Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2014
Keppres no.
29 Tahun 2013: Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat Tahun Anggaran 2014. (Berkas lengkap 11MB rar. Offsites: 01 02 dengan lampiran 01, 02 dan 03)

Berhubung Lampiran 01-03 terdiri dari banyak sekali Organisasi/Bagian milik seluruh Kementerian/Lembaga Pemerintah Pusat, saya kutip yang berkaitan dengan Direktorat Pendidikan Tinggi aja.

Rincian Anggaran Belanja Ditjen Pendidikan Tinggi Tahun Anggaran 2014

Lampiran I
http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2013/12/1_02304.pdf
Lampiran II
http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2013/12/2_02304.pdf
Lampiran III
http://www.kopertis12.or.id/wp-content/uploads/2013/12/3_02304.pdf

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mendapat anggaran sebesar Rp39 triliun (39.896.628.161)
Ditjen Pendidikan  Tinggi mengalokasikan Rp 3,011 triliun (Rp 3.011.744.387,–) untuk Penyediaan Dosen dan Tenaga Kependidiakn bermutu:
Diantarannya untuk Program Beasiswa S2 sebanyak 18.056 dosen dengan nilai Rp 931.614.000 dan ,
Program S3 Luar Negeri sebanyak 2.696 dosen dengan nilai Rp 725.198.630,
Dosen penerima tunjangan profesi sebanyak 22.107 dosen dengan total nilai Rp 1.003.885.345 dan,
Tunjangan kehormatan untuk 501 Guru Besar dengan total nilai Rp 48.682.842,
dsb bisa baca lampiran III hal 2- 3.

Ditargetkan pada tahun anggaran 2014:
Dosen lulus sertifikasi sebanyak 10.000 orang
Kenaikan pangkat/jabatan ke LK/GB sebanyak 3.000 dosen
Guru yang mengikuti Program Profesi Guru sebanyak 7.683 orang

Ada kesalahan fatal di Lampiran III ini, kode 4078 di halaman 11 untuk tahun anggaran 2015, 2016 dan 2017 kelebihan input angka sebanyak 840 T, kesalahan bersumber dari kode 4078.015 Layanan Pendidikan T.A. 2015 s/d 2017 terinput angka 840 T sebagai contoh seharusnya Layanan Pendidikan T.A. 2015 adalah 2.880.401.914 terinput menjadi 842.880.401.914, sebagai akibatnya Anggaran Belanja untuk Ditjen Dikti tahun 2015, 2016, 2017 terkesan dianggarkan sangat besar.

Untuk pengembangan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Rp 1,096 triliun; penyediaan layanan pembelajaran dan kompetensi mahasiswa Rp 7,973 triliun (termasuk bantuan sosial Rp 2,918 triliun); peningkatan mutu program studi profesi kesehatan dan mutu pendidikan kesehatan Rp 513,714 miliar; pengembangan mutu pendidikan politeknik Rp 279,479 miliar; dan layanan Tridharma di perguruan tinggi Rp 14,602 triliun (termasuk belanja barang Rp 12,758 triliun dan belanja modal Ro 1,838 triliun).

Semoga bermanfaat, salam, Fitri.