Forum Silaturahim Bidikmisi Nasional, Penghargaan bagi Mahasiswa Bidikmisi

Selasa, 25/02/2014 – 22:01

Jakarta, Kemdikbud — Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menyelenggarakan Silaturahim Nasional Bidikmisi Tahun 2014. Acara tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peluncuran pemberian beasiswa dari presiden (Presidential Scholarship). Tema Silaturahim Nasional Bidikmisi 2014 adalah “Kebangkitan Kaum Dhuafa”. Acara akan berlangsung pada 26-28 Februari 2014, di Hotel Bidakara, Jakarta.

“Sebagai penghargaan kepada semua mahasiswa Bidikmisi, Dikti mengadakan acara khusus untuk bersilaturahim dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Djoko Santoso, saat jumpa pers di kantor Kemdikbud, Selasa (25/02/2014).

Pada kegiatan tersebut akan diundang mahasiswa penerima bidikmisi angkatan 2010-2013 yang berasal dari 98 perguruan tinggi negeri dan 32 perguruan tinggi swasta, mahasiswa afirmasi pendidikan tinggi untuk Papua dan Papua Barat sebanyak 71 mahasiswa, dan afirmasi pendidikan menengah sebanyak 50 siswa.

“Sehingga kurang lebih ada seribu mahasiswa bidikmisi yang diundang dalam acara tersebut dan memenuhi kriteria IPK terbaik dan prestasi luar biasa,” ungkap Djoko.

Ia menjelaskan, presiden akan memberikan amanah kepada para peserta silaturahim. Mendikbud Mohammad Nuh juga akan memberikan pengarahan. Diharapkan ke depan, kata Djoko, setelah acara para mahasiswa tersebut akan pulang dengan membawa bekal yang terkait kebangsaan, kemandirian, kebersamaan, serta kemampuan mengembangkan jejaring komunikasi.

Di sisi lain, Djoko mengatakan, para mahasiswa juga bisa saling berkoordinasi dalam kaitan kegiatan kemahasiswaan. “Acara ini juga diharapkan apresiasi terhadap program bidikmisi tentunya bisa disosialisasikan kepada mahasiswa dan masyarakat Indonesia,” katanya.

Agenda acara, Djoko menjelaskan, ada seminar-seminar dengan mengundang para tokoh-tokoh yang sudah sukses, seperti Hermawan Kertajaya, dan diharapkan juga Hatta Rajasa dapat hadir serta memberikan pandangan mengapa dapat sukses. Sehingga meningkatkan motivasi dari para mahasiswa yang mengikuti program beasiswa bidikmisi.

Selain itu, kata Djoko, akan dipamerkan juga hasil karya mahasiswa bidikmisi dan hasil kerja perguruan tinggi dalam membina mahasiswa bidikmisi. Perguruan tinggi yang peduli terhadap pendampingan, pembinaan, dalam pengembangan diri mahasiswa dari keluarga tidak mampu, akan dituangkan dan membagi pengalamannya melalui poster-poster yang akan dipajang di dekat arena pertemuan.

“Semakin kreatif perguruan tinggi mendampingi mahasiswa dengan berbagai kegiatan positif, maka semakin berprestasilah mahasiswa tersebut,” tandas Djoko. (Seno Hartono)

Sumber: Kemdikbud.go.id

Prestasi Mahasiswa Bidikmisi Memuaskan
Terbuka Kesempatan untuk Beasiswa S-2 dan S-326 Februari 2014

JAKARTA, KOMPAS — Pencapaian mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di perguruan tinggi negeri dan swasta dinilai memuaskan. Para mahasiswa dari keluarga miskin itu umumnya meraih indeks prestasi kumulatif di atas 2,75. Bahkan, banyak lulusan berkategori cum laude.Beasiswa Bidikmisi sudah membiayai 149.768 mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin. Mereka disaring dari lulusan SMA/SMK yang kini tersebar di 98 PTN dan 590 PTS. ”Banyak di antara mereka yang meraih prestasi akademik ataupun nonakademik, baik tingkat nasional maupun internasional,” kata Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta, Selasa (25/2).

Lewat Bidikmisi, pemerintah menanggung biaya kuliah dan biaya hidup mahasiswa yang kuliah di jenjang D-3 dan S-1 dari pendaftaran hingga lulus. Tiap perguruan tinggi memberi program pendampingan kepada mahasiswa agar lulus tepat waktu.

Data hingga semester genap 2012-2013, lebih dari 80 persen mahasiswa penerima Bidikmisi memiliki IPK di atas 2,75. Adapun 85,64 persen penerima Bidikmisi 2011 memiliki IPK di atas 2,75 dan 306 mahasiswa meraih IPK di atas 3,9.

Sebanyak 85,7 persen penerima Bidikmisi 2012 mendapat IPK di atas 2,75 dan 512 orang memperoleh IPK di atas 3,9. Dari mahasiswa Bidikmisi 2012 yang kuliah di PTS, 79,69 persen mendapat IPK di atas 2,75 dan 42 orang meraih IPK di atas 3,9.

Untuk memberi apresiasi mahasiswa Bidikmisi, Kemdikbud menggelar Silaturahim Nasional Bidikmisi 2014 bertema ”Kebangkitan Kaum Dhuafa” pada 26-28 Februari 2014. Sebanyak 1.000 mahasiswa penerima Bidikmisi (termasuk 140 orang yang lulus cum laude) berkesempatan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Beasiswa lanjutan

Illah Sailah, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud, mengatakan, pada pertemuan mahasiswa Bidikmisi akan dibahas pembentukan Forum Bidikmisi Nasional. Peserta juga akan bertemu tokoh sukses untuk membuka wawasan.

”Kami harap memberi kesempatan mahasiswa membentuk satu forum berbagi pengalaman dunia kerja ataupun belajar. Agar mereka terpacu belajar dan lebih bersemangat,” kata Illah.

Pada kesempatan itu, alumni dan mahasiswa penerima Bidikmisi juga akan dikenalkan peluang mendapat beasiswa S-2 hingga S-3 di dalam dan luar negeri melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Alokasi dana beasiswa berasal dari hasil investasi dana abadi pendidikan dari APBN yang besarnya sekitar Rp 1 triliun per tahun.

Abdul Kahar, Direktur Dana Kegiatan Pendidikan LPDP, menyebutkan, tersedia 1.500 beasiswa untuk studi S-2 dan S-3 di dalam dan luar negeri bagi masyarakat umum, termasuk alumni penerima beasiswa Bidikmisi. Ada juga beasiswa menyelesaikan tesis dan disertasi.

Tersedia pula beasiswa khusus dari Presiden untuk WNI terbaik sehingga bisa kuliah di PT terbaik di luar negeri, yang dibuka LPDP dengan nama Presidential Scholarship. Kuota tiap tahun untuk 100 orang yang kuliah di jenjang S-2 dan S-3. Peluncurannya bersamaan dengan Silaturahim Nasional Bidikmisi 2014. (ELN)

Sumber : Kompas Cetak tanggal 26 Februari 2014