1 ) Rektor Unand: Ini Murni Musibah
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/30/373/873964/rektor-unand-ini-murni-musibah

Senin, 30 September 2013 13:02 wib
JAKARTA – Universitas Andalas (Unand) Padang sedang berduka. Akhir pekan lalu, lima mahasiswa Unand tewas karena terseret air bah di Sungai Padang Janiah, Batu Busuk, Padang. Sedangkan satu mahasiswa lainnya masih hilang. Menurut Rektor Unand Werry Darta Taifur, kejadian ini bermula dari kegiatan delapan mahasiswa pecinta alam (mapala) Unand yang berniat melakukan survei lokasi alternatif untuk kegiatan latihan dasar yang rutin dilaksanakan setiap akhir tahun. Mereka berangkat dengan logistik dan peralatan pendukung lainnya. “Sebelum berangkat Mapala Unand juga telah melengkapi semua dokumen yang diperlukan untuk sebuah survei. Ini murni musibah,” kata Werry, seperti dikutip dari keterangan tertulis Unand kepada Okezone, Senin (30/9/2013). Tim mapala Unand yang mengerjakan survei lokasi terdiri dari Aidil Akbar (FE 2011), Rizki Tega (D-3 FE 2010), Deni Linardo (Faperta 2010), Veglan Rizki Ananda (FE 2012), Artica Caspela (FK Psikologi 2011), Elin Florita (FTP 2012), Ivo Nurdio Putra (Sosiologi 2009) dan Meta Ramarita (Peternakan 2010). Ivo, anggota tim yang selamat menyatakan, air bah datang secara tiba-tiba dan menyeret enam orang yang sudah masuk sungai  lebih dulu.

…dst

2 ) Pendidikan kedokteran
Syarat Menjadi Dokter Diperketat
http://www.kopertis12.or.id/2013/09/30/syarat-menjadi-dokter-diperketat.html

30 September 2013
MANADO, KOMPAS — Pemerintah diminta membenahi kualitas dokter dengan memperketat persyaratan menjadi dokter dari setiap lulusan fakultas kedokteran di Tanah Air. Predikat dokter diberikan apabila lulusan fakultas kedokteran mampu lulus uji kompetensi dokter nasional. Demikian salah satu rekomendasi Muktamar Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Ke-7 yang berakhir Jumat (27/9) malam di Manado. Muktamar yang diikuti 72 perwakilan fakultas kedokteran di Indonesia itu juga memilih Tri Hangono Achmad, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung sebagai Ketua AIPKI menggantikan Gufron Mukti yang kini menjadi Wakil Menteri Kesehatan. Peserta menyepakati AIPKI ke-8 berlangsung di Solo pada tahun 2015. Adapun pameran dan ekspo pendidikan kedokteran di Palembang dilaksanakan dua tahun depan. Gufron mengatakan, persyaratan menjadi dokter diperketat untuk membenahi kualitas dokter di Tanah Air menghadapi persaingan dokter asing. ”Selama lulusan fakultas kedokteran tidak lulus atau tidak mengikuti uji kompetensi nasional, ia tidak berhak menyandang predikat dokter. Ijazah juga tidak akan diberikan,” katanya. Persyaratan dokter tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Dokter.

…dst

3 ) UI Bangun RS Pendidikan Berakreditasi Internasional
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/09/30/mtxkdm-ui-bangun-rs-pendidikan-berakreditasi-internasional

