1 ) Komisi X Sambut Positif Integrasi UN dan SNMPTN
http://kampus.okezone.com/read/2013/01/02/373/740410/komisi-x-sambut-positif-integrasi-un-dan-snmptn

Rabu, 02 Januari 2013 17:30 wib
JAKARTA – Mulai 2013, jalur tulis dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan dihapus. Dengan demikian porsi Ujian Nasional (UN) akan semakin besar ketika seorang pelajar memutuskan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN). Program tersebut menuai berbagai kontroversi di kalangan pendidikan. Anggota Komisi X DPR Reni Maslinawati mengaku menyambut baik kebijakan tersebut, terutama mengenai pembebasan uang pendaftaran bagi para calon mahasiswa yang ingin mendaftar. Namun, dia menyatakan tidak setuju jika jalur tulis sepenuhnya dihapus. “Pembebasan uang pendaftaran sudah baik sesuai dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU PT). Tapi kalau penghapusan ujian tertulis secara keseluruhan, saya tidak setuju,” papar Reni ketika berbincang dengan Okezone melalui telepon, Rabu (2/1/2012).

…dst

2 ) Kopertis-Aptisi Perbarui Akreditasi Prodi Kadaluarsa
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/01/02/210470/Kopertis-Aptisi-Perbarui-Akreditasi-Prodi-Kadaluarsa

2 Januari 2013
SEMARANG-Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI dan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Jawa Tengah segera mengupayakan perbaharuan akreditasi program studi (prodi) yang belum terakreditasi dan kadaluarsa. Kedua lembaga tersebut akan bekerja sama untuk mempercepat program itu untuk mewujudkan kualitas perguruan tinggi swasta (PTS) yang utuh. Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng, Prof DYP Sugiharto mengatakan, pihaknya bersama Aptisi sepaham untuk meningkatkan kualitas PTS. Untuk mewujudkan itu, maka dibutuhkan sinergi antara kedua pihak. ”Alasan diperlukannya kerja sama dengan Aptisi karena Kopertis memiliki keterbatasan jangkauan jika melaksanakan sendiri. Kopertis merupakan lembaga pemerintah yang dibatasi oleh berbagai aturan, sehingga implementasi layanan teknis dapat dikerjakan bersama Aptisi,” ungkapnya dalam audiensi Kopertis VI-Aptisi Jateng, belum lama ini.

…dst

3 ) 90 persen PTS tak siap bersaing
http://www.antaranews.com/berita/351200/90-persen-pts-tak-siap-bersaing

Rabu, 2 Januari 2013 16:23 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Sebanyak 90 persen dari 3.214 perguruan tinggi swasta yang ada di Indonesia dinilai tidak siap bersaing dengan perguruan tinggi asing saat 2015 mulai diberlakukan Masyarakat ASEAN sehingga sangat berpotensi bangkrut, kata Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTS), Thomas Suyatno. “Mungkin hanya ada 10 persen perguruan tinggi swasta yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi asing di saat pasar Indonesia makin terbuka pada saat itu,” kata Thomas kepada pers di Kantor Presiden Jakarta, Rabu. Hal tersebut disampaikan usai dirinya dengan sejumlah pengurus Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) menghadap Wakil Presiden Boediono terkait rencana dua kegiatan asosiasi tersebut.

…dst

4 ) Manual, Kearsipan UNS Berhasil Juara Nasional
http://kampus.okezone.com/read/2013/01/02/373/740455/manual-kearsipan-uns-berhasil-juara-nasional

Rabu, 02 Januari 2013 18:17 wib
SOLO – Kendati hingga saat ini proses pengelolaan arsip Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta masih dilakukan secara manual dan sederhana, namun berhasil meraih juara pertama tingkat nasional lomba pengelolaan kearsipan tingkat perguruan tinggi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhir Desember 2012.“UNS berhasil mengungguli Universitas Indonesia (UI) yang menempati juara dua dan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meraih juara tiga,” ungkap Arsiparis Kantor Pusat Arsip UNS Yani Maryudiasti kepada wartawan seusai melapor tentang kemenangannya kepda Rektor UNS, di Rektorat UNS, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/1/2013). Yani menuturkan, penilaian lomba tahunan Kearsipan di antaranya adalah unsur pembinaan kearsipan, pengelolaan arsip, penyusutan arsip atau daur hidup arsip, dan sarana prasarana.

