1 ) Dana BO-PTN Hanya di atas Kertas
http://www.pikiran-rakyat.com/node/228384

Senin, 25/03/2013 – 16:41
BANDUNG, (PRLM).- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BO-PTN) kepada 93 PTN sebesar Rp 2,7 trilyun.Akan tetapi jumlah tersebut belum diterima PTN dan baru di atas kertas. Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Sunaryo Kartadinata mengatakan dana BO-PTN sebesar 33 milyar untuk UPI belum ada dan tidak diketahui kapan akan cair. “Ini baru dalam program dananya belum ada tapi jangan seperti 2012, UPi mendapat 26 milyar tapi yang terpakai dan yang yang terpakai hanya 10 milyar karena dananya turunnya mepet,” kata Prof. Sunaryo di Kota Bandung, Senin (25/3/2013). Menurutnya, seharusnya sejak awal dana BO-PTN sudah keluar karena diperuntukan bagi operasional universitas. Misalnya untuk riset saja proposal penelitian dosen sudah masuk dan harus sudah didanai. Jangan seperti tahun lalu baru keluar di akhir tahun sehingga tidak dapat mendanai penelitian. Hal senada juga dikemukakan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Akhmaloka, BO-PTN yang diterima ITB sebesar Rp 176 milyar “masih di bintang”. Artinya dana tersebut belum diterima dalam bentuk uang.

…dst

2 ) Kampus Kesulitan Biayai Bidik Misi
http://m.koran-sindo.com/node/302403

26 Maret 2013
SURABAYA – Sejumlah perguruan tinggi bingung menanggung biaya pendidikan Mahasiswa Bidik Misi. Ini karena kucuran anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dihentikan. Kondisi ini terjadi sejak tiga bulan lalu. Perguruan tinggi yang memiliki tanggungan membiayai Mahasiswa Bidik Misi harus mencari utang kanan-kiri. Kebutuhan mahasiswa-mahasiswa tersebut tidak boleh berhenti, dan belajar-mengajar terus berjalan. “Kami terpaksa meminjam dulu untuk memenuhi kebutuhan Bidik Misi,” kata Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) Muhammad Mahfud, kemarin (25/3). PPNS menggunakan anggaran internal kampus agar proses pendidikan terus berjalan. Jika tidak mencari dana pengganti, kebutuhan untuk Mahasiswa Bidik Misi bisa terbengkalai. Mereka bisa berontak karena merasa tidak diperhatikan selama ini. Di PPNS ini, ada 150 Mahasiswa Bidik Misi sehingga kebutuhannya cukup banyak. Setiap bulan, para mahasiswa ini mendapatkan tunjangan hidup sebesar Rp600.000. “Kami tetap berusaha, para Mahasiswa Bidik Misi tetap bisa mengenyam pendidikan layak. Kami menggunakan anggaran lain untuk membiayai mereka,” papar Mahfud. HalserupajugaterjadidiUniversitas Airlangga (Unair). Kuota Bidik Misi untuk tahun 2013, mengalami penambahan sebanyak 250 mahasiswa. Total ada 750 Mahasiswa Bidik Misi yang akan menjadi tanggungan Unair.

…dst

3 ) Publikasikan Tulisan di Asia Pacific Collaborative Education Journal
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1158

03/26/2013
Jakarta — Asia Pacific Collaboration education Journal memberi kesempatan kepada para penulis dari negara-negara anggota APEC untuk membagi pengetahuan dan pengalaman dalam bidang pendidikan melalui ICT. Asia Pacific Collaboration education Journal (APCJ) merupakan jurnal daring yang diterbitkan oleh Institute of APEC Collabirative Education (IACE). Publikasi di jurnal daring ini bisa menjadi peluang tulisan-tulisan dari Indonesia muncul di media internasional. Batas akhir penyerahan artikel adalah 30 April 2013. Untuk melihat contoh penulisan artikel pada APCJ, silakan klik http://www.acecjournal.org/

…dst

4 ) PTN ikuti hasil UN untuk syarat ke universitas
http://nasional.sindonews.com/read/2013/03/25/15/731072/ptn-ikuti-hasil-un-untuk-syarat-ke-universitas

