1 ) Empat mahasiswa Indonesia hilang di Pakistan
http://www.antaranews.com/berita/402711/empat-mahasiswa-indonesia-hilang-di-pakistan

Rabu, 30 Oktober 2013 07:14 WIB
London (ANTARA News) – Sebanyak empat mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Pakistan dilaporkan hilang sejak tanggal 21 Agustus 2013. Keempat mahasiswa berasal dari Sukoharjo Jawa Tengah terdiri dari Dawin Nuha Abdullah, Muhammad Fakhri Ihsani , Rusydan Abdul Hadi dan Arisdiantoro asal Magetan, Jawa Timur. Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan dalam pernyataannya yang diterima ANTARA London, Rabu yang ditandatangani Ketua Umum PPMI Pakistan Heryanto menyebutkan keempatnya adalah mahasiswa aktif di International Islamic University Islamabad (IIUI) Pakistan, terdaftar sejak Fall Semester 2011. Heryanto menyebutkan bahwa keempat mahasiswa berdasarkan keterangan kepolisian Pakistan dari olah kronologi menyatakan mereka telah hilang sejak tanggal 21 Agustus 2013. “Keempat mahasiswa itu adalah anggota aktif PPMI Pakistan dan tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan tidak berafiliasi dengan gerakan-gerakan atau kelompok ekstrimis,” ujarnya.

…dst

2 ) Bekal Pendidikan Tidak Sesuai Kebutuhan Hidup
http://print.kompas.com/

29 Oktober 2013
DOHA, KOMPAS — Dunia pendidikan di seluruh dunia menghadapi persoalan yang sama. Bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan dari dunia pendidikan tak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Bekal itu juga tidak berhasil membuat generasi muda mampu menghadapi tantangan dunia yang cepat berubah, apalagi berpartisipasi memberikan solusi. ”Pendidikan yang menjadi syarat meraih kemajuan seharusnya sinkron dengan kehidupan,” kata Ketua Qatar Foundation Sheika Moza bint Nasser. Ia mengatakan hal itu dalam pembukaan World Innovation Summit for Education (WISE) ke-5 di Doha, Qatar, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Luki Aulia, dari Qatar, Selasa (29/10). Pertemuan tahunan sejak 2009 di bidang inovasi pendidikan ini dihadiri sedikitnya 1.200 orang dari 100 negara. Ketua WISE Sheikh Abdulla bin Ali Al-Thani berharap pendidikan memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Edgar Morin, sosiolog dan Direktur Penelitian di French National Center for Scientific Research, menilai, pembelajaran harus mampu mengajarkan kita untuk menjalani hidup. ”Pendidikan menjadi bekal menjalani dan memaknai hidup, bukan sekadar urusan bisa baca, tulis, dan hitung,” ujarnya. Penghargaan tertinggi WISE Prize for Education tahun ini diberikan kepada Vicky Colbert De Arboleda, pendiri dan Direktur Foundacion Escuela Nueva (organisasi peduli pendidikan di Kolombia). Penerima penghargaan ini mendapat 500.000 dollar AS dan medali emas.

***

3 ) Kosongnya Kampus Kita
http://www.kopertis12.or.id/2013/10/29/kosongnya-kampus-kita.html

Rabu, 30 Oktober 2013 Oleh: Agus Suwignyo UGM
Kampus-kampus perguruan tinggi di Indonesia belakangan ini kosong karena eksodus dosen-dosen dalam tiga gelombang.Pertama, dosen-dosen itu bereksodus dari profesi kedosenan. Banyak dosen berpindah menjadi pengurus partai politik atau pejabat pada birokrasi pemerintah. Meskipun ada banyak dosen cum politisi-birokrat itu akhirnya berlabuh di penjara karena korupsi, hasrat untuk hijrah ke pusaran kekuasaan terus meluas. Seorang rekan dosen yang baru menjadi doktor bercerita, ia ingin menjadi politisi lewat Pemilu 2014. Kedua, eksodus dosen dari niat dan orientasi kehidupan intelektual. Sebagian dosen yang tetap di kampus umumnya tak lagi berniat menjadi intelektual, tetapi pejabat struktural kampus. Orientasinya bukan lagi karya penelitian, publikasi ilmiah, dan pelayanan bermutu kepada mahasiswa, melainkan posisi manajerial. Hal itu tergambarkan dalam pertanyaan, ”Setelah lulus S-3 jadi apa?” Seolah-olah seorang doktor harus menduduki posisi struktural di kampus. Kehausan akan kekuasaan terpancar sama gamblangnya pada kelompok dosen yang beralih profesi menjadi politisi partai atau pejabat pemerintah.

