1 ) Pendaftar SBMPTN Bisa Pilih PTN Luar Surabaya
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/107834/pendaftar-sbmptn-bisa-pilih-ptn-luar-surabaya

08 Apr 2013 17:49:18
Surabaya (Antara Jatim) – Humas Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Dr Dra Ismaini Zain MSi menegaskan bahwa pendaftar SBMPTN dari Lokal Surabaya bisa memilih PTN dari luar Surabaya. “Pilihannya sekarang Saintek dan Soshum, bukan IPA dan IPS seperti dulu, tapi kalau memilih satu program studi bisa di PTN mana saja, kalau campuran (Saintek dan Soshum) atau 2-3 program studi, maka salah satu program studi harus pada PTN di lokasi ujian,” katanya di Surabaya, Senin. Ia mengemukakan hal itu saat menyampaikan sosialisasi SBMPTN 2013 di sela-sela penandatanganan Pakta Integritas Penyelenggara UN 2013 yang dihadiri ratusan kepala sekolah se-Surabaya dan dibuka Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Menurut dia, SNMPTN (seleksi nasional masuk PTN) yang pendaftarannya berakhir pada 28 Maret lalu hanya bisa untuk siswa SMA/MA/SMK lulusan 2013, sedangkan SBMPTN bisa diikuti siswa lulusan 2011, 2012, dan 2013. “Kalau SBMPTN, pendaftarannya mulai 13 Mei 2013 pukul 08.00 WIB hingga 7 Juni 2013 pukul 22.00 WIB. Sejak itu, siswa bisa mendaftar melalui daring (dalam jaringan atau online) pada alamat http://ujian.sbmptn.or.id,” kata Kepala Biro Akademik ITS itu.

…dst

2 ) PTN Minta Beasiswa Tahun Jamak
Senin, 08 April 2013 , 06:32:00
http://www.jpnn.com/read/2013/04/08/166345/PTN-Minta-Beasiswa-Tahun-Jamak-

JAKARTA – Gara-gara anggaran beasiswa pendidikan mahasiswa miskin (Bidik Misi) tak kunjung cair sejak Januari lalu, kampus negeri kompak menuntut skema baru. Opsi yang mengemuka untuk penganggaran beasiswa ratusan ribu mahasiswa itu antara lain model tahun jamak (multiyears). Sekretaris Jenderal Majelis Rektor PTN Indonesia (Sekjen MRPTNI) Herry Suhardiyanto mengatakan tak kunjung cairnya anggaran Bidik Misi itu tidak bisa dibiarkan berlarut. Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) itu mengatakan, sejak Januari lalu kampusnya menalangi dulu anggaran Bidik Misi. “Kebutuhan hidup mahasiswa penerima Bidik Misi kan jalan terus,” katanya dalam pameran 50 Tahun kampus IPB di Jakarta kemarin. Herry mengatakan IPB mengeluarkan sedikitnya Rp 3 miliar per bulan untuk menalangi Bidik Misi untuk sekitar tiga ribu mahasiswa. Menurut dia, tidak semua PTN memiliki kondisi keuangan seperti IPB. “Jujur kami masih terbantu karena memiliki dana cadangan. Tetapi apakah seluruh PTN memiliki dana cadangan dalam jumlah cukup,” urainya.

…dst

3 ) UMS Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa Asal Papua
http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/08/04351749/UMS.Berikan.Beasiswa.Bagi.Mahasiswa.Asal.Papua

Senin, 8 April 2013 | 04:35 WIB
SOLO, KOMPAS.com – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa dari Papua yang akan menempuh Program Studi Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi mulai tahun akademik 2013/2014. “Beasiswa ini diberikan mulai dari uang masuk sampai biaya selama 12 semester, sampai lulus, dan bahkan sekarang juga telah diupayakan sampai untuk biaya hidup selama masa studi,” kata Rektor UMS Prof Dr Bambang Setiaji kepada wartawan di Solo, Minggu (7/4/2013). Beasiswa itu bagi dua mahasiswa Kedokteran Umum dan satu mahasiswa Kedokteran Gigi serta harus lulus dalam ujian seleksi. Mahasiswa asal Papua tersebut harus menandatangani komitmen yang berisi di antaranya setelah lulus harus kembali ke daerahnya, yakni Papua. Kemudian saat mereka sudah bekerja, wajib membiayai adik tingkatnya yang juga berasal dari Papua pada prodi serupa.