Senin, 30 September 2013, 15:46 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Universita Indonesia (UI), meresmikan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan UI, Senin (30/9).RS tersebut, menjadi RS pendidikan pertama di Indonesia yang mengakomodasi konsep patient safety dan berakreditasi internasional.Pembangunan RS tersebut, secara resmi dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhammad Nuh. Menurut Kepala Kantor Komunikasi UI, Farida Haryoko, patient safety merupakan konsep baru dari dunia kedokteran yang memperhatikan sistem kontruksi, tata letak ruangan, penggunaan material bangunan serta pengaturan alur pasien infectious dan pasien non-infectious. Tujuannya, untuk keselamatan dan kenyamanan pasien. “Pembangunan RS Pendidikan UI ini, mengikuti standar Joint Commision International Accreditation (JCIA). Yakni, baik dari sisi bangunan, material bangunan, infrastruktur, pengolahan limbah, sistem sekuriti hingga pelayanan,” ujar Farida kepada wartawan.Menurut Farida, material bangunan yang dipilih merupakan material ramah lingkungan. Agar, memenuhi konsep green building. Begitu juga, limbah domestik dan limbah air akan diberi treatment khusus agar tidak merusak lingkunga. Sehingga, bisa digunakan kembali sebagai water flush toilet RS.

…dst

4 ) Tak Ada Lagi Dikotomi Dokter di RS Pendidikan
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/30/373/874199/tak-ada-lagi-dikotomi-dokter-di-rs-pendidikan

Senin, 30 September 2013 17:33 wib
DEPOK – Menteri Pendidikan Muhammad Nuh menyatakan, Kemendikbud bersama Kemenkes telah menandatangani mekanisme dan perjanjian terkait peraturan di Rumah Sakit Pendidikan. Hal itu dia ungkapkan usai meletakan batu pertama di RSUI yang juga merupakan RS pendidikan. Untuk RS Pendidikan di perguruan tinggi, kata Nuh, urusan standar layanan kesehatan dikelola oleh Kemenkes. Tetapi jika berkaitan dengan pendidikan, lanjutnya, maka akan diambil alih oleh Kemendikbud. “Jadi enggak benar kalau soal fasilitas dan standar pelayanan kesehatan Kemendikbud yang tentukan. Tetapi yang terkait dengan pendidikan, itu di Kemendikbud. Kami sudah tanda tangan sama Bu Nafsiah, sudah clear,” ujar Nuh kepada wartawan di Kampus UI, Depok, Senin (30/9/2013). Nuh menjelaskan, semula dokter-dokter yang berasal dari Kemenkes tidak bisa mengajar di Fakultas Kedokteran. Begitu pula sebaliknya, dosen-dosen di Fakultas Kedokteran tak bisa praktik di RS. “Tadinya mereka dokter yang dari Kemenkes enggak bisa mengajar di FK, enggak bisa jadi guru besar, karena berangkatnya dari Kemenkes. Dosen-dosen yang tugasnya mengajar juga enggak bisa praktik di RS, itu kan menambah jauh rentangnya, padahal anak-anak kita akan terjun, dan dosen-dosen juga butuh pengembangan kesehatan,” ungkapnya.

…dst

5 ) RS UI Jadi Pusat Lima Rumpun Ilmu
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/30/373/874076/rs-ui-jadi-pusat-lima-rumpun-ilmu

Senin, 30 September 2013 14:06 wib
DEPOK – Universitas Indonesia (UI) menargetkan pada 2016 pembangunan Rumah Sakit (RS) pendidikan di kampus UI Depok akan rampung. Sebagai RS pendidikan, rumah sakit itu nantinya akan terintegrasi dengan kegiatan belajar mengajar mahasiswa di fakultas rumpun ilmu kesehatan. Pejabat Rektor UI Muhammad Anis mengatakan, sedikitnya terdapat lima rumpun ilmu yang akan terintegrasi yakni Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat. Untuk itu, lanjutnya, rumah sakit ini juga akan dilengkapi ruang observasi bagi para mahasiswa tanpa mengganggu kenyamanan pasien. “Juni 2016 sudah bisa digunakan. Rumah sakit ini adalah fasilitas yang telah lama diidamkan untuk sarana kesehatan,” ungkap Anis dalam sambutannya, Senin (30/9/2013).Anis menambahkan, pembangunan rumah sakit tersebut merupakan proses panjang sejak 2002-2007 saat periode Rektor Usman Chatib Warsa, dan dilanjutkan di era Rektor Gumilar Rusliwa Somantri.