…dst

4 ) Pelantikan Eselon III dan Eselon IV Ditjen Dikti
http://www.dikti.go.id/?p=12039&lang=id

Oleh Dinna Handini – 29 October 2013
Jakarta, 29 Oktober 2013-Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ainun Na’im melantik para pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Gedung D, Komplek Kemdikbud. Para pejabat yang kali ini dilantik adalah tiga Eselon III dan empat Eselon IV. Ainun yakin para pejabat ini dapat membawa semangat baru di lingkungan Ditjen Dikti. Selain itu, ia berharap mereka yang baru saja dilatik, mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di Indonesia. Saat ini menurut Ainun merupakan masa-masa penting kemdikbud. Diharapkan akhir tahun ini seluruh target Kemdikbud dapat terwujud. Para pejabat yang baru pun diminta untuk mengawal anggaran biaya pendidikan tinggi yang jumlahnya mencapai 50% dari total anggaran. “Jangan sampai ada anggaran yang overlapping,” pesan Ainun. Ia pun mengamanatkan agar penggunaan anggaran pendidikan tinggi harus seefektif dan seefisien mungkin. Dengan begitu Kemdikbud kian berhemat. Mereka yang pagi ini dilantik adalah Kepala Bagian Umum Setditjen Dikti R. Jatmiko Pancoyo Hadiyanto, Kepala Subdit. Program dan Evaluasi Ditlitabmas Endang Taryono, Kepala Subdit.

…dst

5 ) Mendikbud Resmikan Universitas Hasyim Asy’ari
http://www.kemdikbud.go.id/berita/1819.html

10/27/2013
Jombang — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh meresmikan berdirinya Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) di Jombang, Jawa Timur, Minggu (27/10). Mendikbud dan rombongan tiba di lokasi peresmian pukul 10.00 WIB.Unhasy merupakan perguruan tinggi yang didirikan oleh pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang, KH. Muhammad Yusuf Hasyim dan KH. Ir. Salahuddin Wahid. Sebelum menjadi universitas, kampus yang berada di komplek pondok pesantren Tebuireng ini bernama Institut Keislaman Hasyim Asy’ari.Mendikbud mengatakan, dengan berubahnya institut ini menjadi universitas, diharapkan Unhasy memiliki potensi yang luar biasa yaitu antara lain nilai-nilai teradisi yang ada harus diaktualisasikan pada masyarakat dalam bentuk pendidikan moderen. “Dengan peresmian ini, Unhasy diharapkan dapat membangun paradigma baru dengan mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan agama maupun pengetahuan umum secara bersama sebagai kesatuan yang terpadu, dengan menempatkan al-Qur’an dan al-Hadits sebagai sumber pengembangan keilmuan,” katanya.

…dst

6 ) Mendikbud: Perkuat Bahasa Indonesia di Percaturan Internasional!
http://www.kemdikbud.go.id/berita/1818.html

Senin, 28 Oktober 2013 | 17:16 WIB
Jakarta–Posisi Indonesia di kancah global semakin penting. Di bidang ekonomi, Indonesia menempati 16 besar kekuatan ekonomi dunia dan masuk kelompok G-20. Pada 2030 nanti, diperkirakan Indonesia menempati tujuh besar dunia. Peran besar ini hendaknya dibarengi peran dari sektor lain seperti sosial, politik, dan budaya termasuk di dalamnya bahasa Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meminta agar memperkuat peran bahasa Indonesia di percaturan internasional. Dia mengatakan, bahasa Indonesia tidak hanya sekedar digunakan sebagai bahasa lokal saja, tetapi untuk berinteraksi dengan bahasa dunia. “Bukan berarti Indonesia mau menjajah dunia. Justru ingin memberi makna positif dalam kemajuan umat,” katanya saat membuka Kongres Bahasa Indonesia X di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (28/10/2013).Kongres yang akan berlangsung mulai 28-31 Oktober ini mengambil tema “Penguatan Bahasa Indonesia di Dunia Internasional”. Peserta kongres sebanyak 1.168 orang terdiri atas pakar, praktisi, pemerhati, dosen, guru, mahasiswa, serta pencinta bahasa dan sastra, baik dari dalam maupun luar negeri. Hadir perwakilan dari luar negeri, yakni Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam, perwakilan Singapura, Timor Leste, Jepang, Rusia, Jerman, Belgia, Australia, dan Pakistan.

