1 ) Aptisi Minta Syarat Bidik Misi PTS Diturunkan
http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/25/10185294/Aptisi.Minta.Syarat.Bidik.Misi.PTS.Diturunkan

Kamis, 25 April 2013 | 10:18 WIB
MALANG, KOMPAS.com – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah 7 Jawa Timur meminta persyaratan perguruan tinggi swasta untuk mendapatkan beasiswa Bidik Misi, diturunkan dari akreditasi A menjadi B. Ketua Aptisi Wilayah 7 Jatim, Prof Dr Suko Wiyono, di Malang, Kamis (25/4/2013), mengatakan, selama ini yang berhak mendapatkan bantuan beasiswa Bidik Misi hanya program studi (prodi) di perguruan tinggi swasta (PTS) yang terakreditasi A.”Kami berharap pemerintah bisa merevisi ketentuan tersebut dari prodi akreditasi A menjadi B, sebab akreditasi A itu sulit sekali dan tidak semua PTS bisa mencapainya, apalagi PTS yang ada di luar Jawa,” katanya. Selain itu, Suko wiyono berharap, pada tahun ini kuota beasiswa Bidik Misi untuk mahasiswa miskin di PTS juga ditambah, disamping persyaratan akreditasinya direvisi menjadi B. Tahun lalu, ada delapan PTS di Jatim yang menerima beasiswa Bidik Misi dengan jumlah mahasiswa sebanyak 67 orang. Tahun ini bertambah menjadi 116 mahasiswa dari 10 PTS yang memiliki prodi akreditasi A.

…dst

2 ) Kesempatan Cicipi Riset Logistik ke Indonesia dan Belanda
http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/25/15242446/Kesempatan.Cicipi.Riset.Logistik.ke.Indonesia.dan.Belanda

Untuk membuka kesempatan pada mahasiswa Indonesia dan Belanda untuk melakukan riset sekaligus praktik ilmiah dalam bidang logistik, program Living Lab Logistic Indonesia (LLLI) diluncurkan Selasa (16/4/2013), di Erasmus Huis Jakarta. KOMPAS.com – Kesempatan untuk melakukan riset sekaligus praktik ilmiah dalam bidang logistik terbuka dengan kehadiran program Living Lab Logistic Indonesia (LLLI). Kerja sama pendidikan yang melibatkan perusahaan dan universitas baik dari Indonesia dan Belanda ini menyasar para mahasiswa, juga dosen dan para peneliti. Duta Besar Belanda, Tjeerd F. De Zwaan menyatakan bahwa logistik dan pertanian merupakan bidang prioritas kerja sama dengan Indonesia. “Melalui inisiatif pendidikan tinggi dapat memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” katanya seperti dikutip dari rilis resmi yang diterima Kompas.com.Secara khusus, LLLI dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan pijakan bagi universitas dalam mendukung bidang logistik melalui cara mendidik sumber daya manusia berkualitas tinggi, memicu karir internasional, berkontribusi pada bidang pengetahuan untuk industri dan universitas, serta membawa inovasi ke industri dan mendukung pendidikan dan penelitian.

…dst

3 ) Kampus RI Butuh Lembaga Akreditasi Mandiri
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/25/373/797587/kampus-ri-butuh-lembaga-akreditasi-mandiri

Kamis, 25 April 2013 17:23 wib
SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof Dr. Ravik Karsidi, MS menyatakan, kini perguruan tinggi baik negeri maupun swasta sangat membutuhkan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Apalagi LAM menjadi amanat dari Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. “Namun sayangnya di Jawa Tengah lembaga tersebut belum berdiri,” ujar Ravik kepada wartawan, di Rektorat UNS, Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/4/2013). Kebutuhan LAM, menurut Ravik, dilatarbelakangi beban yang ditanggung oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sudah begitu besar. Padahal jumlah program studi yang harus diakreditasi telah mencapai ribuan. Selain itu, jumlah asesor yang ada di BAN-PT sekarang ini terbatas.”Bila hal itu dibiarkan, maka akan terjadi keterlambatan akreditasi program studi. Akibat selanjutnya ijazah pun menjadi ikut terlambat diterbitkan,” imbuhnya.

…dst

4 ) Kisah Macet Kampus Calon Insinyur di Kebun Karet
http://www.tempo.co/read/news/2013/04/25/058475884/Kisah-Macet-Kampus-Calon-Insinyur-di-Kebun-Karet