…dst

6 ) Tiga Pesan Mendikbud Bagi Tim Pembangunan RSUI
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/30/373/874100/tiga-pesan-mendikbud-bagi-tim-pembangunan-rsui

Senin, 30 September 2013 15:20 wib
DEPOK – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) setinggi 14 lantai akan segera rampung tahun 2016. Dalam pembangunannya saat ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh menyampaikan tiga pesan bagi tim pembangunan RSUI.Nuh meminta agar civitas akademika UI menjunjung tinggi prinsip-prinsip kolaborasi dan prinsip berbagi. Sehingga, jangan sampai sebuah universitas memiliki sikap egosektor antara fakultas yang satu dengan disiplin ilmu lainnya.”Mestilah yang kita jadikan prinsip kolaborasi dan prinsip berbagi. Jangan sekali-sekali , namanya universitas, ada kaidah-kaidah universalitas, tapi menjunjung prinsip egosektor, itu berarti bertabrakan. Di antara kita semua harus terbuka dan pro aktif untuk menjahit dan kolaborasi dengan fakultas dan disiplin ilmu dengan yang lain. Harus raih optimum output dan optimum outcome,” tuturnya saat peletakan batu pertama RSUI, Senin (30/09/2013).

…dst

7 ) Fakultas Kedokteran yang Punya RS Pendidikan, Baru 19
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/09/30/mtxlgx-fakultas-kedokteran-yang-punya-rs-pendidikan-baru-19

Senin, 30 September 2013, 16:10 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Fakultas Kedokteran (FK) perguruan tinggi Indonesia yang memiliki Rumah Sakit (RS) pendidikan masih sedikit. Dari 34 FK, baru 19 yang sudah memiliki RS Pendidikan. “Di Undang-undang semua perguruan tinggi harus punya RS Pendidikan. Tapi, yang sudah ada baru di 19 perguruan tinggi negeri,” ujar Dirjen Dikti, Djoko Santoso kepada wartawan pada saat ground breaking RS Pendidikan di UI Depok, Senin (30/9).Menurut Djoko, untuk membangun RS Pendidikan memang persyaratannya cukup berat. Sebab, menurut undang-undang, RS Pendidikan tersebut harus memiliki akses dan memiliki jejaring. Agar, setelah dibangun RS tersebut terpelihara. “Kendala lainnya, untuk membangun RS pendidikan itu dananya cukup besar. Jadi ada yang kerja sama pinjam ke luar negeri ada juga yang minta bantuan APBN,” katanya. Dikatakan Djoko, ke depan FK tak ada lagi yang bisa menerima mahasiswa melebihi kuota yang ada. Berdasarkan UU, semua mahasiswa kedokteran harus lulus uji kompetisi dan akreditasi.Jadi, ia menambahkan, ada rumusnya, maksimal berapa sebuah FK bisa menerima mahasiswa. Salah satunya, dilihat dari yang lulus uji kompetisnya berapa.

…dst

8 ) IDI tolak dokter asing
http://nasional.sindonews.com/read/2013/09/30/15/789125/idi-tolak-dokter-asing

Senin,  30 September 2013  ?  18:06 WIB
Sindonews.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak kehadiran dokter asing di Indonesia. Selanjutnya IDI akan meminta pemerintah untuk membuat satuan tugas (satgas) guna mengawasi praktik dokter asing di rumah sakit.Ketua Umum IDI Zaenal Abidin mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus segera membuat aturan hukum serta mengawasi rumah sakit yang mempekerjakan rumah dokter asing. Untuk itu, usulan untk membangun satgas yang terdiri dari Kemenkes, Dinkes serta penegak hukum untuk menjaga pratik dokter ilegal di rumah sakit.“Kita belum rapat, tetapi IDI sudah mengusulkan untuk diadakan rapat. Ini bertujuan untuk menjaga harkat hukum di Indonesia,” tandasnya saat ditemui di Kantor IDI dalam jumpa pers dokter kecil mendatang. Selama ini, lanjut dia, tidak ada sangsi yang diberikan baik pimpinan rumah sakit maupun rumah sakit yang mempekerjakanya. Karena dokter-dokter tersebut tidak mengurusi izin ke salah satunya konsel kedokteran. Menurut Zainal, ahli teknologi tidak dapat diberlakukan di daerah tetapi hanya berlaku pada rumah sakit pendidikan dan institusi pendidikan. “Dokter ahli teknologi itu mempunyai kemampuan lebih yang diundang oleh pemerintah atau organisasi profesi bukan bekerja di institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan,” kata dia.