…dst

7 ) Sumpah Pemuda, Menteri Nuh Adakan Kongres Bahasa
http://www.tempo.co/read/news/2013/10/29/079525427/Sumpah-Pemuda-Menteri-Nuh-Adakan-Kongres-Bahasa

Selasa, 29 Oktober 2013 | 05:18 WIB
TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menitipkan pesan Sumpah Pemuda di sela Kongres Bahasa Indonesia ke-X di Jakarta. Nuh mengingatkan para pemuda untuk bertanggung jawab atas masa depan bangsa. “Masa depan bangsa ini di tangan sampeyan, para pemuda!” kata Nuh dengan logat Jawa Timur-nya di Hotel Grand Sahid Jaya, Senin, 28 Oktober 2013. Menurut Nuh, para pemuda harus sadar soal tanggung jawab besar yang menantinya.“Bangsa yang baik itu seharusnya punya generasi muda yang berkualitas, lebih baik dari pendahulunya,” ujar Nuh. Dengan demikian, kehidupan bangsa itu semakin baik seiring dengan perkembangan zaman.Nuh menyatakan sengaja menyelenggarakan Kongres Bahasa Indonesia ke-X pada 28 Oktober 2013. “Ini memang disengaja,” kata dia. Kongres Bahasa, Nuh melanjutkan, memang merupakan peristiwa bersejarah sejak diselenggarakan pada 1938 di Solo, Jawa Tengah.

…dst

8 ) Di Sekolah, Bahasa Indonesia Disalip Bahasa Inggris
Penguasaan Esai Para Siswa Masih Lemah
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=198080

Selasa, 29 Oktober 2013 , 08:06:00
JAKARTA – Untuk kesepuluh kalinya, Kongres Bahasa Indonesia digelar di Jakarta kemarin. Kongres ini mengusung misi penguatan bahasa Indonesia untuk mengejar target menjadi bahasa internasional. Sayangnya pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah nyatanya kalah ketimbang bahasa asing. Saat membuka kongres, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menuturkan bahasa Indonesia harus terus diperkuat. “Memang realitasnya, saat ini di sekolah bahasa Indonesia kalah dibanding bahasa Inggris,” paparnya, Senin (28/10). Nuh mengatakan realitas itu berdasarkan hasil ujian nasional (unas) 2013 lalu. Di sejumlah daerah, nilai unas yang menggambarkan penguasaan bahasa Indonesia kalah dibandingkan bahasa Inggris. Nuh mengatakan nilai bahasa Indonesia yang paling baik ada di provinsi Bali dan Jogjakarta. Sedangkan nilai bahasa Indonesia yang jelek ada di Papua, Maluku Utara, dan Aceh.”Pembenahan guru penting untuk segera dilakukan,” katanya. Diantara kelemahan para siswa ada di penguasaan kompetensi penulisan esai. Karya-karya siswa berupa karangan saat ini jarang diajarkan kepada siswa. Dengan penerapan kurikulum baru, diharapkan budaya menulis esai bisa tumbu lagi.Nuh mengatakan potensi bahasa Indonesia untuk menjadi bahasa internasional sangat besar. Di Indonesia saja penutur bahasa Indonesia ada 240 juta. Ditambah dengan penutur dari negara-negara lain, jumlahnya bisa mencapai 250 juta lebih. Selain itu, saat ini bahasa Indonesia diajarkan di 45 negara. Seperti di Australia, Jerman, dan Tiongkok.

