1 ) Universitas Brawijaya Juara Inovasi Internasional

SELASA, 03 JUNI 2014 | 18:49 WIB
TEMPO.CO, Malang – Sembilan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, Malang, meraih medali emas dalam kompetisi inovasi International Invention Innovation and Technology Exhibition (ITEX) 2014 dan Asian Young Inventor Exhibition (AYIE) 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia, Mei lalu. “Kami bersaing dengan dosen dan peneliti dari berbagai negara,” kata ketua tim Benny Chandra Monacho, Selasa, 3 Juni 2014. Tim asal Universitas Brawijaya merupakan peserta termuda, karena tim dari berbagai negara merupakan dosen dan peneliti berpengalaman. Kompetisi ini menekankan inovasi berbasis lingkungan. ITEX merupakan kompetisi bagi penemu lokal hingga nasional. Hasil penemuan yang menarik komunitas bisnis bisa diproduksi massal karena mempertemukan penemu, peneliti, dengan perusahaan di Asia dan Eropa. Tim Universitas Brawijaya memenangi kompetisi kategori lingkungan dan elektrik.

…dst

2 )  Raih Prestasi Level Internasional, Tak Lolos SNMPTN

Kamis, 05 Juni 2014 , 09:05:00
SEKAYU – Negara Indonesia dinilai tidak memberi apresiasi dan menampung para siswa yang cerdas dan berprestasi hingga ke tingkat internasional. Padahal anak berprestasi adalah aset bangsa yang harus dibina, agar tidak diambil dan dirangkul negara lain. Seperti Anjani Rahma Putri, siswi SMA Negeri 2 Unggulan Sekayu peraih dua award pada International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2014 di Los Angeles, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Ia dinyatakan tidak lulus seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Sriwijaya (Unsri). Padahal, Anjani tanpa tes dan diberi beasiswa masuk universitas besar di Jepang, German, Inggris, serta Amerika. Kegundahan itu Anjani curahkan di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta, kemarin (4/6).  “Saya kecewa tidak lulus SNMPTN di ITB dan Unsri,” sesal Anjani. Padahal, ia lebih berkeinginan menempuh pendidikan dan kuliah di Indonesia, dibandingkan di luar negeri. Ini karena, dirinya lebih memilih mengabdikan diri demi banga Indonesia.

…dst

3 ) Ijazah Ditahan, Rektorat UNSURI Disegel

SELASA, 03 JUNI 2014 | 20:00 WIB
TEMPO.CO, Sidoarjo – Puluhan alumni dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya berdemonstrasi dan menyegel Gedung Rektorat Unsuri, Selasa, 3 Juni 2014. Demonstran memprotes tindakan keputusan Unsuri yang menahan ijazah mahasiswa yang telah lulus naming menunggak pembayaran uang gedung dan uang kuliah. Kordinator aksi, Masful Arif yang lulus November 2013 menjelaskan Unsuri memintanya membayar uang sebesar Rp 2,2 juta untuk uang gedung dan SPP. “Saya bingung, padahal sudah ada kesepakatan tidak ada pungutan uang,” kata dia di sela-sela penyegelan gedung rektorat. Menurut Masful, ini bukan demo pertama. Mahasiswa juga unjuk rasa pada 21 April 2014 memprotes pencabutan beasiswa dari Lembaga Pendidikan Al Ma’arif NU Jawa Timur. Demo itu menghasilkan tiga kesepakatan yakni pembebasan uang SPP. Jika diingkari, Ketua Yayasan Ali Haidar harus mundur dari jabatannya.