Senin, 25 Maret 2013 − 19:07 WIB
Sindonews.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Djoko Santoso mengatakan, semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mendeklarasikan persetujuannya memakai hasil Ujian Nasional (UN) sebagai syarat masuk universitas untuk segala jurusan. “Jadi meskipun nilai rapor siswa itu bagus semasa dia sekolah namun dia akan terdepak keluar dari jalur undangan apabila tidak lulus UN,” kata Djoko kepada wartawan, di Jakarta, Senin (25/3/2013).Dia menjelaskan, Kemendikbud memberikan keleluasan kepada PTN untuk membuat daftar calon mahasiswa yang masuk melalui jalur undangan. “Tujuan kami menjaring calon mahasiswa yang baik dan berprestasi didukung sepenuhnya oleh PTN,” tegasnya. Diketahui, tahun lalu 99.50 persen atau sebanyak 1.517.125 siswa SMA dinyatakan lulus UN. Sementara untuk nilai UN tingkat SMK tahun lalu siswa yang dinyatakan lulus mencapai 1.036.478 siswa atau 99,72 persen.

…dst

5 ) Pemda jangan paksakan UN ditarget lulus 100%
http://nasional.sindonews.com/read/2013/03/25/15/731066/pemda-jangan-paksakan-un-ditarget-lulus-100

Senin, 25 Maret 2013 − 18:52 WIB
Sindonews.com – Pemerintah pusat meminta kepada pemerintah daerah, agar jangan menargetkan 100 persen kelulusan Ujian Nasional (UN). Hal itu dilakukan, agar tidak terjadi manipulasi nilai.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, dengan desakan target 100 persen kelulusan, sekolah bisa melakukan pembenaran untuk memanipulasi nilai, mencari jawaban soal, dan memberikannya ke siswa dan beragam modus pelanggaran lain.Mendikbud menjelaskan, bentuk intervensi pemerintah daerah harus dilawan, karena UN semakin dihargai sebagai tiket masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Baik pemerintah daerah maupun pusat, harus menghapus stigma negatif masyarakat yang mengecap UN selalu terjadi kecurangan.”Kita harus buktikan UN bisa berjalan tanpa kecurangan. UN akan semakin dihargai, sehingga tata kelolanya mesti kredibel,” katanya pada Sosialisasi UN oleh Mendikbud kepada Kepala Dinas Se-Indonesia, di Jakarta, Senin (25/3/2013).

…dst

6 ) Siap-siap Raih Beasiswa Endeavour Awards 2014
http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/26/1009400/Siap-siap.Raih.Beasiswa.Endeavour.Awards.2014

Selasa, 26 Maret 2013 | 10:09 WIB
KOMPAS.com — Pemerintah Australia akan segera membuka pendaftaran program beasiswa Endeavour Awards untuk tahun ajaran 2014. Setiap tahunnya, pendaftaran akan dibuka per 1 April dan akan ditutup pada 30 Juni. Beasiswa ini menyediakan dukungan dana bagi para kandidat untuk meraih gelar master atau doktor di Australia. Beasiswa Endeavour Awards terdiri dari Endeavour Postgraduate Awards, Endeavour Research Fellowships, Endeavour Executive Awards, dan Endeavour Vocational Education and Training Awards. Sebanyak 20 penerima beasiswa doktoral Endeavour Awards bahkan berkesempatan menerima penawaran The Prime Minister’s Australia Asia Incoming Postgraduate Award. Kandidat yang ingin mendaftarkan diri untuk meraih beasiswa ini perlu untuk melakukan registrasi online melalui link Endeavour Application System. Pasalnya, pendaftaran nantinya akan dilakukan pula secara online. Jika Anda berminat, maka kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya meski pendaftarannya belum dibuka. Informasi resmi bisa dilihat di laman resmi penawaran beasiswa atau laman resmi Kedutaan Besar Australia untuk Republik Indonesia.

…dst

7 ) Uang Kuliah Tunggal (UKT)
Kampus Defisit, Kegiatan Ormawa Mandek
http://kampus.okezone.com/read/2013/03/26/373/781557/kampus-defisit-kegiatan-ormawa-mandek