…dst

5 ) Darmaningtyas: Peralihan PTS Menjadi PTN Kurang Tepat
http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/02/1901297/Darmaningtyas.Peralihan.PTS.Menjadi.PTN.Kurang.Tepat

Rabu, 2 Januari 2013 | 19:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat pendidikan Darmaningtyas mengatakan peralihan status perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) kurang tepat, apalagi bila dilakukan di Jawa. “PTN yang bagus di Jawa sudah menumpuk. Salah besar kalau PTS di Jawa dialihkan menjadi PTN,” kata Darmaningtyas dihubungi di Jakarta, Rabu (2/1/2013). Pengurus Majelis Luhur Taman Siswa itu mengatakan penumpukan PTN di Jawa telah mendorong urbanisasi ke pulau terpadat Indonesia itu.Karena itu, bila pemerintah memiliki kebijakan untuk mengalihkan status PTS menjadi PTN atau mendirikan PTN baru sebaiknya dilakukan di luar Jawa terutama di daerah yang belum memiliki PTN.

…dst

6 ) DPR Dorong Kemendikbud Segera PTN-kan Usakti
http://kampus.okezone.com/read/2013/01/02/373/740377/dpr-dorong-kemendikbud-segera-ptn-kan-usakti

Rabu, 02 Januari 2013 16:48 wib
JAKARTA – Komisi X DPR mendukung upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menjadikan Universitas Trisakti (Usakti) menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pasalnya, Usakti didirikan pemerintah pada 1965 dan berdiri di atas lahan milik negara, sehingga sudah seharusnya Usakti menjadi PTN. “Menjadi universitas negeri itu adalah jalan yang terbaik untuk menyelesaikan konflik Trisakti,” kata Anggota Komisi X DPR, Zulfadhli di Jakarta, Rabu (2/1/2013). Zulfadhli mengkritisi adanya usaha sejumlah pihak yang diduga berniat menghalang-halangi upaya penegerian universitas itu. Sebagai contoh upaya pihak Asosiasi Badan Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABBPTSI) yang dalam pemberitaan di beberapa media massa memberikan peringatan keras kepada Dirjen Dikti Kemendikbud atas upaya untuk menegerikan Universitas Trisakti dengan tidak melibatkan Yayasan Trisakti.

…dst

7 ) Undip Samakan Biaya Masuk
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/01/02/210476/Undip-Samakan-Biaya-Masuk

2 Januari 2013
SEMARANG- Sejalan penerapan uang kuliah tunggal (UKT), Universitas Diponegoro (Undip) tidak membedakan biaya masuk untuk semua jalur penerimaan mahasiswa baru (PMB). Mulai 2013, Undip akan menerapkan tiga jalur PMB yakni seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) penjaringan prestasi, seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) dan ujian mandiri (UM). ”Masyarakat tidak perlu khawatir jika uang kuliah tunggal menyebabkan biaya masuk Undip mahal. Justru dengan UKT, biaya masuk semua jalur penerimaan mahasiswa baru tidak dibedakan,” kata Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi. Kuota mahasiswa baru Undip melalui tiga jalur telah ditetapkan, yakni 50% dari SNMPTN Penjaringan Prestasi, 30% SBMPTN dan sisanya melalui UM. Biaya masuk ketiga jalur tersebut sama, sebab berbagai komponen pembiayaan akan dilebur dan dibagi merata kedalam delapan semester masa studi.

