Penawaran Bantuan Fasilitasi Kerja Sama Internasional (BFKSI) 2013 Gelombang II

Oleh Irma Gitawati – 31 July 2013

Surat Nomor  : 5370/E.E2.4/DN/2013

Yth. Pimpinan Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia

Merujuk surat kami Nomor 4216 /E.E2.4/LN/2013 tanggal 7 Juni 2013 tentang Tawaran Bantuan Fasilitasi Kerja Sama Internasional (BFKSI) TA. 2013, bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Ditjen Pendidikan Tinggi kembali membuka kesempatan bagi perguruan tinggi Indonesia untuk mengajukan proposal Bantuan Fasilitasi Kerjasama Internasional Perguruan Tinggi (BFKSI) gelombang ke-2. Kesempatan ini dibuka kembali dengan mempertimbangkan masih tersedianya dana yang dapat digunakan untuk pelaksanaan Kerjasama Internasional bagi 16 perguruan tinggi Indonesia, dengan alokasi 10 perguruan tinggi untuk program  Gelar Bersama (Tema A) atau Gelar Ganda (Tema B), dan 6 perguruan tinggi untuk program Ambil Kredit atau Alih Kredit (Tema C). Besarnya bantuan untuk setiap program adalah sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah).

Bantuan Fasilitasi Kerjasama Internasional Perguruan Tinggi (BFKSI) diperuntukkan bagi perguruan tinggi yang belum pernah menerima hibah yang sama atau perguruan tinggi yang pernah menerima hibah tapi untuk program studi yang berbeda dari Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama.  Perguruan tinggi tersebut dapat mengajukan lebih dari satu jenis proposal yang berbeda (masing-masing satu proposal untuk tema A, B, atau C) sesuai dengan Panduan Bantuan Fasilitasi Kerjasama Internasional yang dapat diunduh di www.dikti.go.id. Setiap perguruan tinggi pengusul hanya akan mendapatkan satu jenis BFKSI yang dianggap memenuhi kriteria penilaian.

Mengacu pada hasil evaluasi proposal BFKSI Gel. I, kami menemukan hal-hal yang perlu menjadi perhatian perguruan tinggi yang akan mengusulkan proposal BFKSI Gel. II yaitu:

  1. Mitra kerja sama harus sudah jelas, bukan baru mencari atau menjajaki.
  2. Sangat dianjurkan PT sudah memiliki  Memorandum of Understanding (MoU). Bagi yang belum, sekurang-kurangnya sudah ada pendekatan melalui korespondensi yang mencerminkan akan ditandatanganinya MoU dalam waktu dekat.
  3. Tidak dibenarkan merancang kurikulum yang mengesankan suatu prodi baru. Oleh karena itu, pengusul perlu mencermati pengertian tentang program gelar bersama (joint degree), gelar ganda (double/dual degrees), dan transfer kredit/perolehan kredit.
  4. Deskripsi tentang analisis TOWS adalah yang menyangkut prodi yang akan dikerjasamakan, bukan analisis TOWS dari PTDN atau fakultas.
  5. Rencana tindak harus yang relevan dengan kegiatan yang direncanakan dalam penjajakan dengan mitra dan yang relevan dengan output yang akan dihasilkan. Termasuk di dalamnya ialah topik yang akan dinegosiasikan antara lain tentang draf mekanisme resiprokal, draf skema pembiayaan, draf surat keterangan pendamping ijazah (SKPI, diploma supplement), dan draf kurikulum.
  6. Rancangan anggaran biaya harus dapat dijustifikasi untuk menghasilkan output yang ditentukan. Dengan demikian, tidak dibenarkan diantaranya mengajukan biaya pengiriman mahasiswa ke luar negeri atau biaya visa.

Proposal usulan tersebut harus sudah dapat kami terima selambat-lambatnya tanggal 30 Agustus 2013 pada pukul 15.00 WIB dengan alamat :

Direktur Kelembagaan dan Kerjasama
u.p. Kasubdit Kerjasama Antar Lembaga
Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
Gedung D lantai 6, Jl. Jend. Sudirman, Pintu 1 Senayan – Jakarta 10270
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi sdri. Vivi I Amelia melalui email kalpt.dikti@gmail.com

Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih

Jakarta, 31 Juli 2013
Plt. Direktur Kelembagaan dan Kerjasama
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah

Ttd.

Achmad Jazidie
NIP. 19590219 198610 1 001

Surat Penawaran BFKSI Gelombang II Selengkapnya

Panduan BFKSI 2013

Naskah Akademik kerjasama gelar Non Gelar

FORM ISIAN PERNYATAAN