…dst

4 )  Birokratisasi Hambat PT Tampil Mendunia
http://cetak.kompas.com/read/2013/04/08/03012957/birokratisasi.hambat.pt.tampil.mendunia

08 April 2013
YOGYAKARTA, KOMPAS – Birokratisasi yang kaku menjadikan perguruan tinggi di Indonesia terjebak dalam urusan-urusan administratif sehingga kurang mampu bersaing di dunia internasional. Oleh karena itu, perguruan tinggi di Indonesia harus otonom agar mampu tampil di tingkat internasional. “Sangat sedikit jurnal perguruan tinggi Indonesia yang terbit di tingkat internasional. Ini semua karena perguruan tinggi kita sibuk mengurusi hal-hal kecil,” kata mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Satrio Sumantri Brojonegoro dalam simposium nasional “Kontroversi Status PTN dan Masa Depan Otonomi Akademik”, di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo Magister Manajemen FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (6/4). Tampil pula dalam acara itu sebagai pembicara Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Keuangan UGM Didi Achjari serta Guru Besar Sosiologi UGM Heru Nugroho. Menurut Satrio, diperlukan debirokratisasi konsep badan layanan umum perguruan tinggi agar perguruan tinggi tidak kaku dan terbelenggu prosedur administrasi. Ini karena perguruan tinggi bukanlah kantor atau perusahaan. Demikian pula mahasiswa bukanlah obyek didikan, melainkan pelaku pendidikan.

…dst

5 ) Wakil Rektor I ITS: Seharusnya PTS Tak Dapat Anggaran Sepeser pun
http://surabaya.tribunnews.com/2013/04/01/wakil-rektor-i-its-seharusnya-pts-tak-dapat-anggaran-sepeser-pun#sthash.HdldxPkH.POnH0c7l.dpbs

Senin, 1 April 2013 19:46 WIB
SURYA Online, SURABAYA – Setelah Wakil Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Pusat Dr Budi Djatmiko menuding pemerintah berlaku tidak adil terhadap PTS karena hanya sepersepuluh anggaran PTN yang diberikan kepadanya, kini giliran kalangan PTN yang bersuara. Wakil Rektor I ITS Prof Herman Sasongko mengatakan tudingan tersebut tidak mendasar. Menurut dia PTS seharusnya tidak mendapat anggaran sepeser pun dari pemerintah karena memang statusnya swasta. “Kalau memang tidak bisa survive, ya harus ditutup. Itu sudah konsekuensinya dari lembaga swasta,” kritiknya saat dikonfirmasi surya.co.id, Senin (1/3/2013). Menurut dia, dalam hal ini tidak bisa dilihat adil atau tidak. Karena memang peran PTS sampai saat ini belum terlihat.

…dst

6 ) Dua Minggu, Tiga Sekawan Ini Sabet 2 Juara
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/08/373/788129/dua-minggu-tiga-sekawan-ini-sabet-2-juara

Senin, 08 April 2013 16:12 wib
JAKARTA – Siapa yang tidak bangga jika mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional? Apalagi ketika dua prestasi berhasil diboyong sekaligus dalam kurun waktu dua minggu. Rasa bangga itu yang kini menyelimuti tiga pemuda asal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Mereka adalah M Samsul Anam, Wawan Trianto, dan Danang Prayoga. Ketiga mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITS 2011 itu sukses meraih jawara dalam lomba beton warna Intergrally Coloured Concrete di Universitas Kristen Petra, serta lomba beton Geopolimer di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Kedua lomba tersebut merupakan kompetisi beton tingkat nasional yang diselenggarakan sebagai kegiatan tahunan masing-masing perguruan tinggi. Samsul menjelaskan, meskipun sama-sama berlabel kompetisi beton, secara konsep keduanya jauh berbeda. Lomba beton warna merupakan kompetisi beton pertama di Indonesia yang memanfaatkan semen putih sebagai bahan dasar.

