1 ) Almarhumah Prof. Zakiah peduli pendidikan
http://www.antaranews.com/berita/353254/almarhumah-prof-zakiah-peduli-pendidikan

Selasa, 15 Januari 2013 20:24 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Amidhan menyatakan Prof Zakiah Darajat adalah tokoh besar dan wanita yang sangat peduli di bidang pendidikan. “Indonesia kehilangan tokoh besar wanita,” kata Amidhan lewat telepon di Jakarta, Selasa, terkait meninggalnya Prof Zakiah Darajat di Jakarta, Selasa (15/1) sekitar pukul 09.00 WIB dan dimakamkan di Kompleks UIN Ciputat pada hari yang sama. Guru besar UIN Jakarta itu wafat pada usia 83 tahun tatkala dirawat di RS UIN Syarif Hidayatullah. Almarhumah adalah tokoh pendidik sekaligus pula psikolog agama. Almarhumah juga pernah duduk sebagai pengurus inti MUI pusat. Selain itu, psikolog lulusan Universitas Ain Syams Kairo ini pernah tampil sebagai presenter bersama Buya Hamka di Radio Republik Indonesia pada tahun 1970-an.

…dst

2 ) STMIK Amikom Jadi Pusat Kajian Industri
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/13/01/16/mgpu7t-stmik-amikom-jadi-pusat-kajian-industri

Rabu, 16 Januari 2013, 18:21 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komunikasi (STMIK) Amikom menjadi pusat kajian industri bagi para siswa SMK. Setiap tahunnya, tercatat hampir 100 kunjungan dari sekolah-sekolah tersebut melakukan wisata teknologinya di kampus tersebut. Kepala Bagian Humas, STMIK Amikom, Erik Hadi Saputro mengatakan, pembelajaran di universitas, memang tidak selamanya tentang materi perkuliahan. Pihaknya, selalu menyelenggarakan praktek guna membekali wawasan mahasiswa dalam menghadapi kondisi lapangan kerja nantinya. “Ternyata program itu dimintai oleh para sekolah menengah kejuruan, sehingga kami bisa saling bersinergi,” kata Erik pada Republika dalam acara kunjungan wisata IT SMK di Kampus Amikom, Rabu (16/1). Beberapa produk unggulan Amikom yang banyak dimintai yakni, komputer jaringan, rekayasa perangkat lunak, multimedia dan audio visual. Pasalnya, para siswa dapat langsung merasakan sensasi pekerjaan lapangan yang ingin mereka geluti.

…dst

3 ) Untuk Pertama Kalinya, UI Hasilkan Doktor Manajemen Telekomunikasi
http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/16/17161335/Untuk.Pertama.Kalinya.UI.Hasilkan.Doktor.Manajemen.Telekomunikasi

Rabu, 16 Januari 2013 | 17:16 WIB
DEPOK, KOMPAS.com — Sejak Program Pascasarjana Manajemen Telekomunikasi Departemen Teknik Elektro dibuka pada tahun 1997, untuk pertama kalinya, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) mencetak doktor pertama di bidang manajemen telekomunikasi, Rabu (16/1/2013). Denny Setiawan, Pejabat Eselon 3 Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), mempertahankan disertasinya di hadapan sidang akademik terbuka yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Harry Sudibyo, M.Sc. Seperti dikutip dari rilis yang diterima Kompas.com, dalam disertasi berjudul “Pemodelan Akselerasi Implementasi Digital Dividend di Indonesia”, Denny memaparkan hasil riset pengembangan sebuah model tekno ekonomi untuk mempercepat migrasi televisi analog ke digital. Menurutnya, digital dividend atau spektrum yang tersedia sebagai hasil dari peninggalan frekuensi yang diduduki oleh sinyal televisi analog setelah terjadinya migrasi penyiaran ke televisi digital secara penuh pada pita frekuensi UHF memungkinkan pita frekuensi 700 MHz di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk implementasi teknologi 4G–LTE. Riset ini dilaksanakannya selama lima tahun.

