Mendikbud Luncurkan Mobil Listrik Karya ITS

01/28/2013
Surabaya — Kampus Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya kembali mengukir prestasi. Kali ini, para sivitas akademika ITS mempersembahkan karya fenomenal mobil listrik jenis 4-Seater Electric City Car yang secara resmi diluncurkan oleh Mendikbud, Mohammad Nuh, Sabtu (26/1).

Bertempat di halaman Gedung Rektorat ITS, mantan rektor ITS ini juga diberi kepercayaan untuk memberikan nama terhadap mobil listrik yang menjadi ikon baru kampus teknologi di Surabaya ini. Setelah menyampaikan apresiasinya terhadap lahirnya mobil listrik karya ITS ini, Nuh pun akhirnya menetapkan nama untuk mobil listrik tersebut adalah EC (baca: easy yang berarti mudah –red) ITS 1.0. Kata ITS 1.0 mengartikan bahwa mobil listrik ini karya anak ITS versi pertama. Nuh juga diberi kesempatan untuk memasangkan logo mobil di bagian depan.

Lahirnya EC-ITS 1.0, kata Mendikbud menjadi awal yang bagus untuk perkembangan mobil listrik di Indonesia. Pasalnya, saat ini pemerintah sedang mengembangkan proyek Mobil Listrik Nasional (Molinas) yang digawangi oleh lima perguruan tinggi nasional. Mereka adalah ITS, ITB, UGM, UI dan UNS.

Rektor ITS, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA menambahkan, munculnya mobil listrik ini juga menjadi bukti bahwa insinyur-insinyur muda Indonesia sangat berkualitas. Mereka hanya perlu diberi kesempatan lebih untuk menunjukkan kemampuan mereka yang sebenarnya. “Saya percaya para insinyur muda akan mampu memajukan bangsa Indonesia ini,” tegas dosen Jurusan Teknik Mesin tersebut.

Untuk komponen utama dari EC-ITS 1.0 sendiri hampir seluruhnya buatan anak ITS. Mulai dari sistem penggerak, platform, body design, hingga sistem kontrol. Hanya baterai dan motor saja yang terpaksa harus beli karena penelitian yang dilakukan masih belum selesai. “Nantinya seluruh komponen mobil ini murni dari ITS,” jelas Dr Muhammad Nur Yuniarto, dosen pembimbing yang juga inisiator proyek mobil listrik ITS ini.

Pada kesempatan ini, Nuh juga berpesan, agar ITS tidak hanya melakukan penelitian untuk mengembangkan mobil ini. Namun, pemberian edukasi kepada masyarakat juga perlu dilakukan nantinya. “Jika masyarakat dan kampus mampu bersinergi, bangsa Indonesia pasti bisa maju,” ucapnya. (kem)

Sumber : www.kemdikbud.go.id