1 ) Dirjen Dikti larang dosen ber-NIDN “mendua”

Rabu, 16 April 2014 19:54 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Dirjen Dikti Kemdikbud Prof Dr Djoko Santoso MSc melarang dosen yang ber-NIDN (nomer induk dosen nasional) untuk “mendua” dengan menjadi dosen tetap pada universitas lain.”Kami akan mengatur NIDN itu milik satu orang, sehingga dosen ber-NIDN tidak akan bisa tercatat sebagai dosen tetap pada universitas lain,” katanya di Surabaya, Rabu.Di sela-sela peluncuran “webinar” (seminar berbasis web) dan peresmian pusat kajian hukum ASEAN di Universitas Narotama Surabaya, ia mengatakan NIDN saat ini sudah dimiliki 150.000-an dosen.”Dari jumlah itu, dosen PTS ber-NIDN justru lebih banyak daripada dosen PTN, karena ada 80.000-an dosen PTS ber-NIDN dan sisanya dosen PTN,” katanya. Namun, pihaknya akan mengatur bahwa NIDN itu milik satu dosen, sehingga PTS akan maju, karena memiliki dosen tetap yang betul-betul tetap.”Tentu saja, kami berharap dosen yang sudah ber-NIDN itu ‘diopeni’ (dirawat) dengan diberi gaji lebih besar daripada lainnya,” katanya, didampingi Rektor Universitas Narotama Hj Rr Iswachyu Dhaniarti DS ST M.HP.

…dst

2 ) Salahi Prosedur, Peneliti Diberi Sanksi

Kompas Cetak, 16 April 2014
Komisi Penyelenggara Pembinaan dan Pemantau Penelitian, Selasa (15/4), merekomendasikan kepada Rektor Universitas Jember (Unej) agar menjatuhkan sanksi kepada dua peneliti, Sis dan RH, yang menyalahi prosedur. Ketua Lembaga Penelitian Unej Achmad Subagyo mengatakan, penelitian itu atas keinginan Pemerintah Kabupaten Jember yang hendak menjual tanah senilai Rp 27,6 miliar. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah mensyaratkan riset untung rugi penjualan. Pemkab Jember meminta bantuan kepada kedua peneliti. Kajian itu seolah dilakukan Lembaga Penelitian Unej, padahal belum ada permintaan Pemkab kepada Unej. Penelitian boleh asal sesuai prosedur seperti mengajukan surat permohonan kepada lembaga. (SIR)

…dst

3 ) Tunggu Gugatan di PTUN, Pelantikan Rektor UNHAS Batal

Posted on  by 

Diterbitkan pada Senin, 07 April 2014 09:30
KEINGINAN  Prof Dwia Aries Tina untuk segera menduduki kursi rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar harus tertunda. Sedianya pelantikan rektor perempuan pertama di Unhas itu digelar hari ini (7/4). Tetapi harus dibatalkan karena menunggu sengketa pemilihan rektor (pilrek) Unhas. Gugatan itu saat ini sedang proses di Pengadilan Tata Usaha Negera (PTUN) Makassar. Penggugat adalah sekumpulan guru besar Unhas. Ada dua pihak yang mereka gugat, salah satunya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Mereka menuntut dibatalkannya berita acara perolehan suara kandidat rektor dan penetapan rektor terpilih Prof Dwia. Persoalan dipicu dengan dugaan penggelembungan suara Mendikbud. Menurut versi penggugat, suara Mendikbud dalam pilrek di Unhas sejatinya hanya seratus suara. Perhitungannya adalah 35 dibagi seratus (35 persen) dikali jumlah suara senat yang mencapai 287 suara. Tetapi dalam praktiknya suara menteri dalam pemilihan kampus “merah” itu berjumlah 155 suara.