…dst

4 ) Moratorium Prodi Baru Dianggap Hambat PTS
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/13/01/16/mgq359-moratorium-prodi-baru-dianggap-hambat-pts

Rabu, 16 Januari 2013, 21:34 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Wakil Rektor IV Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang, Benny D Setianto menilai moratorium pendirian program studi (prodi) baru menghambat perguruan tinggi swasta (PTS) untuk berkembang. “Ya moratorium prodi baru yang dikeluarkan Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu memang dimaksudkan untuk meningkatkan mutu prodi di perguruan tinggi,” katanya di Semarang, Rabu (16/1). Namun, kata dia, semestinya cukup dengan pengetatan proses akreditasi yang diraih perguruan tinggi jika alasannya untuk meningkatkan prodi, bukan dengan menghentikan sementara pendirian prodi baru. Menurut dia, mungkin ada perguruan tinggi yang membuka prodi baru semata-mata untuk menarik mahasiswa sebanyak-banyaknya, tanpa memerhatikan proses keberlanjutan ke depannya, tetapi tidak semua seperti itu. “Memang (moratorium prodi baru, red.) agak tak masuk akal, sebab Dikti tidak membiayai apa pun. Bahkan, moratorium prodi baru ini justru menghambat PTS-PTS yang tengah berkembang dan ingin maju,” bebernya.

…dst

5 ) Kaum Profesional Ditantang jadi Guru Sehari
http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/16/1706081/.Kaum.Profesional.Ditantang.jadi.Guru.Sehari

Rabu, 16 Januari 2013 | 17:06 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Gerakan Indonesia Mengajar mengundang para profesional untuk menjadi guru sehari di Sekolah Dasar (SD) marjinal di perkotaan. Para profesional diajak menjadi relawan pengajar, yang bercerita tentang profesinya dan berbagi motivasi dalam meraih cita-cita lewat Kelas Inspirasi. Kelas Inspirasi adalah kegiatan pengenalan ragam pekerjaan, dan cita-cita kepada murid SD di kota-kota besar yang diinisiasi Gerakan Indonesia Mengajar. Setelah tahun lalu pernah digelar di Jakarta, kali ini Kelas Inspirasi akan diadakan serentak pada 20 Februari 2013 di enam kota yakni Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, dan Pekanbaru. Ketua Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, di Jakarta, Rabu (16/1/2013), mengatakan, ajakan kepada para profesional yang sudah merasakan faedah pendidikan ini sebagai wujud peran serta mereka dalam mengubah kondisi Indonesia. Motivasi yang melatarbelakangi Kelas Inspirasi yakni variasi jumlah penduduk Indonesia yang mampu menamatkan pendidikan dari jenjang SD sampai perguruan tinggi.

…dst

6 ) Pendidikan Tinggi Masih Penting di Bursa Kerja
http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/16/12565113/Pendidikan.Tinggi.Masih.Penting.di.Bursa.Kerja

Rabu, 16 Januari 2013 | 12:56 WIB
KOMPAS.com — Memiliki gelar universitas masih membawa manfaat dalam bursa lapangan kerja, kata sebuah studi di AS. Grup riset Pew menguji dampak resesi pada peluang kerja untuk lulusan sekolah dan universitas di AS. Studi menemukan bahwa mereka dengan tingkatpendidikan lebih tinggi lebih terlindung dari PHK dan pemotongan gaji. “Gelar universitas masih berarti,” kata manajer riset, Diana Elliott. Riset dari grup Economic Mobility Project Pew itu adalah upaya untuk menguji kenyataan di balik kisah-kisah tentang lulusan universitas yang memiliki utang dan terjebak dalam pekerjaan dengan tingkat keterampilan rendah.