…dst

4 ) Universitas Muhammadiyah Malang Kurangi Kuota

RABU, 04 JUNI 2014 | 03:31 WIB
TEMPO.CO, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengurangi jumlah mahasiswa pada penerimaan mahasiswa 2014. Periode lalu diterima sebanyak 7.600 mahasiswa tahun ini turun menjadi 6.500 mahasiswa. Tujuannya, untuk menyesuaikan antara fasilitas, serta menyesuaikan antara rasio dosen dengan mahasiswa. “Demi menjaga kualitas pendidikan,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Muhajir Effendi, Selasa 3 Juni 2014. Sedangkan pada seleksi pertama Mei lalu dari sekitar 6 ribu pendaftar diterima sebanyak 3 ribu calon mahasiswa. Mereka menjalani serangkaian seleksi tes potensi akademik.  Selain itu, juga diberlakukan kuota untuk pemerataan bagi calon mahasiswa yang berada di daerah yang akses pendidikannya rendah. Sehingga calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik bagus tapi akses pendidikan rendah bisa mengenyam pendidikan di UMM.

…dst

5 ) Mulai Agustus 2014, Perguruan Tinggi di Indonesia Dilarang di Ruko!

Rabu, 28 Mei 2014 23:00
Dreamersradio.com- Peningkatan jumlah perguruan tinggi di Indonesia ternyata membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus menerapkan aturan baru soal penggunaan lahan dan gedung perkuliahan. Mulai Agustus 2014, ditargetkan tidak akan ada lagi kampus perguruan tinggi yang menggunakan Ruko (Rumah Toko) sebagai lokasi pelaksanaan perkuliahan. Seperti diberitakan oleh Kompas edisi Sabtu (24/5) lalu, Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Mansyur Ramly menjelaskan bahwa aturan tersebut akan segera diterapkan mengikuti undang-undang yang berlaku. Mansyur mengatakan bahwa peraturan tersebut ditargetkan akan berlaku paling lambat 10 Agustus 2014 mendatang atau sebelum tahun ajaran baru dimulai. Aturan ini berlaku bagi perguruan tinggi yang berdiri setelah peraturan tersebut disahkan oleh Menteri.“Itu bagian dari akreditasi perguruan tinggi. Sekarang masih banyak perguruan tinggi beroperasi di ruko,” tuturnya. Menurut Mansyur, perguruan tinggi setidaknya harus memiliki lahan minimal 5 hektar hingga 30 hektar. Lahan minimal 30 hektar diberlakukan untuk universitas.

…dst

6 ) Politeknik Malang Gagal Jadi PerguruanTinggi Negeri

KAMIS, 05 JUNI 2014 | 18:48 WIB
TEMPO.CO, Malang – Politeknik Kota Malang (Poltekom) gagal menjadi perguruan tinggi negeri. Penyebabnya, Pemerintah Kota Malang gagal memenuhi syarat jumlah minimal mahasiswa sebanyak 4.000 orang dan menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Apalagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengumumkan akan melakukan moratorium penambahan perguruan tinggi negeri. “Poltekom didorong menjadi perguruan tinggi swasta mandiri,” kata Ketua Panitia Khusus Rencana Peraturan Daerah Poltekom Lokh Mahfud, Kamis, 5 Juni 2014. Sebagai perguruan tinggi swasta, Poltekom akan dikelola sebuah yayasan yang terpisah dengan Pemerintah Kota Malang. Namun seluruh aset, seperti gedung, peralatan perbengkelan, dan fasilitas laboratorium, menjadi milik Pemerintah Kota. “Sistemnya sewa,” ujar Mahfud.

…dst

7 ) Gubernur Sulawesi Selatan Minta Pendirian PTS Dibatasi

KAMIS, 05 JUNI 2014 | 16:35 WIB
TEMPO.CO, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mulai mengkritik hadirnya kampus-kampus yang banyak beroperasi namun lokasinya kebanyakan berada di rumah toko (ruko). “Orang saat ini berlomba membuat universitas ataupun lembaga pendidikan. Hal ini dianggap sudah sebagai satu industri yang menguntungkan. Namun kualitasnya tidak diperhatikan,” ujar Syahrul saat menerima pengurus Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IX Sulawesi di ruang kerjanya, Kamis, 5 Juni 2014. Syahrul juga menyoroti “kampus ruko” yang tidak tersentuh pemahaman nasionalisme. Contohnya, para mahasiswa jarang diperdengarkan lagu-lagu kebangsaaan. “Tidak masalah kalau lokasinya memakai ruko, namun lulusannya harus memiliki kualitas dan jangan menjadikan pendidikan sebagai sebuah industri, yang akibatnya pendidikan karakter menjadi tertinggal,” kata Syahrul.

