178 Calon Dosen Tetap Non PNS ‘Disebar’ di 69 Perguruan Tinggi

12/18/2013

Jakarta — Sejumlah 178 lulusan pascasarjana siap ditempatkan di 69 PTN dan PTS di seluruh penjuru tanah air. Mereka adalah calon dosen penerima beasiswa unggulan yang ditempatkan di perguruan tinggi yang membutuhkan tenaga baru.

“Kalau adik-adik lulusan yang baru selesai (pascasarjananya) ini bisa mengabdikan diri disana, betapa bahagianya mereka mendapatkan dosen yg fresh. Saya kira adik-adik di daerah 3T akan cepat sekali berkembang,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, saat memberi pembekalan kepada 178 calon dosen tersebut sebelum mereka berangkat ke daerah tujuan masing-masing, Rabu (18/12), di Aula Gedung D Kemdikbud.

Mendikbud mengatakan, penempatan calon dosen tetap non PNS di perguruan tinggi yang membutuhkan ini salah satu bentuk upaya Kemdikbud untuk membantu perguruan tinggi. Sebab jika untuk menelurkan lulusan S2 harus dengan biaya sendiri, belum tentu semua lulusan mau menjadi dosen.

Faktanya, kebutuhan dosen masih sangat tinggi. Dengan memberi beasiswa, Kemdikbud menciptakan “pabrik” dosen-dosen unggulan. “Jumlah kebutuhan dosen kita hitung per rasio. Idealnya perbandingan dosen dan mahasiswa adalah 1:15 atau 1:20. Saat ini mahasiswa kita tercatat 2,6 juta orang, sedangkan dosennya baru tercatat 160 ribu orang,” katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Djoko Santoso mengatakan, penempatan calon dosen ini dilakukan sesuai dengan permintaan dari masing-masing perguruan tinggi. Dikti, kata dia, berperan sebagai penyedia tenaga melalui beasiswa unggulan. Program beasiswa unggulan sendiri diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemdikbud sejak 2011 lalu. “Sistemnya First come first serve,” kata Djoko.

178 calon dosen ini merupakan gelombang kedua dari program penyebaran SDM unggul Dikti. Sebelumnya, gelombang pertama telah memberangkatkan 407 calon dosen ke 128 perguruan tinggi. Selama enam bulan, calon dosen ini akan diberikan gaji oleh Ditjen Dikti. Nilai gaji tersebut, kata Djoko, kompetitif dibandingkan dengan gaji PNS baru.

Pada bulan ke-7, calon dosen diangkat sebagai dosen tetap non PNS oleh perguruan tinggi masing-masing. Ditjen Dikti juga akan memberikan NIDN beserta seluruh hak yang melekat sesuai undang-undang yang berlau sebagaimana dimiliki oleh dosen tetap lainnya termasuk PNS. (AR)