…dst

7 ) Beasiswa Guru Monbukagakusho Berakhir 25 Januari Lho!
http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/16/11520696/Beasiswa.Guru.Monbukagakusho.Berakhir.25.Januari.Lho

Rabu, 16 Januari 2013 | 11:52 WIB
KOMPAS.com — Beasiswa Monbukagakusho ternyata tak hanya untuk para pelajar dan profesional muda. Beasiswa pemerintah Jepang ini juga dirancang khusus untuk para guru. Setelah dibuka pada pertengahan November tahun lalu, pendaftaran beasiswa Monbukagakusho 2013 untuk para guru ini akan berakhir sembilan hari lagi. Jika Anda adalah seorang guru yang berkeinginan kuat untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai bidangnya di Jepang, beasiswa penataran guru ini harus dicoba. Program non-gelar ini berlangsung selama 1 tahun 6 bulan, 6 bulan di antaranya digunakan untuk belajar bahasa Jepang. Program akan dimulai pada Oktober 2013. Berminat mengikuti program ini? Kandidat harus sudah mengantongi gelar S-1 atau D-4 dan sedang aktif mengajar di SD, SMP, atau SMA/SMK, baik negeri maupun swasta. Paling tidak, kandidat yang mendaftar harus sudah memiliki pengalaman mengajar di institusi pendidikan formal minimal 5 tahun dan berusia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2013.

…dst

8 ) IEC 2013 targetkan peningkatan peserta
http://www.antaranews.com/berita/353114/iec-2013-targetkan-peningkatan-peserta

Senin, 14 Januari 2013 23:15 WIB
Jakarta (ANTARA News ) – Kompetisi ITB Enterpreneurship Challenge (IEC) 2013 yang memperlombakan ide bisnis kewirausahaan dari kalangan mahasiswa se-Indonesia menargetkan peningkatan peserta dengan 800 proposal bisnis. “IEC 2013 harus bisa memancing ide kreatif mahasiswa yang berjiwa bisnis lebih banyak lagi. Pada penyelenggaraan sebelumnya 2011, terdapat 670 proposal bisnis yang ikut serta dalam ajang ini,” kata Presiden IEC 2013 Kevin Giarto dalam jumpa pers-nya di Pusat Kebudayaan “At America”, Pacific Place Mall, Jakarta, Senin malam. Menurutnya mahasiswa memegang peranan besar untuk masa depan bangsa yang sudah sepantasnya menunjukkan kontribusinya dalam dunia wirausaha. Kevin berharap IEC mampu meicu ikon baru penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

…dst

9 ) Izin Operasional Unipas Akhirnya Keluar
http://edukasi.kompas.com/read/2013/01/16/00580957/Izin.Operasional.Unipas.Akhirnya.Keluar

Rabu, 16 Januari 2013 | 00:58 WIB
TERNATE, KOMPAS.com – Yayasan Perguruan Morotai beserta Rektorat Universitas Pasifik (Unipas) Morotai akhirnya bisa bernafas lega. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Izin Operasional untuk Unipas Morotai. Itu artinya, tahun ini juga Unipas Morotai sudah bisa melaksanakan proses perkuliahan. Bupati Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, Rusli Sibua saat menghubungi Kompas.com, Selasa (15/1/2013) mengaku telah mengantongi SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang izin operasional tersebut. “Alhamdulillah ya karena izin operasional Unipas sudah berada di tangan saya,” ungkap Rusli Sibua melalui telepon.

…dst

10 ) 1.647 Honorer K1 Dipastikan Gagal jadi CPNS
http://www.jpnn.com/read/2013/01/16/154644/1.647-Honorer-K1-Dipastikan-Gagal-jadi-CPNS