…dst

8 ) Lulusan Bergelar Ganda, UMS Gandeng Universitas di Korea

Kamis, 05 Juni 2014 15:06 wib
SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerjasama dengan Kyungdong University Korea Selatan mengembangkan program internasional double degree. Lulusannya mendapat gelar ganda, baik dari UMS maupun Kyungdong University. “Untuk kerja sama ini, mahasiswa mengikuti perkuliahan selama dua tahun di UMS dan dua tahun di Kyungdong University, ditambah satu tahun pembinaan bahasa Korea,” jelas Wakil Rektor I UMS bidang akademi Dr. Muhammad Dai saat bertemu Okezone, di ruang Humas UMS, Surakarta, Kamis (5/6/2014). Terkait program Internasional dengan Kyungdong, menurut Dai, UMS menawarkan program studi (prodi) bagi mahasiswa, antara lain prodi Teknik Sipil, Manajemen, Teknik Mesin dan Teknik Informatika. Untuk Teknik Sipil di UMS dengan Civil Enginering-Kyungdong University.

…dst

9 ) Kedokteran Unpad Tutup Jalur S-1 Mahasiswa Asing

JUM’AT, 23 MEI 2014 | 04:03 WIB
TEMPO.CO, Bandung – Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) akan menutup jalur penerimaan mahasiswa asing program S-1 pada 2014. Kuotanya dialihkan untuk mahasiswa asing program pascasarjana. Dekan FK Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan jalur yang ditutup itu merupakan penerimaan biasa (reguler). Adapun penerimaan mahasiswa asing S-1 dari jalur kerja sama antar-universitas, seperti dengan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), masih terbuka.  “Jumlah mahasiswa asing S-1 dari tahun ke tahun terus kami kurangi, dari 100 menjadi 50 orang tahun lalu,” kata Tri Hanggono kepada Tempo, Kamis, 22 Mei 2014. (Baca juga:Kakek 91 Tahun Jadi Wisudawan di Unpad) . FK Unpad sejak 2008 menerima mahasiswa asing, kebanyakan dari Malaysia. Uang kuliahnya lebih mahal daripada mahasiswa lokal untuk subsidi silang biaya kuliah.

…dst

10 ) Malaysia Minta Penjelasan Unpad Soal Pemerkosaan

KAMIS, 22 MEI 2014 | 15:48 WIB
TEMPO.CO, Bandung – Pemerintah Malaysia telah mengutus atase pendidikan dari kedutaannya di Indonesia ke Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Tujuannya, meminta penjelasan ihwal dugaan pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi asal Malaysia berinisial JK di Lembang akhir pekan lalu. Dekan FK Unpad Tri Hanggono Achmad mengatakan utusan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta itu bertandang pada Senin lalu. Dalam pertemuan itu, FK Unpad memaparkan kronologi dugaan pemerkosaan tersebut. “Di satu sisi, ia mengakui pelayanan Unpad ke mahasiswa Malaysia masih yang terbaik,” ujar Tri. Atas terjadinya dugaan pemerkosaan itu, pemerintah Malaysia dan FK Unpad sama-sama ingin agar pengawasan terhadap mahasiswa baru di asrama lebih diperketat lagi. Mahasiswa asal Malaysia juga diminta waspada terhadap segala upaya kejahatan. “Tanpa diminta, kami sudah melakukan imbauan itu,” ujar Tri

