1 ) 46% Dokter tidak Disiplin dan tidak Profesional
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/07/3/151910/46-Dokter-tidak-Disiplin-dan-tidak-Profesional

Selasa, 07 Mei 2013 | 20:53 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 46% dokter di Indonesia bersalah dalam kasus disiplin kedokteran dan profesionalisme. Masalah paling banyak adalah terkait komunikasi yang tidak baik dari dokter kepada pasien. “Sebanyak 46% dari kasus yang diadukan itu, dokternya melakukan pelanggaran disiplin. Itu juga sudah dijatuhi hukuman.” kata Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Menaldi Rasmin seusai menemui Wakil Presiden Boediono di Kantor Wapres, Selasa (7/5). Menaldi mengakui proses pemeriksaan terhadap dokter memakan waktu cukup lama. Hal itu karena aspek yang diperiksa sangat detail. “Memang pemeriksaannya itu lama, karena sangat detail. Ini karena harga diri profesi juga,” tambah Menaldi. Menaldi menerangkan, lembaga yang dipimpinnya itu memiliki tugas utama untuk melindungi masyarakat. Karena itu, terkait displin profesi kedokteran sangat menjadi perhatian. “Tugas konsil itu kan ada tiga, yakni melindungi masyarakat, melakukan pembinaan profesi, memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang gunakan jasa kedokteran atau dokter atau dokter gigi yang memberikan jasa kedokteran. Dua-duanya mesti mendapat kepastian dalam hukum supaya tenang,” papar Menaldi.

…dst

2 ) Pembahasan Polemik UKT
http://prasetya.ub.ac.id/berita/Pembahasan-Polemik-UKT-13174-id.html

08 Mei 2013
Paparan tentang UKT oleh PR III
Selasa (7/5), Universitas Brawijaya (UB) mengadakan pertemuan untuk membahas Uang Kuliah Tunggal (UKT).Acara yang digelar di ruang sidang Gedung Rektorat, Universitas Brawijaya ini merupakan tindak lanjut sosialisasi UKT 26 April lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Pembantu Dekan II, Pembantu Dekan III fakultas dan program, perwakilan Biro Administrasi Kemahasiswaan serta fungsionaris Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) fakultas dan universitas. Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB, Ir. H.R.B. Ainurrasyid, MS., mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang diskusi dengan mahasiswa mengenai cara penentuan besaran komponen UKT. Selain itu juga untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait penentuan pelaksanaan UKT di UB. Diskusi ini dibuka dengan pemaparan Presiden Eksekutif Mahasiswa, M. Rizky Kurniawan mengenai gambaran rentang perbedaan nominal Sumbangan Pengembangan Pendidikan Proporsional di tahun 2012 dengan UKT pada tahun 2013 berdasarkan SK Rektor Nomor 078/SK/2013. “Kami mengambil contoh untuk FIA terdapat kenaikan sebesar enam puluh satu persen, untuk itu kami ingin mengetahui variabel apa saja yang termasuk dalam UKT”, paparnya.Pembantu Dekan II Fakultas Teknik UB, sekaligus Koordinator UKT UB, Dr. Ir. Pitoyo Tri Juwana, MT., menjelaskan kebijakan UKT adalah peleburan semua komponen biaya mulai awal perkuliahan hingga wisuda dibagi rata dalam 8 semester. Masing-masing fakultas memiliki perhitungan unit cost masing-masing”, jelasnya.