…dst

7 ) Peduli Sungai, 116 Mahasiswa Susur Kali Surabaya
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/08/373/788250/peduli-sungai-116-mahasiswa-susur-kali-surabaya

Senin, 08 April 2013 18:04 wib
JAKARTA – Sebanyak 116 mahasiswa program studi (prodi) Teknik Lingkungan yang berasal dari sekira 11 universitas di Tanah Air melakukan wisata air. Tidak sembarangan berwisata, aksi ini sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap lingkungan, khususnya sungai. Kegiatan bertajuk Envormentalistik itu merupakan rangkaian kegiatan rutin dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Se-Indonesia (IMTLI). Kali ini, prodi Ilmu dan Teknologi Lingkungan (ITL) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST Unair) mendapat kesempatan sebagai tuan rumah.Di akhir kegiatan, para peserta pun menyusuri sungai Surabaya, menyebarkan 1.500 benih ikan, menanam pohon di Rolak Outbound Kids Surabaya (ROKS), dan melakukan kuliah lapangan di PDAM Surya Sembada Karangpilang Surabaya.

…dst

8) Mahasiswa ITS Bantu Korban “Si Lumpur Panas”
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/08/373/788063/mahasiswa-its-bantu-korban-si-lumpur-panas

Senin, 08 April 2013 14:52 wib
JAKARTA – Enam tahun sudah lumpur panas melanda kawasan Sidoarjo, Jawa Timur. Asap yang masih mengudara rendah menjadi tanda luapan lumpur panas belum kunjung reda. Namun, beberapa kilometer dari tanggul-tanggul tinggi itu, semangat dari sejumlah warga korban untuk memperbaiki trauma itu masih tampak membara. Tidak tinggal diam, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghabiskan akhir pekan mereka dengan menjadi sukarelawan di wilayah tersebut. Salah satunya memberikan pelatihan membuat sabun kepada kaum ibu. Ketua Pelaksana kegiatan Eko Mamo Prapitag mengungkapkan, kegiatan bernama Lapindo We Care itu merupakan bentuk kepedulian mahasiswa ITS terhadap korban lumpur Sidoarjo. Apalagi, kegiatan itu sudah menjadi amanat yang dilimpahkan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia kepada mahasiswa ITS.

…dst

9 ) E-Print Dongkrak Mahasiswa UGM Rebut Creativepreneur
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/08/373/787885/e-print-dongkrak-mahasiswa-ugm-rebut-creativepreneur

Senin, 08 April 2013 11:05 wib
JAKARTA – E-print menjadi jasa yang memudahkan dalam mencetak dokumen. Ternyata, bisnis dengan berbasis website ini, menjadi usaha yang mampu menyelesaikan masalah dalam sekejap.Chaidir Arsyan Adlan, mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengawali bisnis e-print untuk memudahkan dirinya dan juga teman-temannya mencetak sebuah dokumen. Pemenang juara 3 BNI Creativepreneur Awards Competition 2013 tersebut menjelaskan, bisnis e-print yang dilakukannya hanya cukup mengunduh dokumen. “Ada tiga kemudahan yang ditawarkan e-print. Prosedur, pembayaran, dan waktu. Customer hanya membutuhkan koneksi internet untuk mengupload dokumen. Adanya fitur akun akan menjamin keamanan dokumen serta yang utama adalah layanan delivery order tepat pada sasaran menjadi keunggulan usaha ini,” jelasnya, di Jakarta, akhir pekan lalu.