Kamis, 25 April 2013 | 19:55 WIB
TEMPO.CO, Lampung – Lahan seluas 300 hektare di Desa Way Hui Kecamatan Jatiagung, Lampung Selatan itu kini sebagian tertutupi tanaman singkong. Di lahan itu rencananya akan dibangun Institute Teknologi Sumatera atau ITERA. ”Saya berharap perguruan itu akan menjadi pemasok insinyur berkualitas di Pulau Sumatera,” kata Gubernur Lampung Sjachroedin Zainal Abidin Pagaralam, Kamis, 25 April 2013. Lahan ratusan hektare yang bersebelahan dengan lapangan Golf Sukarame, Bandar Lampung itu awalnya berupa kebun karet. Kebun itu milik PT. Perkebunan Nusantara VII. ”Tapi sudah dibeli Pemerintah Provinsi Lampung dengan harga Rp 16 ribu per meter persegi. Itu sesuai nilai jual objek pajak,” ujarnya. Pembelian lahan itu sebagai langkah terakhir setelah pemerintah Lampung gagal mengajak perusahaan pelat merah itu untuk bertukar guling. Setelah dibeli, kata dia, recananya akan dihibahkan ke Kementerian Pendidikan yang ingin membangun institut teknologi di Pulau Sumatera. ”Itu terobosan kami. Biar prosesnya cepat dan tidak bertele-tele. Kami ingin kampus itu hadir di Lampung,” ujarnya. Setelah dibeli tiga tahun lalu, ribuan pohon karet itu kemudian ditebang. Di sisi barat dan timur dibangun dua ruas jalan selebar 40 meter. Jalan itu baru sepanjang 3 kilometer menuju mega proyek Kota Baru.

…dst

5 ) Knalpot Modifikasi dari ITB Jadi Jawara di IEC 2013
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/24/373/797097/knalpot-modifikasi-dari-itb-jadi-jawara-di-iec-2013

Kamis, 25 April 2013 08:11 wib
JAKARTA – Hobby makes money. Ungkapan itu rasanya tepat menggambarkan kesuksesan sejumlah wirausahawan muda yang meraup keuntungan dengan mengembangkan hobi yang dimiliki, mulai dari kuliner, belanja, maupun otomotif. Demikian pula rahasia sukses Tim Forspeed Institut Teknologi Bandung (ITB). Tim yang beranggotakan Yamin Yahya (Teknik Tenaga Listrik 2008), Ariska Djajantie (Manajemen Rekayasa Industri 2010), dan Aziz Noor Prabowo (Teknik Industri 2008) itu mampu menelurkan inovasi baru di bidang otomotif berkat hobi Yamin di bidang tersebut. Tim Forspeed menciptakan inovasi yang diberi nama Forspeed Exhaust System, yakni sebuah produk knalpot modifikasi untuk motor sport. Dengan melakukan inovasi terhadap knalpot motor sport yang telah ada sebelumnya, produk Forspeed mampu meningkatkan perfoma motor hingga 15 persen. Selain itu, Forspeed juga memberikan after sales service kepada konsumen berupa garansi selama tiga tahun sementara produk knalpot lain biasanya hanya untuk jangka waktu enam bulan. Tidak main-main, produk knalpot Forspeed itupun diproduksi di bengkel-bengkel lokal di Jakarta, Bekasi, dan Purbalingga.

…dst

6 ) Ini Dia Teh Antioksidan dari Kulit Manggis Ciptaan Mahasiswa Petra
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/04/25/mltf4e-ini-dia-teh-antioksidan-dari-kulit-manggis-ciptaan-mahasiswa-petra

Kamis, 25 April 2013, 21:33 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA–Lima mahasiswa Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya menciptakan teh dari kulit manggis yang mereka sebut “Dant Tea” dengan manfaat sebagai antioksidan yang dapat mencegah kanker, kolesterol, diabetes, dan proses penuaan. “Saya sebenarnya tidak mengenal buah manggis. Saya sering minum teh di restoran pinggir jalan yang umumnya manis dan berpengawet, karena itu banyak kasus diabetes dalam usia muda,” kata anggota tim mahasiswa UKP, Anthomi Wibisono Limanto, di kampus setempat, Kamis. Ditemui saat mengikuti “Petra Green Bazzar” untuk memeriahkan “open house” UKP bertajuk “Petra Parade 2013”, ia menceritakan ide untuk menciptakan minuman yang mengedukasi masyarakat itu akhirnya dapat terwujud saat ada lomba dari Bank Mandiri. “Lomba ‘Business Plan’ itu diselenggarakan Bank Mandiri pada Oktober 2012, lalu saya mengajak empat rekan untuk mengimplementasikan ide minuman yang mengedukasi masyarakat hingga akhirnya berkembang menciptakan teh dari kulit manggis,” katanya.

…dst

7 ) Telkomsel-YPT Kembangkan e-Education dan Link Match
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/04/25/mltch7-telkomselypt-kembangkan-eeducation-dan-link-match

Kamis, 25 April 2013, 20:36 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Telkomsel dan Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Kerja sama itu mencakup bidang sales, network, riset, konsulasi dan edukasi yang menghadirkan berbagai solusi komunikasi bagi dunia pendidikan menuju e-education berbasis Information Communication Technology (ICT). Penandatangan dilakukan oleh Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid dan Ketua Pengurus YPT Johni Girsang disela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) YPT di Kampus STISI Telkom-Bandung, Kamis 25/4). “Kerja sama ini merupakan wujud sinergi di lingkungan Telkom Group sekaligus mementum kerja sama strategis kedua belah pihak. Terutama, dalam mendukung terciptanya era baru pendidikan berbasis Information Communication Technology (ICT) atau yang kita kenal sebagai e-education,” kata Mashud.