…dst

9 ) Status Baru Empat PTN Belum Dongkrak Inovasi
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=198028

Senin, 28 Oktober 2013 , 21:21:00
JAKARTA – Bekas Ketua Panitia Kerja (Panja) DPR untuk RUU Sistem Pendidikan Nasional, Profesor Anwar Arifin, mengatakan, tujuan pemberian status Badan Hukum kepada UI, ITB, IPB, dan UGM adalah melepaskan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tersebut dari berbagai urusan birokrasi yang ada di pemerintahan. Namun ternyata, PTN dengan status baru itu tak mampu memberikan kontribusi optimal.”Pemberian Badan Hukum untuk UI, ITB, IPB, dan UGM ditujukan untuk melepaskannya dari berbagai urusan birokrasi yang rumit di pemerintahan agar perguruan tinggi bisa lebih kreatif dan inovatif serta dikelola secara efisien dan efektif,” kata Anwar dalam diskusi bertema  “Masa Depan Perguruan Tinggi Pasca-penetapan Badan Hukum bagi UI, ITB, IPB, dan UGM” di gedung Nusantara IV, Senayan Jakarta, Senin (28/10).
Selama ini, lanjutnya, kalangan civitas akademika merasa terkungkung dengan urusan birokrasi di kementerian, sehingga tujuan pendidikan dalam arti yang sesungguhnya kurang tercapai. “Tapi dalam perjalanannya, empat PTN tersebut belum optimal dalam memberikan kontribusinya terhadap kebutuhan bangsa dan negara ini dalam hal teknologi dan pangan. Kecuali untuk pemeringkatan perguruan tinggi di dunia.” ujarnya.

…dst

10 ) Syahrial: Sekarang, Banyak Sarjana dan Profesor Malah Jadi Koruptor!
http://edukasi.kompas.com/read/2013/10/29/1544313/Syahrial.Sekarang.Banyak.Sarjana.dan.Profesor.Malah.Jadi.Koruptor.

Selasa, 29 Oktober 2013 | 15:44 WIB
KOMPAS.com — Berawal dari kekecewaannya terhadap kualitas pendidikan di Indonesia, Syahrial Yusuf terdorong mendirikan Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I). Dengan menanamkan pendidikan karakter dan soft skill, target pencapaian lembaga pendidikan itu adalah mencetak 99 persen lulusan yang siap bekerja dan membuka lapangan kerja. Sebagai seorang enterpreneur di bidang pendidikan, Syahrial mengaku memiliki tanggung jawab moral menciptakan tenaga kerja yang siap diserap oleh beragam industri atau mendidik calon-calon entrepreneur muda lainnya untuk siap berbisnis. Ia tak mau lembaga pendidikan hanya fokus di bidang pendidikan, tetapi harus menghasilkan lulusan terampil, siap kerja, dan menjadi seorang entrepreneur. Untuk itulah, ia sangat menekankan bukan hanya hard skill diberikan kepada mahasiswa, melainkan juga soft skill.

…dst

11 ) Lulusan Ilmu Sosial Lebih Gampang Dapatkan Pekerjaan
http://www.jpnn.com/read/2013/10/29/198133/Lulusan-Ilmu-Sosial-Lebih-Gampang-Dapatkan-Pekerjaan

Selasa, 29 Oktober 2013 , 12:31:00
LONDON — Kabar gembira bagi mahasiswa lulusan ilmu sosial. Hasil penelitian Higher Education Statistics Agency (HESA) Inggris menunjukkan prospek kerja jurusan ilmu sosial lebih tinggi dibandingkan jurusan lainnya.”Jurusan ilmu sosial mengajarkan kemampuan analisis, interpretasi, dan komunikasi, yang banyak diperlukan dalam pekerjaan,” ujar Profesor James Wilsdon, Kepala HESA  seperti dilansir BBC (28/10).Statistik hasil penelitian HESA menunjukkan 84,2 persen lulusan ilmu sosial mendapat pekerjaan tiga tahun setelah kelulusan, dibandingkan 79 persen mereka yang mengambil jurusan seni dan humaniora, dan 78 persen jurusan sains.Badan Statistik Pendidikan Tinggi Inggris ini juga mengungkap potensi lulusan ilmu sosial untuk mendapat jabatan manajer atau posisi senior juga lebih besar.Penelitian menemukan bahwa 70 persen lulusan ilmu sosial bekerja di bidang profesional dan pekerjaan teknis, sementara tujuh persen di bidang keuangan dan asuransi.”Pendapat yang menyatakan bahwa lulusan ilmu sosial hanya bekerja sebagai petugas dinas sosial atau guru tidak terbukti,” lanjutnya.Para peneliti mendefinisikan ilmu sosial termasuk ekonomi, manajemen, ilmu bisnis, antropologi, sosiologi, kriminologi, geografi manusia, media, tata kota, pendidikan, dan politik.