…dst

3 ) PTS Kampanyekan Kuliah Nyaman di Yogya
http://www.tempo.co/read/news/2013/05/09/058479161/PTS-Kampanyekan-Kuliah-Nyaman-di-Yogya

Kamis, 09 Mei 2013 | 17:47 WIB
TEMPO.CO, Yogyakarta – Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) DIY akan mengundang 100 rektor Perguruan Tinggi Swasta untuk mengampanyekan daya tarik kuliah di Yogyakarta. Ketua APTISI DIY, Kasiyarno, mengatakan organisasinya akan mengerahkan 100 rektor PTS berjalan bersama di Jalan Malioboro dan mengucapkan ikrar “Sumpah Istimewa Pendidikan Yogyakarta” pada Minggu, 19 Mei 2013. “Kami juga mengajak kepala sekolah di DIY, akademisi PTS dan senat mahasiswa PTS,” kata Kasiyarno, Kamis 9 Mei 2013. Kegiatan ini gara-gara mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur mendapat teror setelah terjadi tewasnya anggota Kopassus yang diduga dilakukan warga asal NTT di Yogyakarta pada Maret 2013. Kasus ini diikuti dengan pembantaian oleh belasan anggota Kopassus terhadap empat tahanan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, yang merupakan warga NTT, tersangka kasus sebelumnya. “Upaya ini merupakan tanggapan terhadap sejumlah peristiwa yang berpotensi membuat citra Yogyakarta sebagai kota pelajar menurun,” ujar Kasiyarno.

…dst

4 ) UGM Perbesar Alokasi Mahasiswa Daerah Tertinggal
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/09/3/152353/UGM-Perbesar-Alokasi-Mahasiswa-Daerah-Tertinggal

Kamis, 09 Mei 2013 | 12:18 WIB
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Yogyakarta terus berusaha meningkatkan alokasi mahasiswa baru dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada Prof dr Iwan Dwiprahasto M.Med.Sc PhD mengungkapkan, langkah itu dimaksudkan agar generasi muda dari daerah tersebut bisa memndapat kesempatan yang lebih luas mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas. Harapannya, ujarnya, mereka yang berasal dari daerah 3T itu nantinya akan bisa memperkuat pemerintah daerah dan memperkuat pemikiran-pemikiran pengembangan daerah tersebut. “Kebijakan afirmatif dibutuhkan, kita pahami, keragaman pendidikan di daerah. Akses kuliah di perguruan tinggi harus kita buka agar mereka yang dari daerah bisa tingkatkan kualitas pendidikan,” kata Iwan. Dia mengakui saat ini cukup banyak mahasiswa asal Kawasan Indonesia Timur yang mendapat kesempatan melanjutkan di UGM terutama di Sekolah pascasarjana. Sedangkan untuk S-1 masih butuh peningkatan jumlah lulusan SMA/MA dan SMK yang berkesempatan kuliah.

…dst

5 ) UGM Salurkan Beasiswa Bidikmisi setiap Bulan
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/08/3/152230/UGM-Salurkan-Beasiswa-Bidikmisi-setiap-Bulan

Rabu, 08 Mei 2013 | 21:53 WIB
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kendati Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelontorkan dana beasiswa bidikmisi secara kumulatif 6 bulan sekali, UGM tetap memilih menyalurkannya setiap bulan. Menurut Sekretaris Sekretaris Eksekutif UGM Gugup Kismono cara itu diambil untuk menjaga agar dana tersebut benar-benar efektif dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan. “Misi kita agar mahasiswa tidak kehabisan dana pada saat kebutuhan penting untuk pendidikan muncul sehingga tidak mengganggu proses belajar mereka,” kata Gugup melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Rabu (8/5). Dengan penyaluran setiap bulan, dana bantuan biaya hidup tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan mahasiswa penerimanya dengan baik dan digunakan untuk keperluan pendidikan. Sasaran akhirnya, si penerima biasiswa dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Gugup berharap beasiswa tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya untuk keperluan pendidikan. Jika tidak, bukan hanya mahasiswa saja yang dirugikan, pemerintah juga menanggung risiko yang lebih besar karena mahasiswa yang telah menerima beasiswa gagal dalam menyelesaikan pendidikannya. “Masyarakat juga bisa dirugikan,” ungkapnya.