…dst

9 ) Plagiarisme Pertaruhkan Nama Institusi
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/30/373/874056/plagiarisme-pertaruhkan-nama-institusi

Senin, 30 September 2013 15:01 wib
JAKARTA – Pemerintah, dalam hal ini Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) terus menggalakkan budaya menulis karya ilmiah di kalangan civitas academica. Sayang, kebijakan tersebut tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk menghargai karya orang lain. Buktinya, aksi plagiarisme masih marak. Guna meningkatkan pemahaman tentang kategori plagiat dalam penulisan sebuah jurnal ilmiah, Badan Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (BP2KI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar seminar “Publikasi Internasional” bagi dosen dan mahasiswa pascasarjana. Wakil Kepala BP2KI Suminar Pratapa menyebut, dalam publikasi internasional, seorang penulis jurnal harus mematuhi etika publikasi. Orisinalitas hasil riset menjadi hal utama yang butuh dipatuhi oleh penulis. Jika ada penulis yang terbukti melakukan plagiarisme, maka kariernya akan habis saat itu juga.Dia mencontohkan DJan Hendrik Schon, seorang penulis muda yang berhasil menerbitkan 90 jurnal dalam usia 33 tahun. Namun, ketika ditelusuri oleh para profesor, ketika penelitiannya diulang, hasil penelitian tersebut tidak sama dengan semua tulisan Schon. Padahal, hasil sebuah penelitian seharusnya sama ketika penelitiannya diulang.

…dst

10 ) Program Desa Binaan, Kegiatan Mahasiswa Baru Unila
http://edukasi.kompas.com/read/2013/09/30/0514276/Program.Desa.Binaan.Kegiatan.Mahasiswa.Baru.Unila

Senin, 30 September 2013 | 05:14 WIB
BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung mengembangkan desa binaan di Batuputu LK I Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandarlampung. Pengembangan desa binaan ini menggantikan kegiatan “keakraban” untuk mahasiswa baru di program studi itu. “Melalui (pengembangan) desa binaan, para mahasiswa baru diterjunkan langsung ke masyarakat,” kata I Kadek Agus Setiawan, Ketua Pelaksana Kegiatan Desa Binaan, di Bandarlampung, Minggu (29/9/2013). Para mahasiswa baru ditugasi mencari data kependudukan sekaligus menerapkan beberapa materi perkuliahan kepada warga desa binaan.Selama kegiatan, para mahasiswa baru tetap mendapatkan bimbingan dari para mahasiswa senior dan dosen. Kegiatan yang digelar, sebut Agus, antara lain pelatihan pembuatan monografi untuk para perangkat desa.

…dst

11 ) KONI-Unesa Bahas Pendidikan Atlet
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/30/373/874085/koni-unesa-bahas-pendidikan-atlet

Senin, 30 September 2013 20:12 wib
JAKARTA – Menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2013 di Yogyakarta, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya pun menyambangi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kedatangan tersebut tidak lain untuk meneguhkan kerjasama dalam pembinaan olahraga yang selama ini telah dijalin dengan baik. Penandatanganan perpanjangan kerjasama dua instansi itu berlangsung di ruang kerja Rektor Unesa Muchlas Samani dan Wakil Ketua Umum II Edy Swasono dan Wakil Ketua Umum III Soenardi sebagai perwakilan KONI Kota Surabaya. Salah satu isi kesepakatan tersebut adalah membahas pengembangan dan peningkatan kualitas olahraga prestasi Kota Surabaya melalui pola pembinaan yang sistematis dan konseptual sesuai amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program KONI Kota Surabaya.Selain itu, disepakati pula bahwa khusus para atlet dengan level juara internasional, nasional, dan regional (Jawa Timur) atas rekomendasi dari Ketua KONI Kota Surabaya dan berdasarkan ketentuan yang diatur oleh Unesa dapat diprioritaskan untuk diterima sebagai mahasiswa Unesa.