…dst

10 ) Unnes Rangkul Lima Perguruan Tinggi
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/04/08/221051/Unnes-Rangkul-Lima-Perguruan-Tinggi

08 April 2013
SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes), belum lama ini menjalin kerja sama dengan lima perguruan tinggi di Jateng. Yakni, Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin), Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, dan Universitas Muhammadiyah Purworejo (Unmuh Purworejo). “Proses membesarkan perguruan tinggi kan sulit, sehingga kami perlu meminta sumbang saran dan mengadakan hubungan kerja sama dengan Unnes,” kata Direktur Politeknik Maritim Negeri Semarang Indonesia (Polimarin) Sri Tutie Rahayu MS sesaat setelah penandatanganan memorandum of understanding (MoU).

…dst

11 ) Mayoritas Mahasiswa di PT Muhammadiyah Papua Barat Non-Muslim
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/13/04/08/mkxljj-mayoritas-mahasiswa-di-pt-muhammadiyah-papua-barat-nonmuslim

Senin, 08 April 2013, 17:09 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI — Mayoritas mahasiswa yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah di Papua Barat ternyata non-Muslim. “Dari awal kami menekankan bahwa kami bukanlah ingin mengubah orang agar pindah ke Islam, tapi mengenalkan Islam kepada orang lain. Itu makna rahmatan lil’alamin,” kata Dr Mulyadi Jaya, tokoh Muhammadiyah di Papua Barat, Senin (8/4). Di Papua terdapat tiga perguruan tinggi Muhammadiyah. Saat ini, total ada 9.000 orang bersekolah dan 6.300 di antaranya adalah siswa non-Muslim. ”Tanpa memandang perbedaan agama, seluruh mahasiswa mengikuti pelajaran kemuhammadiyahan dan agama Islam. Kadang mereka yang non-Muslim mendapat nilai lebih tinggi dari mahasiswa Muslim,” kata Mulyadi.

…dst

12 ) UMI Galang Dana untuk Aquila
http://m.koran-sindo.com/node/306304

08 April 2013
MEDAN – Aksi simpati kepada Aquila Qotrunada Parinduri, 2, penderita atresia bilier (kelainan hati) dari Tanjungtiram, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), kembali digelar. Senin (8/4), mahasiswa Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan mengumpulkan dana dengan mendatangi kelas demi kelas dan halaman universitas yang ada di Jalan Hang Tuah Medan. Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMI Medan Jhoni Maslan Hutapea mengungkapkan, aksi simpati ini digelar untuk membantu pengumpulan dana bagi pelaksanaan operasi Aquila. Hingga kemarin dana yang terkumpul sekitar Rp100juta. Padahal Aquila membutuhkan dana sebesar Rp800 juta untuk operasi cangkok hati di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. “Aksi ini dilakukan sekitar 30 orang mahasiswa perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) setiap fakultas yakni, dari Fakultas Sastra, Fakultas Ekonomi, dan FakultasIlmuKomputer. Kami harapkan dana yang terkumpul bisa mencapai Rp14 juta untuk membantu Aquila,” katanya kepada wartawan, Senin (8/4). Rencananya aksi simpati ini akan berlanjut Selasa (9/4) hari ini, di Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian yang berada di Jalan Tanjungsari.

…dst

13 )  IPDN Sulsel Ditarget Jadi Kampus Terdepan
http://m.koran-sindo.com/node/306361

08 April 2013
SUNGGUMINASA – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulsel di Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa tahun ini mendidik 600 praja dari wilayah timur Indonesia. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengatakan, para akademisi IPDN Sulsel agar akan menerapkan sistem pembelajaran dengan pendekatan budaya. “Kalau itu diterapkan, saya yakin akan melahirkan praja yang memiliki nisionalisme untuk menjaga bangsa ini dan pamong yang melayani masyarakat,” kata Gamawan Fauzi saatmeresmikankampuspencetak para pamong itu kemarin. Mendagri menuturkan, IPDN ini tentu berbeda dengan kampus umum lainnya. Para praja di kampus ini memiliki asrama, karena itu mereka harus tunduk dan patuh pada peraturan. Semua praja serba dibatasi, mulai libur, pengenaan pakaian, dan waktu tidur. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang menampingi Mendagri mengungkapkan, kampus ini telah lama didambakan masyarakat Sulsel. “Kami bertekad menjadikan IPDN sebagai kampus terdepan di Indonesia,” kata Syahrul.