…dst

6 ) Tiap Tahun, UGM Salurkan Beasiswa Rp66 Miliar
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/05/09/3/152350/Tiap-Tahun-UGM-Salurkan-Beasiswa-Rp66-Miliar

Kamis, 09 Mei 2013 | 12:12 WIB
Metrotvnews.com, Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, mengelola dana beasiswa sebesar Rp66 miliar dari berbagai sumber. Sekretaris Eksekutif Universitas Gadjah Mada Gugup Kismono, mengatakan dana itu diperuntukkan bagi 11.700 mahasiswa penerima beasiswa. Dengan adanya dana beasiswa yang sangat besar yang dikelola Universitas Gadjah Mada itu amat mungkin UGM menyalurkan beasiswa Bidik Misi setiap bulan. Bantuan biaya hidup sebesar Rp600 ribu per bulan memang diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan hidup mahasiswa. Dana bantuan biaya hidup tersebut diharapkan membantu agar mereka lebih bisa berkonsentrasi dalam mengikuti proses belajar. jumlah mahasiswa Bidik Misi UGM saat ini sekitar 3.000-an, terdiri 500 mahasiswa yang diterima 2010, 1.450 mahasiswa 2011, dan 1.102 mahasiswa 2012. Bagi penerima beasiswa Bidik Misi dibebaskan dari kewajiban membayar biaya kuliah.

…dst

7 ) ITS dan PT Solusi-247 Kembangkan Radar Maritim
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/109935/its-dan-pt-solusi-247-kembangkan-radar-maritim

08 Mei 2013 22:52:06
Surabaya (Antara Jatim) – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan perusahaan penyedia layanan teknologi komunikasi PT Solusi-247 menjalin kerja sama untuk mengembangkan “marine radar” (radar maritim). Kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama PT Solusi-247, Beno Pradekso, bersama Pembantu Rektor IV ITS Prof Dr Darminto di Gedung Rektorat ITS Surabaya, Rabu. Beno Pradekso mengatakan pihaknya kini sedang gencar melakukan riset untuk pengembangan produk perusahaannya, karena itu pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, seperti ITS. “Beberapa bidang riset yang akan kami lakukan dengan ITS antara lain Marine Radar, Electric Support Measure (ESM), Radio Direction Finding (RDF) Receiver , Electronic Chart Display and Information System (ECDIS), dan Integrated Surveillance framework,” katanya. Menurut dia, perusahaannya telah melakukan riset ESM hampir 90 persen dan telah diuji di Pelabuhan Tanjung Priok. “Pengawasan laut yang belum optimal, karena keterbatasan fasilitas menjadi dasar bagi Solusi 247 untuk mendalami aplikasi teknologi produk itu di bidang maritim,” katanya. Hingga saat ini, persoalan mengenai kecelakaan kapal, “illegal traffic”, pencurian ikan, hingga pembajakan kapal nelayan menjadi masalah tak terpecahkan karena lemahnya aktivitas monitoring.

…dst

8 ) ITS kampanyekan cinta maritim via “Marine Icon”
http://www.antaranews.com/berita/373846/its-kampanyekan-cinta-maritim-via-marine-icon

Kamis, 9 Mei 2013 19:49 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Himpunan Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan (Himasiskal) ITS Surabaya mengampanyekan “Cinta Maritim” lewat berbagai lomba dalam “Marine Icon 2013” di Taman Prestasi, Surabaya pada 9-11 Mei. “Marine Icon 2013 meliputi Marine Diesel Assembling (lomba bongkar pasang mesin diesel), Water Bike Race Contest (kontes sepeda air), Dragon Boat Race (lomba dayung), Fotografi Kemaritiman, dan Esai Kemaritiman,” kata Sekretaris Jurusan Teknik Sistem Perkapalan (JTSP) Dr I Made Aryana ST MT di Taman Prestasi, Surabaya, Kamis. Disela pembukaan “Marine Icon 2013” dengan maskot bernama “Cak Piston” itu, ia mengatakan acara ini sebagai ajang untuk menumbuhkan tunas-tunas bangsa yang cinta kepada dunia maritim. Selain itu, katanya, kegiatan itu juga bisa menjadi salah satu wahana untuk mengembangkan “skill” yang dimiliki siswa maupun mahasiswa yang turut bertanding. “Ini merupakan sebuah pembelajaran sebelum mereka terjun di dunia kerja. Jika masyarakat sudah cinta kepada dunia maritim, maka produksi industri serta pariwisata kemaritiman juga bisa berkembang,” katanya.

