Menteri Tegaskan tak Ada Wacana Impor Rektor Asing

Rabu, 08 Juni 2016, 17:09 WIB

Menristek Dikti Mohamad Nasir
Menristek Dikti Mohamad Nasir

REPUBLIKA.CO.ID, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan, tidak ada wacana kebijakan mengimpor rektor asing. Hal yang  ada justru program visiting professor asing untuk membantu meningkatkan reputasi Perguruan Tinggi (PT) Indonesia di kelas dunia.

“Kita itu dalam masa MEA dan sangat penting menyiapkan diri untuk bisa bersaing dengan rektor di luar negeri,” kata Nasir kepada Republika, Rabu (8/6).

Program visiting professor asing telah diterapkan negara lain, seperti Arab Saudi, Cina dan Singapura. Program ini memberikan hasil yang cukup baik dalam dunia pendidikan tinggi. Karena keberhasilan ini, Indonesia tentu dapat mengambil pengalaman baik itu.

Nasir menerangkan, kolaborasi ini bukan mendatangkan rektor asing ke Indonesia sehingga memimpin PTN di Indonesia. Hal yang diinginkan justru mengubah pandangan rektor di Indonesia layaknya rektor di luar negeri. Dengan kata lain, punya pandangan agar bisa sejajar dengan kampus terbaik di luar negeri.

Visiting professor asing sudah dimasukkan ke dalam program Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk ke depannya. Program ini rencananya akan mendatangkan 100 professor asing terbaik ke sejumlah PTN di Indonesia. Mereka nantinya ditugaskan untuk mendorong riset di kampus sehingga jumlah publikasi dapat meningkat. Publikasi yang sebelumnya 5.500 diharapkan bisa meningkat menjadi 6.500 nantinya.

Sejauh ini pemerintah telah melakukan kerja sama dengan Inggris, Swiss, Belanda, Jepang, Australia dan Amerika Serikat. Mereka menyatakan siap membantu termasuk mengirimkan professor terbaiknya ke Indonesia. “Yang masih dibicarakan itu tentang bagaimana pembiayaan kepada mereka sedangkan uang kita terbatas,” kata Mantan Rektor Terpilih Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Sebelumnya diberitakan pemerintah mewacanakan untuk merekrut orang asing menjadi rektor perguruan tinggi negeri (PTN). Wacana ini digulirkan untuk mengikuti negara lain yang menerapkan kebijakan tersebut sehingga kampusnya berkelas dunia.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Angga Indrawan