Selasa, 26 Maret 2013 12:18 wib
JAKARTA – Penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri (PTN) akan selalu melahirkan imbas untung rugi. Di balik keuntungan bagi mahasiswa yang akan merasa terbantu dengan keringanan biaya kuliah, ketakutan kekurangan biaya operasional pun melanda pihak kampus. Menteri Kementerian Sosial dan Politik (Kemensospol) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS Yoga Widhia Pradhana mengungkap, yang paling menakutkan dari penerapan sistem ini adalah adanya pemotongan anggaran pada pos-pos tertentu khusususnya bagian kemahasiswaan untuk menutupi defisit anggaran. ”Dapat dipastikan banyak kegiatan organisasi mahasiswa (ormawa) yang akan terganggu,” kata Yoga, seperti disitat dari ITS Online, Selasa (26/3/2013). Mahasiswa Teknik Elektro itu menambahkan, teknis dari penetapan klasifikasi tarif UKT untuk mahasiswa baru yang mampu dan kurang mampu dipastikan menimbulkan masalah yang rumit. Jumlah mahasiswa baru yang ribuan juga akan menjadi masalah tersendiri saat melakukan survei verifikasi data.

…dst

8  ) Dikti Ancam Cabut NIDN
Banyak Dosen Tak Manfaatkan Beasiswa
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/03/26/219642/Dikti-Ancam-Cabut-NIDN

26 Maret 2013
SEMARANG – Direktorat Jen­deral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) mengancam akan mencabut No­mor Induk Dosen Nasional (NI­DN) bagi dosen tetap yang enggan melanjutkan kuliah di jenjang S-2 dan S-3. Dikti akan segera membuat surat edaran terkait permasalahan tersebut dan memberi batas waktu hingga tahun 2014 agar para dosen memenuhi ketentuan tersebut. Hal itu disampaikan Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ditjen Dikti Prof Supriadi Rustad dalam Rakor Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Bidang Aka­de­mik di Kopertis Wilayah VI Jateng, Sabtu (24/3). Dia mengatakan, persoalan paling besar sekarang ini tenaga pengajar di perguruan tinggi atau dosen tidak mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.”Kondisi ini karena mereka sudah merasa nyaman dengan menerima gaji dobel dari gaji bulanan dan tunjangan profesi setiap bulan. Padahal, dalam ketentuan baru, jika dosen tidak melanjutkan kuliah hingga S-3 atau doktor, pangkatnya akan ber­henti di IIID/Lektor,” ungkapnya.

…dst

9 ) Tiga Dosen di Lampung Kembangkan Sistem Pendeteksi Plagiarisme
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/

Selasa, 26 Maret 2013, 14:52 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG — Pesatnya teknologi informasi membuat aksi plagiarisme karya tulis ilmiah dan pop semakin marak. Namun, para plagiat alias penjiplak karya orang lain tak bisa bebas lagi. Apa pasal? Kini, telah ditemukan sistem pendeteksi karya tulis dan gambar jiplakan. Software sistem pendeteksi itu ditemukan tiga dosen Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Bandar Lampung. Ketiganya tengah melakukan riset terkait dengan sistem pendeteksi tindak penjiplakan (plagiarisme) multibahasa. Ketiga tim riset itu Rahmalia Syahputri, Wasilah, dan Apri Triyangsyah. “Sistem ini mampu mendeteksi kemiripan naskah multibahasa, Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris,” kata Rahmalia didampingi Wasilah kepada Republika Online, di IBI Darmajaya Bandar Lampung, Selasa (26/3).Tim dosen Fakultas Ilmu Komputer IBI telah meraih kemenangan hibah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II.

…dst

10 ) FTP UGM pelopori GIB di Bantul
http://nasional.sindonews.com/read/2013/03/26/15/731369/ftp-ugm-pelopori-gib-di-bantul

Selasa, 26 Maret 2013 − 17:04 WIB
Sindonews.com – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajahmada (UGM) menjadi pelopor Gerakan Irigasi Bersih (GIB) atau Merti Tirta Amartani di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.Salah seorang penggagas GIB di Bantul Sigit Supadmo Arif menuturkan, munculnya gerakan ini berawal dari permasalahan tentang banyaknya sampah yang mengalir di saluran irigasi petani di Bantul.Sebagian sistem irigasi harus melewati wilayah perkotaan sehingga sampah yang mengalir ke dalam saluran irigasi juga merupakan sampah limbah rumah tangga, industri serta sampah perkotaan yang lain.”Sampah limbah ini bercampur sampah dari persawahan beririgasi sehingga merupakan sampah organik dari sisa budaya pertanian. Ini mengganggu lingkungan ekologis dan berdampak buruk terhadap mutu hasil pertanian,” katanya di daerah irigasi Bendung Tegal, Dusun Sriharjo, Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul, Selasa (26/3/2013).