…dst

12 ) Izin Pendidikan Kedokteran Unusa Belum Turun
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/118713/izin-pendidikan-kedokteran-unusa-belum-turun

30 Sept 2013 19:03:03
Surabaya (Antara Jatim) -Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Prof Dr dr Rochmad Romdoni SpPD SpJP(K) FIHA mengakui izin program studi S1 Pendidikan Kedokteran untuk Unusa memang belum turun. “Ada empat prodi Fakultas Kedokteran Unusa, tapi hanya dua prodi yang sudah turun izinnya, sedangkan dua prodi lainnya belum turun,” katanya setelah memimpin pengukuhan 591 mahasiswa baru Unusa angkatan pertama di Surabaya, Senin. Di sela-sela pengukuhan yang juga diisi kuliah umum perdana yang menghadirkan Presiden Direktur PT Jawa Pos Grup Azrul Ananda, ia menjelaskan dua prodi Fakultas Kedokteran Unusa yang izinnya sudah turun yakni S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan D4 Analis Kesehatan.”Dua prodi yang belum turun izinnya adalah S1 Pendidikan Kedokeran dan D4 Kebidanan, tapi kami yakin akan turun pada tahun depan, sebab persyaratan untuk izin itu sudah kami penuhi yakni dosen dan rumah sakit,” katanya. Menurut dia, hal itu juga berkaitan dengan penataan yang dilakukan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) terhadap Fakultas Kedokteran, sebab dari 72 Fakultas Kedokteran tercatat 40 Fakultas Kedokteran yang tidak layak, karena persyaratan tidak terpenuhi.

…dst

13 ) Tanaman Melon UGM “Berjaya” di Kawasan Pesisir
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/30/373/874391/tanaman-melon-ugm-berjaya-di-kawasan-pesisir

Senin, 30 September 2013 22:05 wib
GUNUNGKIDUL – Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil mengembangkan tanaman melon di kawasan pesisir Pantai Porok, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul.Budi Setiyadi Daryono, dari Laboratorium Genetika Fakultas Biologi UGM mengatakan pihaknya mengembangkan empat varietas yang diujicobakan yakni Melody Gama I, Melody Gama II, Gama Melon Basket, serta Tacapa, dengan luas tanah 4.000 meter persegi.”Ini merupakan tahun kedua budidaya melon di kawasan pesisir pantai Gunungkidul,” katanya, di Yogyakarta, Senin (30/9/2013). Dijelaskannya, meski tanaman sempat diserang jamur kresek karena telat pengobatannya, namun bisa diatasi. “Melalui kegiatan ini kami ingin membuktikan bahwa daerah pesisir juga sangat cocok untuk membudidayakan melon,” imbuhnya.Budi berharap, tanaman melon mampu membuka pengalaman para petani kawasan pesisir Gunungkidul agar tidak hanya menanam tanaman palawija. “Hasilnya memuaskan, dan harapannya masyarakat tidak hanya menanam tanaman seperti ketela pohon dan kedelai namun ada variasi tanaman lainnya. Dan tahun ini diujicobakan 4.000 batang tanaman melon,” paparnya.