…dst

8 ) UNY Juarai Lomba Desain Kincir Angin
http://kampus.okezone.com/read/2013/01/02/373/740123/uny-juarai-lomba-desain-kincir-angin

Rabu, 02 Januari 2013 13:03 wib
JAKARTA – Salah satu potensi alam yang dimiliki Indonesia adalah tenaga angin, yang terutama terdapat di kawasan pantai. Dengan teknologi yang tepat, tenaga angin dapat diubah menjadi tenaga listrik dan sumber energi terbarukan. Potensi tenaga angin inilah yang diulik 27 tim dari 13 perguruan tinggi di Tanah Air dalam kompetisi desain kincir angin tingkat nasional di pantai baru Pandansimo, Bantul, Yogyakarta, belum lama ini. Dalam kompetisi penutup tahun 2012 tersebut, ke-27 kincir angin buatan mahasiswa dinilai berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan listrik selama 2×24 jam. Salah satu juri, Eka Firmansyah, S.T., M.Eng., PhD. menjelaskan, panitia menyediakan satu generator listrik dengan daya 400 watt bagi masing-masing tim. Generator ini berperan dalam konversi tenaga angin menjadi energi listrik. Tidak ada batasan penggunaan kincir angin bagi tiap tim selama listrik yang dihasilkan jauh lebih besar meski rata-rata kecepatan angin di bawah 10 meter per detik.

…dst

9 ) Ubah Limbah Jadi Manfaat, Sanka Jadi Juara
http://kampus.okezone.com/read/2013/01/02/373/740463/ubah-limbah-jadi-manfaat-sanka-jadi-juara

Rabu, 02 Januari 2013 19:03 wib
JAKARTA – Saat ini para pebisnis diajak untuk tidak sekadar melakukan usaha tapi juga turut serta dalam usaha menanggulangi pemanasan global. Konsep bisnis seperti ini biasa dinamakan oleh Greenpreneurship. Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Immanuel Sanka pun mengembangkan sebuah rencana bisnis yang berjudul OnHCal (Organic and High Calcium). Tidak disangka, rencana bisnis Sanka ke luar sebagai juara pertama dalam Greenpreneurship Business Plan Challenge University of Indonesia (UI) Green Festival.Sanka menjelaskan, rencana bisnis berbasis lingkungan yang diangkat pada kompetisi ini terinspirasi dari Kelompok Studi Kelautan yang mengkaji tentang crustacea. “Idenya adalah mengurangi limbah kulit atau eksoskleton crustacea menjadi bahan penambah kalsium,” papar Sanka, seperti dilansir situs UGM, Rabu (2/1/2013).

…dst

10 ) Dana Abadi Pendidikan Rawan Dikorupsi
http://www.jpnn.com/read/2013/01/02/152766/Dana-Abadi-Pendidikan-Rawan-Dikorupsi

Rabu, 02 Januari 2013 , 23:05:00
JAKARTA – Koordinator Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri menolak adanya dana pendidikan yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apalagi kata dia, dana abadi pendidikan yang digaung-gaungkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk alokasi beasiswa dan pembiayaan penelitian di perguruan tinggi berpotensi dikorupsi. Febri mengatakan bahwa APBN seharusnya masih cukup besar untuk membiayai pendidikan sehingga tidak dibutuhkan yang namanya dana abadi pendidikan. Selain itu semua dana pendidikan harus habis dalam satu tahun anggaran dengan target kegiatan yang telah direncanakan dalam APBN.“Dana abadi sangat potensi dipolitisasi dan korupsi. Karena masalah penetapan dana ini diinvetsasikan yang tentunya akan memicu permasalahan. Bayangkan saja, dana abadi pendidikan diprediksi tahun ini mencapai Rp15 triliun, itu rawan dikorupsi,” ujar Febri Hendri di Jakarta, Rabu (2/1). Alasan dia memberikan penilaian bahwa dana abadi pendidikan itu rawan dikorupsi dan dipolitisasi karena pengaturan dana abadi itu tidak masuk dalam mekanisme APBN.