…dst

14 )  Dana UN 2013 Belum Cair
http://m.koran-sindo.com/node/306336

09 April 2013
YOGYAKARTA– Satu minggu jelang pelaksanaan ujian nasional (UN), dana yang akan digunakan untuk membiayainya belum juga cair. Dana yang berasal dari APBN tersebut agaknya tersendat dicairkan karena adanya perubahan pos penganggaran di pusat. “Sampai saat ini belum ada kejelasan dana APBN untuk UN, padahal pelaksanaan UN untuk tingkat SMP hingga SMA/SMK seluruhnya dibiayai sepenuhnya dari APBN,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji di kantornya kemarin. Aji menuturkan, belum turunnya dana UN dikarenakan kebijakan Kemendikbud mengubah pos penganggaran yang sebelumnya masuk dalam pos anggaran bantuan sosial, diganti menjadi dana belanja barang dan jasa. Padahal, DIY membutuhkan dana Rp4 miliar untuk penyelenggaraan UN tahun ini. Dana ini memang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu senilai Rp5,8 miliar karena pelaksanaan UN mulai tahun ini di-backup oleh perguruan tinggi (PT). “Belum cairnya dana membuat kami awalnya bertanyatanya. Dan saat dikonfirmasi ke pusat, kami menerima jawaban sekitar tiga hari yang lalu bahwa pos penganggarannya berubah. Hal ini jelas membuat kami harus mengubah administrasi dalam waktu singkat karena perlakuan penggunaan dana juga ikut berubah,” paparnya.

…dst

15 ) Sekolah Katolik-Kristen Tunda Kurikulum 2013
Guru Belum Siap dan Belum Dilatih
http://cetak.kompas.com/

09 April 2013
Jakarta, Kompas – Sekolah Katolik dan Kristen akan menunda pelaksanaan Kurikulum 2013 sehingga kurikulum tidak akan diterapkan Juli 2013 ini. Alasannya, selain belum memahami arah dan substansi kurikulum baru itu, guru-guru mereka pun belum disiapkan untuk pelaksanaan kurikulum baru. Pernyataan itu disampaikan Komunitas Katolik dan Protestan Peduli Pendidikan di Indonesia, di Jakarta, Senin (8/4). ”Kami tidak ingin gagal. Karena itu, pemahaman terhadap substansi kurikulum serta persiapan guru harus dilakukan secara serius,” kata praktisi pendidikan Jeirry Sumampow. Dia melihat, sisa dua bulan sebelum tahun ajaran baru, tidak realistis untuk melatih guru Kelas I dan IV SD, kelas VII SMP, dan Kelas X SMA/SMK. Karena itu, agar persiapan dan pelatihan guru bisa berjalan optimal, pelaksanaan Kurikulum 2013 ditunda. Romo Benny Susetyo, yang hadir dalam jumpa pers mengatakan, tanpa pelatihan yang optimal, guru-guru hanya menyampaikan secara hafalan berdasarkan buku pegangan Kurikulum 2013.

