1 ) Kinerja Menteri
M Nasir Canangkan Target: Jadikan Riset Pendidikan Tinggi Berkelas Dunia

Kamis, 30/10/2014 19:36 WIB
Manusia memang tidak pernah mengetahui nasibnya di kemudian hari. Seperti halnya Mohammad Nasir, pria kelahiran Ngawi 27 Juni 1960 ini telah terpilih sebagai Rektor Undip. Namun sebelum dilantik menjadi Rektor pada Desember 2014, ia ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti). Alhasil, Guru Besar Undip ini harus mengemban tugas baru sebagai menteri, yakni dengan bergabungnya Pendidikan Tinggi di Kemenristek. Hari ini, Kamis (30/10/2014) terbilang jadwal kerja Ayah beranak empat ini tidak terlalu padat. Sekitar pukul 07.30 WIB, Nasir telah tiba di Kantornya di Gedung BPPT, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Hadir di kantornya, mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip ini langsung melakukan koordinasi internal dengan para jajaran kementrian di bawahnya.

…dst

2 ) Menristekdikti Imbau BSN Memberikan Pelayanan yang Terbaik

Jumat, 31/10/2014 12:14 WIB
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengunjungi Badan Standardisasi Nasional (BSN). Ia menyampaikan sejumlah pesan kepada jajaran BSN. Nasir melakukan pertemuan dengan pejabat eselon I dan II. Dalam kunjungannya tersebut Guru Besar Undip ini berharap BSN dapat membuat stadardisasi yang memberikan pelayanan terbaik bagi user. “Kunjungan di BSN yang pertama ini silaturahim. Ke depan ini adalah kita harus ciptakan dimana membuat standardisasi itu adalah bagaimana user bisa mendapatkan suatu layanan dengan penentuan standar dengan baik,” kata M Nasir di kantor BSN, lantai 3 Gedung Manggala Winabakti, Senayan, Jaksel, Jumat (31/10/2014).

…dst

3 ) M Nasir : restrukturisasi kemenristek selesai akhir tahun ini

Selasa, 28 Oktober 2014 15:36 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir mengatakan restrukturisasi kementerian yang dipimpinnya ditargetkan rampung pada akhir 2014. “Program pertama yang saya lakukan, karena ada penggabunggan dua kementerian, kami lakukan restrukturisasi dulu hingga akhir 2014 Insya Allah bisa selesai,” kata M Nasir usai serah terima jabatan Menteri Riset Teknologi dari Gusti Muhammad Hatta kepada dirinya di Jakarta, Selasa. Ia mengatakan kajian segera dilakukan terkait penggabungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Dan sejauh ini koordinasi di lingkungan Ristek sudah dilakukan.  “Kan ada organisasi baru jadi perlu kajian supaya aspek legalnya nanti benar-benar jelas,” ujar dia.

…dst

4 )  Beasiswa LN Terancam Molor

Jumat, 31 Oktober 2014 , 05:11:00
JAKARTA – Lepasnya unit utama Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud ke Kementerian Riset Teknologi berpotensi mengganggu beasiswa mahasiswa di luar negeri (LN). Apalagi, jika otoritas yang mengurusi soal beasiswa itu tidak juga segera diberi tempat di Kemristek. Diprediksi, uang beasiswa itu terancam molor hingga tiga bulan. Inspektur Jenderal Kemendikbud, Haryono Umar saat ke KPK kemarin mengatakan anggaran Ditjen Dikti Rp 41,5 triliun masih di Kemendikbud. Sementara, anggaran Kemristek hanya sekitar Rp 700 miliar. “Persoalan di Dikti itu banyak sekali. Seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta,” ujarnya. Nah, dia tidak tahu bagaimana mekanisme setelah ada perubahan di tubuh Kemendikbud. Apakah dipindahkan ke Kemristek seluruhnya atau tidak. Yang jelas, pasti ada yang di bawa untuk memperkuat Kemristek. Perubahan itu memang membutuhkan waktu, tetapi tidak boleh berjalan lambat. “Jangan sampai dana beasiswa anak-anak di luar negeri itu telat. Kasian mereka. Kalau di dalam negeri kan mereka bisa pinjem. Kalau yang luar negeri gimana?,” tuturnya.

…dst

5 )  Pensiun dari Menteri, Nuh Jadi Kepala Laboratorium

RABU, 29 OKTOBER 2014 | 21:21 WIB
TEMPO.CO-Surabaya-Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh kembali ke habitat lamanya, kampus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. Nuh akan kembali mengajar di Jurusan Teknik Elektro. “Mulai minggu depan saya akan mengajar lagi di sini,” kata Nuh saat ditemui di gedung Jurusan Teknik Elektro ITS, Rabu, 29 Oktober 2014. Menurut Nuh, selain mengajar dirinya juga akan menjadi kepala laboratorium biocybernetic engineering, sebuah laoratorium yang akan meneliti tentang sistem manusia dengan menggunakan ilmu-ilmu elektronika. “Nanti saya akan mengajar program strata satu, magister, maupun program doktoral,” kata Nuh.