…dst

9 ) Aksi Petasan Asap Unsoed Diancam Sanksi Akademis
http://www.tempo.co/read/news/2013/05/03/058477768/Aksi-Petasan-Asap-Unsoed-Diancam-Sanksi-Akademis

Jum’at, 03 Mei 2013 | 18:32 WIB
TEMPO.CO, Purwokerto – Aksi menyulut petasan asap di gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, oleh mahasiswa pada Kamis, 2 Mei 2013, berbuntut panjang. Selain melaporkan ke kepolisian, rektorat juga mengancam akan memberi sanksi akademis terhadap mahasiswa. “Sesuai etika dalam pergaulan di kampus, nanti ada sanksi ringan, berupa teguran lisan dan tertulis, tidak diperkenankan mengambil mata kuliah, paling berat skorsing,” kata Pembantu Rektor III Unsoed, Imam Santosa, Jumat, 3 Mei 2013. Imam mengatakan tak akan gegabah mengeluarkan mahasiswa dari kampus. “Mereka anggota keluarga besar Unsoed,” katanya. Kepala Kepolisan Resor Banyumas, Ajun Komisaris Besar Dwiyono, mengatakan, tak ada yang ditahan dalam peristiwa kemarin. “Kami masih menyelidikinya,” katanya. Tiga saksi sudah memberi keterangan. Pada pemeriksaan itu, mahasiswa menunjukkan struk pembelian petasan asap yang selama ini banyak dipakai suporter sepak bola. Petasan asap yang digunakan mahasiswa legal dan dijual bebas di pasaran.

…dst

10 ) Orang Gila Overload – Daerah Asal Tolak Terima Kembali
http://m.koran-sindo.com/node/313952

Kamis, 9 Mei 2013
SURABAYA – Jumlah orang gila di Kota Pahlawan terus mengalami peningkatan. Bahkan, lingkungan pondok sosial (Liponsos) setiap hari menerima kiriman baru orang gila yang berhasil diamankan di Surabaya. Kemarin, jumlah orang gila yang ada di Liponsos menembus 1.067 orang. Jumlah itu tak mampu ditampung di ruangan yang tersedia di sana. Liponsos sebenarnya hanya bisa menampung 300 orang. “Jumlah penghuni Liponsos kini sudah empat kali lipat dari daya tampung,” ujar Kepala UPTD Liponsos Sri Supadmi, kemarin. Dia melanjutkan, pihaknya berkali-kali mencoba berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal para orang gila tersebut. Namun, banyak dari mereka yang menolak untuk dikirimi orang gila. “Makanya jumlah orang gila terus bertambah di Surabaya. Belum lagi tiap hari Satpol PP selalu membawa orang gila ke Liponsos,” ungkapnya. Selain orang gila, para penghuni Liponsos juga ada anak jalanan, pekerja seks komersial (PSK), tuna wisma, dan orang jompo. Kalau ditotal, penghuni Liponsos mencapai 1.180 orang. Penghuni yang membludak, katanya, memaksa petugas yang ada di Liponsos untuk bekerja keras. Ditambah lagi mereka harus rela berdesakdesakan di ruangan sempit yang ada di Liponsos. “Untungnya makanan untuk para penghuni tercukupi, jadi tak sampai telat untuk melayani mereka,” tegasnya.

…dst