Upaya Meningkatkan APK PT Indonesia

Oleh Webmaster – 24 January 2014

Dengan meningkatnya Angka Partisipasi Kotor Pendidikan Tinggi (APK PT) menjadi 30% pada tahun 2013, Ditjen Pendidikan Tinggi berhasil menyelesaikan target lebih cepat setahun dari yang tertera pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo dalam sambutannya pada pembukaan Education and Training Expo 2013, Kamis (23/1) di Jakarta Convencien Centre (JCC).

Melebihi target lebih cepat pada 2013, Ditjen Pendidikan Tinggi merencanakan pada tahun ini APK PT akan mencapai 32%, sedangkan pada tahun 2016 APK PT diharapkan dapat menjadi 34% Guna memenuhi target tersebut berbagai program yang terkait dengan akses dan keterjangkauan telah dipersiapkan “untuk dapat mencapai target tersebut, Pemerintah melalui Ditjen Pendidikan Tinggi memiliki program prioritas untuk meningkatkan daya tampung perguruan tinggi seperti pendirian perguruan tinggi baru baik universitas,politeknik,atau pun akademi komunitas” sahut Patdono.

Langkah lainnya yang terus dipersiapkan adalah terkait pendanaan pendidikan tinggi oleh masyarakat. Patdono menjelaskan hingga saat ini lebih dari 254 ribu mahasiswa di jenjang sarjana atau diploma meraih manfaat biaya pendidikan yang disediakan melalui program bantuan pendidikan BIDIKMISI “pada tahun 2014 ini kami menyiapkan kuota 60 ribu untuk program tersebut dan tidak hanya perguruan tinggi negeri saja yang dapat memanfaatkan perguruan tinggi swasta pun bisa”. Selain BIDIMISI, Ditjen Pendidikan Tinggi pun memeiliki berbagai program beasiswa atau bantuan pendidikan seperti program ADIK PAPUA, Beasiswa OSI , Beasiswa PPA dan banyak lagi lainnya.

Pada kesempatan tersebut Patdono menghimbau agar para calon mahasiswa yang hador pada Expo tersebut diharapkan untuk berhati-hati dalam memilih perguruan tinggi tujuannya, tidak sedikit perguruan tinggi yang dinilai ilegal keberadaanya oleh Ditjen Pendidikan Tinggi “Banyak perguruan tinggi yang beroperasi tetapi belum memiliki ijin”.

Selain berhati-hati dalam memilih perguruan tinggi, Patdono menyarankan agar para calon mahasiswa tidak memilih jurusan yang di anggap populer oleh masyarakat saja tetapi juga harus disesuaikan dengan bakat dan minat yang dimiliki serta kualitas mutu pendidikan lembaga yang mengampunya “untuk mutu pendidikan paling mudah dilihat dati akreditasinya” jelas Patdono

Menutup sambutanya, Patdono mengapresiasi pelaksanaan Expo yang telah berlangsung selama 23 kali tersebut, diharapkan Expo tersebut dapat menjadi medium yang efektif bagi calon mahasiswa menemukan kampus pilihannya.