…dst

11 ) Universitas Brawijaya Cetak Ahli kajian Kemiskinan
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/106967/universitas-brawijaya-cetak-ahli-kajian-kemiskinan

26 Mar 2013 07:30:27
Malang (Antara Jatim) – Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, pada semester genap tahun akademik 2012/2013 mulai mencetak para ahli kajian kemiskinan melalui program magister (S2). Menurut Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Yogi Sugito di Malang, Selasa, program magister kajian kemiskinan ini sudah diluncurkan dan juga telah digelar kuliah perdana dengan menghadirkan Gubernur Jatim Soekarwo. “Program kajian kemiskinan ini kami buka semata-mata untuk bisa memperkecil angka kemiskinan melalui konsep ilmiah,” kata Yogi. Program magister kajian kemiskinan tersebut merupakan ide dari Pemprov Jatim. Pada tahap pertama pada semester awal, Pemprov Jatim mengirimkan pegawainya untuk studi melalui program beasiswa. Kuota pada semester pertama hanya 20 mahasiswa dan seluruhnya berasal dari para pegawai (PNS) Pemprov Jatim dengan beasiswa penuh dari gubernur, sehingga lulusannya nanti akan diperbantukan di Pemprov Jatim dengan target pengentasan kemiskinan.

…dst

12 ) Lulusan Biomedik Diharapkan Kembangkan Riset Penuaan
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/03/26/219639/Lulusan-Biomedik-Diharapkan-Kembangkan-Riset-Penuaan

26 Maret 2013
SEMARANG – Abad ini ada­lah sebuah masa dengan manusia terdidik hidup dalam jumlah terbesar. Tidak ada dalam sejarah umat manusia di mana mereka yang terdidik itu dengan akademik yang baik, terakumulasi dalam jumlah besar. Rektor Unissula Prof Dr Laode M Kamaluddin mengatakan hal itu saat memberikan ceramah pada studium generale Prodi Magister (S-2) Biomedik Fakultas Kedok­ter­an Unissula dengan mengangkat tema “Penggunaan SDM Usia Lan­jut pada Era Millennium”, di kampus, Sabtu (23/3). Dia mengatakan, realitas itu akan memberi dampak signifikan, karena orang yang memiliki aka­demik yang baik mendorong pada ke­me­nurunan jumlah orang miskin. Hari ini di Indonesia ada sekitar 150 juta orang yang eko­nominya baik dan perilakunya tidak ingin miskin lagi, sehingga mereka harus tetap hidup dengan kesehatan yang baik. ”Dampaknya adalah logika rumah sakit menampung orang sakit berubah menjadi logika rumah sakit tempat orang sehat.”

…dst

13 ) Mahasiswa Galang Dana untuk Aquila
http://m.koran-sindo.com/node/302442

26 Maret 2013
MEDAN –Keprihatinan terhadap Aquila Qatrunnadha Parinduri, balita berusia dua tahun, yang mengidap penyakit atresia bilier (kelainan hati) mengundang simpati mahasiswa.Aksi penggalangan dana dengan melibatkan 100 orang sukarelawan pun digelar mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (25/3). Aksi solidaritas tersebut dilakukan dengan menjajakan kotak kardus ke pengguna jalan yang melintas di sejumlah jalan besar di Kota Medan dan di Lapangan Merdeka untuk menggalang dana.Sebelumnya aksi tersebut dilakukan di Simpang Markas Brimob di Jalan Wahid Hasyim. “Biaya yang harus kami kumpulkan Rp800 juta. Ini bisa membantu beban orang tuanya yang sedang mengumpulkan dana untuk operasi transplantasi hati Aquila,” kata sukarelawan, Hasan Basri Hasibuan.

…dst

14 ) Dianggap kurang jelas, DPR tahan anggaran kurikulum Kemendiknas
http://nasional.sindonews.com/read/2013/03/26/15/731463/dianggap-kurang-jelas-dpr-tahan-anggaran-kurikulum-kemendiknas

Selasa, 26 Maret 2013 − 21:02 WIB
Sindonews.com – Panitia Kerja (Panja) Kurikulum DPR masih belum memberikan persetujuan untuk menurunkan anggaran kurikulum senilai Rp2,491 triliun. Anggota Panja Kurikulum Komisi X DPR Wayan Koster mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus memperjelas program apa yang akan dilakukan di kurikulum baru dan juga jenis belanja lainnya yang berbunyi mata anggaran kurikulum 2013. Politikus PDIP ini menegaskan, jika keduanya belum jelas maka panja tidak berani untuk menyetujui dikeluarkannya anggaran kurikulum padahal kurikulum akan dimulai pada Juli nanti. Wayan juga mendesak pemerintah untuk kembali menyusun anggaran kurikulum dengan lebih hati-hati.Kemendikbud juga harus melibatkan BPK, BPKP dan KPK untuk mengawasi penyusunan dan implementasi anggaran. Selain DPR, dia menyatakan, masyarakat juga akan turut mengawasi pemakaiannya.