…dst

16 ) UNESCO Beri Pengakuan “Noken”
http://cetak.kompas.com/

08 April 2013
MANOKWARI, KOMPAS – Gubernur Papua Barat Abraham Octovianus Taruri menerima piagam pengakuan Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) terhadap noken. Perlengkapan hidup warga asli Papua berupa tas ini diakui sebagai warisan budaya dunia tak benda. Piagam diserahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Manokwari, Minggu (7/4) malam. Hadir juga pada kesempatan itu Titus Pekei, warga asli Papua berpendidikan pascasarjana yang menggali nilai-nilai noken dalam riset-risetnya. Hasil riset kemudian dia sampaikan ke kantor UNESCO di Paris berikut argumen-argumennya sehingga UNESCO mengakui noken sebagai warisan budaya dunia tak benda. ”Noken dengan demikian bisa disejajarkan dengan produk budaya bangsa Indonesia lainnya, seperti batik, keris, dan tari saman Aceh, yang juga telah diakui sebagai warisan budaya tak benda atau intangible cultural heritage oleh UNESCO,” ungkap Titus. Mohammad Nuh menegaskan, diakuinya noken oleh badan dunia tersebut menegaskan posisi budaya Papua sebagai bagian dari kesatuan Indonesia. Masyarakat Papua tak akan ragu-ragu lagi dalam pergaulan dunia sebagai warga bangsa Indonesia, sebab warisan budaya leluhur Papua diterima sebagai bagian dari kekaguman dunia terhadap Papua dan terhadap Indonesia.

…dst

17 )  Penyakit hepatitis menjadi masalah serius Indonesia
http://nasional.sindonews.com/

Senin,  8 April 2013  ?  21:33 WIB
Sindonews.com – Lebih dari 20 juta penduduk di Indonesia sudah terinfeksi hepatitis, untuk itu pemerintah segera lakukan pengendalian untuk menanggulangi tersebar lebih luas. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan (kemenkes) Tjandra Yoga Aditama mengatakan, pemerintah sedang melakukan pendalaman lebih lanjut setiap daerah yang akan rawan akan hepatitis dan potensi yanga kan timbul. Selain itu pendidikan kepada masyarakat mengenai pengertian hepatitis, faktor penyebabnya, penanggulangan serta yang berkaitan dengan pencegahan karena hepatitis ini dapat dicegah. “Setiap jenis hepatitis itu berbeda-beda untuk itu pendidikan kepada masyarakat itu sangatlah penting,” ujarnya saat di temui di Kemenkes, Jakarta, Senin (8/4/2013). Menurutnya, hepatitis terdapat tiga macam yaitu hepatitis A, B, dan C. Dalam pencegahannya hepatitis A penanggulangannya lebih kepada menjaga kebersihan makanan dan proses pembuatan makanan. Hepatitis B yaitu dengan imunisasi dan hepatitis C yaitu dengan menjaga perilaku baik yaitu tidak bertukaran jarum suntik.

…dst

18 ) 20 persen anak Indonesia alami kelainan mata
http://nasional.sindonews.com/

Senin,  8 April 2013  ?  14:22 WIB
Sindonews.com – Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) mencatat sebanyak 20 persen anak-anak Indonesia mengalami gangguan atau kelainan mata. Karena itu, banyak anak Indonesia yang harus memakai kacamata di usia dini. Guru Besar dan Aktifis Kesehatan Mata dari Perdami Profesor Nila Djuwita Farid Moeloek, SpM mengatakan sebanyak 20 persen anak Indonesia sudah mengalami gangguan atau kelainan pada matanya. Hal itu ditambah karena akibat dampak kemajuan teknologi, gadget, game online, yang mempengaruhi mata anak-anak. Ia mengatakan, sesudah usia 6 tahun terdapat perubahan bentuk mata. Jika terdapat gangguan maka dapat dikoreksi dengan kacamata.”Sampai usia 40 tahun pun perlu kacamata buat membaca. Mata penting sekali, anak-anak sampai dewasa muda, perlu kaca mata untuk membaca dan melihat. Dengan kita banyak membaca dan melihat, mata berperan penting,” ungkapnya dalam acara Pemeriksaan Mata Gratis bersama Alfamart, Lenteng Agung, Senin (08/04/2013).

…dst