1 ) Sekretaris Jenderal Sidak Hari Pertama Setelah Lebaran
http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/1614

08/12/2013
Jakarta – Seperti halnya kantor instansi pemerintah lain, kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Senayan, Jakarta, hari ini senin, 12 Agustus 2013 memasuki hari pertama kerja pasca libur bersama selama satu minggu dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Sejak pagi, Sekretaris Jenderal Ainun Naim di dampingi oleh Ibnu Hamad, Kepala Pusat Informasi dan Humas, Ananto Kusuma Seta, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Yusrial Bachtiar, Kepala Biro Keuangan dan Muslikh, Kepala Biro Hukum dan Organisasi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan Sekretariat Jenderal Kemdikbud.Sidak ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kehadiran pegawai dihari pertama kerja setelah cuti bersama. Apakah ada yang dengan sengaja terlambat atau tidak masuk kerja, atau sedang mengambil cuti. Jika pegawai tersebut melaksanakan cuti, apakah telah sesuai prosedur atau tidak. “Karena cuti juga adalah hak pegawai,” kata Sekretaris Jenderal.

…dst

2 ) Sidak Bukan Strategi Fundamental
http://www.menpan.go.id/berita-terkini/1672-sidak-bukan-strategi-fundamental

Dibuat pada 12 Agustus 2013
JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Abubakar tidak melakukan sidak pada hari pertama PNS masuk kerja, setelah cuti bersama dan libur Idul Fitri 1434 H. “Kami serahkan ke masing-masing pimpinan instansi untuk mendisiplinkan pegawainya,” ujarnya kepada wartawan di kantornya , Senin (12/08). Dikatakan, aturan mengenai disiplin pegawai sudah diatur dalam PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai. Di dalamnya sudah mengatur, bila tidak masuk kerja untuk waktu tertentu, sampai sanksi tegas berupa pemecatan bila pegawai tidak masuk selama 46 hari dalam setahun. Sidak bukan strategi fundamental untuk mengubah seseorang supaya lebih sadar akan tanggung jawab. “Disiplin harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.

…dst

3 ) Unair Kantongi Dua Nama Penipu Jalur Mandiri
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/115758/unair-kantongi-dua-nama-penipu-jalur-mandiri

12 Agst 2013 18:31:28
Surabaya (Antara Jatim) – Pihak Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengantongi dua nama penipu jalur Mandiri Gelombang II yang mencatut nama dosen dan pegawai Unair untuk menyetor biaya ratusan juta sebagai jaminan diterima menjadi calon mahasiswa dari jalur itu. “Itu tidak benar, karena biaya untuk jaminan diterima masuk Unair itu tidak ada, semuanya murni lewat tes, kecuali biaya formulir,” kata kata Ketua Pusat Informasi dan Humas Unair Dr MG Bagus Ani Putra di Surabaya, Senin. Ia menjelaskan pembayaran formulir jalur Mandiri II juga dilakukan secara daring (online) pada 1-13 agustus 2013, kemudian mengisi form pendaftaran secara daring/online pada 1-14 agustus 2013. Panitia akan melakukan verifikasi dokumen pendaftaran pada 12-14 Agustus 2013. “Ujian tulis akan dilaksanakan pada 15 Agustus 2013 dan hasilnya langsung diumumkan pada 16 Agustus 2013, kemudian mereka yang diterima dapat melakukan registrasi dan pembayaran pada 17-18 Agustus 2013. Jadi, biaya masuk disetor kalau sudah diterima,” katanya. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat atau calon mahasiswa untuk tidak mudah percaya kepada orang luar. “Kami menerima laporan seorang calon mahasiswa yang hampir tertipu oleh dua oknum yang nama dan nomer kontaknya sudah kami kantongi,” katanya.