…dst

11 ) Gubernur Jabar surati Mendikbud soal muatan lokal
http://www.antaranews.com/berita/351228/gubernur-jabar-surati-mendikbud-soal-muatan-lokal

Rabu, 2 Januari 2013 19:54 WIB
Bandung (ANTARA News) – Gubernur Jawa Barat menyatakan akan segera mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terkait adanya aspirasi masyarakat yang menolak draft Kurikulum 2013, yang akan meniadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok) bahasa daerah. “Kami akan segera mengirim surat ke Mendiknas, kalau bisa hari ini kita kirim hari ini, yang jelas secepatnya. Itukan masih draft, masih bisa diubah, saya yakin pemerintah pusat tidak akan menghapus mulok bahasa daerah,” kata Ahmad Heryawan, di Bandung, Rabu. Adanya aspirasi tersebut, Ahmad Heryawan bahkan berterimakasih kepada warga Jabar yang sudah menyampaikan aspirasinya, baik melalui mimbar bebas demonstrasi, surat, maupun disampaikan secara langsung.

…dst

12 ) Tunjangan Guru Rp 10 Triliun Ngendon di Rekening Daerah
Alokasi Tahun Ini Naik Jadi Rp 43 Triliun
http://www.jpnn.com/read/2013/01/02/152654/Tunjangan-Guru-Rp-10-Triliun-Ngendon-di-Rekening-Daerah

Rabu, 02 Januari 2013 , 06:08:00
JAKARTA – Wajar banyak guru penerima tunjangan profesi pendidik (TPP) mengeluhkan urusan pencairan yang macet selama 2012. Sebab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menemukan laporan jika ada Rp 10 triliun anggaran TPP yang mengendap di rekening pemkab atau pemkot. Laporan penyaluran TPP dari pemkab dan pemkot ke guru itu diterima oleh jajaran Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud. Irjen Kemendikbud Haryono Umar di Jakarta, Selasa (1/1) mengatakan, anggaran yang sudah ditransfer oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke daerah itu tidak bisa kembali lagi ke pusat. “Itu sudah menjadi hak guru. Jadi wajib di salurkan sampai beres,” kata mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Haryono mengatakan, uang yang mengendap itu akan terus ngendon selama belum ada upaya pencairan oleh pemkab atau pemkot. Menurut Haryono, anggaran untuk TPP 2012 yang ditransfer ke pemkab atau pemkot sekitar Rp 40 triliun. Hingga menjelang tutup tahun 2012, anggatan utnuk TPP 2012 yang sudah disalurkan ke guru masih sekitar Rp 30 triliun. Dia mengatakan Kemendikbud tidak bisa mengawasi langsung pencairan dana TPP dari pemkab dan pemkot ke guru.

…dst

13 ) Penanganan Tabrakan Pengaruhi Elektabilitas Hatta
http://www.tempo.co/read/news/2013/01/01/078451470/Penanganan-Tabrakan-Pengaruhi-Elektabilitas-Hatta

Selasa, 01 Januari 2013 | 23:21 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Hariadi, mengatakan elektabilitas Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dalam Pemilihan Umum 2014 bisa terancam oleh musibah tewasnya dua orang akibat diseruduk mobil yang dikendarai putra bungsunya, Rasyid Amrullah. “Elektabilitas Hatta sangat bergantung pada bagaimana ia menangani kasus ini,” kata dia Hariadi kepada Tempo, Selasa malam, 1 Januari 2013. Sekitar pukul 06.00 WIB tadi pagi, mobil BMW X5 yang dikendarai Rasyid menabrak mobil Daihatsu Luxio berpelat nomor F 1622 CY, di ruas dua jalan tol Jagorawi. Akibatnya, dua penumpang Luxio yakni Harun (57 tahun) dan Raihan (14 bulan) tewas. Malamnya, sekitar pukul 20.00 WIB, Hatta menggelar konferensi pers. Dengan suara bergetar dia menyampaikan belasungkawa dan menyatakan akan mendatangi keluarga korban.

…dst