Kemristekdikti Segera Identifikasi Seluruh Hasil Penelitian

Selasa, 30 Juni 2015, 23:35 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe mengatakan Kementeriannya segera mengidentifikasi seluruh hasil penelitian yang telah dilakukan lembaga penelitian hingga perguruan tinggi.

“Tugas untuk kita mengidentifikasi semua hasil-hasil litbang (penelitian dan pengembangan–red) di perguruan tinggi maupun di lembaga litbang. Karena memang hasil litbang kita yang dimanfaatkan swasta sekarang masih terbatas sehingga belum bisa untuk meningkatkan daya saing,” kata Jumain usai dilantik oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir di Jakarta, Selasa (30/6).

Menurut dia, baru sekitar tiga persen dari seluruh hasil litbang yang diserap oleh produsen. Karena itu, identifikasi harus dilakukan terlebih dulu sebelum dilakukan pembahasan inovasi apa yang diperlukan kalangan industri.

“Tidak bisa juga hasil riset yang masih di tahap empat atau lima dipakai industri karena pasti berisiko tinggi. Mereka tidak akan pakai kalau tidak pas secara ekonomi dan teknologi,” ujar dia.

Karena itu, lanjutnya, seluruh inovasi harus melalui proses inkubasi teknologi sampai akhirnya siap untuk pasar. “Harus ada link antara pasar dan produsen, pengembang teknologi, dan kebijakan yang mendukung”.

Untuk saat ini, ia mengatakan dengan anggaran riset yang kecil hanya 0,09 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) maka litbang yang dilakukan harus difokuskan untuk mencapai apa yang sudah ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2015-2019.

“Jangan lupa, di RPJM kan disebutkan tujuan utama bagaimana meningkatkan ekonomi yang berdaya saing ditunjang dengan SDM dan iptek yang berbasis sumber daya alam,” ujar Jumain.

Sebelumnya Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir usai melantik lima dirjen Kemristekdikti meminta agar Dirjen Penguatan Inovasi segera memetakan hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian yang ada di Lembaga
Pemerintahan Non Kementerian (LPNK) dan lembaga di luar Kemristekdikti.

Selain itu, secara proaktif dapat memfasilitasi terjadinya kerja sama triple helix agar segera bisa dihasilkan produk inovasi yang bermanfaat secara langsung bagi masyarakat.