Garuda 2045: Indonesia Presidential Scholarship

1. Overview

Garuda 2045: “Indonesia Presidential Scholarship” adalah program beasiswa magister & doktor yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia melalui LPDP dengan menggunakan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola oleh LPDP bekerjasama dengan pihak Kepresidenan RI untuk menempuh studi pada perguruan tinggi terbaik di dunia.

“Indonesia Presidential Scholarship” (IPS) bertujuan menyiapkan generasi emas Indonesia melalui SDM yang berkualitas baik sebagai pemimpin maupun ilmuwan di berbagai bidang dalam rangka menyiapkan Indonesia negara yang maju pada 100 tahun kemerdekaan RI pada tahun 2045.

Melekatnya Lembaga Kepresidenan dalam program beasiswa ini merupakan wujud komitmen tertinggi pemerintah Indonesia terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

IPS

2. Persyaratan Pendaftar

1. Warga Negara Indonesia;
2. Riwayat riset untuk kluster ilmuwan, serta riwayat kepemimpinan untuk kluster pemimpin, di bidangnya masing-masing;
3. IPK minimal 3,5 & minimal TOEFL iBT: 94 – ITP – 587 – IELTS: 7; atau mempunyai LoA dari 50 kampus terbaik dunia;
4. Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh di bidangnya/pimpinan di unit kerjanya;
5. Membuat perencanaan karier & pengabdian pasca studi minimal 10 tahun & tahapan realisasinya;
6. Usia maksimal: 35 tahun (S2) & 40 tahun (S3).

3. Komponen Pembiayaan

Komponen pembiayaan Indonesia Presidential Scholarship pada dasarnya sama dengan komponen pembiayaan beasiswa pendidikan indonesia meliputi:

1. Biaya Pendidikan

a. Pendaftaran (at cost)
b. Tuition fee (termasuk biaya matrikulasi non-bahasa (at cost))
c. Non-spp (tunjangan buku, tesis/disertasi, seminar, publikasi, wisuda)

2. Biaya Pendukung

a. Transportasi (PP) (at cost)
b. Insurance (paket)
c. Visa (at cost)
d. Living Allowance
e. Settlement Allowance
f. Tunjangan keluarga (2 orang)
g. Keadaan darurat

Tambahan pembiayaan Indonesia Presidential Scholarship :
a. biaya pelatihan/short course
b. Insentif dana penelitian (analog dengan peringkat kampus di Beasiswa Pendidikan Indonesia):

a. Magister : Rp50.000.000,00
b. Doktor : Rp100.000.000,00

4. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran beasiswa untuk program Indonesia Presidential Scholarship dibuka sekali setiap tahun.

Unduh dalam bentuk pdf di sini

Pendaftaran Online

Informasi Terkait:

Pendaftaran Presidential Scholarship Dibuka Hingga 14 April 2014

Rabu, 26/02/2014 – 13:42

Jakarta, Kemdikbud — Silaturahim Bidikmisi Nasional yang baru pertama kali diselenggarakan tahun ini, turut mengagendakan peluncuran beasiswa presiden yang diberi nama Presidential Scholarship. Presidential Scholarship merupakan program beasiswa prestisius atas inisiatif Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang diberikan pemerintah Indonesia bagi warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S-2) dan doktor (S-3) di perguruan tinggi di luar negeri. Pendaftaran Presidential Scholarship angkatan pertama dibuka hingga 14 April 2014.

Proses pendaftaran serta manajemen pengelolaan Presidential Scholarship dilakukan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Direktur Perencanaan Usaha dan Pengembangan Dana LPDP, Mokhamad Mahdum mengatakan, sebelum mendaftar, calon pelamar Presidential Scholarship terlebih dahulu harus telah diterima di perguruan tinggi luar negeri yang masuk peringkat 50 perguruan tinggi terbaik di dunia. Mereka juga harus memiliki nilai TOEFL IBT minimal 94, atau nilai IELTS minimal 7.

“Tujuan Presidential Scholarship adalah menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkemampuan mumpuni dalam berbagai bidang, khususnya untuk menyambut Indonesia emas tahun 2045, 100 tahun kemerdekaan Indonesia,” jelas Mahdum saat jumpa pers di kantor Kemdikbud, Jakarta, (26/2/2014).

Mahdum menjelaskan, bagi pelamar program magister, maksimal berusia 35 tahun, sedangkan pelamar program doktor maksimal berusia 40 tahun pada tanggal penutupan pendaftaran, yaitu 14 April 2014. Beberapa bidang yang menjadi prioritas program studi dalam Presidential Scholarship adalah teknologi, energi, pangan, ekonomi, hukum, pertahanan, budaya, hubungan internasional, dan ekonomi kreatif. “Target peserta adalah 100 orang per tahun,” ujarnya.

Ia memaparkan, proses seleksi akan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu administrasi, wawancara (termasuk di dalamnya leadership group discussion), dan pelatihan kepemimpinan selama 40 hari. Dalam proses seleksi, tim panelis dan tim juri yang akan melakukan penilaian.

“Tim panelis terdiri dari profesor-profesor dari Ditjen Dikti dan psikolog. Sedangkan tim juri terdiri dari perwakilan tentara, pemerintah, kaum profesional, dan tokoh masyarakat,” jelas Mahdum.

Presiden RI, siapapun presidennya, ujar Mahdum, akan terlibat minimal dua kali dalam kegiatan Presidential Scholarship. Pertama, saat pembukaan program pelatihan kepemimpinan. Dalam pembukaan tersebut, Presiden RI akan memberikan kuliah umum presiden (presiden lecture). Kedua, saat pelepasan para penerima beasiswa untuk berangkat ke kampusnya masing-masing di luar negeri.

“Pelatihan kepemimpinan akan berlangsung pada 20 Mei 2014. Sedangkan pelepasan oleh presiden pada 18 Agustus 2014,” pungkasnya. Peluncuran Presidential Scholarship akan diresmikan langsung oleh Presiden SBY saat Silaturahim Bidikmisi Nasional pada 26 Februari 2014 di Jakarta. Informasi lebih lanjut mengenai Presidential Scholarship dan LPDP, bisa dilihat di laman www.lpdp.depkeu.go.id.  (Desliana Maulipaksi)