…dst

14 ) Fasilitasi Alumni Dapatkan Peluang Kerja
http://www.jpnn.com/read/2013/09/30/193486/Fasilitasi-Alumni-Dapatkan-Peluang-Kerja

Senin, 30 September 2013 , 19:23:00
JAKARTA – Universitas Trisakti (Usakti) terus mengembangkan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka. Langkah ini dilakukan untuk memfasilitasi alumni untuk mendapatkan pekerjaan.Kerja sama dengan perusahaan ini khusus ditangani Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemagangan dan Hubungan Alumni. Selain memberikan informasi mengenai peluang kerja kepada alumni dan mahasiswa yang sudah hampir menyelesaikan studinya, Usakti juga melakukan pelatihan. “Salah satu program kami adalah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan terkemuka untuk memberikan pelatihan seputar dunia kerja, tentunya ini untuk meningkatkan kemampuan mereka guna menghadapi persaingan yang cukup ketat diluar sana,” kata Ketua UPT Pemagangan dan Hubungan Alumni Usakti, Bachtiar di sela-sela acara Career Workshop and Professional Grooming yang bekerjasama dengan Martha Tilaar Group di Kampus Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Senin (30/9).Menurut Bachtiar, pengembangan karier para mahasiswa Usakti yang akan menghadapi dunia kerja akan terus ditingkatkan melalui beberapa program yang dimiliki oleh UPT Pemagangan dan Hubungan Alumni Usakti ini, seperti Job Seeker Workshop, Enterpreneur Workshop, Psikotes, In-Campus-Recruitment, Career Meeting, Jobfair, Internship dan mengoptimalkan pelayanan online dalam website Usakti.

…dst

15 ) Anies Bawesdan: Saatnya Moratorium UN!
http://kampus.okezone.com/read/2013/09/29/560/873693/anies-bawesdan-saatnya-moratorium-un

Minggu, 29 September 2013 15:56 wib
JAKARTA – Konvensi Ujian Nasional (UN) diketahui telah menghasilkan kesepakatan pencetakan dan pendistribusian soal ditangani tiap provinsi dan persentase nilai kelulusan siswa sebesar 60:40 untuk UN dan Nilai Sekolah. Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan mengatakan, saat ini yang diperlukan adalah sebuah moratorium UN untuk mengkaji ulang apakah pengadaan UN tersebut sudah tepat atau tidak. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) di mana sistem pendidikan memang perlu dievaluasi.”Menurut saya perlu ada moratorium ujian negara, jadi moratorium itu artinya kesempatan mereview kembali, itu juga sejalan dengan keputusan MA dulu. MA juga mengatakan, tanpa menyebut moratorium, ini harus direview lagi karena yang namanya pendidikan perlu dievaluasi,” kata Anies di Jakarta Convention Center, Jakarta, akhir pekan ini.

…dst

16 ) Rektor PTN se-Jatim Dukung Hasil Konvensi UN
http://www.antarajatim.com/lihat/berita/118722/rektor-ptn-se-jatim-dukung-hasil-konvensi-un

30 Sept 2013 20:07:52
Surabaya (AntaraJatim) – Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur yang tergabung dalam Paguyuban Rektor PTN Jatim mendukung hasil Konvensi Ujian Nasional, meski hasil konvensi itu memerankan perguruan tinggi negeri dan swasta dalam pengawasan percetakan dan distribusi soal UN. “Sebagai bagian dari pemerintah, kami mendukung hasil Konvensi UN itu, kalau pun tekniknya ada kekurangan, maka kekurangan itu perlu diperbaiki,” kata Rektor Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr H Fasich Apt di Surabaya, Senin.Selaku tuan rumah pada pertemuan yang dihadiri sembilan rektor PTN se-Jatim, kecuali Unesa, serta pembantu rektor I, II, dan III se-Jatim, ia mempertimbangkan kredibilitas SMA/SMK/MA untuk mengakomodasi pemanfaatan nilai UN sebagai alat masuk PTN.”Itu (pemanfaatan nilai UN sebagai alat masuk PTN) menunggu kredibilitas. Kalau (sekolah) itu kredibel, tentu akan kami terima,” katanya didampingi wakil rektor I, II, dan III Unair Surabaya tentang 27 poin hasil Konvensi UN yang tetap mengamanatkan pelaksanaan UN. Dalam pertemuan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB itu, para rektor dan pembantu rektor se-Jatim itu juga membahas masalah SNMPTN, SBMPTN, kuliah kerja nyata bersama di Pulau Mandangin, Sampang, UKT, dan rintisan transfer perkuliahan “U to U” (antar-universitas) untuk skala nasional dan internasional.