…dst

4 )  Terbentur Dana, Laboratorium Doping ITB Mangkrak

SELASA, 15 APRIL 2014 | 13:00 WIB
TEMPO.CO, Bandung – Meskipun sudah diresmikan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo pada 20 Februari 2013 lalu, gedung laboratorium uji doping di Institut Teknologi Bandung (ITB) belum juga berfungsi. Penyebabnya, fasilitas peralatan belum dianggarkan pemerintah. Wakil Rektor ITB Bidang Riset dan Inovasi Wawan Gunawan mengatakan gedung laboratorium uji doping berlantai empat  itu belum beroperasi setahun ini. Namun, agar gedung tak menganggur, lantai empat digunakan sebagai ruang seminar, diskusi, dan kuliah. “Lantai bawah dipakai lab farmasi,” ujarnya kepada Tempo di ITB, Selasa, 15 April 2014. ITB menunggu alokasi dana peralatan laboratorium uji doping yang berkisar Rp 100-110 miliar dari pemerintah. Jika cair, kata Wawan, separuh dananya bisa dipakai untuk mulai menjalankan uji doping. “Informasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, akan dianggarkan pada tahun ini untuk 2015,” kata  Wawan. Menurut dia, peralatan yang dibutuhkan ada tiga jenis. Instrumen itu terdiri atas peralatan analitik utama untuk mendeteksi senyawa doping, peralatan pendukung untuk menyiapkan sampel uji hingga siap dianalisis, dan bahan kimia yang meliputi senyawa pembanding doping, pereaksi, dan pelarut untuk keperluan analisis.

…dst

5 )  Riset Tinta Cumi Anti Kanker, UGM Raih 2 Penghargaan di Malaysia

Rabu, 16 April 2014 08:00 wib
JAKARTA – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta kembali berpartisipasi dalam ajang internasional. Kali ini, mereka mengikuti pameran inovator I-ENVEX 2014 di Universiti Malaya Perlis, Malaysia bersama mahasiswa lain dari berbagai negara. Para mahasiswa jurusan Biologi angkatan 2010 itu terdiri atas Immanuel Sanka, Ni Wayan Erly S D, Nungke Diah P, dan Muhammad Ali Fikry. Keempat mahasiswa tersebut didampingi oleh dosen pembimbing, Nastiti Wijayanti. Menurut Sanka, tim UGM menggunakan ide riset hasil pengembangan hibah penelitian yang telah dilaksanakan oleh Dikti. Ide riset ini muncul karena hasil perikanan di Indonesia cukup melimpah, namun pemanfaatan hasil tersebut tidak diiringi dengan pengelolaan sampah dari hasil perikanan. “Salah satunya limbah dari hasil perikanan karena masih jarang diteliti atau dimanfaatkan, seperti tinta cumi. Padahal tinta cumi diketahui mengandung beberapa senyawa yang dapat dijadikan agen antikanker, antibakteri, anti-retroviral, dan beberapa hal lainnya,” kata Sanka, seperti dikutip dari laman UGM, Rabu (16/4/2014).

…dst

6 ) UGM Dongkrak Income Warga Kulwaru dengan Kotoran Sapi

Rabu, 16 April 2014 21:21 wib
JAKARTA – Sebagian besar warga Desa Kulwaru Wetan, Kulon Progo beternak sapi. Dengan demikian, kotoran sapi yang dihasilkan pun melimpah dan terbuang begitu saja. Padahal limbah tersebut bisa diubah menjadi pupuk organik yang berguna untuk menyuburkan tanaman bahkan mendatangkan pendapatan tambahan.  Bersama dengan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tergabung dalam International Association of Students in Agricultural and Related Sciences, Local Committee (IAAS LC) UGM, masyarakat Desa Kulwaru memanfaatkan dan mengubah kotoran sapi tersebut untuk produk bermanfaat bagi pertanian organik. Praktisi pertanian Trisnanto Rahardjo yang turut mendampingi IAAS LC UGM mengungkap, pupuk kompos organik dibuat karena melimpahnya limbah kotoran sapi di Desa Kulwaru Wetan, Kulon Progo. Dengan melimpahnya limbah tersebut, masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan agar Desa Kulwaru mampu menuju desa pertanian organik.