…dst

12 ) PTN Diharapkan tidak Komersial
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/10/29/3/191022/PTN-Diharapkan-tidak-Komersial

Selasa, 29 Oktober 2013 | 07:30 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Pengelolaan perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai badan hukum milik negara (BHMN) harus diatur dengan integritas yang tinggi agar tidak terjadi komersialisasi pendidikan. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2013 tentang Bentuk dan Mekanisme Pendanaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum.Dalam PP yang dilaksanakan paling lambat pada 10 Agustus 2014 itu, antara lain diatur, pemerintah tetap memberi peluang bagi PTN badan hukum untuk memperoleh dana dari masyarakat.Namun, dana itu tidak mengabaikan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat.Pengamat pendidikan yang juga merupakan mantan Ketua Pansus RUU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Anwar Arifin sepakat dengan PP tersebut. Alasannya, selama ini PTN sangat bergantung pada anggaran negara (APBN).“Sehingga tidak ada ruang inovasi dan berkreasi,“ kata dia pada diskusi yang bertema Masa depan pendidikan tinggi pascapenetapan badan hukum kepada empat PTN di gedung parlemen, Jakarta, Senin (28/10).Empat PTN itu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

…dst

13 ) Kurikulum Perguruan Tinggi Harus Dinamis
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/10/28/mve0i2-kurikulum-perguruan-tinggi-harus-dinamis

Senin, 28 Oktober 2013, 23:30 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Kurikulum pendidikan di perguruan tinggi harus dinamis, dan bisa mengikuti perkembangan, kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Iwan Dwi Prahasto. “Kurikulum diharapkan tidak berhenti pada materi tertentu, tetapi juga bisa mengikuti perkembangan baru di lapangan,” katanya pada lokakarya Pengembangan Kurikulum di Yogyakarta, Senin (28/10).Misalnya, ada tsunami atau gempa yang tidak terkait dengan ilmu yang dipelajari, maka lulusan dari perguruan tinggi harus siap dengan informasi dan kejadian itu.Ia mengatakan salah satu cara untuk menambah pengetahuan mahasiswa dengan memperluas mata kuliah yang ditawarkan. Hal itu memungkinkan adanya persilangan atau masuknya mata kuliah lain pada program studi yang diikuti.”Universitas berkomitmen memperluas mata kuliah pilihan misalnya di Fakultas Biologi dikenalkan ilmu terkait kewirausahaan atau tentang kebencanaan,” katanya.

…dst

14 ) Dana Pemerintah untuk Politeknik Belum Cukup
http://www.pikiran-rakyat.com/node/256597

Senin, 28/10/2013 – 22:35
BANDUNG, (PRLM).- Permintaan tenaga kerja bidang terapan sangat tinggi. Lulusan dapat dengan cepat terserap di industri. Akan tetapi masalahnya dalam investasi. Membangun politeknik lebih mahal daripada membangun perguruan tinggi akademik.Demikian dikemukakan Direktur Politeknik Negeri Bandung Ir. Mei Sutrisno,M.Sc.Ph.D dalam Bigstar International Conference Building International Gateway Through Science, Technology and Art di Hotel Savoy Homan , Jln. Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (28/10/13).Menurutnya, meskipun dana dari pemerintah dalam tiga tahun terakhir terus meningkat dari Rp105 miliar menjadi Rp200 miliar tahun ini. Akan tetapi dana tersebut masih dinilai belum cukup.”Ini sangat mahal dalam praktik di politeknik. Saat ini konsen kami semua lab perlu dikembangkan dan perlu diperbaharui. Kami akui untuk membangun mahal. Dana Rp200 miliar untuk operasional dan investasi. Investasinya saja sekitar 30m,” ujar Ir.Mei. (A-208/A-108)***

…dst

15 ) Ingin Jadi PTN, Universitas Pancasila Terkendala Luas Lahan
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/dunia-kampus/13/10/28/mvdsxy-ingin-jadi-ptn-universitas-pancasila-terkendala-luas-lahan

