Indonesia Bisa Maju, Presiden Ajak Masyarakat Hilangkan Pesimisme

Jumat, 06 Desember 2013 – 13:54 wib oleh DESK INFORMASI SETKAB

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyakinkan kepada masyarakat, bahwa Indonesia bisa menjadi negara unggulan yang melebih negara-negara lain. Karena itu, Presiden mangajak masyarakat meninggalkan pesimisme.

“Saudara harus yakin bahwa Indonesia bisa, Indonesia mampu,” kata Presiden SBY saat meresmikan sarana dan prasarana Universitas Trunojoyo, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jatim, Jumat (6/12) pagi.

Kepala Negara yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono lantas mengisahkan, dulu, dulu sekali ketika kita baru saja lepas dari cengkraman para penjajah, kita memiliki sifat dan watak yang kurang baik. Misalnya, kita suka merasa minder, rendah diri, kurang percaya diri, terlalu silau dengan yang serba asing, bahkan kita juga gemar memperolok diri sendiri.

“Itu harus kita enyahkan watak dan prilaku yang negatif, yang tidak membangun optimisme yang tidak positif dan akhirnya tidak membawa kita ke era baru yang lebih menjanjikan,” tutur Presiden SBY.

Presiden lantas mengisahkan, tahun 1998 ekonomi Indonesia mengalami krisis yang luar biasa, ditambah dengan krisis-krisis lain.

Indonesia dianggap menjadi negara gagal waktu itu tetapi, kata Presiden, dengan pertolongan Tuhan, dengan kerja keras kira 10 tahun kemudian Indonesia menjadi G20, 20 ekonomi terbesar di dunia. Ini membuktikan Indonesia bisa.

“Dulu Indonesia dianggap negara yang tidak demokratis, sekarang Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga terbesar di dunia. Indonesia dulu tidak dilihat oleh kawan-kawan kita di negara lain, kini Indonesia disebut regional power, dan global player–kekuatan kawasan, negara terbesar di Asia Tenggara, di ASEAN dan sekaligus pemain hubungan internasional. Kini Indonesia sering mendapatkan kepercayaan dari dunia untuk berperan dalam berbagai misi dunia,” ungkap Presiden SBY sembari menyebutkan contoh, misalnya Indonesia diminya menjadi penyelenggara pertemuan PBB tentang perubahan iklim, menjadi penyelenggara World Culture Forum.

Ia lantas menyebutkan, Indonesia juga mengemban tugas untuk memimpin panel tinggi PBB merumuskan agenda pembangunan setelah tahun 2015 nanti. Sekarang ini di Bali, lanjut Presiden, sedang dilaksanakan pertemuan penting, pertemuan internasional, yaitu World Trade Organization (WTO).

“Semua itu menunjukan bahwa dunia pun makin melihat Indonesia memberikan apresiasi dan kepercayaan untuk ikut berkontribusi pada pembangunan dunia persis seperti apa yang ada dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” tukas SBY.

Universitas Kelas Dunia

Terkait Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Presiden SBY mengatakan, meskipun usia Universitas ini belum lebih dari lima belas tahun, tetapi kalau semangat dan tekad tinggi, upayanya nyata, tidak mustahil dan insya Allah akan menjadi kenyataan universita ini akan menjadi salah satu universitas kebanggaan Indonesia. “Bahkan insya Allah pada saatnya nanti, UTM menjadi salah satu world class university, universitas bertaraf internasiona,” ujarnya.

Presiden mengajak masyarakat Madura harus yakin bahwa Madura bisa. “Kalo negara lain bisa, Indonesia bisa, kalo provinsi lain bisa, Jatim juga bisa. Kalo kabupaten lain bisa, Madura juga bisa. Kalau universitas lain bisa,UTM juga bisa,” kata Presiden membakar semangat Civitas Akademika Universita Trunojoyo, Madura.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY menyumbang Rp 2 miliar buat peningkatan sarana dan prasarana Universitas Trunojoyo, Madura.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Kesra Agung Laksono, Mendukbud M. Nuh, Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, dan Menteri Pertanian Suswono. (AS/Humas Setkab/ES)