…dst

6 ) 3 Ribu Lebih Mahasiswa ITS Kena DO

Rabu, 29 Oktober 2014 , 18:14:00
SURABAYA – Masuk ITS itu sulit. Namun, bertahan di kampus yang terakreditasi A tersebut juga tidak gampang. Buktinya, ribuan mahasiswa akhirnya keluar atau drop out (DO) selama tiga tahun terakhir. Pemicunya beragam. Jumlah mahasiswa yang kini aktif di ITS mencapai sekitar 20 ribu orang. Total mahasiswa yang kena DO mencapai 3.920 orang. Itu merupakan akumulasi selama tiga tahun, yaitu 2011, 2012, dan 2013. Mereka pernah berkuliah di jenjang D-3, S-1, dan S-2. Menurut Kepala Badan Akademik ITS Dr Ismaini Zain, ada beragam penyebab mahasiswa sampai di-DO kampus para teknolog tersebut. Baik alasan akademik maupun nonakademik. ”Jadi, sebagus apa pun pembelajarannya, akan tetap ada DO. Selalu ada mahasiswa yang keluar,” ujar dia. Ismaini menjelaskan, sebenarnya ITS termasuk golongan tengah dalam soal DO mahasiswa. Persentasenya sedang. Perguruan tinggi memang berlomba-lomba menekan jumlah mahasiswa keluar. Sebab, jumlah mahasiswa DO bakal berpengaruh pada akreditasi dan penilaian nasional.

…dst

7 ) Pemilihan Rektor UGM dengan Musyawarah Mufakat

JUM’AT, 31 OKTOBER 2014 | 17:55 WIB
Yogyakarta- Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Gadjah Mada, Sofian Effendi mengisyaratkan ada dua Wakil Rektor kandidat terkuat untuk menggantikan posisi Pratikno, yang kini Menteri Sekretaris Negara, sebagai orang nomor satu di kampusnya. Keduanya adalah Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni, Dwikorita Karnawati, dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Iwan Dwiprahasto. “Kemungkinan besar, MWA UGM akan mengumumkan nama rektor baru pada 15 November 2014,” kata Sofian kepada wartawan pada Jumat, 31 Oktober 2014. Sofian mengatakan dari lima wakil rektor di UGM, ada dua yang tidak memenuhi persyaratan sesuai statuta untuk menggantikan Pratikno karena usianya lebih dari 60 tahun. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Aset, Budi Santoso Wignyosukarto kini sudah berusia sekitar 62 tahun. Sementara itu, usia Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suratman, sudah 61 tahun. 

…dst

8 ) Universitas Riau Nonaktifkan Dosen Tahanan KPK

Minggu, 2 November 2014
PEKANBARU- Universitas Riau melakukan penonaktifan terhadap Gulat Manurung. Gulat selama ini merupakan dosen yang mengajar di Fakultas Pertanian. Penonaktifan Gulat yang merupakan dosen berstatus PNS golongan III A karena terlibat kasus penyuapan dengan Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun. “Penonaktifan Gulat sebagai dosen sudah kita lakukan sekitar sepekan lalu,” kata Rektor Universitas Riau, Aras Mulyadi. Penonaktifan itu dimaksudkan agar Gulat fokus menghadapi kasusnya di KPK. Selain itu Gulat ditahan sehingga tidak bisa mengajar juga menjadi alasan penonaktifan pria yang bernama lengkap Gulat Medali Emas Manurung itu.

…dst

9 ) Diduga Pasang Kamera di Toilet Mahasiswi
Oknum Dosen Fakultas Hukum UBB Akhirnya Kena Sanksi

Sabtu, 1 November 2014 15:38 WIB
BANGKAPOS.COM, BANGKA — Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof Dr Bustami Rahman bersama pimpinan UBB akhirnya memberikan sanksi berupa skorsing yaitu dengan membebastugaskan oknum dosen tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, terungkap ulah oknum seorang dosen yang memasang sebuah kamera mini di salah satu toilet mahasiswi Fakultas Hukum UBB. Selanjutnya, rektor ini mengaku miris atas ulah salah seorang oknum dosen di Fakultas Hukum UBB yang diduga melakukan perbuatan di luar batas kewajaran.

…dst

10 ) UGM Cari Guru untuk di Papua

Minggu, 2 November 2014 – 09:04 wib
JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) mencari 60 guru untuk ditempatkan di Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua. Kegiatan ini merupakan program Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fisipol UGM dengan Pokja Papua UGM Yogyakarta. Kepala PPKK FISIPOL UGM, Drs Bambang Purwoko, menjelaskan, sarjana kependidikan maupun non-kependidikan dari berbagai bidang dapat melamar program guru perintis ini. Jika lulus seleksi, akan ditempatkan sebagai pengajar di jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SMA/SMK. Menurut Bambang, tahun ini pihaknya membutuhkan guru bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan guru sekolah dasar (PGSD), bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, komputer/TI, geografi, pendidikan jasmani, kesehatan dan olahraga, seni dan budaya, pertanian (agronomi dan agrobisnis), dan perkebunan. “Pendaftaran ditutup pada 19 November 2014,” ujar Bambang, seperti dikutip dari laman UGM, Minggu (2/11/2014).

…dst