…dst

8 ) Robot Lego “Bertarung” di UK Petra
http://m.koran-sindo.com/node/310860

SURABAYA- Dunia robotika semakin familiar bagi para siswa SMA dan SMK. Cukup sehari mempelajari komponen dan dasar pemrograman robot, para siswa telah mampu merancang fungsi otomatis sebuah robot lego. Hal ini terlihat dalam Electrical Fiesta 10 yang digelar Universitas Kristen (UK) Petra bertajuk “Rescue Robot”, kemarin. Sebanyak 38 tim yang terdiri dari dua siswa SMA/SMK turut beradu menjadi pemrogram robot terbaik se-Jawa dan Bali. Uniknya, peserta lomba yang hadir tidak semuanya telah memahami detail pembuatan atau pengoperasian robot.Tetapi hal itu bukan soal berarti, sebab sebelum masing-masing tim ini beradu, mereka terlebih dulu mengikuti workshop tentang dasar robot dan pemrogramannya. “Hasilnya baik, semua dapat melakukan pemrograman robot lego. Karya mereka itulah yang kini sedang dilombakan untuk mengetahui, siapa paling jago memprogramkan robot,” ungkap Ketua Panitia Electrical Fiesta 10 Heri Saptono saat ditemui disela-sela aktivitasnya memantau lomba.

…dst

9 ) PTN Belum Setuju Integrasi UN
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/25/373/797252/ptn-belum-setuju-integrasi-un

Kamis, 25 April 2013 09:31 wib
JAKARTA – Kalangan perguruan tinggi negeri (PTN) masih belum setuju dengan nilai Ujian Nasional (UN) yang menjadi syarat masuk di PTN. terlebih dengan makin amburadulnya UN tahun ini. Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sunaryo Kartadinata mengatakan, Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI) memang masih akan mengkaji pembobotan nilai UN untuk seleksi masuk terutama di Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Dia menjelaskan, secara psikologis ada perbedaan mendasar antara tes evaluasi belajar dengan tes seleksi masuk PTN. Untuk seleksi masuk PTN, ujarnya, diperlukan pengukuran yang lebih tepat mengenai kompetensi dan minat yang dimiliki oleh calon mahasiswa. Dan hal itu tidak ditemui di UN. Dia menambahkan, meskipun sebelum ini secara tidak langsung UN sudah menjadi syarat masuk PTN. Namun majelis rektor beranggapan mulai tahun ini pemakaian nilai UN sebagai syarat masuk mesti diseleksi lebih ketat lagi.

…dst

10 ) BPK: Kembalikan UN ke Provinsi
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/25/373/797550/bpk-kembalikan-un-ke-provinsi

Kamis, 25 April 2013 15:35 wib
JAKARTA – Kekacauan pada pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA/sederajat mendorong Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) memeriksa pelaksanaan UN tahun ini. Anggota BPK RI Rizal Djalil menjelaskan, pemeriksaan atas penyelenggaraan UN tingkat pendidikan dasar dan menengah tahun 2012/2013, ini dilakukan berdasarkan pasal 6 undang-undang (UU) nomor 15 tahun 2006 tentang BPK. Berdasarkan hasil pemeriksaan, BPK pun merekomendasikan agar pelaksanaan UN di masa datang diserahkan ke masing-masing provinsi. “Setelah melihat kekisruhan penyelenggaraan UN tingkat pendidikan SMP dan SMA yang dipusatkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak 2012, maka salah satu pilihan yang dapat direkomendasikan kepada Kemendikbud yaitu mengembalikan pelaksanaan penyelenggaraan UN tingkat pendidikan SMP dan SMA ke masing-masing provinsi seperti yang telah dilaksanakan hingga 2011,” kata Rizal di Kantor Pusat BPK RI, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2013).

…dst

11 ) BPK Kesulitan Periksa Pejabat Kemdikbud
Terkait Kisruh Penyelenggaraan UN
http://www.jpnn.com/read/2013/04/25/168994/BPK-Kesulitan-Periksa-Pejabat-Kemdikbud-

Kamis, 25 April 2013 , 16:25:00
JAKARTA – Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Rizal Djalil mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan audit atas pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2013 tingkat SMA dan SMP yang diwarnai banyak kekisruhan. Hanya saja, tim auditor BPK masih menemui kesulitan untuk meminta keterangan para pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang menangani pelaksanaan UN .”BPK sedang melakukan audit terhaadap pelaksanaan UN. Memang ada kendala, kita sulit komunikasi dengan para pejabat Kemdikbud karena mereka pada fokus di lapangan, gak apa-apa,” kata Rizal saat konferensi pers di kantornya, Kamis (25/4). Karenanya, lanjut Rizal, maka BPK telah menjaadwalkan kembali pemeriksaan terhadap pejabat Kemdikbud pada pekan depan. Menurutnya, dari temuan awal BPK dalam hal penyelenggaraan UN diketahui bahwa total anggaran pelaksanaan UN SMA/SMP 2013 menelan APBN sebesar Rp 644.246.827.000.

…dst