…dst

17 ) Kejaksaan Tetapkan 5 Tersangka Kasus Pemetaan
http://www.tempo.co/read/news/2013/09/30/079517700/Kejaksaan-Tetapkan-5-Tersangka-Kasus-Pemetaan

Senin, 30 September 2013 | 09:39 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Kejaksaan Tinggi Jakarta telah menetapkan lima tersangka dalam kasus proyek pemetaan sekolah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta, Adi Toegarisman, mengatakan dua dari lima tersangka berasal dari pegawai Kementerian Pendidikan dan tiga lainnya berasal dari pelaksana proyek PT Surveyor Indonesia. Menurut Adi, dua tersangka yang dimaksud berinisial EH dan S. Sedangkan tiga orang yang dari Surveyor adalah YPS, MFM, dan FS. Kejaksaan belum mengungkapkan peran masing-masing tersangka tadi. Kejaksaan juga belum akan memeriksa Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional Ainun Na’im maupun Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh. “Dari bukti dan keterangan yang ada, keterangan mereka belum diperlukan,” kata Adi seperti dikutip dari Koran Tempo, Senin, 30 September 2013.Laporan Badan Pemeriksa Keuangan menyebutkan adanya dugaan pelanggaran prosedur dalam program pemetaan sekolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Surveyor selaku pemenang tender ini terindikasi merugikan keuangan Negara sebesar Rp 55 miliar. Nilai proyek sendiri mencapai Rp 131 miliar.

…dst

18 ) Kemdikbud dan PPATK Jalin Kerja Sama Pencegahan Tindak Pencucian Uang
http://www.kopertis12.or.id/2013/09/30/kemdikbud-dan-ppatk-jalin-kerja-sama-pencegahan-tindak-pencucian-uang.html

09/30/2013
Jakarta – Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Itjen Kemdikbud) menjalin kesepakatan dengan Pusat Pelaporan dan Analisisi Transaksi Keuangan (PPATK) tentang kerja sama dalam rangka pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Kemdikbud yang diwakili Irjen Haryono Umar, menandatangani nota kesepakatan bersama Ketua PPATK M Yusuf di Gedung Itjen Kemdikbud, Senin (30/9). Kerja sama ini, kata Haryono, menjadi sarana untuk mencegah praktek-praktek yang mengarah pada tidak pidana korupsi dan pencucian uang. “Kami mengharapkan dengan upaya pencegahan ini tidak ada lagi yang mau melakukan hal-hal yang terkait tindak pidana korupsi,” tuturnya. Melalui kerja sama ini pula, lanjutnya, Kemdikbud dan PPATK dapat bertukar informasi terkait hasil audit yang dilakukan kedua belah pihak. Haryono menjamin, setiap informasi yang masuk ke Kemdikbud melalui PPATK akan dijamin kerahasiaannya sesuai dengan prosedur dalam nota kerja sama tersebut. “Ada informasi apa saja kami akan tindak lanjuti sesuai prosedur, dan kami jamin kerahasiaan informasi yang Bapak beri sesuai dengan MoU ini,” kata Haryono. Menurut Haryono, kerja sama ini telah dirintis sejak lama. Sejak dirinya menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kemdikbud, pihaknya telah beberapa kali bertemu dengan PPATK untuk menyusun rancangan MoU tersebut. Bahkan, tambahnya, format kerja sama ini telah direvisi beberapa kali. “Ini bukan gara-gara temuan, kita sudah mendesain sejak lama, sejak tahun pertama saya disini,” ungkapnya.

…dst