah-Siapkan-NIP-bagi-49.714-Honorer-K1-

Jum’at, 07 Desember 2012 , 18:01:00
JAKARTA – 49.714 tenaga honorer kategori satu (K1) yang dinyatakan tidak bermasalah lagi kini bisa bernapas lega. Pemerintah akhirnya memutuskan bahwa pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi mereka akan dimulai ekan depan. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno mengungkapkan, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokras dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), telah menyepakati pemrosesan NIP bagi 49.714 tenaga honorer K1 itu. Sementara 21 ribu tenaga honorer lainnya yang tersebar di 45 daerah masih harus diverifikasi lagi. “Jadi yang sudah beres kita selesaikan tahun ini juga. Sedangkan sisanya yang datanya belum beres, masih di tim quality assurance dulu,” kata Eko kepada JPNN, Jumat (7/12). Saat ini, lanjutnya, tim teknis sedang bekerja menyiapkan dokumen teknis yang diperlukan. Dokumen ini nantinya akan diserahkan ke Kantor Regional (Kanreg) BKN untuk tahap pemberkasan.

…dst