. …dst

11 ) 10 Jurusan Kedokteran Favorit di PTN

Rabu, 04 Juni 2014 08:00 wib
JAKARTA – Kedokteran seakan selalu menjadi jurusan favorit calon mahasiswa dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Mereka rela belajar mati-matian demi menembus peluang masuk yang sangat kecil pada program studi (prodi) tersebut. Potensi karier yang cerah untuk lulusan Kedokteran mungkin menjadi alasan utama jurusan ini terus menjadi primadona para pelajar SMA ketika akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Apalagi biaya perkuliahan yang sangat mahal bisa diatasi dengan adanya berbagai program beasiswa. Berdasarkan data SBMPTN yang dirangkum Okezone, Rabu (4/6/2014) terdapat 10 PTN di mana jurusan Kedokterannya kerap menjadi pilihan siswa SMA untuk melanjutkan studi. Di mana saja? Berikut rinciannya.

…dst

12) Wah, Ada Prodi PTN di Ambang Kepunahan

Kamis, 05 Juni 2014 09:02 wib
JAKARTA – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diserbu oleh para siswa-siswi yang akan masuk ke jenjang perkuliahan. Dalam seleksi ini, ada beberapa program studi (prodi) yang ternyata bukan hanya sepi peminat, malah terancam di ambang kepunahan. Nah, banyaknya prodi yang berada di ambang kepunahan ini karena tidak sebanding antara jumlah dosen dan mahasiswanya. Demikian seperti dirangkum Okezone, berdasarkan data SBMPTN 2014, Kamis (5/6/2014). Lalu prodi apa saja ya yang berada “di ujung tanduk” ini? Berikut rinciannya:

…dst

13 ) Mahasiswa-dosen tolak penutupan Poltekom Kota Malang

Kamis, 5 Juni 2014 07:18 WIB
Malang (ANTARA News) – Mahasiswa dan dosen Politeknik Kota Malang (Poltekom), Jawa Timur, menolak penutupan kampus itu seperti yang diusulkan panitia khusus rancangan peraturan daerah DPRD daerah itu tentang Poltekom. Wakil Rektor III Poltekom Redi Bintarto, Kamis menyayangkan rencana penutupan kampus tersebut dan diubah menjadi Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Malang. “Seluruh civitas akademika di kampus ini menolak rencana penutupan tersebut, oleh karena itu kami mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan kami,” katanya. Menurut Redi rencana penutupan itu tidak tepat, apalagi sekarang Poltekom sedang naik daun dan berhasil menjalin kerja sama hingga Singapura. Saat ini juga banyak perusahaan yang percaya pada alumnus Poltekom, terutama untuk jurusan D3 Mekatronika yang merupakan satu-satunya di Kota Malang.

…dst

14 ) Ekonomi Islam-Kedokteran sama-sama favorit di Unair

Rabu, 4 Juni 2014 14:06 WIB
Surabaya (ANTARA News) – Ekonomi Islam dan Kedokteran di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya merupakan program studi yang sama-sama menjadi favorit, karena peminat prodi Ekonomi Islam selalu membeludak dari tahun ke tahun sejak didirikan pada tahun 2007. “Saat pertama kali didirikan, kami mematok kuota hanya 40 mahasiswa, karena merupakan prodi baru, tapi di luar dugaan ada 1.800 peminat yang mendaftar,” kata Kepala Departemen Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair Prof Suherman Rosyidi, di Surabaya, Rabu. Di sela-sela pembukaan International Conference on Islamic Economics and Civilization (ICIEC) yang berlangsung di Surabaya pada 3–5 Juni, pakar Ekonomi Islam itu menjelaskan kuota prodi Ekonomi Islam sekarang sama dengan Kedokteran yakni 200 mahasiswa.