…dst

7 )  10 Mahasiswa UGM akan Studi Kebencanaan di Belanda

Selasa, 15/04/2014 – 18:33
JAKARTA, (PRLM).- Sebanyak 10 mahasiswa dari Program Double Degree MSc Geo-Informasi untuk Penataan Ruang dan Manajemen Bencana, Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menerima Beasiswa StuNed dari Pemerintah Belanda melalui Nuffic Neso Indonesia untuk belajar di Belanda. Mereka akan berpartisipasi dalam kursus selama lima bulan mengenai Manajemen Risiko Bencana di Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation (dalam Bahasa Belanda dikenal dengan singkatan ITC) yang merupakan bagian dari University of Twente di Kota Enschede Belanda. Sebagaimana siaran pers yang diterima “PR” di Jakarta, Selasa (15/4/2014), pelepasan peserta pelatihan dilakukan di Kantor Nuffic Neso-Indonesia, Jakarta, Selasa (15/4/2014) oleh Indy Hardono, Team Coordinator Scholarships, Nuffic Neso Indonesia. Kesepuluh peserta dijadwalkan berangkat pada Sabtu (19/4/2014). Dijelaskan, kursus ini bertujuan untuk memperdalam ilmu penilaian kerentanan bahaya dan perencanaan pengembangan pada manajemen risiko bencana. Selain itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para mahasiswa dan untuk meningkatkan penelitian dan kerja sama bilateral.

…dst

8 ) Dosen UKWMS Desain Pengguna Kursi Roda Lewati Anak Tangga

Rabu, 16 April 2014 14:07 wib
SURABAYA – Dosen Jurusan Teknik Elektro di Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Albert Gunadhi ST MT merancang desain dan implementasi alat bantu bagi pengguna kursi roda melewati anak tangga, terutama difabel dan lansia. “Di luar negeri sudah ada banyak fasilitas begitu, karena kesejahteraan warga diutamakan, bahkan di setiap mall juga ada. Akhirnya, saya mendapat ide untuk merancang alat itu setelah saya berkunjung ke Singapura,” ujarnya di kampus setempat, seperti dikutip dari Antara, Rabu (16/4/2014). Awalnya, karya yang terpasang pada tangga itu bertujuan untuk menjawab kebutuhan penghuni rumah bertingkat. Dia bercita-cita untuk membangun alat tersebut di rumahnya sendiri agar bisa dipergunakan oleh ibunya yang telah lanjut usia.

…dst

9 ) Biskuit Sehat dari Kulit Manggis Karya Duo Mahasiswa UB

Kamis, 17 April 2014 09:01 wib |
JAKARTA – Satu prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya (UB) Malang. Kali ini prestasi tersebut lahir dari Agung Wicaksono dan Yuyun Puji Astutik yang menempati juara dua dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional (LKTIN). Dalam kegiatan yang berlangsung di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu, dua mahasiswa tersebut memaparkan judul makalah “Pandawa Bima (Pangan Darurat Biswit Manggosteen) Teknologi Seral Fungsional Berbasis Produk Lokal Kulit Buah Manggis (Gabnicia Mangistana L.) Berdaya Saing Global Menuju Ketahanan Indonesia 2015.” Menurut Yuyun, penelitian tersebut dilakukan mengingat Banyuwangi memiliki produksi manggis termasuk tinggi. Namun limbah berupa kulit manggis belum termanfaatkan. “Berangkat dari hal tersebut kami membuat biskuit kulit manggis. Biskuit kulit manggis tersebut ditambahkan sayuran, rumput laut, dan sari jagung. Potensi lokal di Indonesia dapat dimanfaatkan agar memiliki nilai ekonomis yang tinggi, jika kita bisa membuat sesuatu yang baru dan bermanfaat dari situ kita bisa memiliki arti tersendiri,” kata Yuyun, seperti dikutip dari laman resmi UB, Prasetya Online, Kamis (17/4/2014).