Senin, 28 Oktober 2013, 20:46 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Rektor Universitas Pancasila (UP) Edie Toet Hendratno mengatakan proses untuk menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) kampus tersebut terkendala kurangnya luas lahan yang tersedia. “Salah satu syarat PTN adalah luas lahan yang harus mencapai 30 hektar, sedangkan Universitas Pancasila luasnya hanya 12 hektar,” kata Edie disela acara peringatan Ulang tahun Universitas Pancasila ke-47 di Jakarta, Senin.Ia mengatakan aturan tersebut memang menyulitkan pihaknya karena luas lahan yang mencapai 30 hektar di Jakarta Selatan sangat sulit didapat, lain halnya jika daerah-daerah lain di Indonesia.”Apakah aturan ini disamakan antara Jakarta dan daerah lainnya. Kami masih melakukan komunikasi dengan kemendikbud,” katanya.Ia menjelaskan luas lahan di Jakarta 12 hektar nilainya lebih tinggi jika dibandingkan dengan di daerah lainnya.Menurut dia, pihaknya masih terus melakukan pembicaraan lebih intensif dengan kemendikbud untuk membahas permasalahan tersebut.”Kami ingin tahu lebih rinci aturan luas lahan terseut,” katanya.

…dst

16 ) Mahasiswa Petra Surabaya ciptakan “game” wisata Indonesia
http://www.antaranews.com/berita/402555/mahasiswa-petra-surabaya-ciptakan-game-wisata-indonesia

Selasa, 29 Oktober 2013 08:27 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Dua mahasiswa Universitas Petra Surabaya menciptakan game pengenalan berbagai lokasi tujuan wisata khas Indonesia, seperti Borobudur, Keraton Yogyakarta, Raja Ampat, dan sebagainya.”Game yang dapat diakses dari smartphone itu memang untuk mengenalkan bangunan budaya, rumah adat, alat musik, dan sejenisnya dengan gadget. Jadi, kita mengenalkan budaya tanpa melawan modernitas agar pas bagi anak-anak muda,” kata Yoel Putra di kampus setempat, Senin. Yoel dampingi rekannya, Gregorius Erwin Sebastian yang juga mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual menjelaskan karya tersebut meraih Piala Silver untuk kategori student advertising dalam “Pinasthika Creativestival 2013” yang digelar Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) di Yogyakarta pada 20 Oktober 2013. “Penghargaan yang kami raih itu kami beri tagline yang cukup gaul bagi anak-anak muda yakni TAK SEMUA ORANG TAU. Kalau di-klik gambarnya akan muncul pertanyaan, gambar apa? Kalau bisa menjawab akan mendapatkan poin, tapi kalau tidak bisa akan ada petunjuk, sehingga pemakainya bisa belajar langsung,” katanya.

…dst

17 ) 24 Tim Peneliti Muda Bersaing ke Tingkat Nasional
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/10/30/241593/24-Tim-Peneliti-Muda-Bersaing-ke-Tingkat-Nasional

30 Oktober 2013
SEMARANG – Sebanyak 24 tim berebut menjadi peneliti muda melalui inovasi yang mereka ciptakan di berbagai bidang. Mereka menganalisis, mempresentasikan, dan menampilkan hasil karya penelitiannya di ajang Lomba Peneliti Belia There-Sima 2013 di Sekolah Theresiana Semarang, kemarin.Tim yang terdiri atas dua hingga tiga siswa di jenjang SMA/SMK sederajat itu, membawa hasil penelitian di hadapan juri untuk dibuktikan. Adapun penelitian yang dilakukan, di antaranya Matematika, Fisika, Komputer, dan Ekologi. Seperti presentasi yang dilakukan Falah Luthfi dan Nicholas Setyawan Hudyono dari SMA 1 Kudus. Mereka membuat ”Ortaku” atau aplikasi pendamping orang tua siswa. Dari alat tersebut orang tua dapat memantau kondisi prestasi anaknya dari smartphone atau telepon cerdas. ”Misalnya, nilai ulangan atau daftar kehadiran di sekolah si anak dapat diketahui orang tua, sehingga orang tua dapat memantau dengan rutin,”  ungkap Falah. Penelitian lain, Peter Yulianto Prajitno Marjanto dari SMK Theresiana Semarang mempresentasikan kepada juri mengenai ”Identifikasi dan Isolaso Ekstrak Daun Kersen sebagai Alternatif Obat Pencegah Kanker”. Dimas Maulana S dan Andistia Hanna Kautsar dari SMA 3 Rembang meneliti ”Pengaruh Perkembangan Teknologi dalam Pengenalan Tokoh Pewayangan”, dan masih banyak penelitian lainnya.

