BLANGKO IJAZAH Pendidikan Tinggi

Berbeda dengan ijazah Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah yang blangko ijazah ditentukan negara sesuai ketetapan Perka Balitbang no.028/H/EP/2015  Lamp I dan II tentang bentuk, spesifikasi dan pencetakan blangko ijazah. Tidak ada Peraturan Perundangan Pendidikan Tinggi yang mengatur ketentuan atau standar pencetakan blangko ijazah di Perguruan Tinggi kita. Kita hanya memiliki Permendikbud no. 81 tahun 2014 (sebelumnya Permendikbud no. 11 tahun 2014, SK Dirjen Dikti no. 08/DIKTI/Kep/2002) yang mengatur format ijazah, transkrip dan skpi. Di situ juga ada disinggung surat keterangan pengganti untuk ijazah rusak, hilang atau musnah. Minimnya standar blangko ijazah pendidikan tinggi juga menjadi salah satu penyebab ijazah perguruan tinggi marak dipalsukan.Di sekolah dasar dan menengah, blangko ijazah diterbit Perusahaan Kertas Milik Negeara, Perum Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) yang telah dilengkapi logo atau tanda khusus, apabila terdapat kesalahan menulis ijazah hanya dibenarkan diganti blangko baru pada saat penulisan ijazah masih berlangsung atau belum terbit atau sebelum sisa blangko ijazah dimusnahkan, dan itupun harus kepala sekolah yang mengajukan permohonan ke Diknas dengan menyertakan bukti ijazah yang salah tulis untuk dimusnahkan.

Walau kita tak ada Permendikbud yang mengatur, namun tetap perlu diperhatikan Lampiran Perka BKN no. 25 tahun 2015 halaman 5 s/d 6 nomor II butir 2 dan 3 menjelaskan bahwa pengertian ijazah adalah dokumen resmi yang diterbitkan sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatau jenjang pendidikan setelah lulus ujuan. Blangko Ijazah adalah format resmi yang dicetak oleh PEMERINTAH dan/atau PEMERINTAH DAERAH yang akan digunakan sebagai ijazah.
Perka BKN ini juga sesuai dengan ketentuan di Perka Balitbang no.028/H/EP/2015, Lampiran I dan Lampiran II yang menetapkan blangko ijazah sekolah hrs dicetak negara.

Bahkan di tahun 2012 Pak Polisi juga menandai form kertas ijazah asli dikeluarkan oleh perusahaan kertas milik negara, Perum Peruri yang dilengkapi logo atau tanda khusus, Ijazah palsu hanya form kertas cetakan biasa, penjelasan Kanit II Haki, Subdit I Ekonomi Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kompol Andy Arisandi bisa baca di SINIJelas pembiarkan perguruan tinggi bebas mencetak blanko ijazah (bebas memilih percetakan yang dianggap layak dan sesuai keinginan dan kebutuhannya) menjadi salah satu faktor pemicu ijazah palsu dan bertentangan dengan kebijakan yang diterbit BKN.

Ini penjelaskan Bapak Koordinator Kopertis 1 yang menjelaskan pencetakan blangko ijazah adalah hak prerogatif  Perguruan Tinggi sehingga dibenarkan bebas memilih percetakan blanko ijazah yang sesuai keinginannya. Penjelasan beliau bisa baca di SINI

Semoga kontroversi ini bisa diluruskan.
Salam, Fitri.