…dst

4 ) Tiga PTN Terbitkan Buku Elektronik
http://www.jpnn.com/read/2013/08/11/185707/Tiga-PTN-Terbitkan-Buku-Elektronik-

Minggu, 11 Agustus 2013 , 21:16:00
SURABAYA – Tiga perguruan tinggi besar di Indonesia bergabung untuk membuat e-book store. Ketiganya adalah Universitas Airlangga (Unair), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Buku elektronik tersebut rencananya di-launching Oktober mendatang. Upaya pengembangan penerbitan buku perguruan tinggi (university press) itu dilakukan untuk mengoptimalkan penjualan buku yang telah dicetak dan diterbitkan. Ketua Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) Prof Ismudiyono mengatakan, university press memiliki program untuk membuat toko buku bersama. Tetapi, untuk mewujudkan hal itu, membutuhkan biaya besar. Akhirnya, dibentuklah e-book store. ”Toko buku elektronik ini menjadi salah satu alternatif,” ungkapnya. Untuk sementara, toko buku online tersebut masih melibatkan tiga universitas besar di Indonesia. Ismudiyono mengaku, ke depan, seluruh penerbit perguruan tinggi dilibatkan dalam toko buku elektronik tersebut. Pria yang juga menjabat ketua pusat penerbitan dan percetakan Unair itu mengatakan akan banyak buku yang dijual di e-book store. Untuk buku terbitan Unair sendiri, ada ratusan buku yang akan dijual melalui e-book store. Seluruhnya merupakan buku akademik perguruan tinggi. ”Untuk Unair, tidak ada buku SD hingga SMA. Tetapi, dua universitas lain mungkin lebih bervariatif,” jelasnya.

…dst

5 ) ILUNI FHUI
Cabut Keppres Soal Hakim MK Patrialis Akbar
http://nasional.inilah.com/read/detail/2018941/cabut-keppres-soal-hakim-mk-patrialis-akbar#.Ugj3qawvdn4

Senin, 12 Agustus 2013 | 19:09 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) meminta Presiden SBY mencabut keputusan presiden tentang pengangkatan Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi. Dalam siaran pers yang diterima Inilah.com, Senin (12/8), ILUNI FH UI menganggap pengangkatan Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi belum memenuhi prosedur yang diatur dalam UU No. 24/2003 tentang Mahkamah Konstitusi, khususnya Pasal 19 dan Pasal 20. Pasal 19 UU MK memerintahkan agar pencalonan hakim konsitusi dilaksanakan secara transparan dan partisipatif. Dalam penjelasan Pasal 19 UU MK ditegaskan bahwa calon hakim konstitusi dipublikasikan di media massa baik cetak maupun elektronik, sehingga masyarakat mempunyai kesempatan ikut memberi masukan atas calon hakim yang bersangkutan.

…dst

6 ) KPK Terima Dua Laporan Gratifikasi Parsel Lebaran
http://hukum.tvonenews.tv/berita/view/73459/2013/08/12/kpk_terima_dua_laporan_gratifikasi_parsel_lebaran.tvOne

Senin, 12 Agustus 2013 19:20 WIB
Jakarta (tvOne) Komisi Pemberantasan Korupsi telah menerima dua laporan penerimaan gratifikasi, berupa parsel terhadap pegawai negeri sipil (PNS) dan penyelenggara negara terkait Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. “Pertama dari Aly Pegawai Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang melaporkan dua parsel yaitu parsel berisi roti lapis Surabaya dan parsel uang tunai Rp500 ribu,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Gedung KPK Jakarta, Senin (12/8). Laporan kedua, lanjut Johan, berasal dari Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo, sebanyak empat parsel berupa parsel makanan dan peralatan rumah tangga; parsel hiasan rumah; parsel makanan dan minuman; serta parsel tas wanita dan bahan tenun. Sementara, Direktur Gratifikasi KPK, Giri Suprapdiono menyatakan parsel-parsel yang dilaporkan Bambang Soesatyo bernilai jutaan rupiah. “Parsel makanan dan satu set cangkir minuman nilainya Rp2 juta, parsel hiasan nilainya Rp3 juta, parsel makanan dan minuman nilainya Rp2 juta, dan parsel tas wanita dan bahan tenun nilainya Rp5 juta,” sebut Giri.

…dst