…dst

18 ) Siswa SMK Debat Enam Bahasa di UNY
http://www.tempo.co/read/news/2013/10/30/079525719/Siswa-SMK-Debat-Enam-Bahasa-di-UNY

30 Oktober 2013
TEMPO.CO, Yogyakarta–Direktorat Pembinaan SMK, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Yogyakarta menggelar kompetisi debat antar siswa SMK dari 33 provinsi di Indonesia yang memakai enam bahasa.Wakil Dekan I Fakultas Bahasa dan Sastra UNY, Widyastuti mengatakan sekitar 525 siswa SMK perwakilan 33 Provinsi di Indonesia mengikuti kompetisi yang berlangsung pada 29-31 Oktober 2013 ini. “Mereka terbagi dalam banyak tim yang masing-masing beranggotakan tiga siswa,” ujar Widyastuti di sela kompetisi yang berlangsung di gedung kampus FBS UNY pada Selasa, 29 Oktober 2013.Dia mengatakan kompetisi ini melombakan debat dalam enam kategori, yakni bahasa Indonesia, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan Mandarin. Menurut dia tidak semua provinsi mengirim tim untuk mengikuti semua kelompok. “Bahasa Jepang dan Mandarin terhitung masih belum banyak yang mengirim,” ujar dia.

…dst

19 ) UIN SGD dan Universitas Malaya Terbitkan Jurnal Ilmiah
http://www.pikiran-rakyat.com/node/256662

Selasa, 29/10/2013 – 13:12
BANDUNG, (PRLM).- UIN Sunan Gunung Djati (SGD) dan Universitas Malaya dalam tiga tahun terakhir ini mengadakan pertukaran dosen untuk penelitian ilmiah maupun menguji disertasi. UIN SGD dipandang memiliki kelebihan dalam kajian-kajian keislaman sehingga menjadi bahan rujukan Universitas Malaya, Malaysia.”Kalau ada ujian disertasi soal keislaman di Malaya, maka kami memanggil dosen dari UIN SGD,” kata Direktur Pascasarjana Universitas Malaya, Dr. H. Rooslan, di Hotel Bali Wolrd, Selasa (29/10/2013).Ditemui di sela-sela seminar internasional Islam, Rooslan mengatakan, penelitian keislaman di Malaysia kurang berkembang karena aturan ketat dari pemerintah. “Sedangkan di Indonesia cukup bebas seperti menggulirkan kajian syiah, Ahmadiyah dan kajian yang dianggap berbahaya lainnya. Kalau di Malaysia tidak bisa dilakukan,” ujarnya.Selain mengundang dosen dan mengadakan kajian bersama, menurut Rooslan, dua perguruan tinggi itu juga menerbitkan jurnal ilmiah yang sudah terbit dua kali. “Rencananya juga ada pertukaran mahasiswa meski belum sampai pada tingkat dual degree karena aturan pemerintah Malaysia amat ketat. Tidak bisa dilakukan transfer nilai akademik sehingga kalau mau kuliah di Malaysia harus dari awal lagi,” tuturnya.(A-71/A-147)***

…dst

20 ) Rektor Paramadina Live Streaming Lagu Indonesia Raya
http://kampus.okezone.com/read/2013/10/29/373/888536/rektor-paramadina-live-streaming-lagu-indonesia-raya

Selasa, 29 Oktober 2013 11:21 wib
JAKARTA – Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menyanyikan lagu Indonesia Raya demi memperingati Sumpah Pemuda. Ah, biasa saja. Eits tunggu dulu, Anies ternyata dia mengajak seluruh pemuda bernyanyi secara live streaming.Ini dilakukannya dalam menyambut momentum bersejarah Sumpah Pemuda. Anies mengajak seluruh pemuda yang diwakili delapan daerah di dalam dan luar negeri untuk bernyanyi Indonesia Raya bersama pada pukul 10.00 WIB Senin 28 Oktober 2013 kemarin.Tak hanya melihat dirinya membawakan lagu tersebut, perayaan Sumpah Pemuda, serta orasi mengenai pemuda  juga bisa disaksikan langsung dari seluruh penjuru nusantara dengan teknologi live streaming di situs live.turuntangan.org.”Ini adalah momentum pemuda untuk bersatu dan turun tangan meneruskan apa yang dicita-citakan kongres pemuda 85 tahun lalu,” kata dia, saat mengajak pemuda menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama lewat kegiatan bertajuk “Sejuta Indonesia Raya” di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, seperti dikutip Okezone, dalam siaran persnya, Selasa (29/10/2013).