…dst

10 ) Dosen UGM Pangkas Waktu Pembuatan Kecap

Kamis, 17 April 2014 05:13 wib
JAKARTA – Untuk menghasilkan kecap dengan cita rasa yang lezat tidak hanya membutuhkan bahan baku yang berkualitas saja. Proses fermentasi juga memiliki andil dalam menghasilkan rasa kecap yang nikmat. Untuk itu, salah satu dosen di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Sardjono mengembangkan inovasi teknologi proses fermentasi kecap. Dia melakukan penelitian komprehensif tentang perbaikan proses dan peningkatan efisiensi proses fermentasi kecap dengan bahan baku lokal, yakni kedelai hitam. Sardjono menuturkan, salah satu faktor penghambat pabrik kecap dalam meningkatkan produksi adalah fermentasi moromi atau fermentasi dalam larutan garam. Penyebabnya ialah tahapan fermentasi memakan waktu lama.

…dst

11 ) Inovasi Peluru Unik & Aman dari ITS

Rabu, 16 April 2014 23:22 wib
JAKARTA – Ternyata, peluru yang digunakan dalam senjata api selama ini memiliki zat berbahaya jika terkontak langsung dengan manusia. Selain itu, peluru berbahan baku timbal itu memiliki efek back splash ketika membentur benda keras sehingga membahayakan orang sekitar. Keadaan tersebut mendasari mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Vicko Gentantyo Anugraha untuk melakukan penelitian terkait peluru frangible. Ketertarikan Vicko meneliti peluru frangible tidak lain karena melihat beragam kelebihannya dibandingkan peluru biasa. Vicko menjelaskan, salah satu keunggulan peluru frangible terletak pada komposisi penyusun serbuk peluru. Jika biasanya timbal yang menjadi penyusunnya, Vicko menggantinya dengan tembaga.

…dst

12 ) Dari Tugas Akhir, Riset Vicko Malah Raih Juara

Kamis, 17 April 2014 00:17 wib
JAKARTA – Awalnya, Vicko Gentantyo Anugraha melakukan riset terkait peluru frangible hanya demi syarat kelulusan dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Namun, mahasiswa Jurusan Teknik Material dan Metalurgi itu justru memberanikan diri mengikutsertakan hasil risetnya dalam Lomba Karya Tulis Indonesia yang diadakan oleh Tentara Negara Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Bertemakan pertahanan nasional, Vicko mengenalkan peluru frangible yang belum pernah diproduksi di Asia. Tidak disangka, dari 134 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, Vicko berhasil menyabet juara pertama. Vicko mengaku, ketertarikannya terhadap peluru frangible bermula dari ajakan senior tiga tahun lalu untuk mengikuti Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dalam kesempatan itu, dia dikenalkan tentang peluru frangible yang memiliki berbagai keunggulan

…dst

13 ) Di-DO, Mahasiswa Untag Minta Bantuan DPR dan Kemendikbud

Rabu, 16 April 2014, 18:20 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kuasa Hukum Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Jakarta, Nelson Nikodemus Simamora, akan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara pada awal Mei mendatang.  Gugatan itu agar surat keputusan (SK) rektor Untag Jakarta, tentang penerapan sanksi akademis bagi Mahasiswa Fakultas ISIP dibatalkan. “Setelah itu kita akan ke DPR dan ke Kementerian Pendidikan untuk meminta solusi terhadap persoalan ini,” kata Nelson kuasa Hukum dari LBH Jakarta, saat menyampaikan konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Rabu (16/4). Nelson mengaku heran di era demokrasi ini masih ada Universitas yang tidak mendukung mahasiswanya bersikap kritis terhadap kebijakan yang menyimpang. Kata Nelson, apa yang dilakukan kampus terhadap mahasiswanya sebagai tindakan berlebih. “Mereka aksi demi perbaikan kampus,” katanya. Jainuddin Alamon, salah satu mahasiswa Untag semester akhir jurusan Ilmu Pemerintahan yang kena sanksi drop out (DO) mengaku bingung. Apalgi, orang tuanya di Kepulaun Aru NTT sudah menanyakan kapan dia wisuda. Karena tidak mau mengecewakan orang tua di kampung, akhirnya dia berbohong. “Saya bilang saja sudah mengajukan proposal, 2014 ini wisuda,” katanya.