…dst

15 ) Komisi X DPR pertanyakan program kurikulum Kemendiknas
http://nasional.sindonews.com/read/2013/03/26/15/731465/komisi-x-dpr-pertanyakan-program-kurikulum-kemendiknas

Selasa, 26 Maret 2013 − 21:08 WIB
Sindonews.com – Panitia Kerja (Panja) Kurikulum mempertanyakan program di kurikulum baru dan juga jenis belanja lainnya yang berbunyi mata anggaran kurikulum 2013. Jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak memberi kejelasan, Panja Kurikulum mengancam tak memberi persetujuan untuk menurunkan anggaran kurikulum senilai Rp2,491 triliun. Anggota Panja Kurikulum Komisi X DPR Jefirstson R. Riwu Kore menyatakan, anggaran yang masih tertulis generic harus diperjelas menjadi anggaran yang sesuai dengan program yang ada.”Apakah boleh ada anggaran yang dalam nomenklaturnya tidak menyebutkan secara jelas kurikulum tetapi digunakan untuk kurikulum. Kalau bisa secara aturan tidak masalah, tapi kalau tidak harus mencari solusi yang lain,” tegas politikus Partai Demokrat pada Rapat Kerja Panja Kurikulum dengan Kemendikbud di Senayan, Selasa (26/3/2013).

…dst

16 ) Indonesia akan jadi pilar ekonomi dunia 2030
http://www.antaranews.com/berita/365443/indonesia-akan-jadi-pilar-ekonomi-dunia-2030

Selasa, 26 Maret 2013 21:45 WIB
Makassar (ANTARA News) – Indonesia berpeluang masuk menjadi tujuh besar negara kekuatan ekonomi dunia pada 2030, mengalahkan Jerman dan Inggris. Tahun lalu, PDB Indonesia 928,274 miliar dolar Amerika Serikat dengan pendapatan perkapita pertahun 3.910 dolar Amerika Serikat. “Indonesia diramalkan menjadi negara maju dengan pendapatan sekitar 24.000 dolar Amerika Serikat perkapita pada 2050 berdasarkan riset The Economist 2012,” kata Ketua Umum Apindo Sulawesi Selatan, La Tunreng, pada Lokakarya dan Sosialisasi peluang Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) 2015, di Makassar, Selasa.Menurut dia, berdasar dari riset yang diambil dari Mc Kingsey Institute, Indonesia akan masuk dalam tujuh besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030 mengalahkan Jerman dan Inggris. Hal ini juga memasukkan indikator jumlah penduduk masing-masing negara.

…dst

17 ) Pertumbuhan ekonomi Indonesia dikagumi dunia
http://www.antaranews.com/berita/364766/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-dikagumi-dunia

Jumat, 22 Maret 2013 18:21 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Presiden Susilo Yudhoyono saat meresmikan pembangunan proyek terminal Kalibaru atau Priok Baru, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat sore, mengungkap, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama ini telah membuat negara-negara Eropa kagum. Tak terkecuali Inggris juga kagum. Sampai-sampai, menurut Yudhoyono, Wakil Perdana Menteri Inggirs, Nick Cleeg, kala bertemu dua tahun lalu di Seoul, Korea Selatan, bercanda “meminta” sebagian tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Waktu itu ekonomi kita tumbuh 6,5 persen, dengan bercanda, dia katakan kepada saya, boleh tidak satu persen dikasihkan ke Inggris? Karena Eropa sedang alami pertumbuhan yang melambat, rendah, ada yang minus, ada yang nol koma sekian,” kata Yudhoyono, disambut tawa para hadirin. Walau dunia selalu memuji-muji Indonesia, namun masih banyak hal terjadi; di antaranya kelangkaan bawang putih dan bawang merah berujung kenaikan gila-gilaan harga komoditas pangan itu masih membayangi. Hal ini terjadi justru di Indonesia, negara yang dilimpahi tanah subur.

…dst