…dst

21 ) Wuih, Guru Asia-Eropa Belajar Bersama Secara Online
http://kampus.okezone.com/read/2013/10/29/560/888943/wuih-guru-asia-eropa-belajar-bersama-secara-online

Selasa, 29 Oktober 2013 19:12 wib
NUSA DUA – Para praktisi pendidikan di kawasan Asia dan Eropa terus mengembangkan metode belajar kelas bersama antarnegara classroom network (classnet) yang terhubung secara online.Didukung oleh Asia Europe Foundation (ASEF) dan Khatulistiwa Indonesia (KPI), ratusan guru baik dari lembaga formal dan normal bertemu dalam konferensi yang digelar di Nusa Dua, Bali 28 Oktober-1 November 2013. Konferensi digelar ASEF yang merupakan yayasan atau organisasi dunia berkedudukan di Singapura yang menangani program kerjasama bidang pendidikan dan charity. Menurut Manager Program ASEF Classroom Network Conference ke-11 Dwina Arini Fikrianti, salah satu kegiatan yang terus dikembangkan adalah membuat kelas belajar bersama secara internasional yang dihubungkan melalui online.”Metode ini biasanya para guru dan peserta program duduk belajar bersama lewat kelas bersama dengan guru-guru lainnya di negara-negara lain,” ujar Dwina, di Nusa Dua, Selasa (29/10/2013).

…dst

23 ) Kebutaan akibatkan Indonesia sulit dapatkan MDGs
http://nasional.sindonews.com/read/2013/10/29/15/799782/kebutaan-akibatkan-indonesia-sulit-dapatkan-mdgs

Selasa,  29 Oktober 2013  ?  21:15 WIB
Sindonews.com – Kebutaan menjadi salah satu masalah yang dihadapi pemerintah, terkait dengan pencapaian MDGs tahun 2015. Untuk itu, pemerintah menjamin pengobatan mata pada Badan Pelaksanaan Jaminan Nasional (BPJS). Direktur bina Upaya Kesesehatan Dasar (BUK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dedi Kusenda mengatakan, akibat dari kebutaan maka hal ini akan mempengaruhi perekonomian seseorang.Hal ini berkaitan target MDGs, yaitu penanggulangan kemiskinan dan kelaparan selain dan target Vision 2020. Menurut dia, Vision 2020 adalah program yang membantu masyarakat miskin yang mengalami gangguan pengelihatan. Melalui pelayanan di masyarakat, pendidikan dan pelayanan sosial dalam menurunkan kebutaan.“Vision 2020 harus kami capai 7 tahun mendatang. Memang sangat disayangkan selama ini kami hanya berkonsen pada target MDGs untuk kematian ibu dan anak. Sedangkan kebutaan ini juga menajdi masalah besar,” tandasnya saat ditemui di Jakarta, Selasa, (29/12/2013).

…dst

24 ) Ini penyebab kebutaan versi Perdami
http://nasional.sindonews.com/read/2013/10/29/15/799788/ini-penyebab-kebutaan-versi-perdami

Selasa,  29 Oktober 2013  ?  22:02 WIB
Sindonews.com – Ketua Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Nila F. Moeloek mengaku, tekanan darah dan glukosa salah satu penyebab terjadinya kebutaan. Dia mengatakan, untuk mencegah kebutaan, diharapkan masyarakat melakukan screening sebagai pemeriksaan kesehatan mata di puskesmas. Selain itu, masyarakat juga memeriksakan tekanan darah dan glukosa.”Karena dikhawatirkan melihat pola hidup dan makan sekarang ini, obesitas menjadi permasalahan yang dapat menyebabkan kebutaan,” katanya, Selasa (29/10/2013).Dia juga mengaku, angka kebutaan penting guna mendorong pemerintah menyadari kerugian ekonomi pada masyarakat. Saat ini, sulitnya dalam penanggulangan kebutaan di Indonesia, dikarenakan terbatasan jumlah dan distribusi SDM yang tidak merata, distribusi infrastruktur dan teknologi serta sistem pembiayaan kesehatan yang tidak mendukung. “Saat ini kurang lebih terdapat 2.000 dokter mata, namun mereka meminta agar pemerintah memperbaiki pelyanan kesehatan sekunder dilengkapi dengan sarana, alat, dan sistem pembiayaan yang jelas,” katanya.

…dst