…dst

14 ) Program “TeSCA” Dorong Peningkatan Kualitas Perguruan Tinggi

15 Apr 2014 21:30:55
Surabaya (Antara Jatim) – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk mendorong peningkatan kualitas dan daya saing perguruan tinggi khususnya dalam penerbitan karya ilmiah atau jurnal kampus melalui program “Telkom Smart Campus Award”. AVP Marketing Enterprise Management Telkom Dadan Pramudia saat seminar dan sosialisasi “Telkom Smart Campus Award 2014′ (TeSCA) di Surabaya, Selasa, mengatakan dalam penerbitan “paper” dan jurnal kampus secara digital (online), Indonesia masih tertinggal dibanding Singapura dan Malaysia.”Bahkan di antara negara-negara di kawasan Asia, jumlah penerbitan paper dan jurnal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia menempati urutan ke-11,” katanya. Oleh karena itu, lanjut Dadan, program TeSCA tahun ini melombakan penulisan paper atau jurnal yang diterbitkan melalui konten “Q-Jurnal” yang telah disediakan Telkom. “Sambutan kalangan perguruan tinggi ternyata cukup tinggi, karena hingga saat ini sudah sekitar 1.600 paper yang diterbitkan setelah program ini kami sosialisasikan di Jakarta dan Semarang,” tambahnya.

…dst

15  ) Mahasiswa Ubaya Ciptakan Sepeda Motor Listrik

15 Apr 2014 17:48:14
Surabaya (Antara Jatim) – Mahasiswa Jurusan Desain Manajemen Produk, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Surabaya (Ubaya), Ruben Cahyadi Susanto, menciptakan sepeda motor listrik jenis moped (sepeda motor dengan kapasitas 30 cc) yang dinamai EROS (Zero Emition) atau bebas emisi. “Awalnya, saya ingin membuat kendaraan yang ikut menurunkan pemanasan global, lalu saya melacak pada internet, ternyata sepeda motor listrik belum pernah ada, maka ide itu pun muncul. Kalau sepeda kayuh bertenaga listrik sudah ada, apalagi mobil listrik,” katanya di kampus setempat, Selasa. Menurut putra dari pasangan Benny Susanto dan Lioe Foey Ing itu, EROS dirancang mulai dari nol dengan beberapa komponen merupakan buatan sendiri, di antaranya kerangka kendaraan, peleg, dan “body part” (baju kendaraan). “Komponen lainnya saya beli, karena memang nggak mungkin bikin sendiri, seperti sistem pengaturan kecepatan, motor penggerak (di bawah jok), batere (di bawah back bone), charger, dan sebagainya,” katanya.

…dst

16 )  Perwakilan Mendiknas akan Penuhi Panggilan Ombudsman

Rabu, 16 April 2014, 20:44 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komunitas penyandang Disabilitas dan lembaga bantuan hukum (LBH) Jakarta, telah mengambil langkah melaporkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) kepada Ombudsman dua hari yang lalu.  Mendengar hal ini, panitia SNMPTN selaku perwakilan dari Mendiknas siap memenuhi panggilang Ombudsman. “Hemat saya tentu pimpinan akan menghormati panggilan tersebut, dan itu akan baik bagi para pihak,” tutur Sekretaris Pokja SNMPTN-SBMPTN, Bambang Hermanto, Rabu (16/4).  Ombudsman merupakan lembaga yang mempunyai wewenang untuk memanggil pejabat pemerintah. Oleh karena itu baik dari pihak kementrian ataupun panitia penyelenggara SNMPTN pasti akan datang jika ada panggilan mengenai permasalahan SNMPTN.

…dst