Kopertis Wilayah XII Berharap Kuota Bidikmisi PTS di Indonesia Timur Ditambah

04/23/2013

Ternate — Perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia BagianTimur (IBT), khususnya di bawah koordinasi Kopertis Wilayah XII, berharap pemerintah tingkatkan alokasi penyaluran beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswanya. Dibanding jumlah mahasiswa yang ada di wilayah itu, alokasi yang ada saat ini dirasakan sangat minim.

Demikian diungkapkan oleh Koordinator Kopertis Wilayah XII, Zainuddin Notanubun kepada Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI di Ternate, Selasa (23/4). Dikatakannya, Kopertis Wilayah XII menaungi 98 PTS yang menyelenggarakan 396 prodi di empat provinsi, yaitu Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat yang mempunyai 135.000 mahasiswa. Tingkat ekonomi masyarakat yang relatif rendah membuat mahasiswa cukup kesulitan dalam membiayai pendidikannya. Sementara itu,  alokasi beasiswa Bidik Misi untuk PTS di empat provinsi tersebut pada tahun 2013 hanya untuk 319 mahasiswa (0,23%).

Diterangkan oleh Zainuddin apabila kondisi itu terus dibiarkan, banyak mahasiswa yang  terancam kelangsungan studinya. Akibat lebih jauh adalah terancamnya keberadaan PTS-PTS di Kopertis Wilayah XII. Padahal PTN yang ada saat ini tidak mampu menampung permintaan terhadap akses ke pendidikan tinggi di wilayah itu.

Untuk itu, Zainuddin meminta Komisi X DPR RI memperjuangkan penambahan kuota Bidik Misi untuk Kopertis Wilayah XII. “PTS adalah mitra pemerintah dalam menyediakan pendidikan bagi anak bangsa, mereka tidak boleh dibiarkan mati. Pemerintah dan DPR tidak bisa berpangku tangan”, ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI, Agus Hermanto mengatakan PTS di Indonesia Bagian Barat cenderung menolak untuk menerima Bidik Misi karena ada ketentuan bahwa PTS tidak boleh lagi melakukan pungutan terhadap para mahasiswa penerima Bidik Misi. Dana Bidik Misi yang dibayarkan pemerintah ke PTS yang besarnya Rp 6 juta per mahasiswa per tahun itu dirasakan tidak cukup untuk membiayai operasional pendidikan seorang mahasiswa di Indonesia Bagian Barat. “Kalau dana itu cukup untuk biaya pendidikan mahasiswa di IBT, kami akan membahasnya dengan Mendikbud”, kata Agus

Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI mengunjungi Provinsi Maluku Utara pada 22 – 26 April 2013  dalam rangka reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2012 – 2013. Tim yang diketuai Agus Hermanto, yang juga Ketua Komisi X DPR RI, itu diikuti oleh Jefirstson Riwu Kore, Diaz Gwijangge, Selina Gita, Itet Tridjajati, Dedi Gumelar, Ibrahim Sakti Batubara, Raihan Iskandar, dan Nuroji. (HP)

Sumber: Website Kemdikbud