Rabu, 16 Januari 2013 , 17:54:00
JAKARTA–Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melansir data honorer kategori satu (K1) yang gagal diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Terhitung hingga 15 Januari 2013, ada 1.647 yang benar-benar tidak memenuhi kriteria alias tidak layak jadi CPNS. Jumlah ini kemungkinan besar akan bertambah. Pasalnya, masih ada 11.546 honorer yang statusnya terpending atau tertunda pemeriksaan datanya. Jika masih ada diantara 11.546 itu yang tidak bisa membuktikan keabsahan sebagai honorer K1, maka angka 1.647 bakal berubah. “Jadi yang benar-benar tidak layak diangkat CPNS itu hanya 1.647 orang saja. Tapi kalau ada luncuran dari honorer yang statusnya terpending bisa bertambah lagi,” kata Kepala BPKP Mardiasmo dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR dengan paguyuban Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB), di Senayan, Rabu (16/1). Dari hasil pemeriksaan BPKP, 1.647 honorer yang dinyatakan “tidak memenuhi kriteria” karena beberapa alasan. Di antaranya data fiktif 225 orang, bekerja di swasta 33 orang, meninggal dunia enam orang, lulus menjadi CPNS lewat proses reguler 14 orang, lulus dalam formasi 2010 sebanyak 33 orang, dan tidak bekerja lagi sebagai honorer 38 orang.

…dst

11) 12 Alasan Penyebab Honorer K1 TMK
http://www.menpan.go.id/berita-terkini/830-12-alasan-penyebab-honorer-k1-tmk

16 Januari 2013
JAKARTA – Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo mengatakan, pihaknya telah menyerahkan alokasi formasi tenaga honorer  kategori I yang telah memenuhi kriteria (MK) yang telah ditandatangani Kepala BKN dan Kepala BPKP kepada 402 instansi, terdiri dari 29 kementerian/lembaga dan 373 pemerintah daerah untuk proses penetapan NIP. Lebih lanjut Wamen PAN-RB mengatakan, untuk instansi lain masih dalam proses audit untuk tujuan tertentu (ATT) dan Quality Assurance (QA), yang akan diselesaikan secara bertahap sesuai dengan data pendukung yang dikirijm oleh instansi bersangkutan…cut…Ada 12 alasan honorer K1 yang menyebabkan tidak masuk kriteria (TMK),  yakni :
1. Sumber pembiayaan non APBN/APBD;
2. Pembayaran gaji tidak terus menerus, ada yang dalam setahun tidak dibayar 1 bulan, dua bulan, atau lebih dari 2 bulan;
3. Data keuangan/SPJ palsu/fiktif;
4. Pembayaran honornya di-SPJ-kan pada sumber lain;
5. Bekerja di instansi swasta;
6. Tidak terdapat dalam database BKN yang diperiksa BPKP;
7. Berkas keuangan tidak lengkap selama 5 tahun;
8. Tidak dapat menjalankan tugas/meninggal dunia;
9. Telah lolos menjadi PNS melalui jalur umum;
10. Tidak dapat diyakini pembayaran 2005 – 2010;
11. Lulus ujian saringan  tapi tidak ada formasi;
12. Tidak bekerja lagi sebagai tenaga honorer.

…dst

12 ) Komisi II Pertanyakan Data Honorer K1 yang Dianulir
http://www.jpnn.com/read/2013/01/16/154599/Komisi-II-Pertanyakan-Data-Honorer-K1-yang-Dianulir

Rabu, 16 Januari 2013 , 13:01:00
JAKARTA – Komisi II DPR mempertanykan banyaknya data honorer hasil verifikasi dan validasi (verval) tahap satu yang dianulir pemerintah. Mereka menilai ada ketidakkonsistenan antara tim dari Kementerian Pendayagunaan Apararur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN&RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam melakukan verval. “Ini aneh, saat pengumuman 30 Maret 2012 banyak daerah dinyatakan lolos, tapi kemudian setelah quality assurance (QA), malah tidak muncul sama sekali,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ganjar Pranowo dalam rapat dengar pendapat dengan WamenPAN&RB, kepala BKN, dan kepala BPKP, di Gedung Senayan, Rabu (16/1). Politisi PDIP mencontohkan Kabupaten Purbalingga yang dalam uji publik disebutkan ada 194 honorer K1 memenuhi kriteria (MK). Anehnya pada Desember 2012, nama honorer K1 Purbalingga tidak muncul sama sekali. “Kok bisa hilang nama-namanya padahal yang melakukan verval ada tim itu juga. Kalau saya katakan, ini datanya tidak valid makanya muncul banyak masalah,” kritik Ganjar.

…dst