…dst

15 )  Kuota SNMPTN Tetap 50 Persen

Kamis Kliwon, 5 Juni 2014
SOLO – Kendati memperoleh masukan agar kuota jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dikembalikan seperti jalur undangan atau Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh bergeming.Dia menegaskan, kuota jalur SNMPTN tetap 50% dari total kapasitas perguruan tinggi negeri (PTN). Pasalnya, konsep SNMPTN adalah mengakui prestasi calon mahasiswa sejak di bangku sekolah. Hal itu diungkapkan Nuh menanggapi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang mengajukan usulan ke Kemdikbud untuk membatasi jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur undangan atau yang sekarang disebut SNMPTN. Sebelumnya diberitakan, Rektor UNS Prof Dr Ravik Karsidi mengemukakan, berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada mahasiswa yang dulu diterima melalui jalur undangan yang dibatasi jumlahnya hanya 10% dari kuota, memiliki prestasi akademik yang baik. Dengan pembatasan nilai minimal dan berbagai penilaian, mahasiswa yang diterima melalui jalur undangan nilainilainya lebih bagus ketimbang mereka yang diterima melalui jalur ujian tulis ataupun swadana. (Suara Merdeka, 22/5)

…dst

16 ) Indonesia Masih Kekurangan Sarjana Teknik

04 Juni 2014
SEMARANG – Indonesia masih kekurangan banyak tenaga teknik terdidik untuk berbagai kebutuhan. ”Ini membuat Indonesia tidak mampu bersaing dengan negara lain di bidang teknologi ataupun rekayasa lainnya. Padahal kunci menjadi negara maju harus muncul banyak teknokrat dari dalam negeri,” tutur Rektor UPGRI Dr Muhdi SH MHum, di sela-sela pelaksanaan wisuda sarjana ke-49, di balairung kampus Selasa (3/6).   Sebanyak 983 orang diwisuda. Muhdi menyampaikan, fakta persentase lulusan sarjana teknik yang masih minim. Dari 1.000 lulusan hanya 160 orang berasal dari latar belakang teknik. Ini berbanding terbalik dengan Korea Selatan yang dapat meluluskan 600 orang dalam setiap 1.000 wisudawan. ”Bahkan negara jiran Malaysia saja bisa mencetak lulusan dua kali lipat lebih banyak dari Indonesia. Malaysia dalam setiap 1.000 lulusan malah menghasilkan 300 orang lulusan,” imbuh Muhdi.

…dst

17 ) Undip Gandeng Austria

5 Juni 2014
SEMARANG – Undip memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Austria dalam bidang akademik yang meliputi program double degree, studi lanjutan untuk program master atau doktor serta joint research. Rektor Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD bertemu dengan Duta Besar Austria untuk Indonesia Andreas Karabaczek, di Gedung Prof Soedarto, baru-baru ini. ‘’Sudah lama Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Austria di berbagai bidang. Undip menjadi pioner dalam kerja sama di bidang pendidikan,’’ungkap Andreas Karabaczek. PTN itu termasuk perintis pembentukan Asia-Uninet yang memayungi kerja sama di dunia pendidikan. Rektor Undip Sudharto menyatakan kedatangan Duta Besar Austria ini akan dapat mendorong para staf pengajar di Undip untuk bisa memanfaatkan kesempatan program studi lanjut yang ditawarkan oleh pemerintah Austria.

…dst

18 ) Mahasiswa Brawijaya Temukan Pengawet Ikan Asin Alami

04 Jun 2014 07:52:11
Malang (Antara Jatim) – Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat menemukan bahan pengawet alami ikan asin berbahan baku kombinasi antara teh dan daun pandan atau “Komhandan”. Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang pengabdian Masyarakat Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) Ali Wafa, Rabu, mengatakan pemilihan teh karena mempunyai kandungan tanin, flavonoid sebagai antimikroorganisme. Sedangkan daun pandan yang mengandung saponin dan fenol berkhasiat sebagai antibakteri.

…dst